Al Siddiq International School

19 Agustus 2026

Kegiatan, TK

Kelas Seni: Berkarya Bersama Menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia

Pada Jumat, 14 Agustus 2026, anak-anak TK Al Siddiq mengikuti kelas seni dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Indonesia. Kegiatan dilaksanakan di ruang berkumpul dengan suasana yang penuh semangat dan kebersamaan. Anak-anak diajak membuat gantungan bertema kemerdekaan yang nantinya dapat menjadi bagian dari dekorasi sekaligus hasil karya mereka dalam menyambut momen Hari Kemerdekaan.Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menghasilkan karya yang menarik, tetapi juga menjadi kesempatan bagi anak untuk mengenal dan merasakan suasana perayaan kemerdekaan sejak dini. Melalui kegiatan kreatif bertema Indonesia, anak diperkenalkan pada semangat kebersamaan, rasa bangga terhadap bangsa, serta nilai-nilai positif seperti kerja sama, gotong royong, dan saling menghargai.Untuk membuat kegiatan semakin menarik, anak-anak dibagi menjadi lima kelompok pada masing-masing kelas. Kelompok tersebut terdiri dari anak-anak TK A dan TK B yang dicampur sehingga mereka dapat bermain dan berkegiatan bersama. Setelah pembagian kelompok, seluruh anak dibimbing menuju ruang berkumpul dan diarahkan untuk menempati meja sesuai dengan kelompoknya masing-masing.Sebelum mulai membuat karya, guru memberikan pijakan mengenai kegiatan yang akan dilakukan, seperti bagaimana menggunakan gunting dengan aman. Guru menjelaskan bentuk gantungan yang akan dibuat, bahan-bahan yang digunakan, serta langkah-langkah pembuatannya dengan bahasa yang mudah dipahami anak. Setelah anak memahami instruksi, setiap guru mendampingi satu meja kelompok untuk membantu dan mengarahkan anak selama proses berkarya.Anak-anak kemudian mulai membuat gantungan sesuai dengan arahan guru. Setiap anak mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses pembuatan karya, mulai dari memilih dan menggunakan bahan hingga menyelesaikan gantungan mereka. Kegiatan ini melatih motorik halus, koordinasi mata dan tangan, konsentrasi, kreativitas, serta kemampuan mengikuti instruksi. Selain itu, karena dilakukan dalam kelompok yang terdiri dari TK A dan TK B, anak-anak juga belajar berinteraksi dan bekerja sama dengan teman yang berbeda usia.Suasana kegiatan terlihat semakin meriah ketika anak-anak saling membantu dan menunjukkan hasil karya masing-masing. Guru memberikan pendampingan sesuai kebutuhan tanpa membatasi kreativitas anak. Dengan demikian, setiap anak tetap memiliki kesempatan untuk berekspresi sekaligus belajar menyelesaikan tugas bersama kelompoknya.Setelah seluruh karya selesai dibuat, kegiatan ditutup dengan foto bersama sebagai dokumentasi. Anak-anak berfoto dengan penuh semangat sambil menunjukkan hasil karya gantungan yang telah mereka buat. Momen ini menjadi bagian dari pengalaman menyenangkan anak dalam menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia.Melalui kegiatan membuat gantungan bertema kemerdekaan, anak-anak TK Al Siddiq tidak hanya menghasilkan karya seni, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar tentang kebersamaan, kerja sama, kreativitas, kemandirian, dan rasa cinta terhadap Indonesia. Kegiatan sederhana ini menjadi cara yang menyenangkan untuk mengenalkan semangat kemerdekaan kepada anak melalui pengalaman langsung dan kegiatan yang sesuai dengan dunia mereka.By Inka Amalia, S.Pd

Edukasi, Kegiatan

Kajian Orang Tua Murid Bulan Juli 2026 : Tahapan Mendidik Anak Teladan Rasulullah SAW

