Al Siddiq International School

Kegiatan

Kegiatan, SMP

From Little Hands: Serunya Crafting Murid TK Al Siddiq International

Pada Jumat, 11 September 2026, murid TK A dan TK B Al Siddiq International mengikuti kegiatan Crafting yang dilaksanakan di Dining Room. Kegiatan ini merupakan bagian dari jadwal pembelajaran seni yang memberikan kesempatan kepada murid untuk mengeksplorasi kreativitas melalui aktivitas membuat karya secara langsung. Dengan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif, murid diajak untuk menuangkan ide sekaligus melatih berbagai keterampilan yang mendukung perkembangan mereka.Kegiatan Crafting tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan sebuah karya seni, tetapi juga memberikan manfaat penting bagi perkembangan motorik halus murid. Dalam proses membuat kerajinan, murid melakukan berbagai gerakan menggunakan tangan dan jari, seperti memegang, menggunting, menempel, mengatur posisi, serta menyelesaikan bagian-bagian kecil dari karya. Aktivitas tersebut membantu melatih koordinasi antara mata dan tangan serta memperkuat otot-otot kecil pada tangan dan jari yang akan mendukung kesiapan murid dalam melakukan aktivitas menulis.Sebelum memulai kegiatan utama, murid mengikuti rangkaian kegiatan pagi secara terstruktur. Kegiatan dimulai pada pukul 08.00–08.10 dengan berbaris, kemudian dilanjutkan dengan Journaling pada pukul 08.10–08.30. Melalui journaling, murid mendapatkan kesempatan untuk mengekspresikan pengalaman, ide, atau perasaan mereka melalui gambar maupun tulisan sesuai dengan tahap perkembangan masing-masing. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Al-Qur’an dan Murojaah pada pukul 08.30–09.00 sebagai bagian dari pembiasaan dan penguatan pembelajaran keagamaan.Pada pukul 09.00–09.30, murid melaksanakan Shalat Dhuha. Setelah itu, murid mengikuti Snack Time dan Toilet Time pada pukul 09.30–10.00. Rangkaian kegiatan tersebut membantu murid membangun kebiasaan positif, mulai dari mengikuti rutinitas secara tertib, menjaga kebersihan diri, hingga belajar memenuhi kebutuhan diri secara mandiri.Kegiatan inti dimulai pada pukul 10.00–10.30, yaitu membuat gantungan berbentuk pensil. Murid mengikuti arahan guru untuk membuat kerajinan dengan menggunakan tangan mereka sendiri. Dalam prosesnya, murid dilatih untuk bekerja dengan lebih teliti, mengikuti tahapan sederhana, serta menggunakan koordinasi mata dan tangan ketika menyusun dan menyelesaikan karya. Setiap murid juga diberikan ruang untuk menikmati proses berkarya dan menunjukkan kreativitasnya dengan cara masing-masing.Kegiatan membuat gantungan berbentuk pensil menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi murid. Bentuk pensil yang digunakan sebagai inspirasi karya juga memiliki keterkaitan dengan aktivitas belajar sehari-hari. Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya belajar tentang seni dan kreativitas, tetapi juga secara tidak langsung mempersiapkan keterampilan tangan yang dibutuhkan dalam kegiatan akademik, khususnya ketika mereka mulai mengembangkan kemampuan menulis.Setelah kegiatan Crafting selesai, rangkaian pembelajaran ditutup pada pukul 10.30 sebelum murid bersiap untuk pulang. Dengan adanya kegiatan seperti ini, Al Siddiq International terus memberikan pengalaman belajar yang menyeluruh bagi murid melalui perpaduan antara pembelajaran akademik, pembiasaan keagamaan, kreativitas, serta pengembangan keterampilan motorik.Melalui kegiatan Crafting, murid TK A dan TK B belajar bahwa sebuah karya tidak hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang proses mencoba, berkreasi, dan menyelesaikan sesuatu dengan usaha sendiri. Kegiatan sederhana seperti membuat gantungan berbentuk pensil dapat menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang murid, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan kecintaan terhadap proses belajar.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, SD

SD Al Siddiq International Laksanakan Sumatif Tengah Semester dengan Penyesuaian Jadwal

Alhamdulillah, SD Al Siddiq International melaksanakan kegiatan Sumatif Tengah Semester (STS) sebagai bagian dari rangkaian evaluasi pembelajaran peserta didik pada semester ini. Kegiatan STS menjadi salah satu momen penting bagi siswa untuk mengukur pemahaman mereka terhadap berbagai materi yang telah dipelajari selama proses pembelajaran di kelas.Pelaksanaan STS dimulai pada Senin, 7 September 2026. Sejak hari pertama, para peserta didik mengikuti kegiatan evaluasi dengan tertib dan penuh kesungguhan. Setiap siswa berusaha memberikan kemampuan terbaiknya dalam mengerjakan soal-soal yang telah disiapkan sesuai dengan materi pembelajaran.Dalam pelaksanaannya, kegiatan STS juga mengalami penyesuaian jadwal karena adanya kondisi lingkungan berupa abu vulkanik. Demi menjaga kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan seluruh peserta didik serta warga sekolah, pembelajaran pada Selasa, 8 September dan Rabu, 9 September 2026 dilaksanakan secara Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).Meskipun kegiatan pembelajaran dilakukan dari rumah, semangat belajar para siswa tetap terjaga. Peserta didik mengikuti kegiatan PJJ bersama guru melalui sistem pembelajaran yang telah disiapkan. Para guru pun tetap memberikan pendampingan dan memastikan proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik selama siswa belajar dari rumah.Penyesuaian tersebut juga berdampak pada jadwal STS. Materi atau mata pelajaran STS yang semula dijadwalkan pada Selasa, 8 September dan Rabu, 9 September kemudian dijadwalkan ulang pada Senin dan Selasa, 14–15 September 2026. Dengan demikian, peserta didik tetap memperoleh kesempatan untuk mengikuti seluruh rangkaian STS sesuai dengan jadwal yang telah disesuaikan.Setelah kegiatan PJJ pada 8–9 September, pelaksanaan STS kembali dilanjutkan secara langsung di sekolah pada Kamis, 10 September dan Jumat, 11 September 2026. Para siswa kembali hadir di sekolah dan mengikuti evaluasi pembelajaran dengan penuh antusias. Suasana pelaksanaan STS berlangsung dengan tertib, tenang, dan kondusif sehingga peserta didik dapat berkonsentrasi dalam mengerjakan setiap soal.Kegiatan STS bukan hanya menjadi sarana untuk mengukur pencapaian akademik siswa, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter. Melalui pelaksanaan evaluasi, siswa dilatih untuk memiliki sikap jujur, disiplin, mandiri, bertanggung jawab, percaya diri, dan mampu mengelola waktu dengan baik.Bagi para guru, hasil STS nantinya dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat perkembangan belajar masing-masing peserta didik. Hasil tersebut juga dapat menjadi salah satu dasar bagi guru dalam menentukan tindak lanjut pembelajaran, sehingga proses pendidikan dapat terus disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan setiap siswa.Sementara itu, adanya perubahan jadwal akibat kondisi abu vulkanik menjadi pembelajaran tersendiri bagi seluruh warga sekolah mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan bersama. Dengan adanya PJJ, proses pendidikan tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan kondisi lingkungan dan keamanan peserta didik.SD Al Siddiq International berkomitmen untuk terus memberikan pengalaman belajar yang aman, nyaman, bermakna, dan berkualitas bagi seluruh peserta didik. Baik melalui pembelajaran tatap muka maupun pembelajaran jarak jauh, sekolah terus berupaya memastikan proses pendidikan tetap berlangsung secara optimal.Semoga seluruh peserta didik SD Al Siddiq International diberikan kemudahan, kelancaran, kesehatan, dan hasil terbaik dalam mengikuti seluruh rangkaian Sumatif Tengah Semester. Semoga setiap usaha, doa, dan kerja keras yang dilakukan menjadi bagian dari proses untuk meraih prestasi yang lebih baik di masa mendatang.Keep learning, keep growing, and always do your best!Barakallahu fiikum, students of SD Al Siddiq International.Semangat mengikuti STS dan tetap jaga kesehatan!By Muslihatul Maula, Lc

