Al Siddiq International School

Author name: Al Siddiq International

Kegiatan, SD

Eksperimen Seru Bersama Einstein! Science Day

SD Al Siddiq International bekerja sama dengan Einstein sukses melaksanakan kegiatan “Science Day: 1 Hari Bersama Einstein” pada hari Jumat, 12 November 2025. Kegiatan berlangsung dari pukul 07.00 hingga 13.00 WIB dan diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga 6. Kolaborasi ini menghadirkan pengalaman belajar sains yang lebih menarik dan interaktif.Pada kegiatan ini, para siswa disajikan science show edukatif yang dipandu oleh tim Einstein. Demonstrasi fenomena ilmiah disampaikan dengan cara yang mudah dipahami, sehingga membuat siswa semakin tertarik dan penasaran untuk mencoba sendiri.Anak-anak juga mengikuti rangkaian eksperimen seru dan aman yang dipandu bersama tim sains sekolah dan tim Einstein. Eksperimen melibatkan reaksi sederhana, permainan cahaya, dan aktivitas eksplorasi yang tetap aman namun memantik rasa ingin tahu siswa.Kegiatan dilanjutkan dengan lab tour untuk mengenal berbagai alat sains. Dengan pendampingan dari tim Einstein, siswa diperkenalkan pada fungsi mikroskop, tabung reaksi, alat ukur, dan berbagai perlengkapan laboratorium lainnya. Pengalaman ini memberi gambaran nyata tentang proses ilmiah di dunia sains.Sesi berikutnya adalah pengenalan teleskop. Anak-anak mendapat kesempatan untuk memahami cara kerja teleskop serta mencoba mengamati objek langit. Kegiatan ini menjadi momen yang sangat menarik karena memberi pengalaman observasi langsung.Salah satu agenda paling ditunggu adalah peluncuran roket air, yang dilakukan bersama tim Einstein. Siswa bekerja dalam kelompok untuk menyiapkan roket mereka sebelum meluncurkannya ke udara. Sorakan kegembiraan terdengar saat roket berhasil terbang tinggi di atas lapangan.Sebagai penutup, siswa membuat prototype sederhana menggunakan bahan yang tersedia. Kegiatan ini melatih kreativitas dan pemecahan masalah, sekaligus memperkenalkan konsep dasar rekayasa.Dengan rangkaian aktivitas yang dikemas kolaboratif ini, Science Day “1 Hari Bersama Einstein” berhasil memberikan pengalaman belajar yang berkesan bagi seluruh siswa. Kolaborasi antara SD Al Siddiq International dan Einstein menghadirkan pembelajaran sains yang menyenangkan, inspiratif, dan mendorong minat siswa untuk terus mengeksplorasi dunia sains.By: Yundara Ulfa Priatna, M.Pd.

Kegiatan, SMP

Mengukur Kejernihan: Siswa SMP Al-Siddiq International Belajar Pengujian pH Air di Tengah ESNO 2025

