Al Siddiq International School

Kegiatan

Kegiatan, SMP

Satu Bulan Meniti Bahasa: OMLH di SMP Al-Siddiq

SMP Al-Siddiq International kembali menapaki langkah berani dalam membentuk generasi pembelajar global. Mulai Senin, 21 Juli 2025, program One Month Language Habituation (OMLH) resmi dimulai. Selama sebulan penuh, para siswa kelas 7 diajak menyelami dunia baru: dunia bahasa. Bukan sekadar pelajaran, ini adalah pembiasaan. Dan seperti yang kita tahu, pembiasaan adalah fondasi dari kebiasaan. Setiap pagi, tepat pukul 07.00 hingga 12.00 siang, setiap ruang kelas berubah menjadi ruang interaksi dua bahasa: Inggris dan Arab. Di sinilah para guru memainkan peran penting, bukan hanya sebagai pengajar, tapi sebagai penuntun. Dipandu langsung oleh Mr. Fedrian Hasmand, M.Sas, mereka mengenalkan vocabularies dan phrases yang menjadi kunci pertama membuka gerbang literasi internasional dan nilai-nilai Qurani. Program ini bukan tentang hafalan, melainkan tentang keberanian untuk mencoba. Bukan soal seberapa cepat menguasai, tapi seberapa konsisten melatih diri. Anak-anak tidak dituntut sempurna, mereka diajak untuk berproses. Mengucap kata demi kata, membentuk kalimat demi kalimat, hingga akhirnya tumbuh rasa percaya diri dalam berbahasa. Dalam setiap salam yang dilafazkan, dalam setiap pertanyaan yang diucapkan, ada semangat untuk menjembatani dunia. Bahasa tidak lagi menjadi sekadar alat komunikasi. Ia menjadi jendela pemahaman, terhadap budaya, terhadap sesama, dan terhadap makna diri sebagai insan pembelajar. Satu bulan ke depan, SMP Al-Siddiq tidak hanya mencetak siswa yang tahu, tapi juga yang mampu mengatakan. Karena dari satu kata yang dibiasakan, bisa lahir satu dunia yang dipahami. Dan dari satu bahasa yang dipelajari, bisa tumbuh banyak jembatan untuk memahami dunia.By Umair Shoddiq, S.I.Kom

Kegiatan, SMP

MPLS SMP Al-Siddiq International: Mengenal Sekolah, Menemukan Jati Diri

Kota Bekasi, 18 Juli 2025 Lantai tiga gedung SMP Al-Siddiq International School tak sekadar jadi ruang pertemuan. Ia menjelma menjadi panggung awal sebuah perjalanan. Dari tanggal 14 hingga 16 Juli 2025, wajah-wajah baru hadir bukan hanya untuk mengenal sekolah—tetapi juga untuk mulai mengenali diri mereka sendiri. Inilah MPLS, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Tapi di Al-Siddiq, ini lebih dari sekadar agenda rutin: ini adalah awal dari pembentukan karakter dan pertemanan. Di balik rapi dan lancarnya acara, ada sosok Ustadzah Retno Suzanne Handayani, Lc—sang ketua panitia yang bersama tim OSIS membangun skenario pengenalan ini. Kenzie, ketua OSIS, tampil percaya diri sebagai MC, ditemani Ibnu yang tak kalah sigap. Suasana hangat dan santai diciptakan sejak awal lewat sesi ice breaking dari Athar, siswa kelas 8 Putra, sambil didampingi Ustadz Umair Shoddiq, S.I.Kom. Di sinilah tawa dan kebekuan mencair, pelan-pelan setiap anak belajar membuka diri. Namun tentu, pengenalan bukan hanya tentang tawa. Ia juga tentang bekal—tentang kesiapan menghadapi tantangan. Maka Ustadz Amal Dzikrullah, M.Pd hadir membawa materi tentang bullying. Bukan untuk menakut-nakuti, tapi agar anak-anak tahu, bahwa mereka punya hak untuk merasa aman, dan tanggung jawab untuk menjaga sesama. Ustadz Fathul Ihsan, M.Res kemudian memperluas wawasan, mengajarkan kesiapan dalam menghadapi bencana—karena hidup tak selalu tenang. Semua dibuka secara resmi dan penuh semangat oleh sambutan Mr. Yusuf Yudhana, S.Pd. Hari ketiga adalah tentang menjelajah. Bukan sekadar outbound, tapi petualangan berisi pembelajaran. Anak-anak berjalan berkelompok, melintasi pos demi pos di sekitar sekolah. Mereka bermain, berdiskusi, tertawa, saling menyemangati. Game yang mereka ikuti bukan sekadar hiburan—tapi sarana membangun logika, kerja sama, dan karakter. Di tiap langkah, ada nilai yang disisipkan. Di tiap tantangan, ada pelajaran yang diam-diam ditanamkan. MPLS ini bukan hanya menyambut siswa baru. Ia adalah cara sekolah berkata: Selamat datang. Di sini kamu akan belajar. Tapi bukan hanya pelajaran sekolah, tapi pelajaran hidup. Dan semua dimulai dari mengenal, lalu menjadi. Sebab di Al-Siddiq, sekolah adalah rumah kedua. Tempat belajar tak hanya dari papan tulis, tapi juga dari pengalaman. Tempat tumbuh, dalam bimbingan Quran, dan semangat yang menyala—united by spirit, guided by the Qur’an.By Umair Shoddiq, S.I.Kom

