Al Siddiq International School

26 Februari 2026

Edukasi

Transformasi Digital di Sekolah: Sistem Absensi Barcode Siswa Al Siddiq International School

Di era digital yang terus berkembang, Al Siddiq International School menghadirkan inovasi dalam pengelolaan administrasi sekolah melalui sistem absensi digital berbasis scan barcode. Program ini menggunakan aplikasi Madani School System sebagai platform utama yang mengintegrasikan data kehadiran siswa secara real-time dan transparan. Praktis, Cepat, dan Akurat Setiap siswa memiliki kartu identitas yang dilengkapi dengan barcode unik. Saat tiba di sekolah, siswa cukup melakukan pemindaian (scan) barcode pada perangkat yang telah disediakan. Dalam hitungan detik, data kehadiran langsung tercatat dalam sistem tanpa perlu pencatatan manual. Metode ini tidak hanya mempercepat proses absensi, tetapi juga meminimalkan kesalahan pencatatan serta meningkatkan akurasi data. Sistem otomatis ini membantu pihak sekolah dalam memantau tingkat kedisiplinan dan kehadiran siswa secara lebih efektif. Laporan Langsung ke Orang Tua Salah satu keunggulan utama dari sistem ini adalah notifikasi otomatis kepada orang tua. Setiap kali siswa melakukan absensi masuk maupun pulang, laporan kehadiran akan langsung terkirim melalui aplikasi Madani School System. Dengan demikian, orang tua dapat mengetahui secara langsung waktu kedatangan dan kepulangan putra-putrinya di sekolah. Fitur ini memberikan rasa aman dan ketenangan bagi orang tua, sekaligus memperkuat komunikasi antara sekolah dan keluarga. Transparansi data kehadiran juga menjadi bentuk akuntabilitas sekolah dalam memastikan keamanan dan kedisiplinan siswa selama berada di lingkungan pendidikan. Mendorong Disiplin dan Literasi Digital Penerapan absensi digital tidak hanya berfungsi sebagai alat administrasi, tetapi juga sebagai sarana edukasi. Siswa belajar untuk lebih disiplin dalam mengatur waktu dan bertanggung jawab terhadap kehadiran mereka. Di sisi lain, penggunaan teknologi secara terarah membantu menumbuhkan literasi digital yang positif sejak dini. Bagi pihak sekolah, sistem ini memudahkan rekapitulasi data kehadiran harian, mingguan, hingga semesteran. Data yang tersimpan secara sistematis juga mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam pembinaan siswa. Komitmen Menuju Sekolah Modern dan Transparan Implementasi absensi digital berbasis barcode melalui Madani School System menjadi bukti komitmen Al Siddiq International School dalam menghadirkan layanan pendidikan yang modern, efisien, dan transparan. Inovasi ini selaras dengan visi sekolah untuk memadukan nilai-nilai Islami dengan kemajuan teknologi. Dengan sistem yang terintegrasi dan responsif, sekolah dan orang tua kini dapat bekerja sama lebih optimal dalam memantau perkembangan serta kedisiplinan siswa. Absensi bukan lagi sekadar rutinitas harian, melainkan bagian dari transformasi digital yang mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, tertib, dan profesional.By Arief Firmansyah, S. Kom

Sekolah

Seleksi PPDB TA 2026/2027: Tes Kemampuan Akademik dan Observasi Calon Siswa Al Siddiq International School