Di ruang utama Pondok Pesantren Umar Bin Khottob Plus, Gunung Malang, udara pagi itu masih menyisakan dingin pegunungan. Tepat pukul 07.30, puluhan siswa SMP Al-Siddiq International sudah duduk melingkar, sebagian masih menenteng botol berisi air yang mereka ambil langsung dari Mata Air Ciburial—sumber yang mereka sebut lebih jernih daripada air mineral bermerk. Di tengah rangkaian kegiatan Educational Students Night Out (ESNO) 2025, pelajaran IPA hari itu mengambil bentuk berbeda. Alih-alih di ruang kelas, para siswa mengikuti presentasi pengujian pH air yang dibawakan oleh guru IPA, Mr. Muhammad Fathul Ihsan, M.Res. Dengan gaya penyampaian yang tenang namun tegas, Ia membuka sesi dengan satu pertanyaan sederhana, “Air yang tampak jernih, apakah selalu aman?” Pertanyaan itu langsung memicu gumaman di antara siswa—tanda rasa ingin tahu yang bekerja. Mr. Ihsan kemudian memaparkan prinsip dasar pH: ukuran tingkat keasaman atau kebasaan air yang menentukan kelayakan konsumsi. Ia memperlihatkan perbedaan warna indikator pH, menjelaskan hubungan pH terhadap kesehatan, hingga potensi kontaminasi alami di mata air pegunungan. Presentasi berlangsung ringkas, tetapi sarat ilustrasi dan contoh kehidupan sehari-hari—gaya yang membuat siswa mudah menangkap inti persoalan. Sambil memperlihatkan sampel Ciburial, ia menambahkan, “Jernih itu belum tentu bersih. Sains membantu kita melihat yang tak kasat mata.” Para siswa bergantian mengangkat sampel mereka, membandingkan kejernihan, warna, dan aroma. Momen itu menjadi semacam laboratorium kecil yang tumbuh spontan di tengah kegiatan luar ruang. Meski pengujian lengkap baru akan dilakukan ketika mereka kembali dari ESNO, antusiasme sudah tampak mencolok. Para murid akan mempraktikkan pengukuran pH secara mandiri di sekolah dengan menggunakan indikator universal atau pH meter sederhana. Kegiatan lanjutan ini dirancang untuk membuat mereka tidak hanya menonton, tetapi benar-benar mengalami proses ilmiah. Di luar ruang utama, suara riuh kegiatan ESNO terdengar samar. Namun di dalam, fokus siswa tak bergeser: sebotol air pegunungan, sebuah indikator pH, dan rasa ingin tahu yang tumbuh dari pengalaman langsung.By Umair Shoddiq, S.I.Kom

Kegiatan, TK

Kecil, Sedang, Besar! Anak TK B Belajar Mengurutkan dengan Ceria

Selasa, 11 November 2025, anak-anak TK B Al Siddiq International mengikuti kegiatan belajar yang sederhana namun sangat bermakna: mengurutkan benda dari yang kecil hingga yang besar. Kegiatan ini berlangsung di dalam kelas Science and Math yang telah disiapkan dengan suasana menyenangkan dan alat bantu visual yang menarik. Meski terlihat seperti permainan biasa, aktivitas ini dirancang untuk membangun dasar pemahaman logika, matematika, dan keterampilan kognitif anak-anak usia dini.Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan konsep urutan, ukuran, serta keterampilan membandingkan objek berdasarkan ciri tertentu—dalam hal ini ukuran. Bagi anak TK, kemampuan mengurutkan adalah bagian penting dari perkembangan berpikir logis dan pemecahan masalah. Anak-anak belajar bahwa benda bisa diklasifikasikan dan diurutkan, serta bahwa segala sesuatu memiliki pola dan struktur. Ini menjadi landasan bagi pemahaman matematika yang lebih kompleks di masa depan.Pada kesempatan ini, guru memulai kegiatan dengan mengamati kemampuan anak dalam menjumlahkan dan menghitung menggunakan balok LEGO. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali sejauh mana pemahaman dasar anak terhadap angka dan konsep jumlah. Namun, sambil menunggu giliran, anak-anak diminta mengerjakan worksheet yang telah disiapkan oleh guru yang tidak kalah seru: mengurutkan gambar benda dari ukuran kecil hingga besar.Dengan antusias, anak-anak memegang satu per satu gambar—mulai dari gambar mobil dan suntikan —dan mencoba menyusunnya dalam urutan yang tepat. Beberapa anak langsung paham, sementara yang lain berdiskusi kecil dengan temannya atau bertanya kepada guru. Aktivitas ini juga mengasah keterampilan sosial mereka, seperti kerja sama, menunggu giliran, dan berani mengemukakan pendapat.Kegiatan hari itu ditutup dengan refleksi ringan dari guru, memberikan pujian atas usaha anak-anak, dan menjelaskan kembali secara singkat manfaat dari apa yang mereka lakukan. Anak-anak terlihat bangga dengan hasil karyanya, dan suasana kelas penuh dengan semangat belajar. Melalui kegiatan sederhana seperti ini, TK B Al Siddiq International terus berupaya menanamkan dasar-dasar penting dalam proses berpikir dan belajar anak secara menyenangkan dan bermakna.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, SD