Kegiatan, SMP

Menyulam Asa di Ruang Pertemuan: Harmoni Orang Tua dan Sekolah dalam Bingkai Misi Pendidikan

Sabtu pagi, 12 Juli 2026. Lantai 3 gedung SMP Al-Siddiq International menjadi saksi pertemuan dua poros penting pendidikan: para guru dan wali murid. Ruang itu tak sekadar tempat berkumpul, melainkan ruang temu hati, menyatukan harapan demi tumbuh kembang generasi. Parents-Teachers Conference Semester 1 Tahun Ajaran 2025/2026 resmi dimulai pukul 08.00 WIB, dipandu dengan hangat dan lugas oleh MC Umair Shoddiq, S.I.Kom, mengalirkan alur acara yang sarat makna. Pertemuan dibuka dengan tilawah suci yang menggetarkan hati, dilantunkan penuh khidmat oleh Ustadz Ikram Jundulloh, S.Pd. Ayat-ayat itu seolah menjadi pengingat: bahwa pendidikan adalah amanah mulia yang berakar dari wahyu. Disusul pengenalan para pendidik—mereka yang setiap hari menanamkan ilmu, membimbing karakter. Lalu tampil Mr. Yusuf Yudhana, S.Pd, membawa presentasi tentang profil sekolah. Narasi yang disampaikannya bukan sekadar data, tapi cerminan visi besar sekolah dalam merangkai pelita masa depan. Sambutan penuh makna pun hadir dari dua sosok sentral: Mr. Ginanjar Citra Cimarga sebagai direktur sekolah, dan Dr. Triyoga Budi Prasetyo, S.I.P., M.Si., selaku pimpinan komite wali murid. Kata-kata mereka tak sekadar sambutan formalitas, melainkan seruan kebersamaan. Bahwa pendidikan adalah kerja kolektif. Sekolah dan rumah bukan dua kutub yang bertentangan, melainkan dua sayap yang harus mengepak bersama. Sesi selanjutnya menggulirkan informasi penting. Miss Robiah Adawiyah, M.Pd memaparkan garis besar kegiatan akademik—sebuah peta yang akan menjadi panduan langkah para siswa selama satu semester ke depan. Tak ketinggalan, Ustadzah Retno Suzanne Handayani, Lc memperkenalkan program unggulan Qur’an, inti ruhani dari sekolah ini. Menyusul Mr. Fathul Ihsan, M.Res yang menjelaskan integrasi teknologi melalui LMS dan sistem bilingual—dua instrumen masa kini yang mempercepat langkah anak-anak menembus batas dunia. Lebih dari sekadar rapat, Parents-Teachers Conference ini adalah ruang dialog. Tempat menyemai saling percaya, menyatukan langkah, dan meneguhkan komitmen: bahwa setiap anak berhak tumbuh di antara ilmu dan iman. Di SMP Al-Siddiq International, pendidikan bukan sekadar kurikulum, tapi janji. Janji untuk mendidik anak-anak bukan hanya agar tahu, tapi agar menjadi.By Umair Shoddiq, S.I.Kom