Bekasi, 30 Juli 2026 — Al Siddiq International School kembali menyelenggarakan kegiatan kajian bagi orang tua murid sebagai bagian dari komitmen sekolah dalam membangun sinergi antara pendidikan di sekolah dan pendidikan di rumah. Kegiatan kajian dilaksanakan pada Kamis, 30 Juli 2026, bertempat di Masjid Al Siddiq, dan diikuti oleh para orang tua murid dengan penuh antusias. Pada kesempatan kali ini, kajian mengangkat tema “Tahapan Mendidik Anak Teladan Rasulullah SAW”, yang merujuk pada karya Syaikh Jamal Abdur Rahman. Materi kajian disampaikan oleh Ustadz Abdullah Haris, Lc., M.Pd., yang mengajak para orang tua untuk memahami bahwa mendidik anak merupakan sebuah proses panjang yang membutuhkan ilmu, kesabaran, keteladanan, serta pendekatan yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Dalam kajiannya, Ustadz Abdullah Haris menjelaskan bahwa pendidikan anak tidak dapat dilakukan dengan pendekatan yang sama pada setiap usia. Setiap tahapan perkembangan memiliki kebutuhan, karakteristik, dan pendekatan pendidikan yang berbeda. Oleh karena itu, orang tua perlu memahami fase pertumbuhan anak agar dapat memberikan pendidikan yang tepat, baik dalam aspek akidah, ibadah, akhlak, maupun kehidupan sehari-hari. Salah satu pesan penting yang disampaikan adalah bahwa keteladanan orang tua menjadi bagian utama dalam pendidikan anak. Anak belajar bukan hanya melalui nasihat dan perintah, tetapi juga melalui apa yang mereka lihat dan rasakan dari perilaku orang tua. Sikap orang tua dalam beribadah, berbicara, menyelesaikan masalah, menghargai orang lain, dan menjalankan tanggung jawab akan menjadi contoh yang secara tidak langsung ditiru oleh anak. Kajian ini juga mengingatkan bahwa mendidik anak merupakan amanah yang membutuhkan kesungguhan. Orang tua tidak hanya bertugas memenuhi kebutuhan fisik dan akademik anak, tetapi juga memiliki peran besar dalam membentuk karakter, akhlak, dan nilai-nilai kehidupan yang akan menjadi bekal mereka di masa depan. Melalui pembahasan mengenai tahapan pendidikan anak berdasarkan keteladanan Rasulullah SAW, para orang tua diajak untuk membangun pola komunikasi yang lebih dekat dengan anak, memahami kebutuhan mereka sesuai usia, serta memberikan arahan dengan cara yang penuh kasih sayang dan kebijaksanaan. Kegiatan kajian juga menjadi ruang refleksi bagi para orang tua untuk melihat kembali proses pendidikan yang selama ini dilakukan di rumah. Sinergi antara orang tua dan sekolah menjadi hal yang sangat penting agar nilai-nilai yang ditanamkan kepada anak dapat berjalan secara konsisten dan saling menguatkan. Bagi Al Siddiq International School, kegiatan kajian orang tua bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi juga bagian dari upaya membangun parenting partnership yang kuat antara sekolah dan keluarga. Pendidikan yang baik membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, terutama ketika sekolah dan orang tua memiliki visi yang sama dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Dengan terselenggaranya kajian ini, diharapkan para orang tua mendapatkan tambahan ilmu dan wawasan untuk menjalankan peran mereka sebagai pendidik utama di lingkungan keluarga. Lebih dari itu, semoga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan keluarga yang mendukung tumbuhnya anak-anak yang beriman, berakhlak mulia, mandiri, dan memiliki karakter yang kuat. Melalui semangat “Growing Together, Educating with Faith, Inspiring the Future,” Al Siddiq International School terus berupaya membangun kolaborasi yang erat antara sekolah dan keluarga demi menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan nilai-nilai kehidupan yang berlandaskan ajaran Islam.By Arief Firmansyah, S.Kom

Kegiatan, SMP

Menjaga Makna Kemerdekaan: Upacara HUT Kemerdekaan RI di SMP Al-Siddiq International

