Al Siddiq International School

4 Mei 2026

Kegiatan, TK

Kami Membutuhkan Payung Saat Belajar Penjumlahan?

Pembelajaran matematika di TK B Al Siddiq International dilaksanakan pada Selasa, 28 April 2026 di dalam kelas. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid TK B dengan suasana yang aktif dan menyenangkan. Sejak awal, guru sudah menyiapkan alat bantu belajar agar anak-anak bisa memahami materi dengan cara yang lebih konkret dan mudah dipahami.Tujuan utama pembelajaran ini adalah mengenalkan konsep berhitung urut serta penjumlahan aritmatika sederhana. Materi ini menjadi dasar penting bagi anak-anak sebagai persiapan sebelum memasuki jenjang Sekolah Dasar. Dengan pendekatan yang sesuai usia, anak-anak diharapkan tidak hanya menghafal angka, tetapi juga memahami maknanya.Kegiatan dimulai dengan permainan kelompok yang melibatkan interaksi langsung. Guru mengajak anak-anak untuk menempelkan gambar tetesan air hujan ke sebuah payung yang telah disiapkan. Setiap anak diminta menempelkan jumlah tetesan sesuai instruksi guru, sehingga mereka belajar menghitung secara bertahap sambil bermain.Melalui aktivitas ini, anak-anak terlihat antusias dan lebih mudah memahami konsep berhitung urut. Mereka juga belajar bekerja sama dengan teman sekelompok, menunggu giliran, dan mengikuti instruksi dengan baik. Guru memberikan arahan secara perlahan agar setiap anak bisa mengikuti kegiatan tanpa merasa terburu-buru.Setelah permainan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan mengerjakan worksheet penjumlahan angka satuan. Latihan ini membantu anak-anak memperkuat pemahaman mereka tentang penjumlahan sederhana. Dengan kombinasi antara permainan dan latihan tertulis, pembelajaran menjadi lebih seimbang dan efektif untuk mendukung perkembangan kemampuan berhitung anak.By Inka Amalia, S. Pd

Kegiatan, SMP

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi peserta didik kelas VI SD Al Siddiq International Berjalan Lancar

SD Al Siddiq International telah melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi peserta didik kelas VI sebagai bagian dari proses evaluasi akhir pembelajaran. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada Kamis dan Jumat, 23–24 April 2026.Pelaksanaan TKA bertempat di Laboratorium Komputer Al Siddiq International School, dengan suasana yang tertib, kondusif, dan terorganisir dengan baik. Seluruh peserta mengikuti ujian dengan penuh kesungguhan dan disiplin.Dalam rangka menjaga objektivitas dan kredibilitas pelaksanaan ujian, kegiatan ini turut diawasi oleh pengawas eksternal dari SD Darul Hikam Insani. Kehadiran pengawas dari luar sekolah memberikan dukungan dalam memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.Secara umum, pelaksanaan TKA kelas VI di SD Al Siddiq International berlangsung dengan lancar tanpa kendala yang berarti. Hal ini tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara panitia, guru, serta seluruh pihak yang terlibat.Melalui kegiatan ini, diharapkan hasil TKA dapat menjadi gambaran capaian akademik peserta didik sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah pendidikan selanjutnya.By: Yundara Ulfa Priatna, M.Pd.

Kegiatan, SMP, Uncategorized

Kreativitas Tanpa Batas: Siswa SMP Al Siddiq Menghidupkan Malam Perkajum dengan Penuh Makna

Suasana malam Perkajum SMP Al Siddiq International School berubah menjadi panggung ekspresi yang penuh warna dan makna. Melalui tema “Kreativitas Tanpa Batas”, para siswa menampilkan beragam pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat pesan moral, sosial, dan kemanusiaan.Dalam kegiatan ini, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok menampilkan karya terbaik mereka, mulai dari drama musikal, dramatisasi perjuangan Palestina, pembacaan puisi, hingga pertunjukan tematik tentang emansipasi perempuan, anti perundungan, dan nilai-nilai kemanusiaan.Salah satu penampilan yang paling memukau adalah drama musikal yang mengangkat kisah perjuangan seorang anak perempuan dalam meraih cita-citanya. Diperankan dengan apik oleh Florin sebagai tokoh utama, cerita ini menggambarkan konflik dalam keluarga yang masih memegang pandangan patriarki—bahwa perempuan tidak perlu menempuh pendidikan tinggi dan hanya berperan di ranah domestik. Namun, dengan dukungan sang ibu dan tekad yang kuat, tokoh utama berhasil membuktikan bahwa perempuan mampu meraih mimpi dan melampaui batas yang selama ini dipersepsikan. Perjalanan ini pada akhirnya membuka cara pandang sang ayah, menghadirkan pesan kuat tentang pentingnya kesetaraan dan dukungan keluarga. Penampilan ditutup dengan lagu “Meraih Bintang” yang semakin menghidupkan suasana panggung, menjadikannya tampil megah, emosional, dan inspiratif.Tak kalah menyentuh, dramatisasi tentang Palestina menghadirkan potret perjuangan dan keteguhan, sekaligus mengangkat peran perempuan sebagai bagian penting dari perjuangan tersebut. Pesan kemanusiaan yang kuat mampu menggugah empati penonton, memperluas wawasan siswa tentang realitas global.Penampilan puisi oleh siswi kelas VIII, Khumaira Nairi Altafunnisa, juga menjadi sorotan. Dengan penghayatan yang mendalam dan ekspresi yang kuat, ia menyampaikan pesan emansipasi perempuan dengan penuh ketulusan dan kekuatan makna.Sementara itu, kelompok siswa putra turut menampilkan pertunjukan yang mengangkat tema emansipasi, perundungan, dan ketertindasan. Mereka menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, perempuan memiliki kedudukan yang sangat mulia dan harus dihormati. Pesan ini disampaikan dengan cara yang komunikatif dan menyentuh, menunjukkan kedewasaan berpikir serta kepedulian sosial para siswa.Lebih dari sekadar pentas seni, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter melalui nilai-nilai kepramukaan. Melalui aktivitas berbasis kelompok (barung/regu), siswa dilatih untuk menunjukkan kedisiplinan, tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas, kemampuan bekerja sama, kejujuran, serta kepedulian terhadap sesama. Peran Pramuka sebagai instrumen pembinaan karakter terlihat nyata dalam setiap rangkaian kegiatan.Malam Perkajum ini tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga ruang tumbuh bagi keberanian, kreativitas, dan nilai-nilai kehidupan. SMP Al Siddiq kembali membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya tentang akademik, tetapi juga tentang membentuk generasi yang berkarakter, kritis, dan berjiwa besar.By : Retno suzanne handayani,Lc,M.Pd