Kegiatan, SMP

Enam Siswa SMP Al Siddiq International Lolos Semifinal KSNR ke-8 Se-Indonesia

SMP Al Siddiq International kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui keberhasilan enam siswa dalam Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) ke-8 tingkat nasional. Keenam siswa berhasil lolos ke babak semifinal KSNR ke-8 se-Indonesia, menunjukkan kemampuan bernalar, ketekunan belajar, serta semangat berkompetisi di tingkat nasional.Kompetisi KSNR ke-8 tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 12 September 2026, dengan sistem online yang memungkinkan peserta mengikuti kompetisi dari sekolah masing-masing. Di SMP Al Siddiq International, pelaksanaan kompetisi berlangsung di lingkungan sekolah dengan pendampingan guru.Enam siswa SMP Al Siddiq International yang berhasil lolos ke babak semifinal adalah:Cordelia Elodie (Kelas 8)Muhammad Alvaro Siregar ( Kelas 8)Muhammad Kautsar ( Kelas 9 )Khalisa Adinta Rukmiputri ( Kelas 9 )Raisafa Saffir Audyra ( Kelas 9 )Alanza Lareina Clarissa ( Kelas 9 )Dalam pelaksanaannya, para siswa mendapatkan pendampingan penuh dan intensif dari Mr. Fathul Ihsan,M,Res selaku guru science SMP Al Siddiq International.KSNR merupakan kompetisi yang mengembangkan kemampuan siswa dalam bernalar, menganalisis, berpikir kritis, dan menyelesaikan persoalan secara logis serta realistis. Keikutsertaan dalam kompetisi tingkat nasional ini menjadi salah satu bentuk upaya SMP Al Siddiq International dalam memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan potensi akademik sekaligus membangun keberanian untuk berkompetisi.Keberhasilan keenam siswa tersebut tentu menjadi kebanggaan bagi sekolah. Pencapaian ini juga tidak terlepas dari semangat dan kesungguhan para siswa, pendampingan guru, serta dukungan orang tua.Keluarga besar SMP Al Siddiq International menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Cordelia, Alvaro, Kautsar, Khalisa, Raisafa, dan Reina atas prestasi yang telah diraih.Semoga Allah SWT memberikan kelancaran, kemudahan, ketenangan, dan hasil terbaik pada babak semifinal yang akan datang. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa SMP Al Siddiq International untuk terus belajar, berprestasi, dan mengembangkan kemampuan mereka di berbagai bidang.Selamat berjuang di babak semifinal KSNR ke-8!Terus bernalar, terus belajar, dan terus berprestasi!By Retno Suzanne Handayani, Lc, M.Pd

Kegiatan, SD

Clean Up Friday: Clean Classroom, Ready for STS!

