Al Siddiq International School

TK

Kegiatan, TK

Diskusi Perkembangan Murid TK Al Siddiq pada 3 bulan pertama di Semester 1

Pada Jumat, 2 Oktober 2026, TK Al Siddiq International melaksanakan kegiatan pembagian rapor Mid Semester 1 bagi seluruh murid. Kegiatan ini dilaksanakan di kelas masing-masing dengan melibatkan guru dan orang tua atau wali murid. Pembagian rapor menjadi salah satu momen penting bagi sekolah dan orang tua untuk bersama-sama melihat serta memahami perkembangan anak selama tiga bulan pertama menjalani proses pembelajaran di sekolah.Kegiatan pembagian rapor tidak hanya menjadi agenda untuk menyampaikan hasil belajar anak, tetapi juga menjadi kesempatan bagi guru dan orang tua untuk berdiskusi secara langsung mengenai perkembangan anak. Melalui pertemuan ini, orang tua dapat memperoleh gambaran mengenai proses belajar, kemampuan, serta perkembangan anak selama mengikuti berbagai kegiatan di sekolah. Komunikasi dua arah antara guru dan orang tua diharapkan dapat membantu menciptakan pendampingan yang lebih tepat dan berkesinambungan bagi setiap anak.Untuk memastikan kegiatan berjalan dengan tertib dan nyaman, orang tua datang sesuai dengan waktu kedatangan yang telah disepakati sebelumnya. Setibanya di sekolah, orang tua atau wali murid terlebih dahulu bertemu dengan wali kelas masing-masing. Pada sesi ini, wali kelas menyampaikan dan mendiskusikan rapor akademik anak, termasuk perkembangan anak selama mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas.Setelah berdiskusi bersama wali kelas, orang tua kemudian melanjutkan sesi bersama guru Qur’an. Pada sesi ini, perkembangan pembelajaran Qur’an anak dibahas secara lebih khusus. Rapor Qur’an mencakup beberapa aspek, yaitu tahfidz, tahsin, serta kemampuan membaca berbagai bacaan doa yang telah dipelajari anak selama tiga bulan pertama di sekolah.Dalam aspek tahfidz, guru menyampaikan perkembangan hafalan Al-Qur’an anak sesuai dengan pembelajaran yang telah diberikan. Sementara itu, pada aspek tahsin, orang tua mendapatkan informasi mengenai perkembangan kemampuan anak dalam membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai dengan tahap pembelajarannya. Selain itu, perkembangan bacaan doa, termasuk hadis dan doa-doa pendek yang telah dipelajari, juga menjadi bagian dari pembahasan bersama guru Qur’an.Melalui kegiatan pembagian raport Mid Semester 1 ini, sekolah berharap orang tua tidak hanya mengetahui hasil perkembangan anak, tetapi juga memahami proses yang telah dilalui selama belajar di sekolah. Setiap anak memiliki perkembangan dan keunikan masing-masing, sehingga hasil rapor menjadi salah satu sarana untuk melihat capaian sekaligus menentukan langkah pendampingan berikutnya.Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak. Dengan komunikasi yang terbuka antara wali kelas, guru Qur’an, dan orang tua, diharapkan setiap anak dapat memperoleh pendampingan yang sesuai dengan kebutuhannya, baik dalam aspek akademik maupun dalam pembelajaran Al-Qur’an dan nilai-nilai keislaman.Pembagian rapor Mid Semester 1 di TK Al Siddiq International menjadi momentum untuk bersama-sama mengapresiasi setiap proses dan pencapaian anak selama tiga bulan pertama. Semoga kolaborasi yang terjalin antara sekolah dan orang tua dapat terus berjalan dengan baik, sehingga anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berkarakter, serta berkembang secara optimal dalam lingkungan belajar yang penuh dukungan.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Susun Puzzle Gambar Truk Sampah, yuk!

Pada Selasa, 29 September 2026, anak-anak TK A Al Siddiq International mengikuti kegiatan pembelajaran yang menyenangkan di kelas Sentra Persiapan. Kegiatan kali ini mengajak anak-anak menyusun puzzle bergambar truk sampah sekaligus belajar mengenal angka 1 sampai 5. Melalui aktivitas bermain sambil belajar, anak-anak diajak untuk mengembangkan berbagai kemampuan dasar dengan cara yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka.Kegiatan diawali dengan sambutan hangat dari guru kepada anak-anak yang datang ke kelas. Setelah itu, anak-anak mengikuti kegiatan absensi dan ice breaking untuk menciptakan suasana belajar yang ceria dan menyenangkan. Guru kemudian mengajak anak-anak berdiskusi mengenai sampah yang sering mereka jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak diperkenalkan dengan empat jenis sampah, yaitu sampah organik, kertas, plastik, dan B3. Pengenalan ini menjadi kesempatan bagi anak untuk mulai memahami pentingnya mengenal dan memilah sampah berdasarkan jenisnya.Setelah kegiatan pengenalan, anak-anak mulai diperkenalkan dengan puzzle bergambar truk sampah. Mereka diajak menyusun kepingan puzzle hingga membentuk gambar yang utuh. Aktivitas menyusun puzzle bertujuan untuk melatih kemampuan berpikir, konsentrasi, koordinasi mata dan tangan, serta kemampuan memecahkan masalah. Anak-anak juga belajar untuk bersabar, mencoba kembali ketika menemukan kesulitan, dan menyelesaikan tugas secara bertahap.Menariknya, kegiatan menyusun puzzle tidak hanya berfokus pada gambar. Anak-anak juga belajar mengenal lambang bilangan 1 sampai 5. Setiap bagian puzzle disusun dengan memperhatikan urutan angka sehingga anak dapat menghubungkan lambang bilangan dengan proses penyusunan gambar. Dengan cara ini, konsep angka diperkenalkan melalui kegiatan konkret dan menyenangkan sehingga anak dapat belajar tanpa merasa sedang menghafal.Selain mengenal angka, anak-anak juga diajak mengenal huruf yang terdapat pada nama mereka. Guru memberikan kesempatan kepada anak untuk memperhatikan dan menemukan huruf-huruf yang ada pada nama masing-masing. Kegiatan ini membantu menumbuhkan kesadaran anak terhadap bentuk dan bunyi huruf sekaligus menjadi langkah awal dalam pengenalan literasi.Melalui kegiatan tersebut, anak-anak TK A Al Siddiq International mendapatkan pengalaman belajar yang terintegrasi. Dalam satu aktivitas, mereka dapat mengembangkan kemampuan kognitif, motorik halus, bahasa, serta kemampuan memusatkan perhatian. Pembelajaran juga menjadi lebih bermakna karena dikemas melalui permainan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu mengenal sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.Kegiatan di Sentra Persiapan ini menunjukkan bahwa proses belajar anak usia dini dapat dilakukan melalui pengalaman yang sederhana, menyenangkan, dan penuh makna. Dengan bimbingan guru, anak-anak tidak hanya belajar menyusun puzzle, tetapi juga belajar mengenal angka, huruf, jenis sampah, serta membangun sikap teliti, mandiri, dan bertanggung jawab. Semoga pengalaman belajar ini dapat menjadi bagian dari tumbuh kembang anak dalam mengenal lingkungan dan membangun berbagai keterampilan dasar sejak dini.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Coretan Kecil, Imajinasi Besar! Serunya Enrichment Menggambar di TK Al Siddiq