SD Al Siddiq International Laksanakan PJBL Hari Pahlawan 2025

Pada Selasa, 11 November 2025, SD Al Siddiq International melaksanakan kegiatan Project Based Learning (PJBL) dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang jatuh setiap tanggal 10 November. Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan nilai patriotisme serta mengajak siswa mengenal lebih dekat perjuangan para pahlawan bangsa melalui aktivitas kreatif yang menyenangkan.Seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 ikut terlibat dalam kegiatan ini. Dengan pendekatan PJBL, siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga berproses aktif untuk menghasilkan karya yang mencerminkan pemahaman mereka tentang nilai kepahlawanan. Hal ini menjadi kesempatan bagi sekolah untuk menguatkan karakter siswa melalui pembelajaran berbasis proyek.Untuk siswa kelas 3 hingga kelas 6, kegiatan difokuskan pada proyek menggambar tokoh pahlawan nasional. Mereka diberi kesempatan memilih pahlawan favorit, seperti Cut Nyak Dien, RA Kartini, Jenderal Sudirman, Bung Tomo, dan lainnya. Setelah mengenal lebih jauh tentang tokoh yang dipilih, siswa kemudian menuangkan inspirasi tersebut ke dalam karya gambar yang menampilkan karakter heroik sang pahlawan.Sementara itu, siswa kelas 1 dan 2 mengikuti kegiatan mewarnai dan menghias gambar pahlawan. Aktivitas ini disesuaikan dengan kemampuan perkembangan anak usia dini, sehingga mereka dapat mengekspresikan kreativitas melalui warna-warna cerah, tambahan stiker, glitter, serta hiasan lainnya. Guru juga memberikan cerita singkat tentang pahlawan yang mereka warnai, sehingga kegiatan berlangsung sambil menumbuhkan pengetahuan dasar tentang sejarah.Kegiatan PJBL Hari Pahlawan ini berlangsung dengan penuh antusiasme. Suasana kelas dan area sekolah tampak hidup dengan siswa-siswa yang bekerja dengan tekun, berdiskusi dengan guru, serta berusaha menghasilkan karya terbaik mereka. Hasil karya siswa kemudian dipajang di lingkungan sekolah sebagai bentuk apresiasi sekaligus inspirasi bagi warga sekolah lainnya.Melalui kegiatan ini, SD Al Siddiq International berharap dapat menanamkan nilai kepahlawanan dan semangat cinta tanah air sejak dini. Dengan mengenal tokoh-tokoh pahlawan melalui karya visual, siswa diharapkan mampu meneladani sikap berani, disiplin, rela berkorban, dan pantang menyerah dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran dapat berlangsung secara bermakna, menyenangkan, dan penuh nilai karakter..By: Yundara Ulfa Priatna, M.Pd

Uncategorized

ESNO dan Field Trip 2025: Menggali Sejarah, Menjelajah Alam, dan Menempa Karakter Peserta Didik SMP Al-Siddiq International

