Al Siddiq International School

Author name: Al Siddiq International

Kegiatan, TK

Perkuat Sinergi Antar Sekolah dan Komite Sekolah

Pada Jumat, 9 Oktober 2026, TK Al Siddiq International melaksanakan kegiatan pengukuhan Komite TK sekaligus rapat koordinasi mengenai rencana kegiatan field trip. Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat TK dan diikuti oleh Kepala Sekolah, seluruh wali kelas, serta anggota Komite Sekolah. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penguatan sinergi antara sekolah dan komite dalam mendukung berbagai program pendidikan yang akan dilaksanakan.Kegiatan dilaksanakan sekitar satu jam sebelum waktu kepulangan murid, yaitu pukul 9.30. Kepala Sekolah, para guru, dan anggota komite berkumpul di ruang rapat untuk mengikuti rangkaian acara yang telah disiapkan. Acara diawali oleh pembawa acara (MC) yang membuka kegiatan dan menyampaikan susunan acara kepada seluruh peserta yang hadir.Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Sekolah TK Al Siddiq International. Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menyampaikan pentingnya kerja sama dan komunikasi yang baik antara pihak sekolah dengan Komite Sekolah. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan berbagai program sekolah sehingga dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi para murid.Agenda berikutnya adalah pengukuhan Komite TK yang dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Komite. Pengukuhan ini menjadi bagian penting dalam membangun struktur kerja sama antara sekolah dan komite secara lebih terarah. Dengan adanya komite yang telah dikukuhkan, diharapkan komunikasi, koordinasi, serta dukungan terhadap berbagai kegiatan sekolah dapat berjalan semakin baik.Setelah prosesi pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi mengenai rencana field trip TK Al Siddiq International. Dalam sesi ini, pihak sekolah bersama komite membahas berbagai hal yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan field trip yang akan datang. Koordinasi dilakukan agar kegiatan dapat dipersiapkan dengan matang, mulai dari konsep kegiatan hingga berbagai kebutuhan yang perlu diperhatikan demi kenyamanan dan keamanan murid.Pembahasan mengenai field trip juga menjadi kesempatan bagi sekolah dan komite untuk menyamakan pemahaman serta menentukan langkah-langkah persiapan yang diperlukan. Melalui komunikasi secara langsung, berbagai masukan dapat disampaikan dan didiskusikan bersama sehingga kegiatan nantinya dapat terlaksana secara terencana dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.Kegiatan pengukuhan Komite TK dan rapat koordinasi ini diharapkan dapat semakin mempererat hubungan antara sekolah, guru, dan komite. Sinergi yang baik dari seluruh pihak merupakan salah satu hal penting dalam mendukung terciptanya berbagai kegiatan sekolah yang positif, edukatif, dan menyenangkan bagi murid.Melalui kegiatan ini, TK Al Siddiq International terus berkomitmen untuk membangun kerja sama yang baik dengan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pendidikan. Dengan komunikasi dan koordinasi yang berkelanjutan, sekolah berharap setiap program yang direncanakan, termasuk kegiatan field trip, dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, SD

SD Al Siddiq International Gelar Parenting Seminar dan Pelantikan Komite Sekolah, Bahas Pengasuhan Generasi Alpha di Era Digital

Bekasi, 10 Oktober 2026 — SD Al Siddiq International menyelenggarakan kegiatan Parenting Seminar & School Committee Inauguration pada Sabtu, 10 Oktober 2026, bertempat di SD Al Siddiq International. Kegiatan yang berlangsung pukul 07.30–10.00 WIB ini dihadiri oleh para orang tua peserta didik sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak.Mengusung tema “Raising Gen Alpha in a Digital Era: From Screen Time to Meaningful Time”, kegiatan ini menghadirkan Dr. Awaluddin Faj, M.Pd. sebagai narasumber. Seminar ini membahas pentingnya pola pengasuhan yang tepat dalam mendampingi Generasi Alpha, yaitu generasi anak yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.Di era digital, penggunaan gawai dan akses terhadap berbagai platform digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari anak. Kondisi ini menghadirkan tantangan tersendiri bagi orang tua dalam mengatur waktu penggunaan layar (screen time), memilih konten yang sesuai, serta memastikan bahwa teknologi memberikan manfaat bagi proses belajar dan perkembangan anak.Melalui seminar parenting ini, para orang tua diajak untuk memahami pentingnya pendampingan yang aktif dan bijak dalam penggunaan teknologi. Anak tidak hanya membutuhkan batasan dalam menggunakan perangkat digital, tetapi juga memerlukan keterlibatan orang tua untuk mengarahkan waktu mereka pada aktivitas yang lebih bermakna, seperti membaca buku, berkomunikasi dengan keluarga, bermain secara aktif, mengembangkan kreativitas, serta membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari.Selain seminar parenting, kegiatan ini juga menjadi momentum pelantikan School Committee atau Komite Sekolah. Pelantikan ini merupakan langkah penting dalam memperkuat kolaborasi antara pihak sekolah dan orang tua untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang positif, suportif, dan berorientasi pada perkembangan peserta didik.Keberadaan Komite Sekolah diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi dan kerja sama antara orang tua dan sekolah. Melalui keterlibatan aktif berbagai pihak, program-program pendidikan dapat berjalan lebih optimal dan selaras dengan kebutuhan peserta didik, baik dalam aspek akademik, karakter, sosial, maupun spiritual.SD Al Siddiq International meyakini bahwa pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga. Sinergi yang baik akan membantu anak memperoleh pendampingan yang konsisten, sehingga nilai-nilai positif yang ditanamkan di sekolah dapat terus diperkuat di lingkungan rumah.Melalui penyelenggaraan Parenting Seminar & School Committee Inauguration ini, SD Al Siddiq International berharap para orang tua semakin siap menghadapi tantangan pengasuhan di era digital serta mampu menciptakan interaksi yang lebih berkualitas bersama anak. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang semakin erat antara sekolah dan orang tua dalam mewujudkan pendidikan yang bermakna bagi generasi masa depan. Bersama membangun sinergi, mendampingi anak dengan bijak, dan menyiapkan Generasi Alpha menjadi generasi yang berkarakter, berprestasi, serta siap menghadapi tantangan zaman.By Muslihatul Maula, Lc, M.Pd