Kegiatan, SMP

Choral Speaking di Al Siddiq Festival: Seruan Nurani dari Panggung Sekolah

Dalam kemeriahan Al Siddiq Festival 2025 yang dipenuhi tawa, sorak-sorai, dan tepuk tangan meriah, ada satu penampilan yang membuat suasana berubah—hening, khidmat, dan menggugah. Penampilan choral speaking oleh tiga siswi akhwat SMP Al Siddiq mencuri perhatian dan meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir. Bukan karena penampilan lain kurang bagus, tetapi karena kekuatan pesan dan relevansi temanya yang begitu tepat dengan situasi dunia hari ini.Dengan penuh penghayatan, tiga murid ini membawakan orasi puitis dalam format choral speaking—sebuah pertunjukan berbicara serempak yang mengandalkan kekompakan intonasi, emosi, dan pesan. Materi yang mereka bawakan menyoroti isu kemanusiaan yang tengah mengguncang hati dunia: agresi brutal penjajah Israel atas Gaza. Seruan mereka bukan sekadar membacakan naskah, melainkan sebuah jeritan nurani yang mempertanyakan diamnya dunia Islam dan bungkamnya banyak pihak atas penderitaan yang terus terjadi.Yang membuat penampilan ini semakin kuat adalah pilihan mereka untuk tidak menggunakan Bahasa Indonesia, tetapi Bahasa Inggris—bahasa yang menjadi penghubung dunia. Dengan ini, pesan mereka tidak hanya ditujukan untuk audiens lokal, tapi juga menjadi representasi sikap generasi muda Muslim yang ingin bersuara secara global. Mereka menyadari bahwa penderitaan di Gaza bukan sekadar isu politik atau agama, tetapi isu kemanusiaan yang menyentuh setiap hati yang masih hidup.Intonasi tajam, nada tinggi yang dikontrol dengan baik, dan tempo yang menghentak menjadikan choral speaking ini bukan sekadar penampilan, tapi pernyataan. Ia membangunkan hati yang tertidur, menggugah rasa peduli yang mungkin mulai tumpul, dan menjadi bukti bahwa suara anak-anak muda pun bisa menyampaikan pesan perlawanan terhadap ketidakadilan. Di panggung sederhana itu, suara mereka menjadi gema nurani yang menyebar ke seluruh penjuru lapangan.Penampilan ini mengajarkan kita bahwa pendidikan bukan hanya tentang angka dan prestasi akademik, tapi juga tentang keberanian bersikap, peka terhadap ketidakadilan, dan menjadi bagian dari suara perubahan. Choral speaking di Al Siddiq Festival menjadi refleksi bagaimana sekolah tidak hanya mengasah otak, tetapi juga menumbuhkan hati yang hidup—hati yang peduli pada umat, pada keadilan, dan pada nilai-nilai kemanusiaan sejati.Khalid Abdullah, Lc

Kegiatan, SD

Al Siddiq Festival 2025: Al Siddiq Explores The World’s Cultural Carnival in Islamic Values