SMP Al-Siddiq International menyelenggarakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81 th pada 17 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat sekaligus semarak, melibatkan seluruh warga sekolah dalam suasana kebersamaan dan nasionalisme.Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia yang dilaksanakan di lapangan SMP Al-Siddiq International. Upacara dipimpin oleh Paskibra SMP Al-Siddiq International yang telah mendapatkan pelatihan dan persiapan sebelumnya. Dengan penuh disiplin dan tanggung jawab, para anggota Paskibra menjalankan tugas pengibaran Sang Merah Putih dengan tertib dan khidmat.Bertindak sebagai pembina upacara, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Al-Siddiq International, Muhammad Fathul Ihsan, M.Res. Dalam amanatnya, beliau mengajak seluruh peserta untuk tidak hanya memperingati kemerdekaan sebagai sebuah seremoni, tetapi juga memahami nilai perjuangan yang melatarbelakanginya.Beliau mengisahkan bagaimana para pejuang bangsa berjuang merebut kemerdekaan dengan segala keterbatasan. Di tengah pertempuran yang diwarnai suara peluru dan senapan, para pejuang tetap berani menghadapi penjajah dengan persenjataan sederhana, termasuk tombak dan bambu runcing. Perjuangan tersebut menunjukkan bahwa kemerdekaan diraih melalui pengorbanan, keberanian, persatuan, dan perjuangan yang panjang.Dengan rahmat Allah SWT, perjuangan para pahlawan akhirnya mengantarkan bangsa Indonesia kepada kemerdekaan. Karena itu, kemerdekaan merupakan nikmat sekaligus amanah yang harus disyukuri dan dijaga oleh generasi penerus.Perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan bukanlah sesuatu yang mudah. Menjaga makna kemerdekaan bahkan menjadi tantangan tersendiri bagi generasi masa kini. Jika dahulu perjuangan dilakukan dengan mengangkat senjata melawan penjajahan, maka saat ini perjuangan dapat diwujudkan melalui pendidikan, prestasi, persatuan, dan kontribusi positif bagi bangsa.Dalam amanatnya, pembina upacara juga menekankan bahwa kemerdekaan hakiki tidak hanya berarti terbebas dari penjajahan, tetapi juga mencakup kebebasan berpikir, kebebasan untuk berkembang, serta kebebasan untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara dengan tetap menjunjung nilai moral, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. Pawai Kemerdekaan dan Nonton BarengSetelah upacara selesai, rangkaian peringatan dilanjutkan dengan Pawai Kemerdekaan. Seluruh peserta mengikuti pawai dengan penuh antusias mengelilingi kawasan sekitar SMP Al-Siddiq International. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat kebersamaan sekaligus menghadirkan suasana perayaan kemerdekaan yang meriah dan menyenangkan bagi peserta didik.Dengan semangat merah putih, para peserta mengikuti pawai dengan tertib sambil membawa semangat kemerdekaan dan kebanggaan sebagai generasi penerus bangsa. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan antara peserta didik, guru, dan seluruh warga sekolah.Tidak berhenti sampai di sana, rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan nonton bareng (nobar) film bertema kemerdekaan. Melalui kegiatan ini, peserta didik diajak untuk kembali mengenal kisah perjuangan para pahlawan serta memahami nilai keberanian, pengorbanan, persatuan, dan kecintaan terhadap tanah air.Kegiatan nonton bareng juga dikemas sebagai pembelajaran yang lebih dekat dengan dunia peserta didik. Sejarah dan perjuangan kemerdekaan tidak hanya dipelajari melalui buku, tetapi juga dihadirkan melalui pengalaman visual yang diharapkan dapat membangun rasa empati dan penghargaan terhadap jasa para pahlawan.Rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI di SMP Al-Siddiq International menjadi perpaduan antara khidmatnya upacara, semangat kebersamaan dalam pawai, dan pembelajaran melalui nonton bareng. Seluruh kegiatan diharapkan mampu menanamkan nilai nasionalisme sekaligus mengingatkan generasi muda bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini merupakan hasil perjuangan panjang yang harus terus dijaga.Kemerdekaan bukan sekadar warisan sejarah, tetapi amanah yang harus diisi dengan ilmu, prestasi, akhlak, dan kontribusi nyata bagi bangsa.By : Retno Suzanne Handayani,Lc,M,Pd