SMP Al-Siddiq International kembali mengadakan kegiatan tahunan ESNO (Educational Students Night Out) dan Field Trip 2025 pada tanggal 12–13 November 2025. Kegiatan ini menjadi momen edukatif dan pembentukan karakter yang dinanti oleh peserta didik. Pukul 06.00 WIB, seluruh peserta didik berkumpul di Bellavista untuk melakukan persiapan keberangkatan. Sebelum berangkat, peserta mendapatkan nasihat dan pesan motivasi dari Kepala Sekolah, Bapak Yusuf Yudhana, S.Pd., dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua Panitia sekaligus Guru Qur’an, Ust. Ahmad Toha, M.Ag. Tepat pukul 07.00 WIB, dua bus—terpisah antara Ikhwan dan Akhwat—bergerak menuju destinasi pertama, yaitu Museum PETA, Bogor Tengah, Kota Bogor. Di museum ini, para peserta didik mempelajari sejarah PETA (Pembela Tanah Air), pasukan bentukan Jepang pada masa pendudukan 1942–1945 yang menjadi cikal bakal TNI. Mereka juga mengenal lebih dekat tokoh-tokoh nasional seperti Jenderal Soedirman, Seoprijadi, Jenderal Ahmad Yani, serta mantan Presiden RI ke-2, Soeharto. Selain sejarah, siswa-siswi dibuat takjub dengan koleksi senjata Perang Dunia II yang dahulu digunakan para pejuang kemerdekaan. Perjalanan dilanjutkan menuju lokasi yang berbeda suasana, yaitu Pondok Pesantren Umar Bin Khottob Plus, yang terletak di kaki Gunung Salak, Desa Gunung Malang, Tenjolaya, Kabupaten Bogor. Setibanya di lokasi, Mr. Umair Shoddiq, S.I.Kom, selaku Seksi Acara, memberikan pengarahan mengenai tata tertib, adab, kebersihan, serta keamanan barang pribadi. Selama dua hari satu malam, peserta didik mengikuti rangkaian kegiatan pembinaan karakter, meliputi kepemimpinan, kerjasama tim, empati sosial, kepedulian lingkungan, hingga menumbuhkan semangat menuntut ilmu. Keasrian alam kaki Gunung Salak menambah kekhidmatan kegiatan, dengan hadirnya kawanan rusa peliharaan dan monyet liar yang tampak bermain di pepohonan setiap pagi. Peserta juga diajak mengunjungi Mata Air Ciburial, sumber air jernih yang terkenal sangat murni hingga dapat diminum langsung. Pada malam hari, setelah sholat Isya, Mr. Muhammad Fathul Ihsan, M.Res., Guru IPA, mempresentasikan cara menguji pH air. Dilanjutkan dengan kegiatan Jurit Malam, di mana peserta dalam kelompok melakukan penelusuran area pesantren menuju empat pos yang dijaga guru serta kakak Pramuka. Setiap pos menyediakan tantangan dan permainan edukatif yang berbeda. Setelah selesai, peserta kembali ke pondok dan menikmati bakso hangat buatan Ustadzah Diah Santikawati, S.Pd.I., dan Ustadzah Mila Febri Wahyuni, Lc. Menjelang larut malam, peserta dipersilakan beristirahat. Keesokan harinya, kegiatan dimulai dengan senam pagi dipimpin Ustadz Abdul Aziz, S.Pd. Setelah itu peserta menikmati hidangan siang berupa ikan nila bakar, tumis jamur, dan sambal matah, kemudian melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah. Acara resmi ditutup dengan lafaz hamdallah yang dipimpin oleh Mr. Yusuf, disertai instruksi agar seluruh peserta didik memungut sampah di sekitar lokasi, meninggalkan tempat dalam keadaan bersih.Pukul 13.00 WIB, dua bus yang membawa rombongan kembali ke Kota Bekasi dengan aman dan selamat. Kegiatan ESNO dan Field Trip 2025 ini menjadi pengalaman berharga bagi peserta didik, tidak hanya sebagai bentuk pembelajaran luar kelas, tetapi juga sebagai wahana pembentukan karakter Islami, cinta tanah air, dan kepedulian lingkungan.By Umair Shoddiq, S.I.Kom

Kegiatan, SMP

Siswa Kelas 9 SMP Al-Siddiq International Belajar Mengumpulkan Informasi dan Opini Melalui Wawancara