Pada Sabtu, 7 Februari 2026, Al Siddiq International School menyelenggarakan rangkaian Tes Kemampuan Akademik dan Tes Observasi dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan ini diikuti oleh calon siswa jenjang TK, SD, dan SMP yang telah mendaftarkan diri sebagai bagian dari proses seleksi masuk. Sejak pagi hari, suasana sekolah telah dipenuhi oleh calon siswa yang datang bersama orang tua. Dengan wajah penuh semangat dan harapan, para peserta bersiap mengikuti tahapan seleksi yang dirancang untuk memetakan kesiapan belajar sekaligus mengenal potensi masing-masing anak secara lebih menyeluruh. Tes Kemampuan Akademik Untuk jenjang SD dan SMP, tes kemampuan akademik meliputi materi dasar sesuai tingkat perkembangan siswa, seperti literasi, numerasi, serta pemahaman konsep dasar pelajaran. Soal-soal disusun untuk mengukur kemampuan berpikir logis, pemahaman instruksi, serta kesiapan mengikuti pembelajaran di lingkungan sekolah yang berstandar internasional. Sementara itu, bagi calon siswa TK, pendekatan yang digunakan lebih sederhana dan menyenangkan. Penilaian difokuskan pada kemampuan dasar seperti mengenal huruf dan angka, kemampuan berkomunikasi, serta kesiapan mengikuti aktivitas pembelajaran di kelas. Tes Observasi dan Wawancara Selain tes akademik, sekolah juga melaksanakan tes observasi. Pada sesi ini, tim penguji mengamati aspek perkembangan anak, seperti kemandirian, kemampuan bersosialisasi, konsentrasi, serta respons terhadap instruksi guru. Khusus untuk jenjang TK, observasi dilakukan melalui kegiatan bermain terarah agar anak tetap merasa nyaman dan tidak tertekan. Bagi calon siswa SD dan SMP, sesi wawancara turut dilaksanakan untuk menggali motivasi belajar, minat, serta dukungan dari keluarga. Orang tua juga mendapatkan kesempatan berdialog dengan pihak sekolah guna memahami visi, misi, serta program unggulan yang ditawarkan. Seleksi yang Humanis dan Komprehensif Proses seleksi PPDB di Al Siddiq International School tidak semata-mata berorientasi pada hasil nilai akademik, tetapi juga mempertimbangkan kesiapan mental, karakter, serta potensi perkembangan jangka panjang siswa. Pendekatan ini sejalan dengan komitmen sekolah dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan kondusif. Panitia dan guru berupaya menciptakan suasana yang ramah agar anak-anak merasa percaya diri selama mengikuti tes. Orang tua pun menyambut baik proses seleksi yang transparan dan profesional ini. Melalui kegiatan Tes Kemampuan Akademik dan Observasi PPDB TA 2026/2027 ini, diharapkan Al Siddiq International School dapat menjaring calon siswa terbaik yang siap tumbuh dan berkembang bersama dalam lingkungan pendidikan yang unggul, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.By Arief Firmansyah, S. Kom

Kegiatan, TK

Sambut Ramadhan dengan Karya: Kegiatan Online Murid TK Al Siddiq International

Pada Rabu dan Kamis, 18 dan 19 Februari 2026, murid TK Al Siddiq International melaksanakan pembelajaran online menggunakan LMS. Kegiatan ini dilakukan dari rumah masing-masing dengan cara mengerjakan dan mengumpulkan tugas dalam bentuk video melalui platform LMS yang telah disediakan sekolah. Meskipun sedang dalam masa libur menjelang bulan puasa, proses belajar tetap berjalan dengan cara yang lebih fleksibel dan kreatif.Sebelumnya, pada Senin, 16 Februari 2026, wali kelas telah memberikan pengumuman kepada orang tua mengenai rencana pembelajaran online tersebut. Dalam pengumuman itu dijelaskan secara rinci tugas-tugas yang perlu dibuat oleh anak-anak, lengkap dengan petunjuk pengerjaan dan batas waktu pengumpulan. Orang tua diminta untuk mendampingi putra-putrinya selama proses pembuatan tugas, sekaligus membantu dalam proses perekaman dan pengunggahan video ke LMS.Pada hari Rabu, anak-anak mendapatkan tugas untuk membuat video ucapan menyambut bulan Ramadhan. Melalui kegiatan ini, mereka belajar menyampaikan kalimat sederhana dengan percaya diri, sekaligus memahami makna datangnya bulan suci. Setiap anak merekam video ucapan dengan gaya dan ekspresi masing-masing. Ada yang tampil sambil tersenyum malu-malu, ada pula yang penuh semangat menyampaikan doa dan harapan menyambut Ramadhan.Kemudian pada hari Kamis, tugas dilanjutkan dengan membuat Ramadan card. Anak-anak diajak berkreasi membuat kartu bertema Ramadhan menggunakan bahan yang ada di rumah. Proses pembuatan kartu direkam dalam bentuk video, mulai dari menyiapkan alat dan bahan, menghias kartu, hingga menunjukkan hasil akhirnya. Setelah selesai, anak-anak juga membuat video presentasi sederhana untuk menjelaskan karya mereka. Kegiatan ini melatih kreativitas, motorik halus, serta keberanian berbicara di depan kamera.Pembelajaran menggunakan LMS dengan sistem pengumpulan video memiliki beberapa tujuan penting. Pertama, agar kegiatan belajar tetap terstruktur meskipun sedang libur sebelum puasa. Kedua, melatih kemandirian dan tanggung jawab anak dalam menyelesaikan tugas. Ketiga, membangun kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi proses belajar di rumah. Selain itu, penggunaan LMS juga membantu anak dan orang tua semakin terbiasa dengan teknologi secara positif dan terarah.By Inka Amalia, S. Pd