Kegiatan, TK

Sentra Balok: Berkarya dan Berkreasi Membuat Menara Bendera

Pada Selasa, 11 Agustus 2026, anak-anak TK B Al Siddiq mengikuti kegiatan bermain dan belajar di Sentra Balok. Pada kesempatan ini, anak-anak diajak untuk membuat menara bendera menggunakan balok. Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak untuk menuangkan ide dan imajinasi melalui susunan balok yang mereka buat sendiri.Sebelum memulai kegiatan, guru terlebih dahulu menyampaikan aturan bermain di Sentra Balok. Anak-anak diajak memahami cara mengambil, menggunakan, dan meletakkan balok dengan aman. Guru juga mengingatkan anak untuk menggunakan balok sesuai kebutuhan serta menjaga agar kegiatan bermain tetap tertib dan menyenangkan.Setelah aturan disampaikan, guru memberikan pijakan mengenai kegiatan yang akan dilakukan, yaitu membuat menara bendera dari balok. Guru menjelaskan secara sederhana hal-hal yang perlu diperhatikan, namun tetap memberikan kebebasan kepada anak untuk menentukan bentuk dan susunan bangunan sesuai dengan ide masing-masing. Anak-anak kemudian mulai memilih balok yang mereka butuhkan dan menyusunnya menjadi sebuah menara.Dalam prosesnya, setiap anak dapat menghasilkan bentuk bangunan yang berbeda sesuai dengan imajinasi dan kreativitasnya. Ada anak yang membuat menara dengan susunan balok yang tinggi, ada yang menambahkan bagian lain sebagai pelengkap, dan ada pula yang mencoba membuat bentuk yang berbeda dari contoh. Kebebasan bereksplorasi ini memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar mengambil keputusan dan menyelesaikan bangunan yang telah mereka rencanakan.Kegiatan membuat menara bendera juga memiliki berbagai manfaat bagi perkembangan anak. Menyusun balok dapat membantu mengembangkan kemampuan motorik halus, koordinasi mata dan tangan, kemampuan spasial, kreativitas, serta kemampuan memecahkan masalah. Anak belajar memperkirakan keseimbangan bangunan, memilih ukuran balok yang sesuai, dan mencoba kembali ketika susunan balok belum sesuai dengan yang diinginkan.Setelah kegiatan membangun selesai, guru melakukan recalling bersama anak-anak. Anak diberikan kesempatan untuk menceritakan apa yang telah mereka buat, bagaimana proses pembuatannya, serta pengalaman yang mereka rasakan selama bermain. Melalui kegiatan recalling, anak belajar mengingat kembali pengalaman bermain, menyampaikan ide, dan mendengarkan cerita teman.Sebagai bagian dari pembiasaan tanggung jawab, kegiatan kemudian ditutup dengan merapikan kembali balok yang telah digunakan. Anak-anak diajak mengembalikan balok ke tempat semula secara bersama-sama. Kebiasaan ini membantu menanamkan sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan belajar.Melalui kegiatan membuat menara bendera di Sentra Balok, anak-anak TK B Al Siddiq mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Anak tidak hanya belajar membangun menggunakan balok, tetapi juga belajar mengikuti aturan, mengembangkan kreativitas, memecahkan masalah, mengkomunikasikan hasil karyanya, serta bertanggung jawab terhadap alat yang digunakan. Dengan bermain, anak dapat belajar secara aktif melalui pengalaman yang sesuai dengan dunia mereka.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, SD

Tingkatkan Kompetensi Guru, SD Al Siddiq International Ikuti Cambridge Professional Development