SD Al Siddiq International – Jumat, 4 September 2026Alhamdulillah, pada Jumat, 4 September 2026, SD Al Siddiq International kembali melaksanakan kegiatan Clean Up Friday dengan tema “Clean Classroom, Ready for STS!” Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pembiasaan positif untuk membangun kesadaran peserta didik akan pentingnya menjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanan lingkungan sekolah. Pada kesempatan kali ini, kegiatan Clean Up Friday juga menjadi momen bagi para siswa untuk mempersiapkan ruang kelas agar lebih nyaman dan siap digunakan dalam menghadapi Sumatif Tengah Semester (STS). Kebersihan kelas bukan hanya tentang membuat ruangan terlihat bersih, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk memahami bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama. Setiap siswa memiliki peran dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, nyaman, tertib, dan menyenangkan. Cleaning and Organizing the ClassroomDalam kegiatan Clean Up Friday, para siswa bersama guru melakukan berbagai aktivitas untuk membersihkan dan menata ruang kelas. Kegiatan dilakukan secara bersama-sama dengan pembagian tugas sehingga setiap siswa dapat berpartisipasi secara aktif.Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain: Keep the classroom neat and ready for STSSetelah seluruh kegiatan selesai, siswa memastikan kembali bahwa seluruh sudut kelas sudah bersih, perlengkapan tersusun dengan baik, meja dan kursi tertata, serta ruang kelas siap digunakan untuk kegiatan STS. Learning Responsibility Through CleanlinessKegiatan Clean Up Friday memberikan pengalaman sederhana namun bermakna bagi para siswa. Mereka tidak hanya melakukan aktivitas membersihkan kelas, tetapi juga belajar mengenai tanggung jawab dan kerja sama. Ketika siswa bekerja bersama untuk membersihkan kelas, mereka belajar bahwa sebuah lingkungan yang nyaman tidak tercipta dengan sendirinya. Dibutuhkan kepedulian dan kontribusi dari setiap individu. Dengan demikian, kegiatan kebersihan menjadi sarana untuk melatih siswa agar lebih mandiri dan bertanggung jawab terhadap lingkungan di sekitarnya. Para siswa juga belajar untuk menyelesaikan tugas yang diberikan, membantu teman, menjaga perlengkapan kelas, serta menghargai hasil kerja bersama. Kebiasaan-kebiasaan kecil tersebut diharapkan dapat tumbuh menjadi karakter positif dalam kehidupan sehari-hari. Preparing a Comfortable Environment for STSSelain sebagai kegiatan rutin untuk menjaga kebersihan, Clean Up Friday kali ini memiliki makna khusus karena dilakukan menjelang pelaksanaan Sumatif Tengah Semester (STS). Ruang kelas yang bersih, rapi, dan nyaman diharapkan dapat membantu menciptakan suasana yang lebih kondusif bagi siswa ketika mengikuti STS. Dengan meja dan kursi yang tertata, papan tulis yang bersih, perlengkapan kelas yang terorganisasi, serta lantai yang bersih, siswa dapat mengikuti kegiatan STS dengan lebih nyaman dan fokus. Persiapan menghadapi STS bukan hanya berkaitan dengan kesiapan akademik. Kesiapan lingkungan belajar juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini siswa diajak untuk turut mempersiapkan ruang kelas mereka sendiri. Dengan semangat “Clean Classroom, Ready for STS!”, para siswa menunjukkan bahwa persiapan menghadapi evaluasi pembelajaran dapat dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk menjaga kebersihan dan kerapian tempat belajar. Building Good HabitsSD Al Siddiq International terus berupaya menanamkan kebiasaan baik kepada peserta didik melalui berbagai kegiatan yang dekat dengan kehidupan mereka. Salah satunya adalah membiasakan siswa untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Clean Up Friday diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan yang dilakukan pada hari Jumat saja. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan merupakan kebiasaan yang perlu dilakukan setiap hari. Siswa diharapkan mampu menerapkan kebiasaan tersebut di kelas, di lingkungan sekolah, maupun di rumah. Mulai dari merapikan meja setelah digunakan, mengembalikan buku ke tempatnya, membuang sampah pada tempatnya, hingga menjaga barang-barang yang ada di lingkungan sekitar. Dengan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, nilai-nilai kebersihan, kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, dan kerja sama dapat tumbuh menjadi bagian dari karakter peserta didik. Clean Classroom, Happy Learning!Kegiatan Clean Up Friday pada Jumat, 4 September 2026 berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Para siswa menunjukkan antusiasme dalam membersihkan dan menata kelas mereka masing-masing. Setelah seluruh kegiatan selesai, ruang kelas menjadi lebih bersih, rapi, dan siap digunakan. Senyum dan semangat para siswa menjadi bagian dari suasana positif yang tercipta setelah mereka menyelesaikan tugas bersama. Semoga melalui kegiatan ini, para siswa semakin memahami bahwa kelas yang bersih adalah tanggung jawab bersama, dan lingkungan belajar yang nyaman dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih baik. Kini, dengan ruang kelas yang telah dibersihkan dan dipersiapkan, para siswa siap menyambut Sumatif Tengah Semester (STS) dengan semangat, kesiapan, dan rasa percaya diri. Clean classroom, happy learning, and ready for STS!Semoga seluruh siswa SD Al Siddiq International diberikan kemudahan, kelancaran, dan hasil terbaik dalam pelaksanaan STS. Aamiin. SD Al Siddiq InternationalGrowing with Knowledge, Character, and Islamic Values.By Muslihatul Maula, Lc, M.Pd

Kegiatan, SMP

SMP Al-Siddiq International Dukung PJJ sebagai Upaya Perlindungan Siswa dari Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Bekasi, SMP Al-Siddiq International turut mendukung kebijakan Dinas Pendidikan Kota Bekasi dalam pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai langkah antisipatif untuk memberikan perlindungan kepada warga sekolah dari potensi paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.Kebijakan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Bekasi Nomor 400.3/6/DISDIK.SER, sebagai bentuk upaya bersama dalam menjaga keselamatan dan kesehatan peserta didik serta seluruh warga sekolah.Paparan abu vulkanik perlu menjadi perhatian karena partikelnya dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama pada saluran pernapasan, mata, dan kulit. Abu vulkanik dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memicu keluhan seperti batuk, iritasi hidung dan tenggorokan, hingga sesak napas. Partikel halus juga dapat masuk lebih jauh ke paru-paru dan menimbulkan peradangan. Selain itu, abu dapat menyebabkan mata merah, perih, gatal, dan berair serta menimbulkan iritasi pada kulit. Anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian dalam kondisi paparan abu vulkanik.Dalam situasi tersebut, SMP Al-Siddiq International mengambil bagian dalam upaya pencegahan dengan melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring. Dengan demikian, peserta didik tetap dapat mengikuti proses pendidikan tanpa harus melakukan aktivitas belajar tatap muka di lingkungan sekolah selama kebijakan PJJ diberlakukan.PJJ Dibuka dengan Dzikir dan TausiahMenariknya, pelaksanaan PJJ di SMP Al-Siddiq International tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik. Kegiatan diawali dengan dzikir bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual sekaligus membangun ketenangan dan kedekatan peserta didik kepada Allah SWT.Setelah dzikir bersama, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah keagamaan yang menghadirkan dua materi penting bagi pembentukan karakter siswa.Materi pertama disampaikan oleh Mr. Abdul Azis, S.Pd. dengan tema: “Tiga Pilar Membangun Akhlak”. Materi tersebut memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya membangun akhlak sebagai fondasi dalam kehidupan, baik dalam hubungan dengan Allah SWT, sesama manusia, maupun dalam menjalankan tanggung jawab sebagai seorang pelajar.Selanjutnya, Ustaz Ahmad Toha menyampaikan tausiah dengan tema: “Memperbaharui Niat”. Materi ini menjadi pengingat bagi para siswa bahwa setiap aktivitas, termasuk belajar, hendaknya dilandasi niat yang baik dan benar. Dengan niat yang baik, kegiatan belajar tidak hanya menjadi aktivitas untuk memperoleh nilai akademik, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ibadah dan proses membentuk pribadi yang lebih baik.Kedua tausiah tersebut menjadi siraman rohani yang berharga bagi para siswa, sekaligus memperkuat pendidikan karakter dan pemahaman keagamaan yang menjadi bagian penting dari pendidikan di SMP Al-Siddiq International.Dilanjutkan dengan Al-Qur’an dan Pembelajaran AkademikSetelah rangkaian kegiatan keagamaan, PJJ dilanjutkan dengan agenda pembelajaran Al-Qur’an. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah untuk menjaga keseimbangan antara pendidikan akademik dan pendidikan keislaman.Selanjutnya, siswa mengikuti berbagai pembelajaran akademik, di antaranya:Bahasa Inggris, Civic,Islamic Studies dan ICT. Meskipun pembelajaran dilaksanakan secara daring, esensi pendidikan dan pembelajaran tetap dijaga. Guru tetap memberikan materi, membimbing siswa, serta memastikan peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik.Pelaksanaan PJJ ini menunjukkan bahwa kondisi tertentu tidak menjadi penghalang bagi sekolah untuk terus memberikan layanan pendidikan. Justru, melalui pembelajaran daring, sekolah dapat tetap menjalankan proses akademik sekaligus memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar dalam suasana yang lebih aman.Menjaga Keselamatan, Menjaga PendidikanPelaksanaan PJJ di SMP Al-Siddiq International menjadi wujud nyata bahwa keselamatan dan kesehatan siswa merupakan prioritas, tanpa mengesampingkan keberlangsungan proses pendidikan.Sekolah tidak hanya berupaya menjaga siswa dari potensi paparan abu vulkanik, tetapi juga memastikan bahwa selama berada di rumah, mereka tetap memperoleh pendidikan akademik, pembinaan Al-Qur’an, penguatan karakter, dan pemahaman keagamaan.Dengan demikian, PJJ bukan sekadar kegiatan belajar dari rumah, melainkan menjadi momentum untuk mengajarkan kepada siswa tentang ikhtiar, kedisiplinan, kepedulian terhadap kesehatan, ketangguhan, serta pentingnya mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam setiap keadaan.SMP Al-Siddiq International terus berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang menyeluruh—mendidik ilmu, membangun akhlak, dan menjaga keselamatan peserta didik. (garis — ditiadakan)“Menjaga keselamatan adalah ikhtiar, menjaga pendidikan adalah amanah, dan keduanya dapat berjalan bersama.”By Retno Suzanne Handayani, Lc, M.Pd