Sekolah

Tarhib Ramadan dan Solidaritas Palestina: Kajian Wali Murid di Masjid Al Siddiq

Pada Kamis, 5 Februari 2026, suasana Masjid Al Siddiq terasa hangat dan penuh kekhusyukan. Para wali murid berkumpul dalam kegiatan kajian rutin yang kali ini mengangkat tema Tarhib Ramadan sebagai bentuk persiapan menyambut bulan suci. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ruhiyah sekaligus mempererat ukhuwah antara orang tua, guru, dan seluruh keluarga besar sekolah. Kajian disampaikan oleh Ustadz Abdul Haris, Lc., M.Pd yang membawakan materi tentang pentingnya menyambut Ramadan dengan persiapan iman, ilmu, dan amal. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum perubahan diri. Tarhib Ramadan berarti menyambut bulan suci dengan hati yang rindu, persiapan yang matang, serta komitmen untuk meningkatkan kualitas ibadah. Beliau mengajak para wali murid untuk mulai mempersiapkan diri dan keluarga sejak sekarang—memperbaiki kualitas shalat, memperbanyak tilawah Al-Qur’an, menjaga lisan, serta membangun suasana rumah yang kondusif untuk ibadah. Orang tua memiliki peran sentral sebagai teladan bagi anak-anak dalam menumbuhkan kecintaan terhadap Ramadan. Dengan persiapan yang baik, diharapkan Ramadan tidak berlalu begitu saja, tetapi meninggalkan jejak perubahan yang nyata dalam kehidupan keluarga. Tidak hanya diisi dengan tausiyah, kegiatan kajian kali ini juga menghadirkan sesi penggalangan dana untuk solidaritas Palestina. Ustadz Azmi menyampaikan kondisi terkini saudara-saudara kita di Palestina serta pentingnya menumbuhkan kepedulian dan empati sebagai bagian dari ukhuwah Islamiyah. Dalam penyampaiannya, beliau mengajak para wali murid untuk mengambil bagian dalam membantu, baik melalui doa maupun dukungan materi. Alhamdulillah, ajakan tersebut disambut dengan antusias oleh para peserta. Dengan penuh keikhlasan, wali murid berpartisipasi dalam penggalangan dana sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas. Momen ini menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya tentang peningkatan ibadah personal, tetapi juga tentang memperluas kepedulian sosial dan berbagi dengan sesama, terutama bagi mereka yang tengah menghadapi ujian dan kesulitan. Kegiatan kajian wali murid ini diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam menyambut Ramadan 1447 H dengan kesiapan yang lebih baik—baik secara spiritual maupun sosial. Semoga semangat Tarhib Ramadan yang telah ditanamkan dalam kajian ini dapat terus tumbuh di setiap rumah, menghadirkan keluarga yang lebih dekat kepada Allah SWT serta lebih peka terhadap kebutuhan umat.By Arief Firmansyah, S. Kom

Kegiatan, SMP

Pesantren Ramadhan 1447H : Menjadikan Ramadhan Sebagai Madrasah Perubahan dan Hijrah Digital

Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan 1447 H dengan kegiatan yang bermakna, SMP menyelenggarakan Pesantren Ramadhan selama tiga hari, Rabu-Jum’at, 18–20 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 7 hingga kelas 9 SMP dan dilaksanakan secara daring melalui Zoom.Meskipun dilaksanakan secara online, kegiatan berlangsung dengan tertib, interaktif, dan penuh semangat. Para siswa mengikuti setiap sesi dengan antusias sebagai bentuk komitmen untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum perbaikan diri.Hari PertamaMateri hari pertama disampaikan oleh Ust. Ahmad Toha, M.Ag dengan tema:“Ramadhan: Bulan Upgrade Diri, Bukan Sekadar Lapar dan Haus.”Dalam tausiyahnya, beliau menegaskan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sarana melatih kesabaran, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan kualitas ibadah. Ramadhan adalah waktu terbaik untuk meningkatkan “level” diri menjadi pribadi yang lebih disiplin, lebih santun, dan lebih dekat kepada Allah SWT.Beliau juga mengajak siswa untuk memanfaatkan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki kebiasaan, mulai dari menjaga shalat tepat waktu, memperbanyak membaca Al-Qur’an, hingga menjaga lisan dan sikap dalam pergaulan.Hari KeduaMateri hari kedua disampaikan oleh Ust. Abdul Aziz, S.Pd dengan tema:“Ramadhan: Madrasah Perubahan.”Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa Ramadhan adalah sekolah kehidupan yang mengajarkan pengendalian diri, tanggung jawab, dan konsistensi dalam berbuat baik. Nilai-nilai yang dipelajari selama Ramadhan seharusnya tidak berhenti setelah bulan suci berakhir, tetapi menjadi karakter yang melekat dalam diri seorang pelajar muslim. Beliau menekankan pentingnya integritas, adab kepada orang tua dan guru, menjaga ibadah harian, ramadahan bulan Latihan anggota tubuh seperti mata, lisan, telinga dan hati serta semangat untuk terus belajar dan berprestasi sebagai bagian dari perubahan positif.Hari KetigaPada hari terakhir, materi disampaikan olehUstz. Retno Suzanne Handayani, Lc., M.Pd dengan tema:“Detox Hati, Detox Gadget: From Scroll to Sujud, Hijrah Digital di Bulan Suci.”Dalam materinya, beliau mengajak para siswa untuk melakukan detoks hati dari sifat malas, marah, dan lalai, serta detoks gadget dari penggunaan media sosial yang berlebihan. Ramadhan menjadi waktu terbaik untuk mengubah kebiasaan “scrolling tanpa batas” menjadi “sujud yang berkualitas”.Beliau menekankan bahwa hijrah digital bukan berarti meninggalkan teknologi, tetapi menggunakannya secara bijak, produktif, dan bernilai ibadah. Pesan ini sangat relevan dengan kehidupan remaja di era digital saat ini.Quiz Interaktif dan ApresiasiSebagai penutup kegiatan, panitia mengadakan quiz interaktif yang berisi pertanyaan dari materi hari pertama hingga hari ketiga. Sesi ini berlangsung meriah karena para siswa berlomba menjawab dengan cepat dan tepat melalui fitur Zoom.Adapun siswa yang berhasil meraih hasil tertinggi dalam quiz Pesantren Ramadhan 1447 adalah: Richie, Shafa, Salma, Alvaro dan Kenzie.Kegiatan Pesantren Ramadhan ini diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual, karakter yang kokoh, serta bijak dalam menggunakan teknologi.Semoga Ramadhan tahun ini benar-benar menjadi madrasah perubahan dan awal hijrah menuju pribadi yang lebih baik.By :Retno Suzanne Handayani,Lc.M.Pd

Uncategorized

Dari Rumah Tetap Bermakna: Pembelajaran Online TK Al Siddiq International

Pada Jum’at, 20 Februari 2026, murid TK Al Siddiq International mengikuti pembelajaran online menggunakan Google Meet. Kegiatan ini dilaksanakan karena hari tersebut menjadi bagian dari libur menjelang bulan puasa. Meskipun tidak belajar di sekolah secara langsung, anak-anak tetap bisa bertemu wali kelas dan teman-temannya melalui layar. Suasana belajar tetap hangat dan menyenangkan walaupun dilakukan dari rumah masing-masing.Pembelajaran jarak jauh atau PJJ ini bertujuan agar proses belajar tidak terputus, meskipun sedang memasuki masa libur sebelum Ramadhan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menjaga semangat belajar anak-anak. Dengan tetap terhubung secara daring, anak-anak dapat mempertahankan kebiasaan baik seperti berdoa sebelum belajar dan murojaah. PJJ juga membantu orang tua tetap mengetahui perkembangan program sekolah, terutama menjelang kegiatan penting di bulan Ramadhan.Pada pukul 7.45 pagi, wali kelas sudah membagikan link Google Meet kepada seluruh orang tua melalui grup komunikasi kelas. Anak-anak kemudian bersiap mengikuti pembelajaran dari rumah masing-masing. Tepat pukul 8.15, kegiatan dimulai dengan jadwal pertama yaitu membaca doa sebelum belajar. Setelah itu, anak-anak melaksanakan murojaah bersama hingga pukul 8.45. Meskipun melalui layar, mereka tetap mengikuti dengan antusias dan penuh semangat.Setelah sesi murojaah selesai, kegiatan dilanjutkan kembali pada pukul 9.00 melalui Google Meet yang sama. Pada sesi ini, wali kelas mengadakan sosialisasi kepada orang tua. Materi yang disampaikan meliputi program tasmi dan munaqosyah di TK, rencana kegiatan selama bulan Ramadhan, serta penjelasan mengenai kartu absen. Sosialisasi ini penting agar orang tua memahami rangkaian program yang akan dijalankan dan dapat mendampingi anak-anak dengan baik di rumah.Dengan adanya pembelajaran online ini, komunikasi antara sekolah dan keluarga tetap terjaga. Anak-anak tetap mendapatkan pembinaan rohani dan akademik meskipun sedang dalam masa libur. Orang tua pun lebih siap mendukung program sekolah menjelang Ramadhan. Kegiatan sederhana melalui Google Meet ini menjadi bukti bahwa proses belajar bisa tetap berjalan, kapan pun dan di mana pun, selama ada kerja sama yang baik antara guru, murid, dan orang tua.By Inka Amalia, S. Pd