Al Siddiq Festival 2025 kembali digelar dengan semarak dan penuh antusias. Festival tahunan yang menjadi ajang kreativitas dan kolaborasi seluruh warga sekolah ini mengusung tema “Al Siddiq Explores The World’s Cultural Carnival in Islamic Values”. Tema ini memberikan warna baru dalam perhelatan festival, di mana peserta diajak untuk menjelajahi ragam budaya dunia yang dikemas dengan nilai-nilai Islam yang penuh makna.Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan Al Siddiq International School dengan melibatkan siswa, guru, serta orang tua. Pelaksanaan festival tahun ini berlangsung pada hari Sabtu, 21 Juni 2025. Acara Al Siddiq Festival 2025 dibuka dengan suasana khidmat melalui lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh salah satu murid SD Al Siddiq International. Tilawah yang mengawali festival ini menjadi pengingat bahwa seluruh kegiatan tetap berada dalam bingkai nilai-nilai Islam. Para hadirin mendengarkan dengan penuh khidmat, menandai bahwa setiap langkah dalam festival ini membawa keberkahan dan makna spiritual. Acar selanjutnya yaitu sambutan dari Direktur Pendidikan Al Siddiq International dengan dihadiri oleh para siswa, guru, orang tua, dan tamu undangan. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan mengenai program yang berada di Al Siddiq International. Beliau juga menekankan bahwa kegiatan ini menjadi momen penting untuk memperluas wawasan global peserta didik tanpa melupakan jati diri sebagai seorang Muslim yang berakhlak mulia.Setelah pembukaan, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan berbagai pertunjukan yang mencerminkan kekayaan budaya dunia dan kreatifitas siswa. Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah tari Saman, yang dibawakan dengan penuh kekompakan oleh siswa-siswi Al Siddiq. Tarian khas Aceh ini menjadi simbol kebersamaan dan ketekunan. Ada juga tari kreasi dengan lagu tradisional, yang menampilkan gabungan gerakan tetap menonjolkan etika dan sopan santun dalam Islam. Para siswa juga menampilkan pencak silat, seni bela diri tradisional Indonesia yang menunjukkan kekuatan, sportivitas, dan kedisiplinan.Di tengah festival, siswa dari berbagai jenjang turut mempersembahkan tasmi’ Al-Qur’an, menunjukkan kemampuan mereka dalam menghafal dan melafalkan ayat-ayat suci dengan lancar. Selain itu, penampilan story telling mengenai dongeng dari berbagai negara menjadi salah satu daya tarik tersendiri. Tak ketinggalan, festival juga dimeriahkan dengan comedy show yang menghibur, namun tetap mengedukasi dan membangun suasana keakraban. Selanjutnya, siswa dari tingkat SD dan SMP mempersembahkan sebuah drama yang mengangkat tema persahabatan dan keberagaman budaya dunia yang dihiasi dengan akhlak Islami.Salah satu pertunjukan unik dalam Al Siddiq Festival 2025 adalah permainan perkusi dari ember dan stik, di mana para siswa menunjukkan kreativitas mereka dalam menciptakan harmoni musik dengan alat-alat sederhana. Permainan ini berhasil memukau penonton dengan irama yang energik dan penuh semangat.Rangkaian pertunjukan semakin menarik dengan coral speaking dalam tiga bahasa, yaitu Arabic, English, dan Japanese. Para siswa dengan percaya diri menampilkan kemampuan berbahasa asing mereka, sekaligus menyampaikan pesan persatuan dan perdamaian antarbangsa. Penampilan coral speaking ini menjadi salah satu wujud nyata pendidikan multibahasa yang diterapkan di Al Siddiq.Festival juga menyentuh isu global melalui pembacaan puisi tentang Islamophobia di dunia. Melalui kata-kata yang kuat dan penuh makna, siswa menyuarakan harapan agar masyarakat dunia dapat memandang Islam dengan lebih terbuka dan adil, serta bersama-sama melawan stigma dan diskriminasi.Sebagai penutup yang spektakuler, festival menampilkan fashion show kostum dari berbagai negara di dunia. Siswa-siswi berjalan di atas panggung mengenakan pakaian khas dari Jepang, Turki, Arab Saudi, Korea, India, dan banyak negara lainnya. Fashion show ini menjadi simbol bahwa Islam dan budaya dunia dapat berjalan beriringan, saling melengkapi, dan saling memperkaya.Di balik kemeriahan, sempat terjadi gangguan teknis pada sistem suara yang menyebabkan beberapa pertunjukan harus ditunda sementara. Namun, berkat kesiapan dan kerja sama tim panitia, kendala ini dapat diatasi dengan cepat. Situasi tersebut menjadi pembelajaran bersama tentang pentingnya kesigapan dan profesionalisme dalam menghadapi tantangan.Al Siddiq Festival 2025 menjadi momen penting yang tidak hanya memamerkan bakat dan kreativitas siswa, tetapi juga menanamkan pemahaman bahwa mengenal budaya dunia harus selalu disertai dengan penguatan nilai-nilai keislaman. Festival ini menjadi jembatan untuk membentuk generasi yang terbuka, toleran, dan berakhlak mulia.Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan rasa syukur dan kegembiraan. Diharapkan, kegiatan seperti ini terus menjadi agenda rutin yang tidak hanya membangun semangat kebersamaan, tetapi juga memperkaya pengalaman belajar siswa secara nyata.By: Yundara Ulfa Priatna, M,Pd.