Kegiatan, TK

Belajar melalui Sentuhan dan Penglihatan di Sentra Bahan Alam

Pada Senin dan Selasa, 31 Agustus dan 1 September 2026, murid TK A Al Siddiq International mengikuti kegiatan bermain dan belajar di Sentra Bahan Alam. Kali ini, anak-anak diajak untuk mengeksplorasi berbagai tekstur dan warna melalui berbagai kegiatan yang telah disiapkan oleh guru. Dengan bermain secara langsung, anak-anak dapat mengenal berbagai benda yang ada di sekitar mereka melalui pengalaman melihat, menyentuh, dan mencoba.Sebelum kegiatan dimulai, guru memberikan pijakan awal kepada anak-anak. Guru menyampaikan beberapa peraturan bermain yang perlu diperhatikan selama berada di sentra, seperti menggunakan alat dan bahan dengan baik, bergantian saat bermain, serta menjaga area bermain tetap rapi. Anak-anak juga diberikan kesempatan untuk memilih teman yang akan menjadi kelompoknya. Melalui kegiatan ini, anak mulai belajar mengikuti aturan sekaligus membangun kebiasaan bermain bersama teman.Setelah itu, guru mengenalkan tema kegiatan dan mengajak anak-anak memperhatikan berbagai barang atau benda yang telah tersedia di kelas. Guru memberikan penjelasan sederhana mengenai benda-benda tersebut dan mengajak anak untuk mengamati karakteristiknya. Anak-anak kemudian diberi kesempatan untuk mengenali perbedaan warna dan tekstur melalui pengalaman mereka sendiri.Dalam kegiatan eksplorasi, anak-anak bersama teman kelompoknya secara bergantian mencoba seluruh kegiatan yang telah disiapkan oleh guru, seperti menyortir pom-pom sesuai warna, bermain peran masak-masakan, bermain playdough, melukis, dan, stamp. Anak dapat menyentuh, mengamati, dan mengeksplorasi berbagai bahan yang tersedia. Dari proses tersebut, anak mulai menemukan bahwa setiap benda dapat memiliki warna dan tekstur yang berbeda. Ada benda yang terasa halus, kasar, lembut, atau memiliki karakteristik lain yang menarik untuk dikenali.Kegiatan eksplorasi ini tidak hanya memberikan pengalaman sensorik bagi anak, tetapi juga membantu mengembangkan rasa ingin tahu dan kemampuan mengamati. Anak-anak didorong untuk mencoba dan menemukan pengalaman baru melalui kegiatan bermain. Ketika anak menyentuh atau mengamati suatu bahan, mereka belajar menggunakan indera untuk memperoleh informasi tentang benda yang sedang dieksplorasi.Selain mengenal tekstur dan warna, kegiatan secara berkelompok juga menjadi kesempatan bagi anak untuk belajar bersosialisasi. Anak-anak belajar menunggu giliran, berbagi alat dan bahan, serta memberikan kesempatan kepada teman untuk mencoba. Kebiasaan sederhana seperti bergantian dan bermain bersama membantu anak belajar menghargai orang lain dan mengikuti aturan yang telah disepakati.Guru selama kegiatan berperan memberikan pendampingan dan pijakan sesuai dengan kebutuhan anak. Guru mengamati proses eksplorasi dan memberikan pertanyaan atau arahan sederhana untuk mendorong anak berpikir lebih jauh. Dengan demikian, anak tidak hanya mengikuti kegiatan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk menemukan dan memahami pengalaman yang mereka peroleh selama bermain.Melalui kegiatan di Sentra Bahan Alam ini, murid TK A Al Siddiq International mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Eksplorasi tekstur dan warna membantu anak mengembangkan kemampuan sensorik, rasa ingin tahu, kemampuan mengamati, serta keterampilan sosial melalui interaksi bersama teman. Belajar melalui pengalaman langsung membuat anak lebih leluasa untuk mencoba, menemukan, dan menikmati setiap proses pembelajaran.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, SD

Tingkatkan Kompetensi Guru Al-Qur’an, SD Al Siddiq International Ikuti Training of Trainer (ToT) Al-Qur’an