Kegiatan, SMP

Siswa SMP Al-Siddiq International Berhasil Lolos ke Babak Final KSNR Tingkat Provinsi

Bekasi, 20 September 2026 — Prestasi membanggakan kembali diraih oleh siswa-siswi SMP Al-Siddiq International dalam ajang Kompetisi Sains Nasional Ruang (KSNR) babak semifinal tingkat provinsi yang diselenggarakan di Sekolah Islam Teratai Putih Global, Bekasi, pada 20 September 2026.Dalam kompetisi tersebut, lima siswa SMP Al-Siddiq International berhasil meraih prestasi dengan lolos ke babak final. Adapun siswa-siswi yang berhasil melaju ke tahap selanjutnya adalah:Cordelia Elodie RizalMuhammad Alvaro SiregarMuhammad Kautsar MehagaAlanza Lareina ClarissaRaisafa Saffir AudyraKharisa Andita Rukmi putriKeberhasilan ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar SMP Al-Siddiq International sekaligus bukti semangat para siswa dalam mengembangkan kemampuan akademik, meningkatkan daya saing, dan meraih prestasi di bidang sains.Pencapaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus belajar, berusaha, dan berani mengikuti berbagai kompetisi akademik, baik di tingkat daerah maupun nasional.SMP Al-Siddiq International terus berkomitmen mendukung pengembangan potensi peserta didik melalui pembelajaran yang berkualitas serta pembinaan prestasi akademik dan karakter Islami. Sekolah berharap keberhasilan ini menjadi langkah awal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi pada babak final mendatang.Selamat kepada seluruh siswa yang berhasil lolos ke babak final KSNR tingkat provinsi! Semoga prestasi ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan, serta menjadi inspirasi bagi teman-teman lainnya untuk terus berprestasi, membawa nama baik sekolah, dan meraih hasil terbaik pada babak final.Terus berprestasi, berakhlak mulia, dan menjadi generasi unggul bersama SMP Al-Siddiq International.By Retno Suzanne Handayani, Lc, M.Pd

Kegiatan, TK

Perkuat Kualitas Pendidikan, TK Al Siddiq International Menyambut Hangat Kunjungan Penilik TK

Pada Selasa, 6 Oktober 2026, TK Al Siddiq International menerima kunjungan dari Penilik TK dalam rangka koordinasi dan pemantauan pelaksanaan program pendidikan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini berlangsung di ruang rapat TK Al Siddiq International dan dihadiri oleh Penilik TK, Bapak Riyadi beserta rekan, Kepala Sekolah TK, serta Tenaga Administrasi TK Al Siddiq International.Kunjungan ini menjadi salah satu bentuk koordinasi antara pihak sekolah dengan Penilik TK dalam mendukung pelaksanaan program dan administrasi pendidikan. Dalam pertemuan tersebut, pihak penilik dan sekolah membahas berbagai hal yang berkaitan dengan Jabar Beraksi, termasuk persiapan serta pelaksanaan tugas-tugas yang perlu diselesaikan oleh satuan pendidikan. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi sekolah untuk memperoleh arahan dan memastikan berbagai dokumen serta kegiatan yang dilaksanakan telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Selain melakukan koordinasi, Penilik TK juga melakukan observasi secara langsung terhadap kondisi dan pelaksanaan kegiatan di TK Al Siddiq International. Observasi ini dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah, baik dari sisi lingkungan maupun pelaksanaan kegiatan yang mendukung proses pembelajaran. Dengan melihat kondisi sekolah secara langsung, penilik dapat memberikan masukan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi satuan pendidikan.Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada kelengkapan administrasi, tetapi juga pada bagaimana sekolah menjalankan berbagai program dan kegiatan pendidikan secara nyata. Hal tersebut penting untuk memastikan bahwa dokumen dan tugas yang disiapkan sekolah selaras dengan praktik yang berlangsung di lingkungan TK Al Siddiq International.Bagi TK Al Siddiq International, kunjungan Penilik TK menjadi kesempatan yang baik untuk melakukan evaluasi dan pembenahan secara berkelanjutan. Arahan serta hasil koordinasi yang diberikan dapat menjadi bahan bagi sekolah dalam menyempurnakan berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan, termasuk administrasi, program sekolah, serta kesiapan dalam menjalankan tugas-tugas yang berkaitan dengan Jabar Beraksi.Melalui kegiatan ini, TK Al Siddiq International terus berupaya menjaga kualitas penyelenggaraan pendidikan dan memenuhi berbagai ketentuan yang ditetapkan. Kolaborasi antara pihak sekolah dan Penilik TK diharapkan dapat mendukung terciptanya pengelolaan pendidikan yang semakin baik, tertib, dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan sekolah.Kunjungan yang berlangsung dengan suasana koordinatif ini juga menjadi bagian dari komitmen TK Al Siddiq International untuk terus melakukan perbaikan dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Dengan adanya pemantauan, observasi, dan komunikasi secara langsung, sekolah dapat memperoleh evaluasi sekaligus arahan untuk terus berkembang dalam memberikan pengalaman belajar yang terbaik bagi anak-anak.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, SD

SD Al Siddiq International Gelar Takrim Tasmi dan Munaqosyah Al-Qur’an Batch 1

Bekasi, 9 Oktober 2026 — SD Al Siddiq International menyelenggarakan kegiatan Takrim Tasmi dan Munaqosyah Al-Qur’an Batch 1 pada Jumat, 9 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk apresiasi sekolah terhadap peserta didik yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an, sekaligus sebagai sarana untuk menguji kualitas hafalan, melatih keberanian, dan menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini.Kegiatan ini diikuti oleh 14 peserta didik yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an pada beberapa tingkatan juz, yaitu Juz 30, Juz 29 dan 30, serta Juz 28, 29, dan 30. Pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses belajar, latihan, dan murajaah yang dilakukan secara konsisten oleh para peserta didik.Melalui kegiatan tasmi, para peserta didik memperdengarkan hafalan Al-Qur’an yang telah mereka kuasai. Sementara itu, munaqosyah menjadi bagian dari proses evaluasi untuk mengukur ketepatan hafalan, kelancaran bacaan, serta kemampuan peserta dalam melafalkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan baik. Kedua kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hafalan sekaligus membangun rasa percaya diri peserta didik.Pelaksanaan Takrim Tasmi dan Munaqosyah Batch 1 tidak hanya berfokus pada pencapaian jumlah hafalan, tetapi juga pada pembentukan karakter Islami. Melalui proses ini, peserta didik dilatih untuk memiliki kedisiplinan, kesungguhan, kesabaran, dan tanggung jawab dalam menjaga hafalan Al-Qur’an. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan kesadaran bahwa menghafal Al-Qur’an bukan sekadar menyelesaikan sejumlah juz, melainkan juga merupakan langkah awal untuk terus berinteraksi dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.Bagi SD Al Siddiq International, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam mendukung pendidikan Al-Qur’an dan membangun generasi Qur’ani yang berakhlak mulia. Sekolah berupaya menciptakan lingkungan belajar yang mendorong peserta didik untuk mencintai Al-Qur’an, meningkatkan kualitas bacaan dan hafalan, serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.Apresiasi juga diberikan kepada para orang tua yang senantiasa mendampingi dan mendukung proses hafalan putra-putri mereka. Peran keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga semangat anak untuk terus belajar, mengulang hafalan, dan memperkuat kedekatan dengan Al-Qur’an. Sinergi antara sekolah dan orang tua diharapkan dapat menciptakan proses pendidikan Al-Qur’an yang berkesinambungan.Melalui penyelenggaraan Takrim Tasmi dan Munaqosyah Batch 1 ini, SD Al Siddiq International berharap semakin banyak peserta didik yang termotivasi untuk meningkatkan hafalan dan memperbaiki kualitas bacaan Al-Qur’an. Pencapaian para peserta pada kesempatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik untuk terus berusaha, bersemangat dalam menghafal, dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.Semoga setiap ayat yang dihafalkan menjadi cahaya bagi para peserta didik, membawa keberkahan bagi keluarga, serta menjadi bekal untuk tumbuh sebagai generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia. SD Al Siddiq International — Menumbuhkan Generasi Qur’ani yang Berprestasi dan Berakhlak Mulia.By Muslihatul Maula, Lc

Kegiatan, SMP

Siswa-Siswi SMP Al-Siddiq International Ikuti Eduversal Mathematics Competition (EMC) 2026 Secara Online

Bekasi, 11 Oktober 2026 — Siswa-siswi SMP Al-Siddiq International mengikuti Eduversal Mathematics Competition (EMC) 2026, sebuah kompetisi matematika yang diselenggarakan melalui platform Arena.competzy.net. Kompetisi ini dilaksanakan secara daring (online), sehingga para peserta dapat mengerjakan soal dari rumah masing-masing.Keikutsertaan dalam kompetisi ini merupakan salah satu upaya SMP Al-Siddiq International untuk mendorong pengembangan potensi akademik peserta didik, khususnya dalam bidang matematika. Melalui kompetisi ini, siswa diharapkan dapat mengasah kemampuan berpikir logis, analitis, dan kritis, sekaligus meningkatkan ketelitian serta kepercayaan diri dalam menyelesaikan berbagai persoalan matematika.Adapun sembilan siswa SMP Al-Siddiq International yang mengikuti Eduversal Mathematics Competition (EMC) pada 11 Oktober 2026 adalah:

Kegiatan, TK

Diskusi Perkembangan Murid TK Al Siddiq pada 3 bulan pertama di Semester 1

Pada Jumat, 2 Oktober 2026, TK Al Siddiq International melaksanakan kegiatan pembagian rapor Mid Semester 1 bagi seluruh murid. Kegiatan ini dilaksanakan di kelas masing-masing dengan melibatkan guru dan orang tua atau wali murid. Pembagian rapor menjadi salah satu momen penting bagi sekolah dan orang tua untuk bersama-sama melihat serta memahami perkembangan anak selama tiga bulan pertama menjalani proses pembelajaran di sekolah.Kegiatan pembagian rapor tidak hanya menjadi agenda untuk menyampaikan hasil belajar anak, tetapi juga menjadi kesempatan bagi guru dan orang tua untuk berdiskusi secara langsung mengenai perkembangan anak. Melalui pertemuan ini, orang tua dapat memperoleh gambaran mengenai proses belajar, kemampuan, serta perkembangan anak selama mengikuti berbagai kegiatan di sekolah. Komunikasi dua arah antara guru dan orang tua diharapkan dapat membantu menciptakan pendampingan yang lebih tepat dan berkesinambungan bagi setiap anak.Untuk memastikan kegiatan berjalan dengan tertib dan nyaman, orang tua datang sesuai dengan waktu kedatangan yang telah disepakati sebelumnya. Setibanya di sekolah, orang tua atau wali murid terlebih dahulu bertemu dengan wali kelas masing-masing. Pada sesi ini, wali kelas menyampaikan dan mendiskusikan rapor akademik anak, termasuk perkembangan anak selama mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas.Setelah berdiskusi bersama wali kelas, orang tua kemudian melanjutkan sesi bersama guru Qur’an. Pada sesi ini, perkembangan pembelajaran Qur’an anak dibahas secara lebih khusus. Rapor Qur’an mencakup beberapa aspek, yaitu tahfidz, tahsin, serta kemampuan membaca berbagai bacaan doa yang telah dipelajari anak selama tiga bulan pertama di sekolah.Dalam aspek tahfidz, guru menyampaikan perkembangan hafalan Al-Qur’an anak sesuai dengan pembelajaran yang telah diberikan. Sementara itu, pada aspek tahsin, orang tua mendapatkan informasi mengenai perkembangan kemampuan anak dalam membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai dengan tahap pembelajarannya. Selain itu, perkembangan bacaan doa, termasuk hadis dan doa-doa pendek yang telah dipelajari, juga menjadi bagian dari pembahasan bersama guru Qur’an.Melalui kegiatan pembagian raport Mid Semester 1 ini, sekolah berharap orang tua tidak hanya mengetahui hasil perkembangan anak, tetapi juga memahami proses yang telah dilalui selama belajar di sekolah. Setiap anak memiliki perkembangan dan keunikan masing-masing, sehingga hasil rapor menjadi salah satu sarana untuk melihat capaian sekaligus menentukan langkah pendampingan berikutnya.Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak. Dengan komunikasi yang terbuka antara wali kelas, guru Qur’an, dan orang tua, diharapkan setiap anak dapat memperoleh pendampingan yang sesuai dengan kebutuhannya, baik dalam aspek akademik maupun dalam pembelajaran Al-Qur’an dan nilai-nilai keislaman.Pembagian rapor Mid Semester 1 di TK Al Siddiq International menjadi momentum untuk bersama-sama mengapresiasi setiap proses dan pencapaian anak selama tiga bulan pertama. Semoga kolaborasi yang terjalin antara sekolah dan orang tua dapat terus berjalan dengan baik, sehingga anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berkarakter, serta berkembang secara optimal dalam lingkungan belajar yang penuh dukungan.By Inka Amalia, S.Pd

Uncategorized

Semarak Hari Batik Nasional di SD Al Siddiq International: Bangga Mengenakan Warisan Budaya Indonesia

Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada Jumat, 2 Oktober 2026, keluarga besar SD Al Siddiq International turut memeriahkan momen istimewa tersebut dengan mengenakan pakaian batik. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sederhana namun bermakna dalam menumbuhkan rasa cinta, bangga, dan kepedulian siswa terhadap budaya Indonesia sejak usia dini.Sejak pagi, suasana sekolah tampak lebih semarak dengan hadirnya para siswa dan guru yang mengenakan berbagai motif batik. Beragam corak dan warna batik yang dikenakan menciptakan suasana yang ceria sekaligus menunjukkan keindahan dan keberagaman budaya Indonesia. Para siswa pun terlihat antusias dan percaya diri mengenakan batik dalam kegiatan belajar mereka di sekolah.Peringatan Hari Batik Nasional bukan hanya tentang mengenakan pakaian bermotif batik, tetapi juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal lebih dekat salah satu warisan budaya yang menjadi identitas bangsa Indonesia. Batik memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan kaya akan nilai seni, kreativitas, serta filosofi. Berbagai daerah di Indonesia memiliki motif dan karakter batik yang berbeda, sehingga batik menjadi salah satu gambaran nyata dari keberagaman budaya Nusantara.Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk memahami bahwa melestarikan budaya dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Mengenakan batik merupakan salah satu cara untuk menunjukkan penghargaan terhadap karya budaya bangsa. Selain itu, siswa juga dapat belajar untuk menghargai proses, kreativitas, dan keterampilan para pengrajin yang menghasilkan karya batik dengan penuh ketelitian dan kesabaran.Kegiatan mengenakan batik juga menjadi bagian dari pembelajaran karakter di SD Al Siddiq International. Sekolah tidak hanya berupaya memberikan pendidikan akademik, tetapi juga membangun karakter siswa agar memiliki rasa percaya diri, menghargai keberagaman, mencintai budaya, dan memiliki rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Nilai-nilai tersebut penting untuk ditanamkan sejak dini agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang berwawasan luas sekaligus tetap memiliki akar budaya yang kuat.Keceriaan semakin terasa ketika siswa dan guru bersama-sama mengenakan batik dalam suasana sekolah yang penuh kebersamaan. Momen tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat rasa kebersamaan antara seluruh warga sekolah. Para siswa dapat melihat bahwa budaya Indonesia merupakan sesuatu yang dekat dengan kehidupan mereka dan dapat dirayakan dengan cara yang menyenangkan.Peringatan Hari Batik Nasional juga mengajarkan kepada siswa bahwa warisan budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau para pelaku seni, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan budaya Indonesia. Dengan mengenal, menggunakan, menghargai, dan memperkenalkan batik, anak-anak turut mengambil bagian dalam menjaga warisan budaya agar tetap dikenal dan dicintai oleh generasi berikutnya.Bagi SD Al Siddiq International, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pengalaman sederhana yang meninggalkan kesan positif bagi para siswa. Semangat mengenakan batik diharapkan tidak berhenti pada satu hari peringatan saja, tetapi dapat menumbuhkan kebiasaan untuk selalu menghargai budaya Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.Melalui semangat Hari Batik Nasional 2026, SD Al Siddiq International terus mendorong para siswa untuk menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, percaya diri, serta mencintai budaya bangsa. Semoga kecintaan terhadap batik dan budaya Indonesia terus tumbuh dalam diri setiap siswa dan menjadi bagian dari perjalanan mereka untuk mengenal serta menjaga kekayaan Nusantara.Selamat Hari Batik Nasional 2026!Bangga Mengenakan Batik, Bangga Melestarikan Budaya Indonesia.By Muslihatul Maula, Lc