SD Al Siddiq International terus berkomitmen untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru sebagai bagian dari upaya menghadirkan pendidikan berkualitas dan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik.Sebagai salah satu bentuk pengembangan profesional, SD Al Siddiq International mengutus Ms. Jasmina Anggika Putri, S.Pd untuk mengikuti Cambridge Professional Development Course dengan tema “Cambridge Primary Combined – English, Science, and Mathematics (0058, 0096, 0097): Focus on Progress.”Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu Selasa–Rabu, 11–12 Agustus 2026, bertempat di Jubilee School.Dalam kegiatan ini, Ms. Jasmina mendapatkan penguatan wawasan dan strategi pembelajaran untuk mata pelajaran English, Science, dan Mathematics pada jenjang Cambridge Primary. Fokus kegiatan juga diarahkan pada bagaimana guru dapat memahami dan mendukung progress atau perkembangan belajar peserta didik secara lebih efektif.Keikutsertaan Ms. Jasmina dalam Cambridge Professional Development menjadi salah satu langkah SD Al Siddiq International dalam membangun budaya belajar yang tidak hanya berlaku bagi peserta didik, tetapi juga bagi para pendidik. Guru terus belajar, berkembang, dan memperbarui pengetahuan agar dapat menghadirkan pengalaman belajar yang semakin bermakna di dalam kelas.Melalui kegiatan ini, diharapkan ilmu, wawasan, dan pengalaman yang diperoleh Ms. Jasmine dapat diterapkan dalam proses pembelajaran serta dibagikan kepada rekan-rekan guru di lingkungan SD Al Siddiq International.Dengan semangat continuous professional development, SD Al Siddiq International berkomitmen untuk terus bertumbuh bersama dalam menghadirkan pembelajaran yang berkualitas dan berorientasi pada perkembangan setiap peserta didik.Growing Teachers, Inspiring Learners, Building a Better Future!By Muslihatul Maula, Lc

Kegiatan, SMP

Pramuka Berprestasi, Berjejaring Global: Agenda ATAS 2026 di Cibubur

Cibubur, 17 Agustus 2026, Tiga peserta didik SMP Al-Siddiq International, Ananda Afika, Vania, dan Kautsar, mendapat kesempatan menghadiri undangan dalam agenda ATAS (Association of Top Achiever Scouts) yang diselenggarakan di Cut Nyak Dien, Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, pada Senin, 17 Agustus 2026.ATAS atau Association of Top Achiever Scouts merupakan wadah persaudaraan internasional bagi para pandu dan pramuka yang telah mencapai predikat tertinggi dalam golongan kepramukaannya. Di Indonesia, pencapaian tersebut setara dengan Pramuka Garuda, yaitu tingkatan penghargaan tertinggi bagi anggota Gerakan Pramuka.Keikutsertaan dalam agenda ini menjadi pengalaman berharga bagi Ananda Afika, Vania, dan Kautsar untuk mengenal lebih luas jejaring kepramukaan, membangun persaudaraan antarpandu, serta mendapatkan wawasan mengenai kiprah pramuka berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Presiden ATAS, Paramasivam Palany, yang menjabat untuk periode 2024–2027. Kehadiran pimpinan ATAS memberikan kesempatan bagi para peserta untuk berinteraksi dan mengenal lebih dekat organisasi yang menjadi wadah bagi para Top Achiever Scouts dari berbagai negara.Selain itu, agenda juga dihadiri oleh TARAM se-Bekasi, yang turut memperkuat semangat kebersamaan dan silaturahmi di antara para anggota pramuka berprestasi.Momentum ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menumbuhkan karakter generasi muda yang mandiri, disiplin, bertanggung jawab, berjiwa kepemimpinan, serta memiliki wawasan global. Melalui pengalaman dalam kegiatan kepramukaan, peserta didik diharapkan tidak hanya memiliki prestasi akademik, tetapi juga mampu mengembangkan kepemimpinan, kepedulian sosial, dan kemampuan berkolaborasi.Kehadiran Ananda Afika, Vania, dan Kautsar dalam agenda ATAS di Buperta Cibubur menjadi sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman inspiratif. Semoga kesempatan tersebut dapat menjadi motivasi bagi mereka untuk terus mengembangkan potensi, mempertahankan semangat berprestasi, serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan, sekolah, dan masyarakat.By Retno Suzanne Handayani, Lc, M.Pd