Alhamdulillah, SD Al Siddiq International kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan kompetensi para pendidik. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan guru dalam kegiatan Training Sertifikasi & Standardisasi Muallim Al-Qur’an Kota Bekasi.Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 5 September 2026, bertempat di Universitas Muhammadiyah Indonesia Bekasi. Dalam kegiatan ini, empat guru SD Al Siddiq International turut berpartisipasi, yaitu Ust. Dede, Ust. Asep, Ustadzah Fanni, dan Ustadzah Amrina.Keikutsertaan para guru dalam kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar SD Al Siddiq International untuk terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme pendidik, terutama dalam bidang pembelajaran Al-Qur’an. Sebagai bagian penting dalam pendidikan di sekolah, pembelajaran Al-Qur’an membutuhkan guru yang tidak hanya mampu menyampaikan materi, tetapi juga memiliki kompetensi, pemahaman, dan metode yang tepat dalam membimbing peserta didik.Kegiatan Training Sertifikasi & Standardisasi Muallim Al-Qur’an Kota Bekasi memberikan kesempatan kepada para guru untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan mereka. Melalui kegiatan ini, para peserta dapat memperkaya wawasan serta meningkatkan kesiapan dalam menjalankan peran sebagai seorang muallim yang mendampingi peserta didik dalam mempelajari Al-Qur’an.Bagi SD Al Siddiq International, peningkatan kompetensi guru merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan mutu pendidikan. Guru merupakan sosok yang berinteraksi secara langsung dengan peserta didik setiap hari. Oleh karena itu, kualitas guru akan sangat berpengaruh terhadap kualitas proses pembelajaran yang diterima oleh siswa.Terlebih dalam pembelajaran Al-Qur’an, guru memiliki peran yang sangat besar dalam membangun kebiasaan dan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur’an. Guru bukan hanya menjadi pengajar, tetapi juga menjadi teladan dalam sikap, kedisiplinan, ketekunan, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.Melalui keikutsertaan dalam kegiatan sertifikasi dan standardisasi ini, diharapkan para guru SD Al Siddiq International dapat memperoleh pengalaman dan wawasan baru yang dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Dengan demikian, proses pembelajaran Al-Qur’an diharapkan dapat berlangsung semakin terarah, efektif, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.Selain memberikan manfaat bagi guru secara individu, kegiatan pengembangan kompetensi seperti ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah secara keseluruhan. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk terus melakukan evaluasi dan pengembangan terhadap program pembelajaran Al-Qur’an yang ada di SD Al Siddiq International.Komitmen untuk terus belajar juga menjadi bagian dari semangat sekolah dalam memberikan pendidikan terbaik bagi peserta didik. Dunia pendidikan terus berkembang, sehingga seorang pendidik dituntut untuk senantiasa meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya. Begitu pula dalam pendidikan Al-Qur’an, diperlukan semangat untuk terus memperbaiki kualitas pembelajaran agar peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang optimal.Keikutsertaan Ust. Dede, Ust. Asep, Ustadz Fanni, dan Ustadz Amrina dalam kegiatan ini diharapkan menjadi langkah positif dalam memperkuat kualitas pembelajaran Al-Qur’an di SD Al Siddiq International. Semoga ilmu yang diperoleh dapat dibagikan, dikembangkan, dan diamalkan dalam proses mendidik para peserta didik.Lebih jauh lagi, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung cita-cita sekolah dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, karakter Islami, serta kedekatan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.Sebab, pendidikan Al-Qur’an bukan hanya tentang kemampuan membaca ayat demi ayat, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dapat tumbuh dalam diri peserta didik dan tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan pendidik yang memiliki kompetensi sekaligus keteladanan.SD Al Siddiq International akan terus mendukung berbagai kegiatan positif yang dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas para guru. Dengan guru yang terus belajar dan berkembang, diharapkan kualitas layanan pendidikan kepada peserta didik juga semakin meningkat.Jazakumullahu khairan kepada Ust. Dede, Ust. Asep, Ustadzah Fanni, dan Ustadzah Amrina atas semangat dan kesungguhannya dalam mengikuti kegiatan Training Sertifikasi & Standardisasi Muallim Al-Qur’an Kota Bekasi.Semoga setiap ilmu yang dipelajari menjadi ilmu yang bermanfaat, setiap langkah dalam menuntut ilmu menjadi amal kebaikan, dan setiap ilmu yang diajarkan kepada peserta didik menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan kepada seluruh guru SD Al Siddiq International dalam menjalankan amanah mendidik, membimbing, dan membersamai peserta didik menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan mencintai Al-Qur’an.Terus belajar, terus berkembang, dan terus memberikan manfaat melalui Al-Qur’an.📖 SD Al Siddiq InternationalBuilding Knowledge, Character, and Qur’anic Generation.By By Muslihatul Maula, Lc

Kegiatan, SMP

Pemilihan OSIS SMP Al-Siddiq International: Wujud Demokrasi dan Pembentukan Jiwa Kepemimpinan Siswa

Bekasi, 31 Agustus 2026 — SMP Al-Siddiq International kembali melaksanakan agenda penting dalam pembinaan kepemimpinan siswa melalui Pemilihan Ketua dan Wakil OSIS untuk periode kepengurusan berikutnya, Senin, 31 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi momentum pergantian kepemimpinan dari pengurus OSIS lama kepada generasi baru yang diharapkan mampu membawa semangat, inovasi, dan kontribusi positif bagi perkembangan sekolah.Pemilihan berlangsung di kelas 8 dan 9 Boys dengan suasana yang penuh antusiasme. Seluruh rangkaian kegiatan diikuti oleh siswa, guru, dan karyawan SMP Al-Siddiq International. Kegiatan diawali dengan pembacaan doa dan pembukaan oleh Kepala SMP Al-Siddiq International, Mrs. Robiah Adawiyah, M.Pd.Tiga pasangan calon turut berkompetisi dalam pemilihan tahun ini. Mereka adalah:Pasangan Calon 1Armila Khanza & Kanaya BilqiesPasangan Calon 2Cordelia Elodie & Kamaila ZufairaPasangan Calon 3Muhammad Al-Varo Siregar & Adrian Jagat Al-FataraKetiga pasangan calon hadir secara langsung dan menempati tempat yang telah disediakan. Masing-masing kandidat membawa visi dan misi yang konstruktif serta berorientasi pada kemajuan siswa dan sekolah.Gagasan yang disampaikan para kandidat antara lain berkaitan dengan upaya menjadikan berbagai agenda di Al-Siddiq semakin baik, membangun siswa yang kreatif, mampu berpikir kritis (thinking), unggul secara akademik, serta adaptif terhadap perkembangan teknologi. Hal tersebut menunjukkan bahwa pemilihan OSIS tidak hanya menjadi ajang memilih pemimpin siswa, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta didik untuk belajar menyampaikan gagasan, berkompetisi secara sehat, bertanggung jawab, dan berpartisipasi dalam kehidupan demokratis di lingkungan sekolah.Dalam pelaksanaannya, proses pemungutan suara dilakukan secara tertib. Setiap peserta yang telah memberikan hak suaranya mendapatkan tanda tinta pada jari sebagai bukti bahwa pemilih telah menggunakan hak pilihnya. Para siswa mengikuti proses tersebut dengan antusias namun tetap menjaga ketertiban sehingga seluruh rangkaian pemilihan dapat berlangsung dengan khidmat.Kegiatan ini juga mendapat dukungan langsung dari jajaran pimpinan sekolah. Turut hadir Direktur Sekolah, Mr. Ginanjar Citra Cimarga, M.Pd.; Kepala SD, Mrs. Reni Oktavia, M.Pd.; Kepala TK, Mrs. Itoh Sugiharti,SE.S.Pd; serta Divisi Keislaman, Mr. Abdullah Haris, M.Pd. Kehadiran pimpinan lintas jenjang tersebut menunjukkan bahwa pendidikan kepemimpinan dan pembentukan karakter siswa menjadi perhatian bersama dalam lingkungan Al-Siddiq.Hal menarik lainnya adalah keterlibatan pengurus OSIS lama sebagai bagian dari panitia pelaksanaan pemilihan. Keterlibatan tersebut menjadi simbol proses regenerasi yang sehat, sekaligus memberikan pengalaman kepada pengurus lama untuk belajar menyelenggarakan kegiatan demokrasi dan menyerahkan estafet kepemimpinan kepada generasi berikutnya.Setelah seluruh proses pemungutan dan penghitungan suara selesai, diperoleh hasil:Pasangan Calon 1: Armila Khanza & Kanaya Bilqies — 17 suaraPasangan Calon 2: Cordelia Elodie & Kamaila Zufaira — 13 suaraPasangan Calon 3: Muhammad Al-Varo Siregar & Adrian Jagat Al-Fatara — 38 suaraAbtain : 2 SuaraDengan perolehan tersebut, Pasangan Calon 3, Muhammad Al-Varo Siregar dan Adrian Jagat Al-Fatara, terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMP Al-Siddiq International untuk periode kepengurusan berikutnya.Hasil pemilihan ini sekaligus menjadi awal dari perjalanan baru bagi kepengurusan OSIS SMP Al-Siddiq International. Tantangan berikutnya adalah bagaimana visi dan misi yang telah disampaikan selama masa pencalonan dapat diwujudkan menjadi program nyata yang memberikan manfaat bagi seluruh siswa.Pemilihan OSIS ini diharapkan tidak berhenti pada proses memilih ketua dan wakil ketua, tetapi menjadi bagian dari proses pendidikan yang membentuk siswa agar memiliki jiwa kepemimpinan, keberanian menyampaikan gagasan, kemampuan bekerja sama, berpikir kritis, kreatif, berprestasi secara akademik, serta mampu memanfaatkan teknologi secara positif.Dengan terpilihnya kepengurusan baru, SMP Al-Siddiq International berharap lahir berbagai inovasi dan program yang semakin memperkuat budaya sekolah serta membawa kegiatan kesiswaan menuju arah yang lebih baik.Selamat kepada Muhammad Al-Varo Siregar dan Adrian Jagat Al-Fatara atas terpilihnya sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMP Al-Siddiq International. Semoga mampu menjalankan amanah, menjadi teladan bagi seluruh siswa, serta membawa OSIS Al-Siddiq menjadi organisasi siswa yang aktif, kreatif, inspiratif, dan berkarakter Islami.By InkaAmalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Membangun Rumah yang Kokoh di Sentra Balok