Kegiatan, SMP

Puskesmas Jatimakmur Gelar Pemeriksaan Kebugaran Siswa SMP Al-Siddiq

Bekasi, 30 September 2026 — SMP Al-Siddiq kembali mengadakan kegiatan yang mendukung kesehatan dan kebugaran siswa melalui pemeriksaan kebugaran tubuh bersama Puskesmas Jatimakmur, Rabu (30/9/2026). Kegiatan berlangsung di lapangan SMP Al-Siddiq dan diikuti oleh para siswa sebagai bagian dari upaya sekolah dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran sejak usia sekolah.Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengetahui kondisi kebugaran tubuh mereka melalui aktivitas fisik yang terukur. Selain menjadi bagian dari pembinaan kesehatan, kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman kepada siswa mengenai pentingnya aktivitas fisik dan pola hidup sehat.Mengukur Kebugaran dan Daya Tahan TubuhSalah satu kegiatan utama dalam pemeriksaan kebugaran adalah tes lari, di mana siswa diminta berlari sebanyak 11 putaran dengan jarak keseluruhan sekitar 1.000 meter di lapangan sekolah.Tes tersebut dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai kemampuan fisik siswa, terutama daya tahan kardiorespirasi, yaitu kemampuan tubuh menggunakan oksigen secara efektif ketika melakukan aktivitas fisik.Selama aktivitas berlangsung, siswa juga diarahkan untuk memperhatikan respons tubuh terhadap olahraga, seperti perubahan denyut jantung, pernapasan, kelelahan, dan kemampuan tubuh untuk mempertahankan aktivitas fisik.Dengan demikian, siswa tidak hanya melakukan olahraga, tetapi juga belajar mengenali bagaimana tubuh bekerja ketika mendapatkan beban aktivitas fisik.Tujuan Pemeriksaan KebugaranKegiatan pemeriksaan kebugaran ini memiliki beberapa tujuan penting, antara lain: 1. Mengetahui tingkat kebugaran siswaPemeriksaan memberikan gambaran mengenai kondisi kebugaran fisik siswa, terutama berkaitan dengan daya tahan tubuh dalam melakukan aktivitas fisik. 2. Mengukur daya tahan kardiorespirasi Aktivitas lari membantu memberikan gambaran mengenai kemampuan sistem pernapasan dan peredaran darah dalam mendukung aktivitas fisik. 3. Mengenalkan pentingnya kesehatan jantung dan tubuhMelalui aktivitas fisik, siswa diperkenalkan pada perubahan yang terjadi pada tubuh ketika berolahraga, seperti meningkatnya denyut jantung dan frekuensi pernapasan. 4. Membangun kesadaran hidup sehat sejak diniSiswa diharapkan memahami bahwa kesehatan tidak hanya berkaitan dengan tidak adanya penyakit, tetapi juga dengan kebugaran tubuh yang perlu dijaga melalui olahraga, pola makan yang baik, istirahat cukup, dan kebiasaan hidup sehat. 5. Mendorong siswa aktif berolahragaKegiatan ini diharapkan dapat memotivasi siswa untuk menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari, bukan hanya ketika mengikuti kegiatan sekolah. 6. Memberikan edukasi tentang kondisi tubuhSiswa belajar mengenali kemampuan dan respons tubuhnya sendiri ketika melakukan aktivitas fisik sehingga dapat lebih memahami pentingnya menjaga kebugaran. 7. Mendukung program kesehatan sekolah Kegiatan bersama Puskesmas Jatimakmur menjadi bagian dari upaya sekolah untuk membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya memperhatikan aspek akademik, tetapi juga kesehatan dan perkembangan fisik siswa.Belajar Mengenali Tubuh melalui Aktivitas FisikKegiatan pemeriksaan kebugaran memberikan pengalaman yang berbeda bagi para siswa. Mereka tidak hanya diminta berlari, tetapi juga diajak memahami apa yang terjadi pada tubuh ketika melakukan aktivitas fisik.Setelah berlari, denyut jantung dan pernapasan mengalami peningkatan karena tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen dan energi. Kondisi tersebut dapat menjadi pengalaman langsung bagi siswa untuk memahami materi kesehatan dan olahraga yang selama ini mereka pelajari.Kegiatan ini juga mengajarkan bahwa kemampuan fisik setiap siswa dapat berbeda. Karena itu, olahraga bukan semata-mata tentang siapa yang paling cepat, tetapi tentang bagaimana seseorang mampu menjaga kesehatan dan meningkatkan kemampuan tubuh secara bertahap.Melalui kegiatan pemeriksaan kebugaran bersama Puskesmas Jatimakmur, SMP Al-Siddiq berharap para siswa semakin memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan, aktif bergerak, dan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.Sehat tubuhnya, kuat aktivitasnya, dan siap belajar untuk meraih prestasi.By Retno Suzanne Handayani, Lc, M.Pd

Kegiatan, TK

Susun Puzzle Gambar Truk Sampah, yuk!