Pada Jumat, 25 September 2026, murid-murid TK Al Siddiq International mengikuti kegiatan Enrichment Menggambar yang berlangsung di dining room. Kegiatan ini menjadi salah satu momen yang menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar dan berkreasi melalui seni. Dengan menggunakan alat gambar yang sederhana, anak-anak diajak untuk menuangkan ide dan imajinasi mereka ke dalam sebuah karya.Kegiatan sekolah dimulai seperti biasa pada pukul 08.00 hingga 10.30. Anak-anak mengawali pagi dengan shalat Dhuha yang berlangsung pada pukul 08.00–08.30. Setelah itu, kegiatan enrichment menggambar dimulai dengan dua sesi. Sesi pertama berlangsung pada pukul 08.30–09.30 untuk murid TK B, kemudian dilanjutkan dengan sesi TK A pada pukul 09.30–10.30.Sambil menunggu kegiatan dan pergantian sesi, anak-anak juga tetap mengikuti rutinitas sekolah seperti journaling dan snack time. Rutinitas tersebut memberikan kesempatan bagi anak untuk beristirahat, menikmati camilan, serta mempersiapkan diri sebelum mengikuti kegiatan menggambar.Pada sesi TK B, anak-anak diajak menggambar es krim dengan buah cherry di atasnya. Dengan menggunakan krayon, mereka mulai membuat bentuk es krim di atas kertas karkutik, kemudian menambahkan cherry sebagai bagian dari gambar. Anak-anak dapat mengeksplorasi bentuk dan warna sesuai dengan kreativitas masing-masing sehingga setiap karya memiliki karakter yang berbeda.Sementara itu, pada sesi TK A, anak-anak mendapatkan kegiatan menggambar buah jeruk. Sama seperti sesi TK B, anak-anak menggunakan krayon sebagai satu-satunya alat gambar dan berkarya di atas kertas karkutik. Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar mengenali bentuk sekaligus menuangkan pengamatan mereka ke dalam gambar dengan cara yang sederhana dan menyenangkan.Kegiatan menggambar memiliki berbagai manfaat bagi perkembangan anak usia dini. Saat memegang dan menggunakan krayon, anak dapat melatih motorik halus serta koordinasi mata dan tangan. Anak juga belajar mengontrol gerakan tangan ketika membuat garis, membentuk objek, dan memberikan warna pada gambar. Selain itu, aktivitas menggambar dapat membantu anak melatih fokus dan kesabaran dalam menyelesaikan sebuah karya.Tidak hanya melatih keterampilan, menggambar juga memberikan ruang bagi anak untuk mengembangkan kreativitas dan imajinasi. Enrichment Menggambar di TK Al Siddiq Internasional menjadi salah satu kegiatan yang memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar melalui pengalaman yang menyenangkan. Dari sebuah krayon dan selembar kertas, anak-anak dapat menciptakan karya sekaligus mengembangkan berbagai kemampuan penting dalam tahap tumbuh kembang mereka. Coretan kecil hari ini dapat menjadi bagian dari perjalanan besar anak dalam belajar, berkreasi, dan percaya diri.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Mengenal Huruf Hijaiyah dengan Metode Nuroniyah di Qur’an Center