Pada Selasa, 1 September 2026, murid TK B Al Siddiq International mengikuti kegiatan bermain dan belajar di Sentra Balok. Pada kegiatan kali ini, anak-anak diajak untuk membuat bangunan berbentuk rumah menggunakan balok secara berkelompok. Kegiatan dilakukan berpasangan, sehingga anak tidak hanya belajar menyusun balok, tetapi juga belajar bekerja sama, berbagi ide, dan menyelesaikan sebuah karya bersama teman.Sebelum mulai bermain, guru memberikan pijakan awal kepada anak-anak. Guru terlebih dahulu menyampaikan peraturan yang perlu diperhatikan selama bermain di Sentra Balok, termasuk bagaimana menggunakan balok dengan aman dan bertanggung jawab. Anak-anak juga diberikan kesempatan untuk memilih teman yang akan menjadi pasangan kelompoknya. Setelah kelompok terbentuk, guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, yaitu membuat sebuah bangunan rumah bersama pasangan masing-masing.Melalui kegiatan ini, anak-anak diperkenalkan pada konsep sederhana tentang kekuatan sebuah bangunan. Guru mengajak anak mengamati bagaimana balok-balok dapat disusun menjadi sebuah rumah dan bagaimana bagian bawah bangunan berperan dalam menopang bagian di atasnya. Anak-anak belajar bahwa pilar atau bagian dasar yang lebih besar dan kuat dapat membantu membuat bangunan menjadi lebih kokoh dan tidak mudah runtuh. Konsep tersebut dikenalkan melalui pengalaman bermain secara langsung sehingga anak dapat melihat dan menemukan jawabannya sendiri.Selama kegiatan berlangsung, guru berkeliling untuk mengamati proses bermain setiap kelompok. Guru memberikan pijakan sesuai dengan kebutuhan dan situasi yang ditemukan. Misalnya, ketika ada bangunan balok yang tiba-tiba runtuh, guru tidak langsung membangunkannya kembali, tetapi mengajak anak mengamati penyebabnya. Anak kemudian diarahkan untuk mencoba memperbesar atau memperkuat pilar pada bagian bawah bangunan agar dapat menopang bangunan dengan lebih baik. Dari pengalaman tersebut, anak belajar mencoba kembali, mencari solusi, dan memahami hubungan antara bagian dasar bangunan dengan kekokohannya.Kegiatan membuat rumah secara berkelompok juga memberikan kesempatan bagi anak untuk mengembangkan kemampuan sosial. Dalam satu kelompok yang terdiri dari dua orang, anak perlu berdiskusi mengenai bentuk rumah yang akan dibuat, menentukan balok yang akan digunakan, serta bekerja sama saat menyusun bangunan. Perbedaan ide yang muncul menjadi bagian dari proses belajar anak untuk saling mendengarkan, berbagi tugas, dan menyelesaikan pekerjaan bersama.Setelah bangunan selesai dibuat, guru mendokumentasikan hasil karya anak-anak sebagai bentuk apresiasi terhadap proses dan usaha yang telah mereka lakukan. Setiap bangunan memiliki bentuk dan susunan yang berbeda sesuai dengan ide serta kreativitas masing-masing kelompok. Anak-anak pun mendapatkan pengalaman bahwa sebuah karya tidak hanya dinilai dari hasil akhirnya, tetapi juga dari proses mencoba, bekerja sama, dan memperbaiki ketika menghadapi kesulitan.Kegiatan kemudian ditutup dengan merapikan kembali balok yang telah digunakan. Anak-anak diajak mengembalikan balok ke tempat semula sehingga area bermain kembali tertata. Melalui kegiatan sederhana ini, anak belajar bertanggung jawab terhadap alat yang digunakan sekaligus membiasakan diri untuk menjaga lingkungan bermain bersama.Melalui kegiatan di Sentra Balok ini, murid TK B Al Siddiq International mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Di balik kegiatan membuat rumah dari balok, anak-anak belajar tentang konsep dasar konstruksi, kekuatan bangunan, pemecahan masalah, kerja sama, kreativitas, serta tanggung jawab. Dengan bermain secara langsung, anak dapat memahami bahwa ketika sebuah bangunan belum kokoh, mereka dapat mencoba mencari cara untuk memperkuatnya—sebuah pengalaman sederhana yang mengajarkan anak untuk terus mencoba dan tidak mudah menyerah. By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, SD

SD Al Siddiq International Apresiasi Prestasi Gemilang Siswa dalam Berbagai Kompetisi