Pada hari Rabu, 5 November 2025, siswa dan siswi kelas 9 SMP Al-Siddiq International melaksanakan kegiatan pembelajaran berbasis proyek dengan topik mengumpulkan informasi dan opini melalui metode wawancara. Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 WIB dan dibimbing langsung oleh Mr. Umair Shoddiq, S.I.Kom. Pembelajaran ini mengacu pada buku Global Perspective – Learner’s Skill Book 9 terbitan Cambridge University Press, yang mendorong peserta didik untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan komunikasi. Dalam kegiatan ini, siswa mempelajari cara membuat pertanyaan terbuka untuk menggali pendapat dan pandangan orang lain. Pertanyaan yang digunakan antara lain: “Apakah hal ini cocok dengan budaya masyarakat Indonesia? Mengapa?” “Apa pendapatmu mengenai hal ini?” Sebagai dasar diskusi, para siswa menonton sebuah video dokumenter tentang komunitas masyarakat unik di luar negeri. Setelah itu, setiap peserta didik melakukan wawancara kepada minimal lima teman sekelasnya dan mendokumentasikan hasil wawancaranya. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya berlatih berbicara dan mendengarkan secara aktif, tetapi juga belajar memahami berbagai sudut pandang dan mengembangkan empati terhadap perbedaan budaya di dunia global.By Umair Shoddiq, S.I.Kom

Kegiatan, TK

Chef Cilik di TK Al Siddiq: Belajar dari Dapur Kelas Sendiri

Pada hari Kamis, 30 Oktober 2025, TK Al Siddiq International mengadakan kegiatan cooking class yang melibatkan seluruh siswa di masing-masing kelas. Kegiatan ini mengangkat tema membuat sushi sederhana dengan bahan-bahan yang aman dan ramah anak. Setiap kelas menjadi lokasi utama kegiatan, agar anak-anak bisa merasa nyaman dan fokus dalam lingkungan yang sudah mereka kenal. Cooking class ini menjadi momen istimewa yang ditunggu-tunggu karena memberikan pengalaman langsung yang menyenangkan dan edukatif bagi anak-anak.Seperti biasa, kegiatan diawali dengan rutinitas harian: line up, circle time, sholat dhuha, dan snack time. Setelah itu, guru mulai mempersiapkan segala kebutuhan cooking class. Meja-meja dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Di setiap meja, alat dan bahan seperti nori, nasi, sosis, crab stick, keju, wortel, dan zucchini sudah tersedia. Semua anak mengenakan celemek dan sarung tangan plastik agar tetap bersih dan higienis selama proses memasak.Anak-anak kemudian diarahkan untuk mengambil nasi dan meletakkannya di atas nori, lalu menambahkan isian seperti sosis, crab stick, keju, wortel, dan zucchini sesuai selera mereka. Setelah semua bahan tersusun, mereka belajar menggulung sushi dengan hati-hati. Beberapa anak tampak antusias mencoba sendiri, sementara yang lain meminta bantuan guru. Setelah selesai menggulung, guru membantu mereka memotong sushi menjadi beberapa bagian kecil, siap untuk dinikmati bersama.Kegiatan ini dirancang bukan sekadar untuk bersenang-senang, tetapi juga untuk mendukung enam aspek perkembangan anak usia dini, yaitu: Motorik halus, melalui kegiatan menggulung dan memotong sushi yang melatih koordinasi tangan. Kognitif, saat anak mengikuti langkah-langkah memasak dan mengenali urutan proses. Bahasa, melalui interaksi dengan teman dan guru selama kegiatan berlangsung. Sosial-emosional, dengan bekerja sama dalam kelompok kecil dan belajar bergiliran. Nilai agama dan moral, melalui kebiasaan menjaga kebersihan, bersyukur, dan bersikap sabar. Seni, melalui penyusunan sushi yang menarik secara visual dan memberi kebebasan berkreasi.Cooking class ini memberikan ruang bagi anak untuk belajar dengan cara yang menyenangkan, langsung, dan penuh makna. Mereka tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga belajar disiplin, kebersamaan, serta percaya diri dalam mencoba hal-hal baru. Kegiatan ini membuktikan bahwa memasak bisa menjadi media belajar yang holistik dan menyenangkan bagi anak usia dini. Diharapkan pengalaman ini akan menjadi kenangan berharga dan memupuk rasa ingin tahu mereka terhadap dunia kuliner dan keterampilan hidup lainnya.By Inka Amalia, S.Pd

Uncategorized

SD Al Siddiq International Ikuti International Kangaroo Science Contest (IKSC) 2025