Pada Kamis, 24 September 2026, murid-murid TK Al Siddiq International mengikuti kegiatan pembelajaran Al-Qur’an di Qur’an Center. Pada kesempatan kali ini, anak-anak diajak untuk mengenal huruf hijaiyah melalui metode Nuroniyah. Kegiatan ini menjadi salah satu bagian dari pembelajaran Al-Qur’an yang diberikan kepada anak-anak dengan suasana yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka, khusus di sekolah Al Siddiq International.Sebelum memulai kegiatan Nuroniyah, anak-anak menjalani rutinitas pagi seperti biasa. Kegiatan diawali dengan berbaris, kemudian dilanjutkan dengan journaling. Setelah itu, anak-anak melaksanakan salat Duha bersama. Rutinitas tersebut menjadi bagian dari pembiasaan anak untuk memulai aktivitas sekolah dengan tertib sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kegiatan sehari-hari.Usai salat Duha, anak-anak diberikan waktu untuk bermain sebelum melanjutkan kegiatan berikutnya. Setelah bermain, anak-anak mengikuti snack time dan kemudian toilet time. Setelah seluruh rangkaian rutinitas selesai, anak-anak bersiap untuk mengikuti pembelajaran Nuroniyah bersama-sama di Qur’an Center.Kegiatan Nuroniyah kali ini dibawakan oleh Ust. Mudzakky, selaku guru Al-Qur’an di TK Al Siddiq International. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan dengan huruf-huruf hijaiyah sebagai dasar dalam belajar membaca Al-Qur’an. Metode Nuroniyah sendiri merupakan salah satu metode pembelajaran membaca Al-Qur’an yang disusun secara bertahap, dimulai dari pengenalan huruf hijaiyah serta cara pengucapannya dengan tepat, termasuk memperhatikan makharijul huruf atau tempat keluarnya huruf.Pengenalan huruf hijaiyah melalui metode Nuroniyah tidak hanya berfokus pada kemampuan anak dalam mengenali bentuk huruf. Anak juga diarahkan untuk memahami dan melafalkan huruf dengan benar. Dalam pembelajarannya, materi dapat dilanjutkan secara bertahap dari huruf tunggal, huruf yang tersusun atau bersambung, hingga pengenalan harakat dan bentuk-bentuk bacaan lainnya. Dengan tahapan tersebut, anak memiliki dasar yang lebih kuat sebelum belajar membaca rangkaian ayat Al-Qur’an.Melalui kegiatan ini, anak-anak TK Al Siddiq International tidak hanya belajar mengenal huruf hijaiyah, tetapi juga mulai membangun kedekatan dengan Al-Qur’an sejak usia dini. Pembelajaran dilakukan secara bersama-sama dengan bimbingan guru sehingga anak dapat mengikuti contoh bacaan, mendengarkan pelafalan, dan mencoba mengucapkan huruf yang dipelajari. Suasana belajar di Qur’an Center pun menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar Al-Qur’an dengan cara yang menyenangkan.Kegiatan pengenalan huruf hijaiyah dengan metode Nuroniyah ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi anak-anak dalam membangun kemampuan membaca Al-Qur’an. Dengan pembelajaran yang dilakukan secara bertahap dan rutin, anak-anak dapat semakin mengenal huruf hijaiyah, membiasakan pelafalan yang tepat, serta menumbuhkan rasa cinta dan kedekatan terhadap Al-Qur’an sejak dini.By Ika Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Serunya Jadi Little Chef! Murid TK Al Siddiq Membuat Sandwich Bersama

Pada Kamis, 17 September 2026, murid TK Al Siddiq International mengikuti kegiatan kelas memasak yang dilaksanakan di dining room. Kali ini, anak-anak diajak untuk membuat sandwich (roti lapis) sederhana bersama-sama. Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan karena anak-anak dapat terlibat secara langsung dalam menyiapkan makanan, mengikuti setiap tahapan, hingga melihat hasil masakan yang mereka buat sendiri.Sebelum kegiatan dimulai, guru terlebih dahulu mempersiapkan berbagai alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat sandwich. Anak-anak juga diajak untuk memperhatikan kebersihan dan keamanan selama kegiatan berlangsung. Guru membantu setiap anak mengenakan celemek dan hand gloves sebelum mereka menuju dining room. Persiapan ini menjadi bagian penting untuk mengenalkan kepada anak bahwa kebersihan perlu diperhatikan ketika menyiapkan makanan.Setelah semua siap, anak-anak bersama-sama menuju dining room dan menempati kursi yang telah disediakan. Guru kemudian memperkenalkan bahan-bahan yang akan digunakan dan menjelaskan langkah-langkah membuat sandwich secara bertahap. Guru memberikan contoh mulai dari tahap awal hingga sandwich siap untuk dinikmati, sementara anak-anak memperhatikan setiap langkah yang diberikan.Selanjutnya, anak-anak mencoba membuat sandwich dengan mengikuti contoh dari guru. Mereka melakukan setiap tahapan secara perlahan dan mencoba menyusun bahan-bahan yang telah disediakan. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada anak untuk melatih koordinasi mata dan tangan, mengikuti instruksi, serta menyelesaikan sebuah kegiatan secara berurutan. Anak-anak juga belajar bahwa membuat makanan membutuhkan ketelitian dan kesabaran.Kelas memasak tidak hanya menjadi kegiatan untuk mengenalkan anak pada makanan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengembangkan berbagai keterampilan. Saat memasak, anak belajar mengikuti instruksi, mengenal bahan makanan, melatih kemandirian, serta mengembangkan kemampuan motorik halus melalui aktivitas menggunakan dan menyusun bahan. Selain itu, kegiatan memasak bersama juga dapat melatih anak untuk menunggu giliran, bekerja sama, dan bertanggung jawab terhadap kegiatan yang sedang dilakukan.Setelah sandwich selesai dibuat, guru membantu anak-anak membungkus hasil masakan mereka. Anak-anak kemudian dapat melihat hasil dari proses yang telah mereka lakukan dari awal hingga akhir. Pengalaman ini memberikan rasa pencapaian karena mereka berhasil membuat makanan sederhana dengan mengikuti langkah-langkah yang telah dicontohkan oleh guru.Melalui kegiatan membuat sandwich ini, murid TK Al Siddiq International tidak hanya belajar tentang proses menyiapkan makanan, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang melibatkan berbagai aspek perkembangan. Kelas memasak menjadi kesempatan bagi anak untuk belajar melalui pengalaman langsung, mencoba sesuatu yang baru, dan menikmati proses berkarya bersama teman-teman. Dengan suasana yang menyenangkan, anak-anak dapat belajar bahwa kegiatan sehari-hari seperti menyiapkan makanan juga dapat menjadi pengalaman belajar yang bermakna.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Bukan Sekadar Menulis, Murid TK B Belajar Membuat Buku Bersama