SD Al Siddiq International kembali menorehkan kabar membanggakan melalui berbagai prestasi yang diraih oleh para siswa dalam beragam kompetisi. Prestasi tersebut tidak hanya datang dari bidang akademik, tetapi juga dari bidang olahraga, seni, teknologi, dan keterampilan lainnya.Pencapaian ini menjadi bukti bahwa siswa-siswi SD Al Siddiq International memiliki semangat untuk terus berkembang, berani berkompetisi, serta mampu menunjukkan potensi terbaik mereka di berbagai bidang.Dalam ajang Jakarta International Roller Skate Competition 2026, Ibrahim Kandara Rahmadani (Grade 3B) berhasil meraih Juara 1 nomor 100M dan membawa pulang medali emas. Ibrahim juga kembali meraih Juara 3 kategori Speed dalam Sportyskate Inline Competition Series 2.Prestasi di bidang renang juga berhasil ditorehkan oleh sejumlah siswa. Raffasya Yahya Nugroho (Grade 1B) meraih Juara 1 15M Fins Freestyle, sementara Arkatama berhasil meraih Juara 2 dalam kompetisi renang.Pada GKP Fun Swimming Competition, prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswa SD Al Siddiq International. Hisyam Abdar Attarazqa (Grade 3B) berhasil meraih Juara 1 Series sekaligus Fastest Swimmer, serta Juara 2 Series. Sementara itu, Aldevaro Zhafran Athallah (Grade 2A) meraih Juara 2, Qiandra Elmira Shanum (Grade 3D) meraih Juara 3, dan Rhazes Zakaria (Grade 1A) berhasil meraih beberapa Juara 1 dalam nomor renang yang diikutinya.Tidak hanya di bidang olahraga, prestasi akademik juga berhasil diraih oleh para siswa. Dalam Funtasi 2026, Fatimah Arsyinala Afiza (Grade 1D) berhasil memperoleh Gold Award bidang Science, serta Silver Award bidang Mathematics dan English.Fatimah juga kembali menunjukkan kemampuannya dalam olahraga inline skate pada Royal Clash 2026: Inline Skate Freestyle Battle Championship dengan meraih tiga medali emas pada kategori Classic Slalom Beginner, Fish Slalom Beginner, dan Skate Race Beginner.Prestasi lainnya datang dari Wepool Swimming Fest, di mana Ahmad Raffa Fathan Lubis (Grade 3A) meraih Juara 1 Heat 20M Freestyle Swimming, sedangkan Qiandra Elmira Shanum (Grade 3D) berhasil meraih Juara 1.Dalam Spelling Bee Competition KPM Kota Bekasi Level 2, tiga siswa SD Al Siddiq International berhasil mendominasi posisi juara. Khalifah Bumi Pratama (Grade 2A) meraih Juara 1, Rezkia Adelyn Yusuf (Grade 2B) meraih Juara 2, dan Raufa Zaky Shaquell (Grade 2A) meraih Juara 3.Di bidang teknologi dan inovasi, Muhammad Emil Faruq (Grade 4A) dan Ziyad Muhammad Alfatih (Grade 3B) berhasil meraih Juara 3 dalam Indonesia Robotics & Innovation Challenge (IRIC) 2026.Sementara itu, dalam Sugaku Abacus Challenge, Fathir Elyasir Agustianto (Grade 3B) berhasil meraih 1st Runner-Up, sedangkan Fathan Elrasyid Agustianto (Grade 2A) meraih 2nd Runner-Up.Prestasi juga hadir dari bidang seni. Dalam HUT RI ke-81 Independence Day Coloring Competition, Rawdha Nawal (Grade 1C) berhasil meraih Juara 2 dengan tema Kemerdekaan.Di bidang olahraga renang, Baby Shark Cup Aquatic Festival 2026 juga menjadi ajang bagi siswa SD Al Siddiq International untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Giancalief Ajram Agasthya (Grade 6) berhasil meraih Juara 1 25M Breaststroke Boys, sedangkan Giandra Renjiro Raffasya (Grade 4A) meraih Juara 1 25M Freestyle Boys.Dari cabang olahraga bulu tangkis, Haura Inas Rizkinta Sitepu (Grade 2B) berhasil meraih Juara 2 kategori General U-8 dalam Try Out Badminton Tournament (TOBT) pada dua kesempatan, yaitu pada 7–8 Februari 2026 dan 10–12 Juli 2026.Beragam prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SD Al Siddiq International. Lebih dari sekadar piala dan medali, setiap pencapaian merupakan hasil dari kerja keras, latihan, kedisiplinan, keberanian, dan semangat pantang menyerah.SD Al Siddiq International terus memberikan apresiasi kepada seluruh siswa yang telah berusaha dan berprestasi. Diharapkan pencapaian ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus belajar, mengembangkan bakat, serta berani mencoba berbagai tantangan baru.Congratulations to all our amazing students!Teruslah berprestasi, teruslah belajar, dan teruslah menjadi inspirasi.Keep shining and keep making us proud!By By Muslihatul Maula, Lc

Kegiatan, SMP

OSIS SMP Al-Siddiq International Gelar Laporan Pertanggungjawaban Periode 2025/2026