SMP

Al Siddiq Festival 2025: Perayaan Spektakuler Empat Bahasa dan Empat Rasa

Pada Sabtu, 21 Juni 2025, lapangan Al Siddiq International School dipenuhi kemeriahan yang luar biasa dalam gelaran Al Siddiq Festival (Alfest) yang spektakuler. Acara tahunan ini menjadi wadah ekspresi kreatif para siswa, sekaligus ajang pembuktian bahwa belajar tidak hanya terbatas pada ruang kelas, tetapi juga bisa tampil penuh warna di atas panggung. Dengan panggung megah dan semangat yang membara, Alfest 2025 menjadi hari yang penuh kebanggaan bagi keluarga besar Al Siddiq.Yang membuat Alfest tahun ini begitu istimewa adalah penggunaan empat bahasa dalam seluruh rangkaian acara: Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Jepang. Perpaduan bahasa ini menjadi simbol kekayaan budaya dan kemampuan multibahasa para siswa, sejalan dengan visi Al Siddiq dalam mencetak generasi global yang berakar kuat pada nilai-nilai lokal dan Islam. MC, penampilan, serta narasi panggung semuanya disajikan dalam nuansa multibahasa yang memukau.Ragam penampilan yang disuguhkan pun begitu variatif—mulai dari yang lucu dan mengundang tawa, hingga yang menyentuh dan membuat para penonton merenung. Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah choral speaking yang dibawakan secara dramatis dan penuh penghayatan. Penampilan ini mengajak hadirin untuk berpikir lebih dalam tentang nilai kehidupan, keberagaman, dan pentingnya menjaga perdamaian.Tak hanya itu, aksi panggung para siswa juga menunjukkan keberanian, kekompakan, dan kreativitas yang telah diasah sejak jauh-jauh hari. Masing-masing pertunjukan membawa pesan tersendiri, baik tentang budaya, bahasa, maupun nilai-nilai moral dan keislaman. Alfest menjadi ruang di mana bakat, kerja keras, dan semangat kolaborasi dipadukan menjadi sajian yang memikat.Al Siddiq Festival 2025 bukan sekadar acara sekolah, melainkan cerminan filosofi pendidikan Al Siddiq itu sendiri: membentuk pribadi yang unggul, percaya diri, dan siap berkiprah di panggung dunia tanpa kehilangan identitas. Dengan semangat yang terus tumbuh, Alfest menjadi bukti bahwa sekolah ini tidak hanya mendidik, tetapi juga menginspirasi.Khalid Abdullah, Lc

Kegiatan, SMP

Ujian di SMP Al Siddiq: Lebih dari Sekadar Nilai, Sebuah Latihan Kehidupan

Mulai Selasa, 10 Juni hingga Senin, 16 Juni 2025, SMP Al Siddiq International School melaksanakan ujian akhir semester yang dilangsungkan di kelas masing-masing. Para murid mengikuti ujian tulis dengan penuh semangat dan kesiapan yang matang. Sejak jauh hari, mereka telah mempersiapkan diri dengan belajar, berdiskusi, dan memperkuat pemahaman materi pelajaran yang telah dipelajari selama satu semester terakhir.Lebih dari sekadar kewajiban akademik, ujian di SMP Al Siddiq dipandang sebagai bagian penting dari proses pendidikan yang utuh. Dalam pandangan Islam, ujian adalah salah satu bentuk evaluasi atas amanah ilmu yang telah diberikan. Sebagaimana Allah ﷻ menguji hamba-Nya dengan berbagai ujian dalam kehidupan, maka ujian di sekolah pun menjadi latihan awal dalam membentuk keteguhan, kejujuran, dan kesungguhan seorang pelajar.Ujian juga menjadi parameter keberhasilan dari program pembelajaran. Bukan hanya untuk mengukur capaian kognitif, tetapi juga menjadi alat untuk menilai sejauh mana proses belajar mengubah sikap, disiplin, dan cara berpikir murid. Dalam konteks ini, setiap lembar soal bukan hanya tantangan akademik, tetapi juga kesempatan untuk bertumbuh dan memperbaiki diri. Para guru memaknai ujian sebagai bagian dari pendidikan karakter, bukan sekadar angka di atas kertas.Dari sisi nilai-nilai keislaman, ujian mengajarkan murid untuk bersungguh-sungguh (ijtihad), sabar (ṣabr), dan jujur (ṣidq). Ketika mereka menjawab soal dengan kemampuan sendiri, mereka sedang melatih diri untuk menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan amanah terhadap ilmu. Sebagaimana sabda Nabi ﷺ, “Sesungguhnya Allah mencintai apabila salah seorang di antara kalian melakukan suatu pekerjaan, maka ia menyempurnakannya.” Maka ujian menjadi ajang untuk menunjukkan itqan—kesungguhan dalam menjalankan tugas.Ujian di sekolah sejatinya adalah gambaran kecil dari ujian kehidupan. Dalam hidup, manusia tidak akan lepas dari cobaan dan ujian, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an, “Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan berkata: ‘Kami telah beriman,’ sedang mereka tidak diuji?” (QS. Al-‘Ankabūt: 2). Maka, melalui proses ujian ini, murid-murid SMP Al Siddiq dilatih untuk tidak hanya menjadi pelajar yang cerdas, tetapi juga pribadi yang tangguh dalam menghadapi tantangan hidup dengan iman dan ilmu.By Abdullah Khalid, Lc

