Al Siddiq International School

20 Agustus 2025

Kegiatan, SMP

Suara yang Menentukan Arah

Bekasi, 13 Agustus 2025 – Lantai 4 SMP Al-Siddiq International pada Selasa pagi, 12 Agustus 2025, dipenuhi suara langkah, gemerisik kertas, dan bisik-bisik optimisme. Di panggung kecil, dua MC muda — Shalwa Ayu Rufista dan Flavia Rana Faiha — membuka acara dengan panduan tata cara pemilihan. Tenang, jelas, dan penuh senyum. Acara berlanjut. Kezia Killa Aulia Lingkan melantunkan ayat suci Al-Qur’an, membungkus ruangan dengan khidmat. Lalu sambutan hangat datang dari Mr. Yusuf Yudhana, S.Pd, Kepala Sekolah SMP Al-Siddiq, yang mengingatkan bahwa pemilihan bukan sekadar memilih, tapi juga belajar bertanggung jawab atas pilihan. Dua pasangan kandidat sudah siap di panggung demokrasi mereka.Nomor urut 1: Alanza Lareina Clarissa dan Raisafa Saffir Audyra.Nomor urut 2: Azka Fakhri Arkananta dan Muhammad Kautsar Mehaga Perangin-angin.Empat wajah muda, empat ambisi yang sama: memimpin demi kemajuan OSIS. Pemungutan suara dibuka oleh Penasihat Keislaman, Ust. Abdullah Haris, Lc., M.Pd. Satu kertas, satu tanda, satu harapan. Lalu disusul Mr. Yusuf Yudhana, S.Pd, Mrs. Reni Oktavia, S.Si., M.Pd (Kepala SD Al-Siddiq), dan Mr. Ginanjar Citra Cimarga, M.Pd (Direktur Sekolah). Setelah itu, giliran para guru SMP Al-Siddiq, lalu seluruh peserta didik, mengantre dengan tertib untuk memberikan suara. Di ruangan itu, proses berlangsung sederhana tapi bermakna. Tidak ada sorak berlebihan, tidak ada riuh tak perlu. Hanya tatapan serius dan tangan yang mantap melipat kertas suara. Karena di sinilah mereka belajar bahwa demokrasi bukan hanya tentang siapa yang menang, tapi tentang menghargai proses, menghormati pilihan, dan menerima hasilnya. Hari ini, di lantai 4 SMP Al-Siddiq International, suara-suara kecil itu membentuk arah besar. Dan mungkin, di masa depan, mereka akan mengingat hari ini sebagai awal dari perjalanan memimpin — bukan hanya untuk OSIS, tapi untuk hidup mereka sendiri.By Umair Shoddiq, S.I.Kom

Uncategorized

Menanamkan Cinta Tanah Air Sejak Dini: Kegiatan Literasi TK B Al Siddiq International

Pada Hari Senin, 11 Agustus 2025 menjadi hari yang istimewa bagi anak-anak TK B Al Siddiq International. Di kelas Literasi, mereka mengikuti pembelajaran mengenal lambang negara dan Pancasila dengan cara yang seru, interaktif, dan penuh keceriaan. Kegiatan ini dirancang agar anak-anak dapat memahami nilai-nilai Pancasila sekaligus menumbuhkan rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia.Kegiatan dimulai dengan guru mengajak anak-anak berdiskusi ringan tentang sila-sila dalam Pancasila. Guru menanyakan apa yang sudah mereka ketahui, lalu menjelaskan makna tiap sila dengan bahasa sederhana. Interaksi ini membuat suasana kelas hidup dan memberi ruang bagi anak-anak untuk berpikir serta menyampaikan pendapat.Selanjutnya, guru mengenalkan lambang dari setiap sila Pancasila. Anak-anak diperlihatkan gambar banteng, padi dan kapas, pohon beringin, serta rantai, sambil mendengarkan penjelasan singkat mengenai arti setiap lambang. Penjelasan dibuat relevan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga mudah dipahami oleh anak-anak.Setelah itu, setiap anak mendapat worksheet berisi ruang untuk menempel gambar lambang sila yang tepat. Aktivitas menempel ini bukan hanya membantu anak mengenali simbol-simbol Pancasila, tetapi juga melatih koordinasi mata dan tangan serta mengasah keterampilan motorik halus mereka.Sebagai penutup, anak-anak bersama guru berdiri menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan penuh semangat. Momen ini menjadi penguatan rasa cinta tanah air dan pengingat akan pentingnya menjaga persatuan. Lewat kegiatan literasi yang sederhana namun bermakna ini, anak-anak belajar mengenal, menghargai, dan mencintai bangsanya sejak usia dini.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, SMP

Enam Murid SMP Al-Siddiq Dilantik Sebagai Pramuka Garuda

Bekasi, 12 Agustus 2025 – Hari Minggu di halaman SMPN 17 Bekasi, pada 10 Agustus 2025, bendera merah putih berkibar di bawah langit pagi. Udara membawa aroma tanah basah, namun sorot mata enam siswa SMP Al-Siddiq International justru menyala terang. Hari ini, mereka bukan sekadar siswa. Mereka dilantik menjadi Pramuka Garuda — pencapaian tertinggi dalam dunia kepramukaan. Dua di antara mereka adalah putra: Kenzie Raditya Prasetyo Putra dan Syathir Ibnu Dinar. Empat lainnya adalah putri: Shalwa Ayu Rufista, Anisa Apriliani, Khansa Naifah, dan Fanya Marva Azzahra. Enam nama, enam cerita perjuangan. Menjadi Pramuka Garuda bukan perkara sekejap. Ada latihan fisik, ujian mental, dan pengabdian tanpa pamrih. Ada sore-sore panjang yang dihabiskan untuk berlatih tali-temali, pagi yang disambut dengan baris-berbaris, serta malam-malam penuh diskusi dan refleksi. Pelantikan itu bukan sekadar prosesi. Ia adalah puncak dari perjalanan yang penuh peluh dan tekad. Saat tanda pelantikan disematkan, terlihat jelas: senyum mereka bukan hanya tanda senang, tapi juga bukti bahwa disiplin, keberanian, dan ketulusan masih punya tempat di hati generasi muda. Dari Al-Siddiq, mereka belajar arti memimpin tanpa merasa paling tinggi, melayani tanpa merasa paling rendah. Kini, sayap Garuda mereka terbentang — siap mengarungi langit yang lebih luas. Karena pada akhirnya, Pramuka Garuda bukan hanya gelar. Ia adalah panggilan untuk terus mengabdi, di mana pun kaki berpijak, dan untuk siapa pun hati bergerak.By Umair Shoddiq,S.I.Kom