Bekasi, 28 Agustus 2026 — SMP Al-Siddiq International melaksanakan kegiatan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) OSIS periode 2025/2026 pada Jumat, 28 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung di Masjid Sekolah lantai 2 dan menjadi bagian dari proses evaluasi sekaligus pembelajaran kepemimpinan bagi para siswa.Kegiatan diawali dengan dzikir pagi bersama, dilanjutkan dengan tausiyah sebagai pembinaan spiritual dan penguatan karakter siswa. Setelah rangkaian kegiatan keagamaan selesai, acara dilanjutkan dengan agenda utama, yaitu Laporan Pertanggungjawaban OSIS periode 2025/2026.LPJ disampaikan oleh Ketua OSIS, Azka Fakhri Arkananta, bersama Wakil Ketua OSIS, Muhammad Kautsar Mehaga Perangi, dengan didampingi oleh Pembina OSIS, Mr. Amal Zikrullah, M.Pd. dan Mrs Diah Santikawati, S.Pd.Dalam forum tersebut, pengurus OSIS menyampaikan laporan mengenai berbagai program kerja yang telah direncanakan dan dilaksanakan selama masa kepengurusan. Laporan tersebut menjadi bentuk pertanggungjawaban pengurus kepada sekolah, anggota OSIS, serta pembina atas amanah yang telah diberikan selama periode 2025/2026.Setelah penyampaian laporan, anggota OSIS bersama para pembina mengikuti proses evaluasi dan menerima laporan pertanggungjawaban kepengurusan. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada seluruh anggota untuk mengetahui capaian program, berbagai kendala yang dihadapi, serta hal-hal yang perlu menjadi perhatian dan perbaikan bagi kepengurusan OSIS berikutnya.Salah satu program unggulan OSIS periode 2025/2026 adalah menciptakan ruang bagi siswa dan siswi SMP Al-Siddiq International untuk mengembangkan kreativitas. OSIS berupaya menjadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan ide, bakat, minat, dan kemampuan mereka melalui berbagai kegiatan di lingkungan sekolah.Selain itu, OSIS juga berperan aktif dalam memeriahkan berbagai hari besar dan momentum penting sekolah dengan melibatkan pengurus OSIS sebagai pelaksana kegiatan. Keterlibatan tersebut menjadi pengalaman nyata bagi siswa dalam belajar merancang kegiatan, membagi tugas, berkoordinasi, bekerja sama, serta menyelesaikan tanggung jawab secara bersama-sama. Kegiatan LPJ ini tidak hanya menjadi agenda administratif organisasi, tetapi juga merupakan bagian dari pendidikan karakter dan student leadership. Melalui pengalaman berorganisasi, siswa belajar bahwa kepemimpinan tidak hanya tentang menjalankan sebuah program, tetapi juga tentang amanah, tanggung jawab, transparansi, evaluasi, dan kesiapan mempertanggungjawabkan setiap tugas yang telah diberikan.Rangkaian kegiatan yang diawali dengan dzikir pagi dan tausiyah juga memberikan pesan bahwa kepemimpinan di SMP Al-Siddiq International tidak hanya dibangun melalui kemampuan organisasi, tetapi juga melalui penguatan spiritual dan karakter. Seorang pemimpin diharapkan memiliki kemampuan untuk bekerja, berkolaborasi, sekaligus memiliki nilai-nilai akhlak dan tanggung jawab.Para pembina OSIS memberikan apresiasi atas kontribusi dan kerja keras seluruh pengurus selama satu periode. Berbagai keberhasilan menjadi capaian yang patut disyukuri, sementara kekurangan dan kendala yang ditemukan menjadi bahan evaluasi untuk membangun organisasi yang lebih baik pada masa mendatang.Dengan terlaksananya LPJ ini, kepengurusan OSIS periode 2025/2026 telah menyelesaikan salah satu tahapan penting dalam perjalanan organisasi. Pengalaman yang telah diperoleh diharapkan menjadi bekal berharga bagi para pengurus untuk terus mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan memberikan kontribusi positif di lingkungan sekolah.Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan siswa, agar semangat kreativitas, tanggung jawab, kolaborasi, dan kepedulian terhadap sekolah dapat terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya.Dari dzikir dan tausiyah, siswa menguatkan nilai diri. Dari organisasi, siswa belajar memimpin. Dan melalui pertanggungjawaban, siswa belajar menjadi pemimpin yang amanah dan bertanggung jawab.By Retno Suzanne Handayani, Lc, M.Pd

Kegiatan, TK

“Play, Move, Grow!” Serunya Enrichment Bola Basket & Futsal di TK Al Siddiq International

Pada Hari Jumat, 28 Agustus 2026, murid-murid TK Al Siddiq International mengikuti kegiatan Enrichment Basketball untuk murid perempuan dan Futsal untuk murid laki-laki. Kegiatan ini dilaksanakan di lapangan sekolah Al Siddiq International dengan suasana yang penuh semangat dan antusiasme. Melalui kegiatan olahraga yang menyenangkan, anak-anak diberikan kesempatan untuk bergerak aktif, bermain bersama, serta mengembangkan berbagai kemampuan yang mendukung tumbuh kembang mereka.Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 dengan kedatangan anak-anak di sekolah. Setelah berkumpul, kegiatan diawali dengan murojaah dan circle time hingga pukul 08.30. Pada sesi ini, anak-anak mengikuti kegiatan bersama guru dalam suasana yang tenang dan menyenangkan sebelum memulai aktivitas fisik. Circle time juga menjadi kesempatan bagi anak untuk membangun kesiapan mengikuti kegiatan, mendengarkan arahan, serta berinteraksi dengan teman dan guru.Pada pukul 08.30–09.30, murid perempuan mengikuti kegiatan Basketball di lapangan sekolah. Anak-anak diperkenalkan pada berbagai aktivitas dasar dalam permainan bola basket melalui kegiatan yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan mereka. Sementara itu, murid laki-laki mengikuti kegiatan journaling dan snack time. Setelah satu jam, kegiatan kemudian bergantian. Pada pukul 09.30–10.30, murid laki-laki mengikuti Futsal, sedangkan murid perempuan melakukan journaling dan snack time.Kegiatan Bola Basket dan Futsal tidak hanya bertujuan untuk membuat anak aktif bergerak, tetapi juga mendukung berbagai aspek perkembangan anak. Dari aspek fisik-motorik, olahraga membantu melatih koordinasi tubuh, keseimbangan, kelincahan, kekuatan, serta kemampuan mengontrol gerakan. Aktivitas seperti berlari, melompat, menendang, melempar, dan menangkap juga memberikan stimulasi terhadap perkembangan motorik kasar anak.Selain perkembangan fisik, kegiatan olahraga bersama juga memberikan stimulasi pada aspek sosial-emosional. Anak belajar mengikuti aturan sederhana, menunggu giliran, bekerja sama dengan teman, serta belajar menerima kemenangan maupun kekalahan dengan sikap yang positif. Anak juga mendapatkan kesempatan untuk membangun rasa percaya diri dan keberanian ketika mencoba gerakan atau keterampilan baru.Dari aspek kognitif, Basketball dan Futsal memberikan pengalaman kepada anak untuk memahami instruksi, mengenali aturan permainan sederhana, memperhatikan lingkungan sekitar, serta mengambil keputusan ketika melakukan aktivitas. Anak belajar merespons situasi melalui gerakan dan strategi sederhana, sehingga aktivitas olahraga dapat menjadi bagian dari proses belajar yang aktif dan menyenangkan.Kegiatan Enrichment ini juga menjadi salah satu kesempatan bagi guru untuk mengamati minat dan potensi anak. Setiap anak memiliki ketertarikan dan kemampuan yang berbeda. Melalui pengalaman langsung dalam Bola Basket dan Futsal, guru dapat melihat bagaimana anak merespons aktivitas olahraga, apakah mereka menunjukkan antusiasme, rasa ingin mencoba, kemampuan bekerja sama, koordinasi gerak, maupun ketekunan dalam mengikuti kegiatan. Pengamatan tersebut dapat membantu sekolah dan orang tua dalam mengenali minat anak serta memberikan stimulasi yang sesuai dengan kebutuhan dan potensinya.Melalui Enrichment Basketball dan Futsal, Al Siddiq International berupaya memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga pada perkembangan anak secara menyeluruh. Dengan suasana bermain yang aktif dan menyenangkan, anak-anak dapat belajar untuk bergerak, bekerja sama, mencoba hal baru, serta mengenali aktivitas yang mereka sukai. Semoga pengalaman ini dapat menjadi langkah awal bagi anak-anak untuk terus tumbuh menjadi pribadi yang aktif, percaya diri, sehat, dan memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi terbaiknya.By Inka Amalia, S.Pd