Al Siddiq International School

4 Maret 2026

Kegiatan, TK

Belajar Pola dan Warna Lewat Karya Ramadhan

Dalam rangka menyambut suasana Ramadhan, murid TK A dan TK B Al Siddiq International mengikuti dua kegiatan kreatif yang berlangsung di kelas masing-masing. Pada hari Rabu, 25 Februari 2025, anak-anak membuat stempel bergambar masjid. Kemudian pada hari Kamis, 26 Februari 2026, mereka melanjutkan dengan kegiatan membuat hiasan ketupat. Kedua kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari pembelajaran tematik yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini.Pada kegiatan membuat stamp, guru terlebih dahulu menyiapkan pola gambar masjid. Untuk murid TK A, pola masjid sudah dibantu digunting oleh guru agar anak-anak bisa langsung fokus pada proses stamping. Sementara itu, murid TK B diberi kesempatan untuk menggunting pola masjidnya sendiri dengan arahan guru. Setelah itu, guru membagikan kertas polos sebagai media. Anak-anak kemudian memberi cat pada pola dan melakukan stamping berulang kali hingga seluruh permukaan kertas tertutup warna. Langkah terakhir yang paling dinanti adalah mencabut pola masjid, sehingga tampak siluet masjid yang rapi dan menarik di atas kertas mereka.Keesokan harinya, kegiatan dilanjutkan dengan membuat hiasan ketupat. Untuk murid TK A, guru telah menyiapkan potongan bulat-bulat kertas yang siap disusun. Anak-anak menyusunnya mengikuti pola a-b-a-b, sehingga mereka belajar mengenal pola berulang secara sederhana. Setelah susunan selesai, mereka menambahkan gantungan di bagian bawah dan tali di bagian atas sebagai sentuhan akhir. Pada murid TK B, guru menyiapkan setengah dari bulat-bulat tersebut, sementara setengah lainnya dibuat sendiri oleh anak-anak. Setelah semua bagian lengkap, mereka menyusunnya dengan pola yang sama dan menambahkan gantungan serta tali agar dapat digantung sebagai hiasan.Kegiatan ini memiliki beberapa tujuan penting. Selain mengenalkan simbol-simbol yang dekat dengan bulan Ramadhan seperti masjid dan ketupat, kegiatan ini juga melatih motorik halus anak melalui aktivitas menggunting, menempel, mencetak, dan menyusun pola. Anak-anak belajar mengikuti instruksi secara bertahap, melatih konsentrasi, serta mengembangkan kreativitas dalam memilih dan memadukan warna. Khusus pada kegiatan menyusun ketupat, mereka juga belajar mengenal konsep pola dan urutan secara sederhana.Melalui kegiatan ini, murid TK A dan TK B tidak hanya menghasilkan karya yang indah, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna. Perbedaan tingkat kemandirian antara TK A dan TK B menjadi bagian dari proses pembelajaran yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan masing-masing. Suasana kelas pun terasa hidup dan penuh semangat. Dengan kegiatan seperti ini, pembelajaran menjadi lebih menyenangkan sekaligus memperkuat pemahaman anak tentang makna dan tradisi Ramadhan.By Inka Amalia, S. Pd

