Al Siddiq International School

22 Oktober 2026

Kegiatan, SD

SD Al Siddiq International Kirim Guru untuk Mengikuti Kegiatan Merancang Aktivitas Pembelajaran Mendalam

Pondok Gede – Dalam upaya meningkatkan kompetensi dan profesionalisme tenaga pendidik, SD Al Siddiq International mengirimkan guru, Mrs Fabia untuk mengikuti kegiatan Merancang Aktivitas Pembelajaran Mendalam untuk Guru Kelas Rendah Jenjang Sekolah Dasar Kecamatan Pondok Gede yang dilaksanakan pada Rabu, 30 September 2026. Kegiatan ini bertempat di PUSKOM ASN Mabes TNI, Jalan Raya Hankam, Jatimakmur, Pondok Gede.Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang aktivitas pembelajaran mendalam (deep learning) yang sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan peserta didik, khususnya pada jenjang kelas rendah sekolah dasar. Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan dapat mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih bermakna, interaktif, dan menyenangkan.Pembelajaran mendalam merupakan pendekatan yang mendorong peserta didik untuk tidak sekadar menghafal atau menerima informasi, tetapi juga memahami konsep secara utuh, menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman sehari-hari, serta menerapkannya dalam berbagai situasi. Pendekatan ini menekankan pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan sehingga peserta didik dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran.Bagi guru kelas rendah, penerapan pembelajaran mendalam menjadi hal yang penting karena peserta didik berada pada tahap perkembangan dasar, baik dalam aspek kognitif, sosial, emosional, maupun keterampilan. Oleh karena itu, guru perlu merancang kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan anak, menggunakan metode yang bervariasi, serta menghadirkan pengalaman belajar yang konkret dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.Melalui kegiatan ini, guru yang mewakili SD Al Siddiq International memperoleh kesempatan untuk menambah wawasan, bertukar pengalaman, serta meningkatkan keterampilan dalam menyusun aktivitas pembelajaran yang mendorong rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan partisipasi aktif peserta didik. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal untuk mengembangkan proses pembelajaran yang lebih efektif dan inovatif di lingkungan sekolah.Keikutsertaan guru SD Al Siddiq International dalam kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan kompetensi pendidik secara berkelanjutan. Guru memiliki peran penting dalam menciptakan pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga mendukung pembentukan karakter, kemandirian, dan keterampilan peserta didik.Setelah mengikuti kegiatan ini, guru diharapkan dapat menerapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Dengan demikian, pembelajaran di SD Al Siddiq International dapat terus berkembang menjadi lebih bermakna, menyenangkan, dan mampu mengakomodasi kebutuhan belajar setiap peserta didik.Melalui partisipasi dalam berbagai kegiatan pengembangan profesional, SD Al Siddiq International terus berupaya mendorong para guru untuk belajar, berinovasi, dan meningkatkan kualitas pembelajaran. Langkah ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya pendidikan yang berkualitas serta membentuk generasi yang berkarakter, kreatif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.By Muslihatul Maula, Lc, M.Pd

Kegiatan, SMP

SMP Al-Siddiq International Hadirkan Native Speaker Berbahasa Inggris, Perkuat Kompetensi Komunikasi Global Siswa

