Belajar Pola dan Warna Lewat Karya Ramadhan
Dalam rangka menyambut suasana Ramadhan, murid TK A dan TK B Al Siddiq International mengikuti dua kegiatan kreatif yang berlangsung di kelas masing-masing. Pada hari Rabu, 25 Februari 2025, anak-anak membuat stempel bergambar masjid. Kemudian pada hari Kamis, 26 Februari 2026, mereka melanjutkan dengan kegiatan membuat hiasan ketupat. Kedua kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari pembelajaran tematik yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini.Pada kegiatan membuat stamp, guru terlebih dahulu menyiapkan pola gambar masjid. Untuk murid TK A, pola masjid sudah dibantu digunting oleh guru agar anak-anak bisa langsung fokus pada proses stamping. Sementara itu, murid TK B diberi kesempatan untuk menggunting pola masjidnya sendiri dengan arahan guru. Setelah itu, guru membagikan kertas polos sebagai media. Anak-anak kemudian memberi cat pada pola dan melakukan stamping berulang kali hingga seluruh permukaan kertas tertutup warna. Langkah terakhir yang paling dinanti adalah mencabut pola masjid, sehingga tampak siluet masjid yang rapi dan menarik di atas kertas mereka.Keesokan harinya, kegiatan dilanjutkan dengan membuat hiasan ketupat. Untuk murid TK A, guru telah menyiapkan potongan bulat-bulat kertas yang siap disusun. Anak-anak menyusunnya mengikuti pola a-b-a-b, sehingga mereka belajar mengenal pola berulang secara sederhana. Setelah susunan selesai, mereka menambahkan gantungan di bagian bawah dan tali di bagian atas sebagai sentuhan akhir. Pada murid TK B, guru menyiapkan setengah dari bulat-bulat tersebut, sementara setengah lainnya dibuat sendiri oleh anak-anak. Setelah semua bagian lengkap, mereka menyusunnya dengan pola yang sama dan menambahkan gantungan serta tali agar dapat digantung sebagai hiasan.Kegiatan ini memiliki beberapa tujuan penting. Selain mengenalkan simbol-simbol yang dekat dengan bulan Ramadhan seperti masjid dan ketupat, kegiatan ini juga melatih motorik halus anak melalui aktivitas menggunting, menempel, mencetak, dan menyusun pola. Anak-anak belajar mengikuti instruksi secara bertahap, melatih konsentrasi, serta mengembangkan kreativitas dalam memilih dan memadukan warna. Khusus pada kegiatan menyusun ketupat, mereka juga belajar mengenal konsep pola dan urutan secara sederhana.Melalui kegiatan ini, murid TK A dan TK B tidak hanya menghasilkan karya yang indah, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna. Perbedaan tingkat kemandirian antara TK A dan TK B menjadi bagian dari proses pembelajaran yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan masing-masing. Suasana kelas pun terasa hidup dan penuh semangat. Dengan kegiatan seperti ini, pembelajaran menjadi lebih menyenangkan sekaligus memperkuat pemahaman anak tentang makna dan tradisi Ramadhan.By Inka Amalia, S. Pd