SD Al Siddiq International dengan penuh antusias bersiap untuk berpartisipasi dalam International Kangaroo Science Contest (IKSC) ke-18 tahun 2025, sebuah kompetisi sains bergengsi yang telah menjadi rujukan bagi sekolah-sekolah berstandar global dalam mengembangkan kemampuan literasi sains dan berpikir kritis peserta didik. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) selaku penyelenggara resmi di Indonesia, dan merupakan bagian dari jaringan kontes sains internasional yang diikuti oleh pelajar dari berbagai negara di dunia. Melalui kegiatan ini, SD Al Siddiq International ingin terus memperkuat komitmennya dalam menyediakan lingkungan pendidikan yang kaya akan pengalaman akademik bermutu, serta menumbuhkan kecintaan siswa terhadap ilmu pengetahuan dan eksplorasi ilmiah sejak dini.Ajang IKSC telah dikenal sebagai kompetisi yang memberikan tantangan intelektual melalui soal-soal berbasis eksplorasi ilmiah, pemecahan masalah, dan penalaran logis. Tahun sebelumnya, kompetisi ini berhasil mencatat partisipasi luar biasa dengan 62.655 peserta dari seluruh Indonesia, menjadi bukti bahwa minat terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan penelitian terus tumbuh di kalangan pelajar. Bagi siswa-siswi SD Al Siddiq International, kesempatan ini tentunya menjadi wadah yang sangat berharga untuk melatih keterampilan analisis, memperluas wawasan ilmiah, serta membangun rasa percaya diri dalam berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional. Partisipasi ini juga sejalan dengan upaya sekolah dalam mempersiapkan generasi muda yang mampu bersaing di era global, memiliki daya saing intelektual, dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan berpikir kritis dan kreatif.Peserta dari SD Al Siddiq International akan mengikuti kompetisi sesuai kategori usia untuk jenjang sekolah dasar, mulai dari kelas 1 hingga kelas 6. Melalui pendampingan intensif, sekolah berharap siswa tidak hanya meraih prestasi akademik, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna, khususnya dalam hal kedisiplinan, ketelitian, kepercayaan diri, dan ketangguhan mental dalam menghadapi tantangan. Kegiatan ini turut menjadi bentuk dukungan sekolah dalam memfasilitasi bakat dan minat siswa di bidang sains, serta memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengenal atmosfer kompetisi internasional sejak usia dini.Dengan semangat kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua, SD Al Siddiq International optimis bahwa keikutsertaan dalam IKSC 2025 akan menjadi pengalaman berharga bagi seluruh peserta. Harapannya, siswa-siswi tidak hanya mampu mencapai hasil yang membanggakan, tetapi juga membawa nilai-nilai positif, sikap ilmiah, serta motivasi untuk terus belajar dan berkembang. Semoga langkah ini menjadi bagian dari perjalanan panjang dalam mencetak generasi muda yang unggul, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan duniaBy: Yundara Ulfa Priatna, M.Pd.