Kegiatan, SMP

SMP Al Siddiq Kirim Kontingen Pramuka Garuda: Tunjukkan Kualitas dan Semangat Kepemimpinan

Pada 5 Juni 2025, SMP Al Siddiq International School mengirimkan kontingen terbaiknya untuk mengikuti ajang Pramuka Garuda, sebuah kegiatan prestisius dalam dunia kepramukaan yang menjadi simbol pencapaian tertinggi bagi para anggota Pramuka. Dalam kegiatan ini, murid-murid yang terpilih bukan hanya membawa nama sekolah, tetapi juga mengemban tanggung jawab sebagai representasi generasi muda yang disiplin, tangguh, dan berjiwa pemimpin.Kontingen Pramuka Garuda dari Al Siddiq terdiri dari enam siswa terpilih, yaitu Ibnu dan Kenzie dari murid laki-laki, serta Annisa, Salwa, Naifa, dan Fanya dari murid perempuan. Mereka telah melalui proses seleksi dan pembinaan yang intensif, baik dari sisi keterampilan kepramukaan maupun aspek karakter dan kepemimpinan. Keikutsertaan mereka dalam kegiatan ini merupakan buah dari semangat, kerja keras, dan dedikasi mereka selama menjalani latihan.Ustadz Abdul Aziz, selaku pembimbing Pramuka SMP Al Siddiq, menjelaskan bahwa tujuan utama pengiriman kontingen ini adalah untuk melatih tanggung jawab, keteladanan, dan kemandirian siswa. “Pramuka Garuda bukan hanya tentang seragam dan tanda kecakapan. Ia adalah simbol kesungguhan, akhlak, dan jiwa kepemimpinan yang tumbuh dari proses panjang pembinaan. Ini adalah kesempatan bagi siswa untuk menampilkan yang terbaik dari diri mereka, bukan hanya untuk dinilai, tetapi untuk menginspirasi,” ujar beliau.Kegiatan ini juga menjadi ruang pembuktian bahwa Pramuka bukanlah kegiatan pelengkap, tetapi media pembentukan karakter yang sangat kuat. Melalui Pramuka, siswa dilatih untuk hidup teratur, bekerja sama, mengatasi tantangan, dan peduli terhadap sesama. Bagi kontingen Al Siddiq, keikutsertaan dalam ajang Pramuka Garuda adalah langkah awal untuk menjadi pelajar yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara mental dan sosial.Dengan semangat tinggi, para peserta kontingen Pramuka Garuda dari Al Siddiq siap menunjukkan kualitas terbaik mereka. Sekolah berharap keikutsertaan ini dapat menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus berkembang, berprestasi, dan menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman serta kepramukaan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab sejatinya, pendidikan sejati adalah yang membentuk manusia seutuhnya—dalam ilmu, sikap, dan kepedulian.By Abdullah Khalid, Lc

Kegiatan, SMP

Al Siddiq International School Hadirkan Native Speaker untuk Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Murid

Pada tanggal 4 Juni 2025, SMP Al Siddiq International School kembali menghadirkan seorang native speaker dalam program penguatan bahasa asing bagi para murid. Kali ini, sekolah kedatangan Mr. Jema, seorang native speaker Bahasa Inggris keturunan Aljazair dan Inggris (UK), yang membawakan sesi pembelajaran interaktif bertemakan Cinema. Dalam sesi tersebut, para murid diajak untuk memperluas kosa kata mereka mulai dari perangkat keras (hardware) yang digunakan dalam dunia perfilman hingga genre-genre film yang populer secara global.Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata dari komitmen Al Siddiq dalam membangun lingkungan belajar yang internasional dan berstandar tinggi. Terlihat antusiasme yang tinggi dari murid-murid SMP Al Siddiq selama sesi berlangsung. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, dan terlibat dalam berbagai aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan mendengarkan dan berbicara dalam Bahasa Inggris secara alami bersama penutur asli.Menghadirkan native speaker bukanlah hal baru di Al Siddiq. Program ini sudah menjadi agenda rutin sekolah setiap beberapa bulan sekali. Dengan demikian, para murid memiliki kesempatan yang konsisten untuk berinteraksi langsung dengan penutur asli, memperbaiki pelafalan, serta membiasakan diri dengan penggunaan Bahasa Inggris dalam konteks sehari-hari yang otentik.Selain Bahasa Inggris, Al Siddiq juga menaruh perhatian besar pada pengembangan Bahasa Arab, menjadikan kedua bahasa ini sebagai pilar penting dalam sistem pembelajaran. Kegiatan seperti ini diharapkan mampu memelihara semangat dan minat para murid dalam mempelajari bahasa asing, serta menyiapkan mereka menjadi pelajar global yang siap menghadapi tantangan zaman.Dengan program seperti ini, Al Siddiq International School membuktikan komitmennya tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mendorong perkembangan karakter, komunikasi, dan wawasan internasional para murid sejak dini.By Abdullah Khalid, Lc