Pada Senin, 14 September 2026, murid TK B Al Siddiq International mengikuti kegiatan pembelajaran di Sentra Persiapan dengan aktivitas membuat buku cerita sederhana. Kegiatan ini dirancang sebagai salah satu cara untuk mengamati dan mengukur sejauh mana anak-anak mengingat huruf serta mampu menuliskannya. Melalui kegiatan yang dikemas secara berkelompok, anak-anak tidak hanya berlatih menulis, tetapi juga belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan mengenal lingkungan sekolah dengan lebih dekat.Sebelum memulai kegiatan, guru mengajak anak-anak berdiskusi mengenai orang-orang yang menjadi bagian dari lingkungan TK atau stakeholder sekolah. Anak-anak diajak mengenal kembali berbagai pihak yang mereka temui dalam kegiatan sehari-hari di sekolah, seperti guru dan anggota sekolah lainnya. Diskusi ini menjadi pengantar bagi anak untuk memahami bahwa setiap orang di lingkungan sekolah memiliki peran masing-masing.Setelah berdiskusi, guru menunjukkan sebuah contoh buku cerita sederhana yang telah dibuat sebelumnya. Guru memperlihatkan bagaimana beberapa lembar tulisan dapat disusun dan disatukan hingga membentuk sebuah buku sederhana. Dengan adanya contoh tersebut, anak-anak mendapatkan gambaran mengenai kegiatan yang akan mereka lakukan dan hasil akhir yang ingin dibuat bersama.Selanjutnya, murid TK B dibagi menjadi dua kelompok. Setiap anak mendapatkan kesempatan untuk membantu menuliskan nama guru atau stakeholder sekolah lainnya. Dalam prosesnya, anak-anak tidak langsung diberikan tulisan untuk disalin, tetapi diajak untuk bertanya secara langsung mengenai huruf demi huruf dari nama yang ingin mereka tuliskan. Dengan cara ini, anak-anak terdorong untuk mengingat bentuk dan susunan huruf serta mencoba menuliskannya secara mandiri.Kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar yang melibatkan interaksi langsung antara anak dengan guru maupun stakeholder sekolah lainnya. Ketika menanyakan huruf dalam sebuah nama, anak-anak belajar mendengarkan, mengingat informasi, dan menghubungkannya dengan kemampuan menulis yang telah mereka pelajari. Proses tersebut membuat kegiatan menulis terasa lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari mereka di sekolah.Setelah seluruh anak menyelesaikan bagian tulisannya, leader dari masing-masing kelompok membantu mengkoordinasikan hasil pekerjaan teman-temannya. Setiap lembar tulisan kemudian dikumpulkan dan disusun menjadi satu kesatuan sehingga membentuk sebuah buku cerita sederhana. Anak-anak dapat melihat bagaimana hasil pekerjaan masing-masing dapat digabungkan menjadi sebuah karya bersama.Melalui kegiatan membuat buku cerita sederhana ini, murid TK B Al Siddiq International mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan mengenal dan menulis huruf dalam suasana belajar yang menyenangkan. Selain mengamati kemampuan anak dalam mengingat huruf, kegiatan ini juga melatih kerja sama, komunikasi, tanggung jawab, serta kemampuan mengikuti proses dari awal hingga menghasilkan sebuah karya bersama. Dengan demikian, pembelajaran di Sentra Persiapan tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga memberikan pengalaman yang mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Belajar melalui Sentuhan dan Penglihatan di Sentra Bahan Alam

Pada Senin dan Selasa, 31 Agustus dan 1 September 2026, murid TK A Al Siddiq International mengikuti kegiatan bermain dan belajar di Sentra Bahan Alam. Kali ini, anak-anak diajak untuk mengeksplorasi berbagai tekstur dan warna melalui berbagai kegiatan yang telah disiapkan oleh guru. Dengan bermain secara langsung, anak-anak dapat mengenal berbagai benda yang ada di sekitar mereka melalui pengalaman melihat, menyentuh, dan mencoba.Sebelum kegiatan dimulai, guru memberikan pijakan awal kepada anak-anak. Guru menyampaikan beberapa peraturan bermain yang perlu diperhatikan selama berada di sentra, seperti menggunakan alat dan bahan dengan baik, bergantian saat bermain, serta menjaga area bermain tetap rapi. Anak-anak juga diberikan kesempatan untuk memilih teman yang akan menjadi kelompoknya. Melalui kegiatan ini, anak mulai belajar mengikuti aturan sekaligus membangun kebiasaan bermain bersama teman.Setelah itu, guru mengenalkan tema kegiatan dan mengajak anak-anak memperhatikan berbagai barang atau benda yang telah tersedia di kelas. Guru memberikan penjelasan sederhana mengenai benda-benda tersebut dan mengajak anak untuk mengamati karakteristiknya. Anak-anak kemudian diberi kesempatan untuk mengenali perbedaan warna dan tekstur melalui pengalaman mereka sendiri.Dalam kegiatan eksplorasi, anak-anak bersama teman kelompoknya secara bergantian mencoba seluruh kegiatan yang telah disiapkan oleh guru, seperti menyortir pom-pom sesuai warna, bermain peran masak-masakan, bermain playdough, melukis, dan, stamp. Anak dapat menyentuh, mengamati, dan mengeksplorasi berbagai bahan yang tersedia. Dari proses tersebut, anak mulai menemukan bahwa setiap benda dapat memiliki warna dan tekstur yang berbeda. Ada benda yang terasa halus, kasar, lembut, atau memiliki karakteristik lain yang menarik untuk dikenali.Kegiatan eksplorasi ini tidak hanya memberikan pengalaman sensorik bagi anak, tetapi juga membantu mengembangkan rasa ingin tahu dan kemampuan mengamati. Anak-anak didorong untuk mencoba dan menemukan pengalaman baru melalui kegiatan bermain. Ketika anak menyentuh atau mengamati suatu bahan, mereka belajar menggunakan indera untuk memperoleh informasi tentang benda yang sedang dieksplorasi.Selain mengenal tekstur dan warna, kegiatan secara berkelompok juga menjadi kesempatan bagi anak untuk belajar bersosialisasi. Anak-anak belajar menunggu giliran, berbagi alat dan bahan, serta memberikan kesempatan kepada teman untuk mencoba. Kebiasaan sederhana seperti bergantian dan bermain bersama membantu anak belajar menghargai orang lain dan mengikuti aturan yang telah disepakati.Guru selama kegiatan berperan memberikan pendampingan dan pijakan sesuai dengan kebutuhan anak. Guru mengamati proses eksplorasi dan memberikan pertanyaan atau arahan sederhana untuk mendorong anak berpikir lebih jauh. Dengan demikian, anak tidak hanya mengikuti kegiatan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk menemukan dan memahami pengalaman yang mereka peroleh selama bermain.Melalui kegiatan di Sentra Bahan Alam ini, murid TK A Al Siddiq International mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Eksplorasi tekstur dan warna membantu anak mengembangkan kemampuan sensorik, rasa ingin tahu, kemampuan mengamati, serta keterampilan sosial melalui interaksi bersama teman. Belajar melalui pengalaman langsung membuat anak lebih leluasa untuk mencoba, menemukan, dan menikmati setiap proses pembelajaran.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Membangun Rumah yang Kokoh di Sentra Balok