Kegiatan, SD

Semangat Kewirausahaan Sejak Dini di Market Day SD Al Siddiq International

Kegiatan Market Day di SD Al Siddiq International kembali digelar dengan penuh keceriaan dan antusiasme. Tahun ini, Market Day dilaksanakan dalam empat sesi berbeda agar seluruh siswa dapat berpartisipasi secara maksimal. Bertempat di lantai 4 sekolah, kegiatan berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 11.00 WIB dan berjalan dengan sangat meriah di setiap sesinya.Sesi pertama dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026, yang diikuti oleh kelas 3A, 5, dan 6. Sejak pagi, para siswa sudah sibuk menata meja dan menghias stan jualan mereka agar terlihat menarik. Beragam produk seperti makanan ringan, minuman segar, hingga kreasi olahan rumahan dipajang dengan rapi. Para siswa belajar menawarkan dagangan dengan percaya diri serta melayani pembeli dengan ramah.Sesi kedua digelar pada Selasa, 3 Februari 2026, bersama kelas 3B, 2A, dan 2C. Suasana semakin hidup dengan berbagai variasi produk yang kreatif dan inovatif. Para siswa terlihat semakin terampil dalam berinteraksi dengan pembeli, menghitung uang, dan bekerja sama dalam tim. Tawa dan semangat memenuhi area kegiatan.Sesi ketiga berlangsung pada Kamis, 5 Februari 2026, yang diikuti oleh kelas 3C, 2B, dan 2D. Antusiasme tetap terasa kuat. Setiap kelompok berusaha memberikan pelayanan terbaik dan mempromosikan produknya dengan cara yang unik. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran nyata tentang tanggung jawab, kejujuran, dan kerja keras.Sesi terakhir dilaksanakan pada Kamis, 12 Februari 2026, bersama kelas 1A dan 1B. Meskipun masih duduk di kelas bawah, semangat mereka tidak kalah besar. Dengan bimbingan guru, mereka belajar mengenal konsep jual beli secara sederhana, mulai dari menyebutkan harga hingga menerima pembayaran. Pengalaman ini menjadi momen berharga bagi mereka untuk belajar sambil bermain.Kegiatan Market Day ini benar-benar berlangsung sangat meriah. Seluruh siswa tampak bahagia dan bersemangat. Para guru dan staf di lingkungan Al Siddiq International turut serta berbelanja dan memberikan dukungan penuh kepada para siswa. Bahkan, siswa dari jenjang TK dan SMP di bawah naungan Al Siddiq International School juga ikut meramaikan acara dengan berbelanja, sehingga suasana kebersamaan semakin terasa hangat.Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang kewirausahaan, tetapi juga mengasah keterampilan komunikasi, manajemen sederhana, kreativitas, serta kerja sama tim. Market Day menjadi wadah pembelajaran kontekstual yang menyenangkan dan bermakna. Diharapkan, pengalaman ini dapat menumbuhkan jiwa mandiri dan semangat berwirausaha sejak dini pada diri setiap siswa, sekaligus mempererat kebersamaan seluruh keluarga besar Al Siddiq International.By: Yundara Ulfa Priatna, M.Pd.

Kegiatan, SMP

Pelepasan Kepala Sekolah sebagai Bentuk Apresiasi Institusional oleh Komite Sekolah dan OSIS

Jumat, 27 Februari 2026 menjadi momentum yang sarat makna bagi keluarga besar Al-Siddiq International School. Bertempat di Masjid Al Siddiq International School lantai 2, acara pelepasan Kepala Sekolah, Mr. Yusuf Yudhana, S.Pd, dilaksanakan seusai dzikir bersama, menghadirkan suasana yang khidmat, reflektif, dan penuh haru.Lantunan dzikir yang menggema di ruang utama masjid tidak sekadar menjadi pembuka rangkaian acara, melainkan simbol bahwa setiap kepemimpinan dalam institusi pendidikan berpijak pada nilai spiritual dan tanggung jawab moral. Dari ruang yang penuh keberkahan itulah doa-doa dilangitkan, mengiringi transisi kepemimpinan yang telah menorehkan jejak sejarahnya sendiri.Apresiasi dan Refleksi Kepemimpinan Dalam sambutannya, perwakilan Komite Sekolah yang diwakili oleh Ibu Delta Jagad menyampaikan apresiasi mendalam kepada Mr. Yusuf Yudhana, S.Pd, atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan.“Kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan amanah peradaban. Di tangan seorang pemimpinlah arah ditentukan dan budaya dibentuk. Terima kasih atas dedikasi yang tinggi selama ini demi memajukan Al-Siddiq International School.”Ungkapan tersebut merefleksikan penghargaan atas kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada capaian program, tetapi juga pada pembentukan kultur sekolah yang progresif dan berkarakter.Sementara itu, dalam sambutan perpisahannya, Kepala Sekolah menyampaikan pesan yang menyentuh dan penuh ketulusan.“Sekolah ini bukan sekadar tempat belajar, melainkan ruang tumbuhnya karakter dan cita-cita besar. Jika hari ini kita melihat anak-anak lebih percaya diri, lebih berakhlak, dan lebih berprestasi, itu adalah hasil kerja bersama.”Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada para guru, Komite Sekolah, serta seluruh siswa atas kolaborasi dan dukungan yang terjalin selama masa kepemimpinan. Baginya, setiap capaian yang diraih merupakan buah dari kebersamaan, bukan kerja individual semata.Perpisahan ini ditegaskan bukan sebagai akhir dari kebersamaan, melainkan perubahan peran dalam panggung pengabdian. Kepemimpinan boleh berganti, namun nilai dan semangat yang telah ditanamkan tidak boleh berhenti. Sekolah akan terus melangkah maju karena dibangun di atas fondasi kebersamaan, integritas, dan doa.Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin secara khidmat, memohon keberkahan atas setiap langkah pengabdian yang telah dilalui. Suasana haru semakin terasa ketika seluruh guru, siswa, dan Komite Sekolah saling bersalaman dan bermaaf-maafan dengan Kepala Sekolah. Momentum tersebut menjadi simbol kuatnya ikatan kekeluargaan yang telah terbangun—bukan sekadar seremoni perpisahan, melainkan perjumpaan hati yang dilandasi rasa hormat, terima kasih, dan doa tulus untuk keberlanjutan pengabdian di masa mendatang.di masa mendatang.By Retno Suzzane, Lc, M. Pd