Kegiatan, SMP

SMP Al-Siddiq International Gelar Market Day Bertema Lintas Budaya Internasional

Pada hari Rabu, 29 Oktober 2025, SMP Al-Siddiq International mengadakan kegiatan Market Day yang meriah dengan tema “International Cross-Cultural Celebration.” Kegiatan ini berlangsung dari pukul 08.00 hingga 10.40 pagi di lapangan olahraga Al-Siddiq International School. Para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok, masing-masing mewakili wilayah atau negara dengan budaya yang berbeda, seperti Timur Tengah, Turki, Sumatra, Jawa, Sunda, Bali, Prancis, Italia, Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan Thailand. Setiap kelompok menghias stan mereka secara kreatif dan menjual berbagai barang unik yang mencerminkan budaya yang mereka wakili. Acara dimulai dengan sambutan pembukaan dari Kepala Sekolah, Bapak Yusuf Yudhana, S.Pd., yang kemudian dilanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an oleh Muhammad Kautsar Mehaga Perangin-angin. Setelah itu, para siswa dengan antusias mulai menjual berbagai makanan, minuman, hiasan, mainan, dan barang dagangan lainnya yang bertema sesuai dengan negara atau daerah masing-masing. Untuk menarik pengunjung, para siswa mengenakan kostum tradisional dan menghias stan mereka dengan ornamen serta simbol budaya khas. Suasana yang meriah dan penuh warna berhasil mencerminkan semangat keberagaman dan kreativitas. Selama kegiatan berlangsung, setiap kelompok dinilai oleh dua orang juri—Miss Pravitasari, S.Psi., M.Ag., dan Mr. Ginanjar Citra Cimarga, M.Pd.—yang menilai berdasarkan aspek kreativitas, kerja sama tim, presentasi, dan jiwa kewirausahaan. Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya berlatih berwirausaha, tetapi juga mengembangkan berbagai keterampilan penting seperti kreativitas, kerja sama, disiplin, dan kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Market Day ini benar-benar menjadi wujud komitmen sekolah dalam membentuk siswa berwawasan global yang menghargai keberagaman budaya, sambil belajar dengan cara yang menyenangkan dan bermakna.By Umair Shoddiq, S.I.Kom

Kegiatan, TK

Market Day Seru Bersama Kakak-Kakak Secondary

Pada hari Rabu, 29 Oktober 2025, siswa dan siswi TK Al Siddiq International mengikuti kegiatan edukatif yang berbeda dari biasanya. Mereka berpartisipasi dalam kegiatan Market Day yang diselenggarakan oleh siswa/i secondary di lapangan sekolah Al Siddiq. Suasana pagi itu ramai dan penuh semangat, di mana anak-anak TK tampak antusias menjelajahi berbagai stand yang tersedia.Sebelum kegiatan dimulai, anak-anak tetap menjalankan rutinitas harian seperti biasa. Mereka memulai dengan line up, dilanjutkan circle time, dan kemudian melaksanakan salat duha bersama. Setelah itu, mereka diminta untuk menghabiskan bekal snack yang telah dibawa dari rumah agar siap mengikuti aktivitas Market Day dengan lebih fokus dan nyaman.Dengan dipandu oleh guru, anak-anak kemudian diajak berjalan menuju lapangan sekolah. Di sana, mereka disambut dengan deretan stand yang menyajikan berbagai makanan, minuman, hingga aksesoris menarik. Stand-stand tersebut dikelola oleh kakak-kakak secondary yang tampak serius namun tetap ramah melayani para pengunjung kecil mereka. Suasana edukatif pun terasa kental, namun dikemas dengan cara menyenangkan.Selama kunjungan, anak-anak didampingi guru untuk menukarkan uang yang mereka bawa dari rumah dengan barang-barang yang mereka inginkan. Proses ini menjadi sarana langsung bagi anak-anak untuk mengenal konsep jual beli, nilai uang, dan latihan berhitung sederhana. Misalnya, mereka belajar bahwa satu barang bisa memiliki harga tertentu dan bahwa uang harus cukup untuk membelinya. Anak-anak juga dilatih untuk menghitung kembali uang kembalian yang mereka terima.Kegiatan Market Day ini bukan sekadar ajang bermain atau berbelanja, tapi juga menjadi pengalaman belajar yang sangat berarti. Anak-anak belajar secara langsung dan kontekstual tentang bagaimana transaksi jual beli bekerja. Mereka juga diajak untuk berinteraksi, memilih, memutuskan, dan menghargai uang serta barang yang mereka beli. Melalui pengalaman ini, nilai edukatif dan keseruan berhasil berpadu dengan sangat baik di lapangan sekolah Al Siddiq.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, SD