Pada Selasa, 1 September 2026, murid TK B Al Siddiq International mengikuti kegiatan bermain dan belajar di Sentra Balok. Pada kegiatan kali ini, anak-anak diajak untuk membuat bangunan berbentuk rumah menggunakan balok secara berkelompok. Kegiatan dilakukan berpasangan, sehingga anak tidak hanya belajar menyusun balok, tetapi juga belajar bekerja sama, berbagi ide, dan menyelesaikan sebuah karya bersama teman.Sebelum mulai bermain, guru memberikan pijakan awal kepada anak-anak. Guru terlebih dahulu menyampaikan peraturan yang perlu diperhatikan selama bermain di Sentra Balok, termasuk bagaimana menggunakan balok dengan aman dan bertanggung jawab. Anak-anak juga diberikan kesempatan untuk memilih teman yang akan menjadi pasangan kelompoknya. Setelah kelompok terbentuk, guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, yaitu membuat sebuah bangunan rumah bersama pasangan masing-masing.Melalui kegiatan ini, anak-anak diperkenalkan pada konsep sederhana tentang kekuatan sebuah bangunan. Guru mengajak anak mengamati bagaimana balok-balok dapat disusun menjadi sebuah rumah dan bagaimana bagian bawah bangunan berperan dalam menopang bagian di atasnya. Anak-anak belajar bahwa pilar atau bagian dasar yang lebih besar dan kuat dapat membantu membuat bangunan menjadi lebih kokoh dan tidak mudah runtuh. Konsep tersebut dikenalkan melalui pengalaman bermain secara langsung sehingga anak dapat melihat dan menemukan jawabannya sendiri.Selama kegiatan berlangsung, guru berkeliling untuk mengamati proses bermain setiap kelompok. Guru memberikan pijakan sesuai dengan kebutuhan dan situasi yang ditemukan. Misalnya, ketika ada bangunan balok yang tiba-tiba runtuh, guru tidak langsung membangunkannya kembali, tetapi mengajak anak mengamati penyebabnya. Anak kemudian diarahkan untuk mencoba memperbesar atau memperkuat pilar pada bagian bawah bangunan agar dapat menopang bangunan dengan lebih baik. Dari pengalaman tersebut, anak belajar mencoba kembali, mencari solusi, dan memahami hubungan antara bagian dasar bangunan dengan kekokohannya.Kegiatan membuat rumah secara berkelompok juga memberikan kesempatan bagi anak untuk mengembangkan kemampuan sosial. Dalam satu kelompok yang terdiri dari dua orang, anak perlu berdiskusi mengenai bentuk rumah yang akan dibuat, menentukan balok yang akan digunakan, serta bekerja sama saat menyusun bangunan. Perbedaan ide yang muncul menjadi bagian dari proses belajar anak untuk saling mendengarkan, berbagi tugas, dan menyelesaikan pekerjaan bersama.Setelah bangunan selesai dibuat, guru mendokumentasikan hasil karya anak-anak sebagai bentuk apresiasi terhadap proses dan usaha yang telah mereka lakukan. Setiap bangunan memiliki bentuk dan susunan yang berbeda sesuai dengan ide serta kreativitas masing-masing kelompok. Anak-anak pun mendapatkan pengalaman bahwa sebuah karya tidak hanya dinilai dari hasil akhirnya, tetapi juga dari proses mencoba, bekerja sama, dan memperbaiki ketika menghadapi kesulitan.Kegiatan kemudian ditutup dengan merapikan kembali balok yang telah digunakan. Anak-anak diajak mengembalikan balok ke tempat semula sehingga area bermain kembali tertata. Melalui kegiatan sederhana ini, anak belajar bertanggung jawab terhadap alat yang digunakan sekaligus membiasakan diri untuk menjaga lingkungan bermain bersama.Melalui kegiatan di Sentra Balok ini, murid TK B Al Siddiq International mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Di balik kegiatan membuat rumah dari balok, anak-anak belajar tentang konsep dasar konstruksi, kekuatan bangunan, pemecahan masalah, kerja sama, kreativitas, serta tanggung jawab. Dengan bermain secara langsung, anak dapat memahami bahwa ketika sebuah bangunan belum kokoh, mereka dapat mencoba mencari cara untuk memperkuatnya—sebuah pengalaman sederhana yang mengajarkan anak untuk terus mencoba dan tidak mudah menyerah. By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