Kegiatan, SMP

Salam Pagi Penuh Makna di Al Siddiq: Antara Adab, Cinta, dan Pendidikan

Setiap Senin pagi, jika tidak ada upacara bendera, SMP Al Siddiq menyelenggarakan kegiatan apel rutin yang dipimpin oleh para guru. Apel ini bukan hanya bentuk penegakan disiplin dan penyampaian informasi, tetapi juga menjadi momen awal pekan yang menyatukan ritme dan semangat seluruh warga sekolah. Namun, di balik kegiatan apel itu sendiri, ada satu tradisi kecil yang layak disorot lebih dalam—yakni kegiatan salam-salaman antara guru dan murid setelah apel selesai.Sekilas, kegiatan berjabat tangan ini tampak sederhana. Para murid dengan tertib berbaris dan menghampiri guru-guru mereka, lalu satu per satu mengulurkan tangan seraya mengucapkan salam. Namun, di balik gerakan fisik yang terlihat biasa ini, tersimpan pesan adab yang sangat luhur. Salam yang disertai jabatan tangan bukan hanya formalitas, melainkan bentuk nyata penghormatan murid kepada guru—sosok yang menjadi jalan ilmu dan akhlak bagi mereka.Kegiatan ini juga menjadi wadah penguatan ikatan emosional antara guru dan murid. Dalam suasana hangat dan khidmat, murid merasa diperhatikan, dihargai, dan didekati dengan cinta, bukan sekadar diawasi atau diarahkan. Di sisi lain, guru pun diberikan kesempatan untuk menanamkan kasih sayang lewat sapaan, senyuman, atau bahkan sekadar genggaman tangan yang tulus. Nilai-nilai pendidikan hati seperti ini tidak selalu bisa diajarkan lewat buku atau kurikulum, tetapi hadir lewat pengalaman-pengalaman kecil yang berulang dan konsisten.Salam pagi ini juga menjadi momen kontemplatif yang halus namun mendalam. Seolah mengajarkan bahwa sebelum ilmu disampaikan, hubungan yang baik antara guru dan murid perlu ditumbuhkan terlebih dahulu. Ketulusan dalam berjabat tangan itu menjadi pondasi bagi lahirnya suasana belajar yang menyenangkan, penuh penghargaan, dan saling percaya. Adab mendahului ilmu, dan itulah yang sedang dipraktikkan di setiap Senin pagi di Al Siddiq.Maka, meski tidak ditulis di papan pengumuman atau tercantum dalam agenda resmi sekolah, kegiatan salam-salaman ini sejatinya menyimpan nilai pendidikan karakter yang sangat esensial. Di tengah era digital yang serba cepat dan jarak sosial yang kerap meluas, tradisi seperti ini adalah pengingat bahwa pendidikan bukan hanya soal kecerdasan, tetapi juga tentang kasih sayang, penghormatan, dan hubungan manusia yang bermakna.By Abdullah Khalid, Lc