Pada Selasa, 29 September 2026, anak-anak TK A Al Siddiq International mengikuti kegiatan pembelajaran yang menyenangkan di kelas Sentra Persiapan. Kegiatan kali ini mengajak anak-anak menyusun puzzle bergambar truk sampah sekaligus belajar mengenal angka 1 sampai 5. Melalui aktivitas bermain sambil belajar, anak-anak diajak untuk mengembangkan berbagai kemampuan dasar dengan cara yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka.Kegiatan diawali dengan sambutan hangat dari guru kepada anak-anak yang datang ke kelas. Setelah itu, anak-anak mengikuti kegiatan absensi dan ice breaking untuk menciptakan suasana belajar yang ceria dan menyenangkan. Guru kemudian mengajak anak-anak berdiskusi mengenai sampah yang sering mereka jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak diperkenalkan dengan empat jenis sampah, yaitu sampah organik, kertas, plastik, dan B3. Pengenalan ini menjadi kesempatan bagi anak untuk mulai memahami pentingnya mengenal dan memilah sampah berdasarkan jenisnya.Setelah kegiatan pengenalan, anak-anak mulai diperkenalkan dengan puzzle bergambar truk sampah. Mereka diajak menyusun kepingan puzzle hingga membentuk gambar yang utuh. Aktivitas menyusun puzzle bertujuan untuk melatih kemampuan berpikir, konsentrasi, koordinasi mata dan tangan, serta kemampuan memecahkan masalah. Anak-anak juga belajar untuk bersabar, mencoba kembali ketika menemukan kesulitan, dan menyelesaikan tugas secara bertahap.Menariknya, kegiatan menyusun puzzle tidak hanya berfokus pada gambar. Anak-anak juga belajar mengenal lambang bilangan 1 sampai 5. Setiap bagian puzzle disusun dengan memperhatikan urutan angka sehingga anak dapat menghubungkan lambang bilangan dengan proses penyusunan gambar. Dengan cara ini, konsep angka diperkenalkan melalui kegiatan konkret dan menyenangkan sehingga anak dapat belajar tanpa merasa sedang menghafal.Selain mengenal angka, anak-anak juga diajak mengenal huruf yang terdapat pada nama mereka. Guru memberikan kesempatan kepada anak untuk memperhatikan dan menemukan huruf-huruf yang ada pada nama masing-masing. Kegiatan ini membantu menumbuhkan kesadaran anak terhadap bentuk dan bunyi huruf sekaligus menjadi langkah awal dalam pengenalan literasi.Melalui kegiatan tersebut, anak-anak TK A Al Siddiq International mendapatkan pengalaman belajar yang terintegrasi. Dalam satu aktivitas, mereka dapat mengembangkan kemampuan kognitif, motorik halus, bahasa, serta kemampuan memusatkan perhatian. Pembelajaran juga menjadi lebih bermakna karena dikemas melalui permainan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu mengenal sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.Kegiatan di Sentra Persiapan ini menunjukkan bahwa proses belajar anak usia dini dapat dilakukan melalui pengalaman yang sederhana, menyenangkan, dan penuh makna. Dengan bimbingan guru, anak-anak tidak hanya belajar menyusun puzzle, tetapi juga belajar mengenal angka, huruf, jenis sampah, serta membangun sikap teliti, mandiri, dan bertanggung jawab. Semoga pengalaman belajar ini dapat menjadi bagian dari tumbuh kembang anak dalam mengenal lingkungan dan membangun berbagai keterampilan dasar sejak dini.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, SD

Project Based Learning SD Al Siddiq International: Belajar Kreatif dan Kontekstual melalui Clay Painting dan Budidaya Ikan Lele