Kegiatan, TK

Lampion dan Mozaik Penuh Warna untuk Ramadhan

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, murid TK A dan TK B Al Siddiq International mengikuti kegiatan kreatif membuat lampion dan gantungan mozaik berbentuk bulan dan bintang. Kegiatan ini menjadi momen yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi anak-anak. Dengan suasana kelas yang penuh semangat, mereka belajar sambil berkarya menggunakan tangan dan imajinasi mereka sendiri.Pembuatan lampion dilaksanakan pada hari Senin, 23 Februari 2025, di kelas masing-masing. Guru terlebih dahulu mencetak pola lampion yang sudah disiapkan. Anak-anak kemudian menghiasnya dengan memberi warna sesuai kreativitas mereka. Untuk TK A, tulisan “Ramadan Mubarak” sudah tersedia pada pola, sehingga mereka fokus mewarnai dan memperindah tampilannya. Sementara itu, murid TK B menulis sendiri “Ramadan Mubarak” menggunakan krayon sebelum menghias lampion mereka. Dalam prosesnya, murid TK A masih dibantu guru saat menggunting pola dan menempelkan bagian-bagiannya dengan lem. Adapun murid TK B melakukannya secara mandiri, dengan guru yang hanya mengarahkan langkah-langkahnya.Keesokan harinya, Selasa, 24 Februari 2026, kegiatan dilanjutkan dengan membuat gantungan mozaik bulan dan bintang. Guru menyiapkan kertas origami sebagai bahan utama mozaik dan mencetak pola bulan serta bintang. Anak-anak kemudian mengisi pola tersebut dengan tempelan potongan kertas warna-warni. Setelah seluruh permukaan tertutup rapi, hasil karya digunting mengikuti bentuknya dan diberi tali agar dapat digantung sebagai hiasan.Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan makna dan suasana Ramadhan kepada anak-anak sejak dini dengan cara yang menyenangkan dan sesuai usia mereka. Selain itu, kegiatan ini juga melatih motorik halus melalui aktivitas mewarnai, menggunting, menempel, dan menulis. Anak-anak belajar mengikuti instruksi, bersabar menyelesaikan tugas, serta menumbuhkan rasa percaya diri ketika melihat hasil karya mereka selesai. Perbedaan tingkat kemandirian antara TK A dan TK B juga menjadi bagian dari proses pembelajaran yang disesuaikan dengan tahap perkembangan masing-masing.Melalui kegiatan membuat lampion dan mozaik ini, murid TK A dan TK B tidak hanya menghasilkan hiasan Ramadhan yang indah, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang berharga. Mereka belajar bekerja dengan rapi, bertanggung jawab terhadap tugasnya, dan menghargai hasil karya sendiri maupun teman-temannya. Suasana kelas pun terasa hangat dan penuh keceriaan, mencerminkan semangat menyambut Ramadhan dengan hati yang gembira.By Inka Amalia, S.Pd