Bekasi, 16 Oktober 2026 — Kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu kompetensi strategis yang dibutuhkan generasi muda dalam menghadapi transformasi digital dan persaingan global. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin memperluas akses terhadap informasi dan kolaborasi lintas negara, penguasaan bahasa Inggris tidak cukup diukur melalui kemampuan memahami tata bahasa dan menjawab soal, tetapi juga melalui kecakapan berkomunikasi secara efektif, memahami konteks, serta menyampaikan gagasan dengan percaya diri.Menyadari pentingnya kompetensi tersebut, SMP Al-Siddiq International menghadirkan Mrs. Emma, penutur bahasa Inggris, dalam kegiatan pembelajaran bersama native speaker pada Jumat, 16 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program bilingual sekolah yang diselenggarakan setiap semester sebagai upaya memperkuat kemampuan komunikasi bahasa Inggris siswa melalui pengalaman belajar yang autentik.Menghadirkan Pengalaman Berbahasa yang AutentikKehadiran Mrs. Emma memberikan kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi langsung dengan penutur dari latar belakang kebahasaan dan budaya yang berbeda. Dalam proses tersebut, siswa berlatih memahami pelafalan (pronunciation), intonasi, pilihan kosakata, serta respons yang sesuai dalam percakapan.Pengalaman ini memiliki nilai pedagogis yang penting. Siswa tidak hanya mempelajari bahasa sebagai seperangkat aturan, tetapi juga menggunakannya sebagai sarana menyampaikan informasi, bertukar pikiran, mengajukan pertanyaan, dan membangun pemahaman bersama. Mereka juga belajar bahwa komunikasi tidak selalu berlangsung dengan kalimat yang sempurna, melainkan membutuhkan keberanian mencoba, kemampuan mendengarkan, dan kesediaan memperbaiki kesalahan.Pendekatan tersebut menjadi relevan dalam pendidikan masa kini, ketika kompetensi komunikasi, berpikir kritis, kolaborasi, dan adaptabilitas merupakan bagian penting dari keterampilan abad ke-21.Tema Kontekstual Sesuai Jenjang Siswa Pembelajaran dirancang dengan tema berbeda pada setiap jenjang agar materi lebih dekat dengan pengalaman dan kebutuhan komunikasi siswa.Siswa kelas 7 mempelajari tema “Fashion and Clothing” di ruang kelas. Melalui topik ini, mereka berlatih mengenali kosakata tentang pakaian, mendeskripsikan penampilan, dan mengungkapkan preferensi dalam bahasa Inggris.Siswa kelas 8 mengikuti pembelajaran bertema “Travel and Modern Technology” di Laboratorium IPA. Materi ini menghubungkan keterampilan berbahasa dengan perkembangan teknologi dan pengalaman perjalanan, sehingga siswa dapat mengeksplorasi penggunaan bahasa Inggris dalam konteks kehidupan modern.Sementara itu, siswa kelas 9 mempelajari tema “Exciting Travel” di Laboratorium IPA. Tema ini mendorong mereka untuk mengembangkan kemampuan bercerita, menyampaikan pengalaman, serta mengungkapkan ide dan rencana perjalanan secara lebih terstruktur.Pemilihan tema kontekstual tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran bahasa dapat diintegrasikan dengan pengalaman sehari-hari dan pengetahuan lintas bidang. Dengan demikian, siswa memperoleh kesempatan untuk menggunakan bahasa Inggris secara fungsional, bukan sekadar menghafal kosakata.Sepanjang kegiatan, siswa terlihat antusias mengikuti pembelajaran. Mereka berani bertanya, mencoba menjawab, dan mengekspresikan gagasan dalam bahasa Inggris. Partisipasi tersebut mencerminkan terciptanya ruang belajar yang mendorong keterlibatan aktif dan memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan komunikasinya.Bilingual sebagai Strategi Menyiapkan Generasi Masa DepanBagi SMP Al-Siddiq International, program native speaker merupakan bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan tuntutan pendidikan global. Penguasaan bahasa Inggris diharapkan menjadi modal bagi siswa untuk mengakses sumber pengetahuan internasional, mengikuti perkembangan sains dan teknologi, serta berpartisipasi dalam lingkungan akademik dan profesional yang semakin terhubung.Namun, kompetensi global tidak hanya ditentukan oleh kemampuan berbahasa. Keterampilan tersebut perlu berjalan bersama karakter, kemandirian, kemampuan berpikir kritis, dan sikap terbuka terhadap perbedaan. Oleh karena itu, pengalaman belajar lintas budaya menjadi salah satu unsur penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi masyarakat global.Melalui program bilingual yang dilaksanakan setiap semester, SMP Al-Siddiq International terus berupaya mengembangkan pembelajaran bahasa Inggris yang komunikatif, kontekstual, dan berorientasi pada kebutuhan nyata peserta didik. Kegiatan bersama Mrs. Emma menjadi salah satu bentuk implementasi komitmen tersebut, dengan menempatkan siswa sebagai pelaku aktif dalam proses belajar dan bahasa Inggris sebagai keterampilan yang digunakan untuk berinteraksi dengan dunia yang lebih luas.By Retno Suzanne Handayani, Lc, M.Pd