SD Al Siddiq International kembali menghadirkan kegiatan pembelajaran yang kreatif dan bermakna melalui program Project Based Learning (PjBL) pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan yang dilaksanakan pada pukul 10.00–11.00 ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung, kreativitas, kerja sama, serta praktik sederhana yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.Project Based Learning merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa untuk terlibat secara aktif dalam menyelesaikan sebuah proyek. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dengan membuat, mengamati, mencoba, dan menghasilkan sebuah karya atau proyek. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan sekaligus membantu siswa mengembangkan berbagai keterampilan.Pada kegiatan kali ini, siswa Grade 1–3 mengikuti proyek “Creating a Painting from Clay”. Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak untuk berkreasi menggunakan clay dan mengubahnya menjadi sebuah karya seni yang menarik. Dengan menggunakan berbagai bentuk dan warna clay, siswa dapat menuangkan ide serta imajinasi mereka ke dalam sebuah karya.Kegiatan membuat lukisan dari clay menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi siswa. Mereka belajar membentuk, menyusun, dan mengombinasikan berbagai warna untuk menghasilkan karya sesuai kreativitas masing-masing. Aktivitas ini juga melatih keterampilan motorik halus, ketelitian, kesabaran, serta kemampuan siswa dalam mengikuti tahapan pengerjaan sebuah proyek.Selain mengembangkan kreativitas, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan diri. Setiap karya memiliki bentuk dan karakter yang berbeda karena dibuat berdasarkan ide dan imajinasi masing-masing siswa. Hal ini mengajarkan bahwa setiap anak memiliki kreativitas yang unik dan patut dihargai.Sementara itu, siswa Grade 4 dan 6 mengikuti proyek “Catfish Farming” atau budidaya ikan lele. Dalam kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada konsep sederhana mengenai pemeliharaan ikan melalui praktik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Siswa dapat mengamati media yang digunakan untuk budidaya serta memahami bahwa kegiatan beternak atau membudidayakan ikan membutuhkan perhatian, ketelitian, dan tanggung jawab.Melalui proyek budidaya ikan lele, siswa juga mendapatkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual. Mereka dapat memahami bahwa ilmu yang dipelajari di sekolah dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Kegiatan ini sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu siswa terhadap lingkungan, makhluk hidup, serta proses pemeliharaan dan pertumbuhan hewan.Pelaksanaan kedua proyek tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran di SD Al Siddiq International terus memberikan pengalaman yang beragam kepada siswa. Melalui Project Based Learning, siswa didorong untuk menjadi pembelajar yang aktif, kreatif, mandiri, dan mampu bekerja sama. Mereka tidak hanya belajar untuk mengetahui, tetapi juga belajar melalui proses melakukan dan mengalami secara langsung.Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti creativity, collaboration, critical thinking, communication, dan problem solving. Dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek, siswa diharapkan mampu membangun rasa percaya diri dan memiliki pengalaman belajar yang lebih berkesan.Dengan penuh antusiasme, para siswa mengikuti setiap tahapan kegiatan dan menikmati proses belajar bersama. Melalui kegiatan seperti ini, SD Al Siddiq International terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang aktif, kreatif, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan siswa.Belajar dengan berkarya, belajar dengan mencoba, dan belajar melalui pengalaman nyata.By Muslihatul Maula, Lc

Kegiatan, SMP

City Tour SMP Al-Siddiq: Belajar Sejarah, Ekonomi, Seni, dan Transportasi di Kota Tua Jakarta