Kegiatan, TK

Sentra Bahan Alam: Serunya Bermain Air

Pada Rabu, 5 Agustus 2026, anak-anak TK B Al Siddiq mengikuti kegiatan bermain di Sentra Bahan Alam. Pada kegiatan kali ini, anak-anak diajak bereksplorasi melalui berbagai aktivitas yang menggunakan air sebagai media bermain dan belajar. Suasana pembelajaran dibuat menyenangkan agar anak dapat mencoba, mengamati, dan menemukan berbagai pengalaman baru melalui kegiatan yang mereka pilih sendiri.Sebelum mulai bermain, guru terlebih dahulu menjelaskan aturan bermain di Sentra Bahan Alam. Anak-anak diajak memahami bagaimana menggunakan alat dan bahan dengan aman, menjaga kebersihan area bermain, serta membereskan kembali alat yang telah digunakan. Guru kemudian mengenalkan berbagai aktivitas yang tersedia dan memberikan contoh sederhana mengenai cara bermain pada masing-masing kegiatan.Setelah memahami aturan dan aktivitas yang tersedia, anak-anak diberikan kesempatan untuk memilih kegiatan sesuai dengan minatnya. Ada anak yang memilih mengukur volume air menggunakan wadah dengan ukuran yang berbeda, ada yang mencoba memasukkan air ke dalam botol, serta ada pula yang tertarik mencampurkan air dengan warna yang berbeda. Anak-anak terlihat antusias mencoba berbagai cara untuk mengetahui apa yang terjadi ketika mereka melakukan eksplorasi dengan air.Selain itu, beberapa anak memilih bermain menggunakan spons air. Mereka mencoba mencelupkan spons ke dalam air, kemudian meremasnya dan mengamati air yang keluar. Aktivitas sederhana tersebut memberikan pengalaman bagi anak untuk memahami hubungan sebab-akibat sekaligus melatih kekuatan dan koordinasi tangan. Anak juga belajar mengontrol gerakan tangannya saat memeras spons agar air dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.Bermain air di Sentra Bahan Alam tidak hanya bertujuan untuk memberikan pengalaman bermain yang menyenangkan. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengembangkan berbagai kemampuan anak, seperti motorik halus, koordinasi mata dan tangan, kemampuan berpikir, serta kemampuan memecahkan masalah. Ketika anak mencoba mengukur air, misalnya, mereka mulai mengenal konsep ukuran, banyak-sedikit, penuh-kosong, serta membandingkan volume melalui pengalaman konkret.Kegiatan mencampur warna air juga memberikan kesempatan bagi anak untuk bereksperimen dan mengembangkan rasa ingin tahu. Anak dapat mengamati perubahan warna yang terjadi ketika dua warna dicampurkan. Sementara itu, kegiatan menuangkan air ke dalam botol membantu anak melatih konsentrasi, ketelitian, dan koordinasi gerakan. Setiap aktivitas memberikan pengalaman belajar yang berbeda, namun tetap berangkat dari prinsip bahwa anak belajar melalui bermain dan eksplorasi langsung.Melalui kegiatan bermain air ini, anak-anak TK B Al Siddiq tidak hanya bersenang-senang, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk belajar dari pengalaman mereka sendiri. Anak bebas memilih aktivitas yang menarik bagi mereka, sementara guru berperan mendampingi, mengamati, dan memberikan dukungan ketika dibutuhkan. Dengan demikian, Sentra Bahan Alam menjadi ruang bagi anak untuk bereksplorasi, bereksperimen, dan mengembangkan berbagai kemampuan melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.By Inka Amalia, S.Pd