“Play, Move, Grow!” Serunya Enrichment Bola Basket & Futsal di TK Al Siddiq International

Pada Hari Jumat, 28 Agustus 2026, murid-murid TK Al Siddiq International mengikuti kegiatan Enrichment Basketball untuk murid perempuan dan Futsal untuk murid laki-laki. Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan sekolah Al Siddiq International dengan suasana yang penuh semangat dan antusiasme. Melalui kegiatan olahraga yang menyenangkan, anak-anak diberikan kesempatan untuk bergerak aktif, bermain bersama, serta mengembangkan berbagai kemampuan yang mendukung tumbuh kembang mereka.Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 dengan kedatangan anak-anak di sekolah. Setelah berkumpul, kegiatan diawali dengan murojaah dan circle time hingga pukul 08.30. Pada sesi ini, anak-anak mengikuti kegiatan bersama guru dalam suasana yang tenang dan menyenangkan sebelum memulai aktivitas fisik. Circle time juga menjadi kesempatan bagi anak untuk membangun kesiapan mengikuti kegiatan, mendengarkan arahan, serta berinteraksi dengan teman dan guru.Pada pukul 08.30–09.30, murid perempuan mengikuti kegiatan Basketball di lapangan sekolah. Anak-anak diperkenalkan pada berbagai aktivitas dasar dalam permainan bola basket melalui kegiatan yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan mereka. Sementara itu, murid laki-laki mengikuti kegiatan journaling dan snack time. Setelah satu jam, kegiatan kemudian bergantian. Pada pukul 09.30–10.30, murid laki-laki mengikuti Futsal, sedangkan murid perempuan melakukan journaling dan snack time.Kegiatan Bola Basket dan Futsal tidak hanya bertujuan untuk membuat anak aktif bergerak, tetapi juga mendukung berbagai aspek perkembangan anak. Dari aspek fisik-motorik, olahraga membantu melatih koordinasi tubuh, keseimbangan, kelincahan, kekuatan, serta kemampuan mengontrol gerakan. Aktivitas seperti berlari, melompat, menendang, melempar, dan menangkap juga memberikan stimulasi terhadap perkembangan motorik kasar anak.Selain perkembangan fisik, kegiatan olahraga bersama juga memberikan stimulasi pada aspek sosial-emosional. Anak belajar mengikuti aturan sederhana, menunggu giliran, bekerja sama dengan teman, serta belajar menerima kemenangan maupun kekalahan dengan sikap yang positif. Anak juga mendapatkan kesempatan untuk membangun rasa percaya diri dan keberanian ketika mencoba gerakan atau keterampilan baru.Dari aspek kognitif, Basketball dan Futsal memberikan pengalaman kepada anak untuk memahami instruksi, mengenali aturan permainan sederhana, memperhatikan lingkungan sekitar, serta mengambil keputusan ketika melakukan aktivitas. Anak belajar merespons situasi melalui gerakan dan strategi sederhana, sehingga aktivitas olahraga dapat menjadi bagian dari proses belajar yang aktif dan menyenangkan.Kegiatan Enrichment ini juga menjadi salah satu kesempatan bagi guru untuk mengamati minat dan potensi anak. Setiap anak memiliki ketertarikan dan kemampuan yang berbeda. Melalui pengalaman langsung dalam Bola Basket dan Futsal, guru dapat melihat bagaimana anak merespons aktivitas olahraga, apakah mereka menunjukkan antusiasme, rasa ingin mencoba, kemampuan bekerja sama, koordinasi gerak, maupun ketekunan dalam mengikuti kegiatan. Pengamatan tersebut dapat membantu sekolah dan orang tua dalam mengenali minat anak serta memberikan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan dan potensinya.Melalui Enrichment Basketball dan Futsal, Al Siddiq International berupaya memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga pada perkembangan anak secara menyeluruh. Dengan suasana bermain yang aktif dan menyenangkan, anak-anak dapat belajar untuk bergerak, bekerja sama, mencoba hal baru, serta mengenali aktivitas yang mereka sukai. Semoga pengalaman ini dapat menjadi langkah awal bagi anak-anak untuk terus tumbuh menjadi pribadi yang aktif, percaya diri, sehat, dan memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi terbaiknya.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Bercerita tentang Rasulullah, Menanamkan Cinta Sejak Dini

Pada Hari Senin, 24 Agustus 2026, murid-murid TK Al Siddiq International mengikuti kegiatan Story Telling Maulid Nabi yang dilaksanakan di Sentra Al-Qur’an. Kegiatan ini menjadi momen bagi anak-anak untuk mengenal lebih dekat sosok Nabi Muhammad SAW melalui cerita yang disampaikan dengan cara yang sederhana, menarik, dan sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini. Dengan suasana belajar yang menyenangkan, anak-anak diajak untuk mengenal kisah kehidupan Rasulullah sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap Nabi Muhammad SAW.Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 saat anak-anak datang ke sekolah. Sebelum mengikuti kegiatan utama, anak-anak menjalani rutinitas seperti biasa, yaitu melaksanakan salat duha dan dilanjutkan dengan snack time. Rutinitas tersebut membantu anak mempersiapkan diri sebelum mengikuti kegiatan pembelajaran. Setelah itu, anak-anak berkumpul di Sentra Al-Qur’an untuk mengikuti rangkaian kegiatan Storytelling Maulid Nabi.Pada kegiatan inti, anak-anak diajak untuk menyaksikan dan menyimak kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW. Melalui storytelling yang dikemas secara menarik dan mudah dipahami, anak-anak diperkenalkan pada cerita tentang kelahiran Rasulullah serta beberapa nama anggota keluarga beliau. Penyampaian cerita menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan karena anak tidak hanya mendengarkan, tetapi juga diajak untuk mengenal sosok Nabi Muhammad SAW dengan cara yang dekat dengan dunia anak.Setelah menyimak kisah tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bersama Ustadz Dzakky. Anak-anak diberikan kesempatan untuk menjawab pertanyaan sekaligus menyampaikan hal-hal yang mereka ingat dari cerita yang telah disampaikan. Sesi ini mendorong anak untuk berani berbicara, mengungkapkan pemahaman, serta belajar mendengarkan ketika orang lain sedang berbicara. Interaksi tersebut juga membuat kegiatan storytelling menjadi lebih aktif dan melibatkan anak secara langsung.Kegiatan Storytelling Maulid Nabi memiliki tujuan untuk memperkenalkan nilai-nilai keislaman dan keteladanan Nabi Muhammad SAW sejak usia dini. Melalui kisah Rasulullah, anak-anak secara bertahap dikenalkan pada sosok yang dapat menjadi teladan dalam bersikap dan berperilaku. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa cinta kepada Rasulullah serta membangun fondasi karakter positif, seperti sikap baik, menghormati orang lain, mendengarkan, dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam Islam.Selain memberikan stimulasi pada aspek nilai agama dan moral, kegiatan ini juga mendukung perkembangan bahasa, kognitif, sosial, dan emosional anak. Ketika mendengarkan cerita, anak belajar memahami informasi dan mengingat kembali bagian-bagian penting dari cerita. Saat mengikuti sesi tanya jawab, anak mendapatkan kesempatan untuk memperkaya kosakata, menyampaikan pendapat, serta meningkatkan rasa percaya diri dalam berkomunikasi. Anak juga belajar mengikuti kegiatan secara bersama-sama dan menghargai teman yang sedang berbicara.Sebagai kegiatan penutup, anak-anak diajak untuk mewarnai tulisan kaligrafi “Muhammad”. Aktivitas ini memberikan kesempatan kepada anak untuk mengekspresikan kreativitasnya sekaligus memperkuat kembali materi yang telah diperkenalkan sebelumnya. Kegiatan mewarnai juga memberikan stimulasi pada kemampuan motorik halus melalui aktivitas memegang dan menggerakkan alat tulis, serta melatih konsentrasi dan koordinasi mata dan tangan.Melalui Storytelling Maulid Nabi, anak-anak Al Siddiq International tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai kisah kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang menggabungkan nilai agama, cerita, interaksi, dan kreativitas. Dengan mengenalkan kisah Rasulullah sejak usia dini melalui kegiatan yang menyenangkan, diharapkan tumbuh rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW serta nilai-nilai keteladanan yang dapat diterapkan anak dalam kehidupan sehari-hari.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Seru Sekali! Anak dan Orang Tua Adu Kekompakan di Lomba 17 Agustus TK Al Siddiq International

Dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, TK Al Siddiq International mengadakan kegiatan Lomba 17 Agustus dan Family Gathering pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di lapangan sekolah ini diikuti oleh murid bersama orang tua atau wali murid. Suasana penuh keceriaan dan semangat kebersamaan terasa sejak pagi, menjadikan perayaan kemerdekaan tahun ini semakin istimewa.Kegiatan diawali dengan kedatangan murid dan orang tua ke sekolah untuk melakukan registrasi mulai pukul 08.00. Setelah seluruh peserta berkumpul, acara resmi dimulai pada pukul 08.15 dengan pembukaan oleh MC dan kegiatan ice breaking yang membuat suasana semakin hangat dan menyenangkan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Sekolah TK Al Siddiq International sebagai pembuka rangkaian kegiatan.Untuk mengawali kegiatan dengan penuh energi, murid dan orang tua mengikuti senam bersama. Gerakan senam yang dilakukan secara bersama-sama menciptakan suasana yang ceria sekaligus menjadi momen untuk membangun kekompakan antara anak, orang tua, dan guru. Setelah tubuh lebih siap dan suasana semakin semangat, peserta kemudian bersiap mengikuti berbagai perlombaan yang telah disiapkan.Lomba pertama adalah lomba menyusun balok yang diperuntukkan bagi murid TK A dan TK B. Dalam lomba individu ini, anak-anak ditantang untuk berlari kemudian menyusun balok sesuai dengan contoh yang telah diberikan. Tidak hanya membutuhkan kecepatan, lomba ini juga melatih kemampuan anak dalam berkonsentrasi, mengamati, mengikuti instruksi, serta menyelesaikan tugas dengan tepat. Anak yang berhasil menyelesaikan tantangan dengan waktu tercepat berkesempatan melanjutkan ke babak final.Persaingan berlangsung seru dan penuh semangat. Anak-anak terlihat antusias memberikan kemampuan terbaik mereka, sementara orang tua dan guru turut memberikan dukungan dan semangat. Setelah melalui rangkaian perlombaan, diperoleh pemenang lomba menyusun balok, yaitu Juara 1 Khalid dari TK B Fatimah Azzahra, Juara 2 Zocka dari TK A Ruqoyah, dan Juara 3 Khaira dari TK A Zainab. Selamat kepada para pemenang dan seluruh peserta yang telah berani mencoba dan mengikuti lomba dengan penuh semangat!Keseruan kemudian berlanjut melalui lomba estafet kacang khusus orang tua. Dalam lomba ini, ayah dan bunda ditantang untuk bekerja sama menyelesaikan estafet lima kacang menggunakan sumpit dengan waktu secepat mungkin. Lomba yang membutuhkan koordinasi dan kekompakan ini sukses mengundang tawa dan semangat dari seluruh peserta. Para orang tua terlihat antusias bekerja sama untuk menyelesaikan tantangan hingga garis akhir.Setelah perlombaan berlangsung sengit, pemenang lomba estafet kacang berhasil diraih oleh Juara 1 orang tua Ajla dari TK A Ruqoyah, Juara 2 orang tua Medina dari TK A Zainab, dan Juara 3 orang tua Alea dari TK A Zainab. Selamat kepada para pemenang! Tidak kalah penting, apresiasi juga diberikan kepada seluruh ayah dan bunda yang telah berpartisipasi dan menunjukkan semangat kebersamaan dalam kegiatan ini.Kegiatan lomba 17 Agustus dan family gathering ini bukan hanya menjadi ajang untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga memiliki berbagai manfaat bagi perkembangan anak. Melalui perlombaan, anak belajar tentang sportivitas, keberanian, kemandirian, konsentrasi, mengikuti aturan, dan menerima hasil dengan lapang dada. Anak juga mendapatkan pengalaman untuk tampil di depan orang lain dan berinteraksi bersama teman-temannya dalam suasana yang menyenangkan.Bagi orang tua, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk terlibat secara langsung dalam pengalaman belajar dan bermain anak. Kehadiran serta partisipasi orang tua dapat mempererat hubungan antara anak dan orang tua sekaligus membangun komunikasi yang lebih positif. Sementara bagi seluruh keluarga besar TK Al Siddiq International, family gathering menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antara orang tua, murid, guru, dan pihak sekolah.Melalui kegiatan ini, TK Al Siddiq International ingin menanamkan nilai-nilai kemerdekaan sejak usia dini dengan cara yang menyenangkan dan dekat dengan dunia anak. Semangat, kerja sama, sportivitas, keberanian, dan kebersamaan menjadi nilai penting yang diharapkan dapat terus tumbuh dalam diri setiap murid. Dengan dukungan orang tua dan guru, perayaan HUT RI ke-81 menjadi momen yang tidak hanya meriah, tetapi juga penuh makna dan meninggalkan kenangan indah bagi anak-anak dan keluarga.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Baju Adat, Baju Pahlawan, dan Semangat Merah Putih!

Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-81, TK Al Siddiq International turut serta dalam kegiatan pawai kemerdekaan pada Selasa, 18 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh murid TK Al Siddiq dengan mengenakan berbagai pakaian adat dan pakaian bertema pahlawan. Dengan mengenakan busana yang beragam dan penuh warna, anak-anak tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia.Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB ketika para murid TK tiba di sekolah. Setelah berkumpul dan mempersiapkan diri, seluruh murid mengikuti upacara kemerdekaan yang dilaksanakan di lapangan sekolah Al Siddiq International. Upacara berlangsung dengan penuh semangat dan menjadi salah satu momen untuk mengenalkan nilai-nilai nasionalisme kepada anak sejak usia dini. Petugas upacara pada kegiatan tersebut berasal dari murid SMP Al Siddiq, sehingga kegiatan juga menjadi sarana kebersamaan antar jenjang pendidikan di lingkungan Al Siddiq.Setelah upacara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pawai yang diikuti oleh murid TK, SD, dan SMP Al Siddiq. Para peserta berjalan bersama dari sekolah menuju Bellavista dengan mengenakan pakaian adat dan pakaian pahlawan atau pakaian merah putih. Sepanjang perjalanan, anak-anak terlihat antusias dan bersemangat mengikuti pawai. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk perayaan kemerdekaan, tetapi juga memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak untuk belajar mengenai keberagaman budaya Indonesia dan mengenal sosok serta semangat para pahlawan.Sesampainya di Bellavista, seluruh murid dan guru berkumpul untuk mengabadikan momen kebersamaan melalui sesi foto dan pembuatan video bersama. Suasana berlangsung ceria dan penuh kegembiraan. Anak-anak dapat menikmati kegiatan bersama teman-teman dan guru di luar lingkungan kelas, sekaligus membangun rasa kebersamaan dan kekompakan. Momen tersebut juga menjadi kenangan bagi anak-anak dalam mengikuti perayaan HUT RI ke-81.Bagi anak usia TK, kegiatan seperti pawai kemerdekaan memiliki berbagai manfaat dalam proses tumbuh kembang. Melalui kegiatan ini, anak dapat belajar mengenal identitas bangsa, mencintai budaya Indonesia, serta menumbuhkan rasa nasionalisme dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan dunia anak. Penggunaan pakaian adat juga membantu anak mengenal keberagaman budaya yang ada di Indonesia, sedangkan pakaian pahlawan dapat menjadi pengenalan awal mengenai tokoh-tokoh yang berjasa dalam perjuangan kemerdekaan.Selain itu, kegiatan pawai juga memberikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan kemampuan sosial dan emosional. Berjalan bersama teman, mengikuti arahan guru, menjaga ketertiban, serta berinteraksi dengan siswa dari jenjang lain dapat melatih kemandirian, disiplin, kerja sama, dan rasa percaya diri. Kegiatan di luar kelas seperti ini juga memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata sehingga anak dapat belajar sambil bermain dan bereksplorasi.Setelah rangkaian kegiatan di Bellavista selesai, seluruh murid dan guru kembali ke sekolah. Sesampainya di sekolah, kegiatan dilanjutkan dengan snack time, kemudian anak-anak melakukan journaling untuk menuangkan kembali pengalaman mereka selama mengikuti kegiatan. Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, para murid bersiap untuk pulang.Melalui kegiatan pawai kemerdekaan ini, TK Al Siddiq berharap anak-anak dapat mengenal dan mencintai Indonesia sejak usia dini melalui pengalaman yang menyenangkan. Semangat kemerdekaan tidak hanya diperkenalkan melalui upacara dan pawai, tetapi juga melalui nilai kebersamaan, keberagaman, keberanian, kedisiplinan, dan rasa bangga menjadi bagian dari Indonesia. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak sekaligus menjadi bentuk nyata pembelajaran di luar kelas yang penuh makna.By Inka Amalia, S.Pd