Jakarta, 29 September 2026 — Belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Hal tersebut dirasakan langsung oleh para siswa SMP Al-Siddiq dalam kegiatan City Tour ke kawasan bersejarah Kota Tua Jakarta, Selasa (29/9/2026).Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.30 WIB dari Stasiun LRT Cikunir 1 tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung melalui kunjungan ke Museum Bank Indonesia, Museum Fatahillah (Museum Sejarah Jakarta), dan Museum Seni.Tidak hanya mengenal sejarah, para siswa juga diperkenalkan dengan penggunaan transportasi publik, sistem pembayaran elektronik, perkembangan perekonomian Indonesia, seni dan budaya, hingga berbagai peninggalan sejarah yang menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa.Mengenal Transportasi Publik Sejak dari PerjalananSejak awal perjalanan, para siswa telah mendapatkan pengalaman belajar. Rombongan menggunakan LRT dan KRL untuk menuju kawasan Kota Tua.Penggunaan transportasi publik tersebut sengaja dipilih agar siswa tidak hanya menjadi pengguna transportasi, tetapi juga mengenal secara langsung bagaimana sistem transportasi publik bekerja dalam kehidupan masyarakat perkotaan.Para siswa juga diperkenalkan dengan penggunaan e-money sebagai alat pembayaran. Pengalaman sederhana tersebut menjadi pembelajaran praktis mengenai pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari sekaligus melatih kemandirian, kedisiplinan, dan ketertiban ketika menggunakan fasilitas umum.Untuk memastikan perjalanan berjalan aman dan kondusif, rombongan siswa dibagi menjadi 11 kelompok, dengan masing-masing kelompok didampingi oleh satu guru wali. Sistem pendampingan tersebut memungkinkan proses pengawasan, pengayoman, pengarahan, dan koordinasi dengan siswa dapat dilakukan secara lebih efektif.Menelusuri Sejarah Perekonomian Indonesia di Museum Bank Indonesia Setibanya di kawasan Kota Tua, rombongan mengunjungi Museum Bank Indonesia.Di museum ini, para siswa mendapatkan kesempatan untuk melihat perjalanan sejarah mata uang dan perekonomian Indonesia dari masa ke masa. Berbagai koleksi memperlihatkan perkembangan alat pembayaran sejak masa kedatangan bangsa Portugis, Spanyol, Belanda, hingga perkembangan mata uang Indonesia pada masa modern.Siswa dapat mengamati berbagai bentuk mata uang, baik uang kertas maupun uang logam, serta berbagai benda yang berkaitan dengan sejarah sistem keuangan Indonesia.Tidak berhenti pada mata uang, para siswa juga dapat melihat emas batangan, surat berharga, sukuk, obligasi, serta berbagai koleksi yang menggambarkan perkembangan sistem keuangan dan perekonomian.Kunjungan tersebut memberikan pemahaman bahwa perjalanan ekonomi Indonesia tidak dapat dilepaskan dari sejarah perdagangan dan kekayaan sumber daya alam Nusantara.Berbagai komoditas seperti rempah-rempah, merica, kayu manis, kopi, dan hasil bumi lainnya memiliki peranan penting dalam sejarah perdagangan Indonesia. Kekayaan alam tersebut bahkan menjadi salah satu faktor yang menarik bangsa-bangsa asing datang ke Nusantara.Dengan melihat koleksi museum secara langsung, siswa diajak memahami hubungan antara sumber daya alam, perdagangan, kolonialisme, sistem keuangan, dan perkembangan ekonomi Indonesia.Mengenal Sejarah Jakarta di Museum FatahillahSetelah mengunjungi Museum Bank Indonesia, perjalanan dilanjutkan ke Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta yang berada tidak jauh dari lokasi sebelumnya.Museum ini membawa siswa untuk menelusuri perjalanan sejarah Jakarta dari masa kerajaan hingga masa kolonial.Siswa dapat melihat berbagai koleksi dan replika peninggalan sejarah, termasuk Prasasti Ciaruteun, Prasasti Tugu, serta Prasasti Padrão Sunda Kelapa yang berkaitan dengan perjalanan sejarah wilayah Jakarta dan Nusantara. Berbagai ruang tematik di museum juga memberikan gambaran mengenai perkembangan Jakarta, mulai dari Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung hingga Ruang Batavia.Selain itu, terdapat berbagai benda bersejarah seperti mebel antik, keramik, gerabah, koleksi numismatik, senjata, lukisan gubernur jenderal Batavia, hingga patung perunggu Dewa Hermes.Koleksi mebel antik dari sekitar abad ke-17 hingga ke-19 juga memperlihatkan pertemuan berbagai kebudayaan, termasuk pengaruh Eropa, Tiongkok, dan Nusantara.Menyaksikan Jejak Perjuangan dari DekatSalah satu bagian yang menarik perhatian siswa adalah penjara bawah tanah. Ruang tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi para tahanan pada masa kolonial yang harus menjalani kehidupan dalam ruang yang sempit dan gelap.Siswa juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal bagian museum yang berkaitan dengan sejarah Pangeran Diponegoro dan masa penahanan sebelum beliau menjalani pengasingan.Pengalaman tersebut memberikan perspektif bahwa sejarah bukan sekadar hafalan mengenai nama tokoh dan tahun kejadian. Sejarah juga merupakan kisah tentang manusia, perjuangan, penderitaan, perubahan, dan perjalanan sebuah bangsa.Menumbuhkan Apresiasi Seni dan Kreativitas di Museum SeniRangkaian City Tour kemudian dilengkapi dengan kunjungan ke Museum Seni. Kehadiran museum seni memberikan dimensi pembelajaran yang berbeda bagi para siswa.Jika Museum Bank Indonesia membawa siswa mengenal perjalanan ekonomi dan Museum Fatahillah memperkenalkan sejarah Jakarta, maka kunjungan ke Museum Seni memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal karya seni, kebudayaan, kreativitas, dan cara manusia mengekspresikan gagasan melalui karya.Di museum ini, siswa diajak untuk mengamati berbagai karya secara lebih dekat. Mereka belajar bahwa seni bukan hanya mengenai keindahan, tetapi juga dapat menjadi media untuk menyampaikan gagasan, pengalaman, identitas budaya, sejarah, dan pandangan manusia terhadap kehidupan. Pengalaman melihat karya seni secara langsung juga diharapkan dapat menumbuhkan apresiasi terhadap seni dan budaya, memperluas wawasan, serta mendorong kreativitas siswa.Bagi siswa, kunjungan ini menjadi pengalaman untuk belajar melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang. Sebuah karya dapat memiliki bentuk, warna, simbol, dan makna yang berbeda-beda, sehingga siswa didorong untuk mengamati, bertanya, berpikir kritis, dan menyampaikan pendapat.Dengan demikian, kunjungan ke Museum Seni menjadi pelengkap perjalanan edukatif yang mempertemukan sejarah, ekonomi, budaya, dan kreativitas dalam satu rangkaian kegiatan.Perjalanan Pulang: Kembali Menggunakan KRL dan LRTSetelah seluruh rangkaian kunjungan selesai, kegiatan City Tour ditutup sekitar pukul 14.00 WIB. Rombongan bertolak dari kawasan Kota Tua menuju perjalanan pulang dengan kembali menggunakan transportasi publik.Dari kawasan Kota Tua, siswa bersama guru pendamping menggunakan KRL menuju Stasiun Cikoko. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan LRT dari Stasiun Cikoko menuju Stasiun Cikunir, sebagai titik akhir perjalanan.Perjalanan pulang tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi siswa untuk kembali mempraktikkan pengalaman menggunakan transportasi publik yang telah mereka pelajari sejak pagi.Bukan Sekadar Jalan-JalanCity Tour SMP Al-Siddiq menjadi contoh bahwa proses pendidikan dapat berlangsung di mana saja. Perjalanan sehari tersebut mempertemukan berbagai bidang pembelajaran sekaligus: sejarah, ekonomi, seni, budaya, teknologi, transportasi, kedisiplinan, dan pendidikan karakter.Para siswa tidak hanya melihat benda-benda bersejarah, tetapi diajak memahami konteks di baliknya. Mereka melihat bagaimana perdagangan dan kekayaan alam memengaruhi perjalanan ekonomi Indonesia, bagaimana mata uang berkembang dari masa ke masa, bagaimana Jakarta mengalami perubahan dari masa kerajaan hingga kolonial, serta bagaimana seni menjadi salah satu cara manusia merekam gagasan dan kebudayaan. Di sisi lain, penggunaan LRT dan KRL memberikan pengalaman praktis mengenai pentingnya ketertiban, kemandirian, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap fasilitas umum.Dengan pendampingan 11 guru wali pada masing-masing kelompok, kegiatan juga dapat berlangsung dengan lebih terarah, aman, dan kondusif.Pada akhirnya, City Tour ini bukan sekadar perjalanan keluar sekolah. Ia menjadi sebuah