Kegiatan, SMP

Gladi Alfest 2025: Semangat Berkarya dan Belajar di Balik Layar Persiapan

Pada Jumat, 23 Mei 2025, ruang serbaguna lantai 3 SMP Al Siddiq dipenuhi semangat dan kreativitas para siswa dalam rangka Gladi Alfest—latihan umum untuk menyambut agenda besar tahunan sekolah, Alfest (Al Siddiq Festival). Kegiatan ini menjadi ajang simulasi dan pematangan penampilan sebelum hari puncak, dengan melibatkan para murid sebagai pelaku utama dalam seluruh rangkaian acara.Para siswa menunjukkan antusiasme luar biasa, terutama mereka yang dipercaya menjadi MC dengan dua bahasa, yaitu Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Kehadiran MC dwibahasa ini menjadi cerminan komitmen SMP Al Siddiq dalam mengembangkan kemampuan bahasa asing siswanya secara nyata dan aplikatif dalam konteks formal.Penampilan para murid pun tak kalah memukau. Dari pihak akhwat, tampil tarian Saman yang energik, pembacaan puisi yang menyentuh, serta drama yang mengangkat nilai-nilai kehidupan. Sementara itu, murid ikhwan menyuguhkan drama bertajuk Borderless Action—penampilan lintas budaya dengan penggunaan bahasa yang beragam, mulai dari Jepang hingga Inggris, memperlihatkan kreativitas sekaligus keberanian dalam berekspresi.Meski penuh semangat, gladi ini juga menjadi ruang evaluasi. Mr. Jundi memberikan masukan teknis kepada MC agar lebih memperhatikan jarak mikrofon demi kualitas suara yang lebih baik. Sementara Miss Nabila menyampaikan evaluasi yang cukup tegas tentang minimnya keseriusan sebagian siswa dalam mempersiapkan diri. Menurutnya, usaha mereka masih perlu ditingkatkan demi menampilkan performa terbaik saat acara puncak.Gladi Alfest 2025 bukan sekadar latihan teknis, namun juga proses pembelajaran karakter—belajar menerima masukan, berani tampil, dan berlatih secara sungguh-sungguh. Dengan semangat dan perbaikan yang terus diupayakan, murid-murid SMP Al Siddiq diharapkan mampu menjadikan Alfest bukan hanya sebagai panggung hiburan, tetapi juga cerminan kualitas pendidikan dan semangat berkarya yang matang.By Abdullah Khalid, Lc

Kegiatan, SMP

Semangat Tak Surut di Tengah Hujan: PERJUSA SMP Al Siddiq Berlangsung Meriah

Pada tanggal 16–17 Mei 2025, SMP Al Siddiq Internasional menggelar kegiatan Perkemahan Jumat Sabtu (PERJUSA) di lingkungan sekolah sebagai bagian dari pembinaan karakter dan semangat kepramukaan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid SMP dengan antusiasme yang tinggi. Meskipun cuaca sempat diguyur hujan dari sore hingga malam, semangat para siswa tetap menyala dalam menjalani setiap rangkaian acara.Acara dibuka dengan upacara resmi dan pendirian tenda oleh para peserta. Setiap regu didampingi oleh kakak pembina: Kak Khalid mendampingi Regu Jaguar, Kak Aziz membina Regu Rajawali, Kak Retno membimbing Regu Bougenville, dan Kak Mila bersama Regu Edelweiss. Kebersamaan dan kekompakan sangat terasa ketika para siswa bahu-membahu mendirikan tenda dan mempersiapkan perlengkapan masing-masing, meski dalam suasana hujan yang cukup deras.Setelah melaksanakan salat Magrib, seluruh peserta menikmati makan malam bersama. Usai Isya, acara berlanjut dengan penampilan kreatif dari tiap regu di lantai 4, disusul dengan kegiatan simbolis api unggun yang diganti dengan nyala lilin karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Momen ini menjadi malam keakraban yang hangat dan menyenangkan bagi semua peserta. Setelah acara, para siswa beristirahat dan tidur di tenda masing-masing.Menjelang subuh, tepat pukul 03.30 WIB, para siswa kembali bangun dan berkumpul di Masjid Al Siddiq untuk melaksanakan salat tahajud berjamaah, dilanjutkan dengan murajaah Al-Qur’an sambil menanti waktu salat subuh. Kegiatan rohani ini menjadi inti pembinaan karakter spiritual dalam kegiatan PERJUSA. Seusai subuh, siswa melakukan senam pagi dan dilanjutkan dengan kegiatan memasak bersama untuk sarapan.Hari kedua diisi dengan berbagai games per pos yang menguji kekompakan dan keterampilan regu. Setelah permainan, peserta melakukan bersih-bersih dan persiapan penutupan. Acara diakhiri dengan pembagian sertifikat kepada seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan kedisiplinan mereka. PERJUSA tahun ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi para siswa SMP Al Siddiq—sebuah pertemuan antara hujan, semangat, dan pembentukan karakter sejati.By Abdullah Khalid, Lc