SD Al Siddiq International Hadirkan Native Speaker dari Canada

Sebagai salah satu sekolah yang berkomitmen dalam membangun kompetensi global pada peserta didiknya, SD Al Siddiq International kembali menghadirkan program pembelajaran bahasa Inggris bersama native speaker. Kali ini, sekolah mendatangkan Mr. Jeff, seorang pendidik berpengalaman asal Kanada, untuk memberikan pengalaman belajar yang autentik kepada siswa-siswi.Kehadiran Mr. Jeff disambut hangat oleh seluruh murid, guru, dan tenaga kependidikan. Dalam sesi perkenalan dan pembelajaran interaktif yang diadakan di kelas, para siswa terlihat antusias mengikuti kegiatan. Mereka diajak untuk berdialog, bermain peran, serta mengikuti berbagai aktivitas komunikatif yang melatih keberanian, kelancaran, dan pelafalan bahasa Inggris secara natural.“Belajar langsung dari Native Speaker membuat anak-anak lebih percaya diri. Mereka tidak hanya belajar bahasa, tapi juga budaya dan etika berkomunikasi internasional,” ujar salah satu guru pendamping.Program ini merupakan bagian dari strategi sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar berstandar global, sekaligus memperkuat exposure bahasa Inggris siswa di luar buku teks. Dengan pendekatan komunikatif dan suasana yang menyenangkan, diharapkan siswa mampu meningkatkan keterampilan listening dan speaking secara signifikan.SD Al Siddiq International berencana untuk terus berkolaborasi dengan para pendidik internasional serta memperbanyak kegiatan berbasis global learning, agar putra-putri bangsa siap menghadapi tantangan dunia masa depan.By: Yundara Ulfa Priatna, M.Pd.

Kegiatan, SMP

Perayaan Bulan Bahasa dan Hari Sumpah Pemuda di SMP Al-Siddiq International

Pada Selasa, 28 Oktober 2025, SMP Al-Siddiq International merayakan Bulan Bahasa dan Hari Sumpah Pemuda dengan penuh semangat. Acara ini menampilkan tiga lomba menarik, yaitu Membaca Berita, Membaca Puisi, dan Stand-Up Comedy. Perayaan dimulai pukul 08.00 pagi, dipandu oleh dua siswa berbakat dari kelas 7, Jagat Alfatara dan Jagad Abdullah Al-Muharram, yang bertugas sebagai Master of Ceremony (MC). Acara dibuka dengan sambutan hangat dari Kepala Sekolah, Bapak Yusuf Yudhana, S.Pd., dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Cut Hamidatul Aqila dari kelas 7 putri. Setelah itu, Ketua OSIS terpilih, Azka Fakhri Arkananta dari kelas 8 putra, menyampaikan pidato inspiratif. Lomba pertama adalah Membaca Berita, di mana para peserta membawakan segmen berita dengan gaya layaknya penyiar “Breaking News” sesungguhnya. Mereka dinilai berdasarkan intonasi, pelafalan, penggunaan bahasa, penampilan, dan bahasa tubuh. Lomba ini dinilai oleh dua guru, yaitu Bapak Fedrian Hasman, M.Sas., dan Bapak Umair Shoddiq, S.I.Kom. Setelah jeda istirahat selama 30 menit, acara dilanjutkan dengan Lomba Membaca Puisi, yang dinilai oleh Bapak Muhammad Fathul Ihsan, M.Res., dan Bapak Khalid Abdullah, Lc. Suasana menjadi haru ketika para siswa mengekspresikan perasaan dan kreativitas mereka melalui penampilan puisi yang menyentuh hati. Lomba terakhir adalah Stand-Up Comedy, yang menghadirkan tawa dan keceriaan bagi seluruh penonton. Dewan juri untuk kategori ini adalah Ibu Robiah Adawiyah, M.Pd., dan Ustadzah Diah Santikawati, S.Pd.I. Para peserta tidak hanya menyampaikan lelucon yang lucu, tetapi juga tampil dengan kostum jenaka, menjadikan pertunjukan semakin menghibur. Perayaan Bulan Bahasa dan Hari Sumpah Pemuda tahun ini berhasil menampilkan bakat, kreativitas, dan kepercayaan diri para siswa. Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen sekolah dalam menumbuhkan kemampuan berbahasa sekaligus semangat kebangsaan di kalangan generasi muda.By Umair Shoddiq, S.I.Kom