Al Siddiq International School

Kreativitas Tanpa Batas: Siswa SMP Al Siddiq Menghidupkan Malam Perkajum dengan Penuh Makna

Suasana malam Perkajum SMP Al Siddiq International School berubah menjadi panggung ekspresi yang penuh warna dan makna. Melalui tema “Kreativitas Tanpa Batas”, para siswa menampilkan beragam pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat pesan moral, sosial, dan kemanusiaan.
Dalam kegiatan ini, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok menampilkan karya terbaik mereka, mulai dari drama musikal, dramatisasi perjuangan Palestina, pembacaan puisi, hingga pertunjukan tematik tentang emansipasi perempuan, anti perundungan, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Salah satu penampilan yang paling memukau adalah drama musikal yang mengangkat kisah perjuangan seorang anak perempuan dalam meraih cita-citanya. Diperankan dengan apik oleh Florin sebagai tokoh utama, cerita ini menggambarkan konflik dalam keluarga yang masih memegang pandangan patriarki—bahwa perempuan tidak perlu menempuh pendidikan tinggi dan hanya berperan di ranah domestik. Namun, dengan dukungan sang ibu dan tekad yang kuat, tokoh utama berhasil membuktikan bahwa perempuan mampu meraih mimpi dan melampaui batas yang selama ini dipersepsikan. Perjalanan ini pada akhirnya membuka cara pandang sang ayah, menghadirkan pesan kuat tentang pentingnya kesetaraan dan dukungan keluarga. Penampilan ditutup dengan lagu “Meraih Bintang” yang semakin menghidupkan suasana panggung, menjadikannya tampil megah, emosional, dan inspiratif.
Tak kalah menyentuh, dramatisasi tentang Palestina menghadirkan potret perjuangan dan keteguhan, sekaligus mengangkat peran perempuan sebagai bagian penting dari perjuangan tersebut. Pesan kemanusiaan yang kuat mampu menggugah empati penonton, memperluas wawasan siswa tentang realitas global.
Penampilan puisi oleh siswi kelas VIII, Khumaira Nairi Altafunnisa, juga menjadi sorotan. Dengan penghayatan yang mendalam dan ekspresi yang kuat, ia menyampaikan pesan emansipasi perempuan dengan penuh ketulusan dan kekuatan makna.
Sementara itu, kelompok siswa putra turut menampilkan pertunjukan yang mengangkat tema emansipasi, perundungan, dan ketertindasan. Mereka menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, perempuan memiliki kedudukan yang sangat mulia dan harus dihormati. Pesan ini disampaikan dengan cara yang komunikatif dan menyentuh, menunjukkan kedewasaan berpikir serta kepedulian sosial para siswa.
Lebih dari sekadar pentas seni, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter melalui nilai-nilai kepramukaan. Melalui aktivitas berbasis kelompok (barung/regu), siswa dilatih untuk menunjukkan kedisiplinan, tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas, kemampuan bekerja sama, kejujuran, serta kepedulian terhadap sesama. Peran Pramuka sebagai instrumen pembinaan karakter terlihat nyata dalam setiap rangkaian kegiatan.
Malam Perkajum ini tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga ruang tumbuh bagi keberanian, kreativitas, dan nilai-nilai kehidupan. SMP Al Siddiq kembali membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya tentang akademik, tetapi juga tentang membentuk generasi yang berkarakter, kritis, dan berjiwa besar.
By : Retno suzanne handayani,Lc,M.Pd

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *