Al Siddiq International School

Mei 2026

Kegiatan, TK

Apa yang dibutuhkan saat hujan? Membuat Payung Origami 3D !

Pembelajaran seni di TK B Al Siddiq International dilaksanakan pada Rabu, 29 April 2026 di dalam kelas. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid TK B dengan suasana yang tenang namun tetap menyenangkan. Guru menyiapkan aktivitas yang tidak hanya melibatkan kreativitas, tetapi juga melatih keterampilan dasar yang penting bagi perkembangan anak.Kegiatan ini bertujuan untuk melatih konsentrasi anak dalam mengikuti instruksi serta mengembangkan motorik halus melalui aktivitas melipat kertas. Dengan menggunakan origami, anak-anak diajak untuk membuat bentuk payung 3D yang sederhana. Aktivitas ini dirancang agar anak mampu fokus pada setiap langkah, sekaligus melatih koordinasi tangan dan mata.Pembelajaran dimulai dengan guru mengajak anak-anak mengingat kembali materi sebelumnya tentang cuaca. Dari berbagai jenis cuaca yang telah dipelajari, guru kemudian mengarahkan diskusi pada cuaca hujan. Anak-anak diajak berpikir bersama tentang apa saja yang dibutuhkan saat hujan, hingga akhirnya muncul jawaban payung sebagai salah satu benda penting.Setelah itu, anak-anak mulai membuat payung dari kertas origami. Mereka diberi kebebasan untuk memilih warna kertas sesuai keinginan, sehingga setiap hasil karya memiliki ciri khas masing-masing. Dalam kelompok kecil, anak-anak mengikuti instruksi guru langkah demi langkah dalam melipat origami hingga membentuk payung 3D.Setelah payung selesai dibuat, anak-anak melanjutkan kegiatan dengan menempelkan hasil origami tersebut pada kertas gambar yang sebelumnya telah mereka buat dengan tema suasana hujan. Kegiatan ini membantu anak menghubungkan karya seni dengan konsep yang telah dipelajari, sekaligus memberi ruang untuk mengekspresikan imajinasi mereka.Melalui pembelajaran ini, anak-anak tidak hanya belajar membuat karya seni, tetapi juga belajar bersabar, mengikuti arahan, dan bekerja sama dengan teman. Suasana kelas yang mendukung membuat anak lebih percaya diri dalam berkarya, sehingga proses belajar menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermakna.By Inka Amalia, S. Pd

Kegiatan, SD

Partisipasi SD Al Siddiq International dalam International Kangaroo Mathematics Contest (IKMC) 2026

SD Al Siddiq International melaksanakan kegiatan International Kangaroo Mathematics Contest (IKMC) 2026 sebagai bagian dari upaya pengembangan kualitas akademik peserta didik, khususnya dalam bidang Matematika. Kompetisi ini merupakan ajang bertaraf internasional yang dirancang untuk melatih kemampuan berpikir logis, kreatif, serta keterampilan pemecahan masalah (problem solving) siswa.Kegiatan IKMC 2026 dilaksanakan pada Jumat, 17 April 2026, dengan melibatkan seluruh peserta didik dari berbagai jenjang kelas. Adapun kategori yang diikuti meliputi:• Kelas 1–2 (Pre Ecolier)• Kelas 3–4 (Ecolier)• Kelas 5–6 (Benjamin)Pelaksanaan kompetisi ini menggunakan soal dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, sehingga tidak hanya mengasah kemampuan numerasi, tetapi juga mendukung peningkatan literasi bilingual siswa.Melalui keikutsertaan dalam IKMC, peserta didik memperoleh berbagai manfaat, seperti sertifikat bertaraf internasional, kesempatan meraih medali dan trofi bagi sekolah berprestasi, pengalaman mengikuti kompetisi global.Partisipasi SD Al Siddiq International dalam IKMC 2026 diharapkan dapat menumbuhkan minat dan kepercayaan diri siswa dalam bidang Matematika, serta mendorong terbentuknya pola pikir kritis dan analitis sejak dini. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam memfasilitasi peserta didik untuk berkompetisi di tingkat internasional dan mengembangkan potensi terbaik yang dimiliki.By : By: Yundara Ulfa Priatna, M.Pd.

Kegiatan, SMP

Munaqasyah Al-Qur’an SMP Al Siddiq Kembali Digelar, Wujudkan Generasi Qurani yang Unggul dalam Akademik dan Iman

SMP Al Siddiq kembali menggelar kegiatan Munaqasyah Al-Qur’an sebagai program rutin bulanan dalam mendukung salah satu misi utama sekolah, yaitu pengembangan kemampuan membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur’an pada peserta didik. Program ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi keimanan yang kuat dan berkarakter Qurani. Melalui pembiasaan interaksi dengan Al-Qur’an, sekolah berharap lahir siswa-siswi yang menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Munaqasyah Al-Qur’an merupakan ujian sertifikasi hafalan yang dikhususkan bagi siswa-siswi yang telah menamatkan hafalan minimal 1 juz secara sempurna. Kegiatan ini tidak hanya menilai aspek kelancaran hafalan, tetapi juga kualitas bacaan dari segi tajwid, tahsin, serta adab dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an. Ajang ini diharapkan mampu menjadi penggerak semangat bagi siswa untuk berlomba-lomba dalam menghafal Al-Qur’an dan meningkatkan kualitas hafalan mereka secara berkelanjutan. Dengan adanya target dan evaluasi yang terukur, siswa menjadi lebih termotivasi dalam menyelesaikan hafalan dengan baik. Kelulusan dalam munaqasyah menjadi syarat utama bagi siswa untuk memperoleh sertifikat juz dari sekolah sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan, kedisiplinan, dan prestasi mereka dalam menuntaskan hafalan Al-Qur’an. Pada pelaksanaan bulan ini, sebanyak 18 siswa mengikuti ujian munaqasyah dengan rincian: 5 siswa mengikuti ujian hafalan Juz 2710 siswa mengikuti ujian hafalan Juz 303 siswa mengikuti ujian hafalan Juz 29 Seluruh peserta diuji langsung oleh tim penguji yang terdiri dari guru-guru Al-Qur’an SMP Al Siddiq yang berkompeten dalam bidang tahfizh dan tahsin. Kegiatan munaqasyah yang rutin dilaksanakan setiap bulan ini menjadi bukti nyata keseriusan SMP Al Siddiq dalam membangun budaya Qurani di lingkungan sekolah. Diharapkan melalui program ini, semakin banyak siswa yang termotivasi untuk menambah hafalan, menjaga kualitas bacaan, serta mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan. Dengan semangat mencetak generasi Qurani, SMP Al Siddiq terus berupaya menghadirkan pendidikan yang seimbang antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan karakter. By : Retno Suzanne Handayani,Lc.M.Pd

Kegiatan, TK

Kami Membutuhkan Payung Saat Belajar Penjumlahan?

Pembelajaran matematika di TK B Al Siddiq International dilaksanakan pada Selasa, 28 April 2026 di dalam kelas. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh murid TK B dengan suasana yang aktif dan menyenangkan. Sejak awal, guru sudah menyiapkan alat bantu belajar agar anak-anak bisa memahami materi dengan cara yang lebih konkret dan mudah dipahami.Tujuan utama pembelajaran ini adalah mengenalkan konsep berhitung urut serta penjumlahan aritmatika sederhana. Materi ini menjadi dasar penting bagi anak-anak sebagai persiapan sebelum memasuki jenjang Sekolah Dasar. Dengan pendekatan yang sesuai usia, anak-anak diharapkan tidak hanya menghafal angka, tetapi juga memahami maknanya.Kegiatan dimulai dengan permainan kelompok yang melibatkan interaksi langsung. Guru mengajak anak-anak untuk menempelkan gambar tetesan air hujan ke sebuah payung yang telah disiapkan. Setiap anak diminta menempelkan jumlah tetesan sesuai instruksi guru, sehingga mereka belajar menghitung secara bertahap sambil bermain.Melalui aktivitas ini, anak-anak terlihat antusias dan lebih mudah memahami konsep berhitung urut. Mereka juga belajar bekerja sama dengan teman sekelompok, menunggu giliran, dan mengikuti instruksi dengan baik. Guru memberikan arahan secara perlahan agar setiap anak bisa mengikuti kegiatan tanpa merasa terburu-buru.Setelah permainan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan mengerjakan worksheet penjumlahan angka satuan. Latihan ini membantu anak-anak memperkuat pemahaman mereka tentang penjumlahan sederhana. Dengan kombinasi antara permainan dan latihan tertulis, pembelajaran menjadi lebih seimbang dan efektif untuk mendukung perkembangan kemampuan berhitung anak.By Inka Amalia, S. Pd

Kegiatan, SMP

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi peserta didik kelas VI SD Al Siddiq International Berjalan Lancar

SD Al Siddiq International telah melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi peserta didik kelas VI sebagai bagian dari proses evaluasi akhir pembelajaran. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada Kamis dan Jumat, 23–24 April 2026.Pelaksanaan TKA bertempat di Laboratorium Komputer Al Siddiq International School, dengan suasana yang tertib, kondusif, dan terorganisir dengan baik. Seluruh peserta mengikuti ujian dengan penuh kesungguhan dan disiplin.Dalam rangka menjaga objektivitas dan kredibilitas pelaksanaan ujian, kegiatan ini turut diawasi oleh pengawas eksternal dari SD Darul Hikam Insani. Kehadiran pengawas dari luar sekolah memberikan dukungan dalam memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.Secara umum, pelaksanaan TKA kelas VI di SD Al Siddiq International berlangsung dengan lancar tanpa kendala yang berarti. Hal ini tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara panitia, guru, serta seluruh pihak yang terlibat.Melalui kegiatan ini, diharapkan hasil TKA dapat menjadi gambaran capaian akademik peserta didik sekaligus menjadi dasar dalam menentukan langkah pendidikan selanjutnya.By: Yundara Ulfa Priatna, M.Pd.

Kegiatan, SMP, Uncategorized

Kreativitas Tanpa Batas: Siswa SMP Al Siddiq Menghidupkan Malam Perkajum dengan Penuh Makna

Suasana malam Perkajum SMP Al Siddiq International School berubah menjadi panggung ekspresi yang penuh warna dan makna. Melalui tema “Kreativitas Tanpa Batas”, para siswa menampilkan beragam pertunjukan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat pesan moral, sosial, dan kemanusiaan.Dalam kegiatan ini, siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok menampilkan karya terbaik mereka, mulai dari drama musikal, dramatisasi perjuangan Palestina, pembacaan puisi, hingga pertunjukan tematik tentang emansipasi perempuan, anti perundungan, dan nilai-nilai kemanusiaan.Salah satu penampilan yang paling memukau adalah drama musikal yang mengangkat kisah perjuangan seorang anak perempuan dalam meraih cita-citanya. Diperankan dengan apik oleh Florin sebagai tokoh utama, cerita ini menggambarkan konflik dalam keluarga yang masih memegang pandangan patriarki—bahwa perempuan tidak perlu menempuh pendidikan tinggi dan hanya berperan di ranah domestik. Namun, dengan dukungan sang ibu dan tekad yang kuat, tokoh utama berhasil membuktikan bahwa perempuan mampu meraih mimpi dan melampaui batas yang selama ini dipersepsikan. Perjalanan ini pada akhirnya membuka cara pandang sang ayah, menghadirkan pesan kuat tentang pentingnya kesetaraan dan dukungan keluarga. Penampilan ditutup dengan lagu “Meraih Bintang” yang semakin menghidupkan suasana panggung, menjadikannya tampil megah, emosional, dan inspiratif.Tak kalah menyentuh, dramatisasi tentang Palestina menghadirkan potret perjuangan dan keteguhan, sekaligus mengangkat peran perempuan sebagai bagian penting dari perjuangan tersebut. Pesan kemanusiaan yang kuat mampu menggugah empati penonton, memperluas wawasan siswa tentang realitas global.Penampilan puisi oleh siswi kelas VIII, Khumaira Nairi Altafunnisa, juga menjadi sorotan. Dengan penghayatan yang mendalam dan ekspresi yang kuat, ia menyampaikan pesan emansipasi perempuan dengan penuh ketulusan dan kekuatan makna.Sementara itu, kelompok siswa putra turut menampilkan pertunjukan yang mengangkat tema emansipasi, perundungan, dan ketertindasan. Mereka menegaskan bahwa dalam ajaran Islam, perempuan memiliki kedudukan yang sangat mulia dan harus dihormati. Pesan ini disampaikan dengan cara yang komunikatif dan menyentuh, menunjukkan kedewasaan berpikir serta kepedulian sosial para siswa.Lebih dari sekadar pentas seni, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter melalui nilai-nilai kepramukaan. Melalui aktivitas berbasis kelompok (barung/regu), siswa dilatih untuk menunjukkan kedisiplinan, tanggung jawab dalam menyelesaikan tugas, kemampuan bekerja sama, kejujuran, serta kepedulian terhadap sesama. Peran Pramuka sebagai instrumen pembinaan karakter terlihat nyata dalam setiap rangkaian kegiatan.Malam Perkajum ini tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga ruang tumbuh bagi keberanian, kreativitas, dan nilai-nilai kehidupan. SMP Al Siddiq kembali membuktikan bahwa pendidikan bukan hanya tentang akademik, tetapi juga tentang membentuk generasi yang berkarakter, kritis, dan berjiwa besar.By : Retno suzanne handayani,Lc,M.Pd