Al Siddiq International School

17 September 2026

Kegiatan, SMP

From Little Hands: Serunya Crafting Murid TK Al Siddiq International

Pada Jumat, 11 September 2026, murid TK A dan TK B Al Siddiq International mengikuti kegiatan Crafting yang dilaksanakan di Dining Room. Kegiatan ini merupakan bagian dari jadwal pembelajaran seni yang memberikan kesempatan kepada murid untuk mengeksplorasi kreativitas melalui aktivitas membuat karya secara langsung. Dengan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif, murid diajak untuk menuangkan ide sekaligus melatih berbagai keterampilan yang mendukung perkembangan mereka.Kegiatan Crafting tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan sebuah karya seni, tetapi juga memberikan manfaat penting bagi perkembangan motorik halus murid. Dalam proses membuat kerajinan, murid melakukan berbagai gerakan menggunakan tangan dan jari, seperti memegang, menggunting, menempel, mengatur posisi, serta menyelesaikan bagian-bagian kecil dari karya. Aktivitas tersebut membantu melatih koordinasi antara mata dan tangan serta memperkuat otot-otot kecil pada tangan dan jari yang akan mendukung kesiapan murid dalam melakukan aktivitas menulis.Sebelum memulai kegiatan utama, murid mengikuti rangkaian kegiatan pagi secara terstruktur. Kegiatan dimulai pada pukul 08.00–08.10 dengan berbaris, kemudian dilanjutkan dengan Journaling pada pukul 08.10–08.30. Melalui journaling, murid mendapatkan kesempatan untuk mengekspresikan pengalaman, ide, atau perasaan mereka melalui gambar maupun tulisan sesuai dengan tahap perkembangan masing-masing. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Al-Qur’an dan Murojaah pada pukul 08.30–09.00 sebagai bagian dari pembiasaan dan penguatan pembelajaran keagamaan.Pada pukul 09.00–09.30, murid melaksanakan Shalat Dhuha. Setelah itu, murid mengikuti Snack Time dan Toilet Time pada pukul 09.30–10.00. Rangkaian kegiatan tersebut membantu murid membangun kebiasaan positif, mulai dari mengikuti rutinitas secara tertib, menjaga kebersihan diri, hingga belajar memenuhi kebutuhan diri secara mandiri.Kegiatan inti dimulai pada pukul 10.00–10.30, yaitu membuat gantungan berbentuk pensil. Murid mengikuti arahan guru untuk membuat kerajinan dengan menggunakan tangan mereka sendiri. Dalam prosesnya, murid dilatih untuk bekerja dengan lebih teliti, mengikuti tahapan sederhana, serta menggunakan koordinasi mata dan tangan ketika menyusun dan menyelesaikan karya. Setiap murid juga diberikan ruang untuk menikmati proses berkarya dan menunjukkan kreativitasnya dengan cara masing-masing.Kegiatan membuat gantungan berbentuk pensil menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi murid. Bentuk pensil yang digunakan sebagai inspirasi karya juga memiliki keterkaitan dengan aktivitas belajar sehari-hari. Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya belajar tentang seni dan kreativitas, tetapi juga secara tidak langsung mempersiapkan keterampilan tangan yang dibutuhkan dalam kegiatan akademik, khususnya ketika mereka mulai mengembangkan kemampuan menulis.Setelah kegiatan Crafting selesai, rangkaian pembelajaran ditutup pada pukul 10.30 sebelum murid bersiap untuk pulang. Dengan adanya kegiatan seperti ini, Al Siddiq International terus memberikan pengalaman belajar yang menyeluruh bagi murid melalui perpaduan antara pembelajaran akademik, pembiasaan keagamaan, kreativitas, serta pengembangan keterampilan motorik.Melalui kegiatan Crafting, murid TK A dan TK B belajar bahwa sebuah karya tidak hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang proses mencoba, berkreasi, dan menyelesaikan sesuatu dengan usaha sendiri. Kegiatan sederhana seperti membuat gantungan berbentuk pensil dapat menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang murid, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan kecintaan terhadap proses belajar.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, SD

SD Al Siddiq International Laksanakan Sumatif Tengah Semester dengan Penyesuaian Jadwal

Alhamdulillah, SD Al Siddiq International melaksanakan kegiatan Sumatif Tengah Semester (STS) sebagai bagian dari rangkaian evaluasi pembelajaran peserta didik pada semester ini. Kegiatan STS menjadi salah satu momen penting bagi siswa untuk mengukur pemahaman mereka terhadap berbagai materi yang telah dipelajari selama proses pembelajaran di kelas.Pelaksanaan STS dimulai pada Senin, 7 September 2026. Sejak hari pertama, para peserta didik mengikuti kegiatan evaluasi dengan tertib dan penuh kesungguhan. Setiap siswa berusaha memberikan kemampuan terbaiknya dalam mengerjakan soal-soal yang telah disiapkan sesuai dengan materi pembelajaran.Dalam pelaksanaannya, kegiatan STS juga mengalami penyesuaian jadwal karena adanya kondisi lingkungan berupa abu vulkanik. Demi menjaga kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan seluruh peserta didik serta warga sekolah, pembelajaran pada Selasa, 8 September dan Rabu, 9 September 2026 dilaksanakan secara Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).Meskipun kegiatan pembelajaran dilakukan dari rumah, semangat belajar para siswa tetap terjaga. Peserta didik mengikuti kegiatan PJJ bersama guru melalui sistem pembelajaran yang telah disiapkan. Para guru pun tetap memberikan pendampingan dan memastikan proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik selama siswa belajar dari rumah.Penyesuaian tersebut juga berdampak pada jadwal STS. Materi atau mata pelajaran STS yang semula dijadwalkan pada Selasa, 8 September dan Rabu, 9 September kemudian dijadwalkan ulang pada Senin dan Selasa, 14–15 September 2026. Dengan demikian, peserta didik tetap memperoleh kesempatan untuk mengikuti seluruh rangkaian STS sesuai dengan jadwal yang telah disesuaikan.Setelah kegiatan PJJ pada 8–9 September, pelaksanaan STS kembali dilanjutkan secara langsung di sekolah pada Kamis, 10 September dan Jumat, 11 September 2026. Para siswa kembali hadir di sekolah dan mengikuti evaluasi pembelajaran dengan penuh antusias. Suasana pelaksanaan STS berlangsung dengan tertib, tenang, dan kondusif sehingga peserta didik dapat berkonsentrasi dalam mengerjakan setiap soal.Kegiatan STS bukan hanya menjadi sarana untuk mengukur pencapaian akademik siswa, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter. Melalui pelaksanaan evaluasi, siswa dilatih untuk memiliki sikap jujur, disiplin, mandiri, bertanggung jawab, percaya diri, dan mampu mengelola waktu dengan baik.Bagi para guru, hasil STS nantinya dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat perkembangan belajar masing-masing peserta didik. Hasil tersebut juga dapat menjadi salah satu dasar bagi guru dalam menentukan tindak lanjut pembelajaran, sehingga proses pendidikan dapat terus disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan setiap siswa.Sementara itu, adanya perubahan jadwal akibat kondisi abu vulkanik menjadi pembelajaran tersendiri bagi seluruh warga sekolah mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan bersama. Dengan adanya PJJ, proses pendidikan tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan kondisi lingkungan dan keamanan peserta didik.SD Al Siddiq International berkomitmen untuk terus memberikan pengalaman belajar yang aman, nyaman, bermakna, dan berkualitas bagi seluruh peserta didik. Baik melalui pembelajaran tatap muka maupun pembelajaran jarak jauh, sekolah terus berupaya memastikan proses pendidikan tetap berlangsung secara optimal.Semoga seluruh peserta didik SD Al Siddiq International diberikan kemudahan, kelancaran, kesehatan, dan hasil terbaik dalam mengikuti seluruh rangkaian Sumatif Tengah Semester. Semoga setiap usaha, doa, dan kerja keras yang dilakukan menjadi bagian dari proses untuk meraih prestasi yang lebih baik di masa mendatang.Keep learning, keep growing, and always do your best!Barakallahu fiikum, students of SD Al Siddiq International.Semangat mengikuti STS dan tetap jaga kesehatan!By Muslihatul Maula, Lc

Kegiatan, SMP

Enam Siswa SMP Al Siddiq International Lolos Semifinal KSNR ke-8 Se-Indonesia

SMP Al Siddiq International kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui keberhasilan enam siswa dalam Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) ke-8 tingkat nasional. Keenam siswa berhasil lolos ke babak semifinal KSNR ke-8 se-Indonesia, menunjukkan kemampuan bernalar, ketekunan belajar, serta semangat berkompetisi di tingkat nasional.Kompetisi KSNR ke-8 tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 12 September 2026, dengan sistem online yang memungkinkan peserta mengikuti kompetisi dari sekolah masing-masing. Di SMP Al Siddiq International, pelaksanaan kompetisi berlangsung di lingkungan sekolah dengan pendampingan guru.Enam siswa SMP Al Siddiq International yang berhasil lolos ke babak semifinal adalah:Cordelia Elodie (Kelas 8)Muhammad Alvaro Siregar ( Kelas 8)Muhammad Kautsar ( Kelas 9 )Khalisa Adinta Rukmiputri ( Kelas 9 )Raisafa Saffir Audyra ( Kelas 9 )Alanza Lareina Clarissa ( Kelas 9 )Dalam pelaksanaannya, para siswa mendapatkan pendampingan penuh dan intensif dari Mr. Fathul Ihsan,M,Res selaku guru science SMP Al Siddiq International.KSNR merupakan kompetisi yang mengembangkan kemampuan siswa dalam bernalar, menganalisis, berpikir kritis, dan menyelesaikan persoalan secara logis serta realistis. Keikutsertaan dalam kompetisi tingkat nasional ini menjadi salah satu bentuk upaya SMP Al Siddiq International dalam memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan potensi akademik sekaligus membangun keberanian untuk berkompetisi.Keberhasilan keenam siswa tersebut tentu menjadi kebanggaan bagi sekolah. Pencapaian ini juga tidak terlepas dari semangat dan kesungguhan para siswa, pendampingan guru, serta dukungan orang tua.Keluarga besar SMP Al Siddiq International menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Cordelia, Alvaro, Kautsar, Khalisa, Raisafa, dan Reina atas prestasi yang telah diraih.Semoga Allah SWT memberikan kelancaran, kemudahan, ketenangan, dan hasil terbaik pada babak semifinal yang akan datang. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa SMP Al Siddiq International untuk terus belajar, berprestasi, dan mengembangkan kemampuan mereka di berbagai bidang.Selamat berjuang di babak semifinal KSNR ke-8!Terus bernalar, terus belajar, dan terus berprestasi!By Retno Suzanne Handayani, Lc, M.Pd

Uncategorized

Learning Beyond the Classroom: Semangat PJJ Murid TK Al Siddiq International

Pada Selasa dan Rabu, 8 dan 9 September 2026, murid TK A dan TK B Al Siddiq International mengikuti kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) melalui Google Meet. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk penyesuaian pembelajaran terhadap kondisi lingkungan di sekitar sekolah yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Dengan mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan murid, proses pembelajaran dilaksanakan dari rumah agar murid tetap dapat belajar dan berinteraksi dengan guru serta teman-teman dalam suasana yang menyenangkan.Pelaksanaan PJJ merupakan langkah sekolah dalam menjaga kesehatan dan keselamatan seluruh murid selama kondisi lingkungan belum memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran secara langsung di sekolah. Abu vulkanik yang terbawa ke udara dapat mengandung partikel-partikel sangat halus yang mudah terhirup. Paparan abu vulkanik dalam jumlah banyak dapat menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan. Kondisi tersebut dapat menimbulkan keluhan seperti batuk, tenggorokan terasa tidak nyaman, atau kesulitan bernapas, terutama pada anak-anak dan individu dengan saluran pernapasan yang sensitif. Oleh karena itu, pembelajaran dari rumah menjadi salah satu upaya preventif untuk mengurangi paparan abu vulkanik sekaligus memastikan kegiatan pembelajaran tetap berlangsung.Meskipun dilaksanakan secara daring, kegiatan PJJ tetap dirancang secara terstruktur dan interaktif agar murid mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna. Kegiatan dimulai pada pukul 08.00–08.30 dengan Pembukaan dan Circle Time. Pada sesi ini, murid diajak untuk menyapa guru dan teman-teman, membangun kesiapan belajar, serta mengikuti berbagai aktivitas pembuka yang membantu menciptakan suasana belajar yang positif dan menyenangkan.Pada pukul 08.30–09.00, murid mengikuti kegiatan Murojaah sebagai bagian dari pembiasaan dan penguatan hafalan yang telah dipelajari. Selanjutnya, pada pukul 09.00–09.30, murid mengikuti Snack Time dan Salat Duha. Rangkaian kegiatan ini memberikan kesempatan kepada murid untuk beristirahat, menikmati makanan ringan, sekaligus melaksanakan pembiasaan ibadah. Dengan demikian, kegiatan PJJ tidak hanya mendukung perkembangan akademik, tetapi juga pengembangan aspek spiritual, kemandirian, dan kebiasaan positif murid.Pada sesi pembelajaran pukul 09.30–10.00, kegiatan disesuaikan dengan tingkat perkembangan dan tujuan pembelajaran masing-masing kelompok. Pada Selasa, 8 September 2026, murid TK B mengikuti kegiatan Storytelling, Hide and Seek, dan Playing yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan bahasa, pemahaman, serta interaksi melalui kegiatan yang menyenangkan. Sementara itu, murid TK A mengikuti kegiatan School Things Hunt, yaitu aktivitas mencari dan mengenali berbagai benda yang berkaitan dengan lingkungan sekolah dan pembelajaran.Pada Rabu, 9 September 2026, murid TK B mengikuti kegiatan Comparing: More and Fewer untuk mengenal konsep perbandingan jumlah dengan pendekatan yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Sementara itu, murid TK A mengikuti kegiatan Mengenal dan Menulis Angka 0–5. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada murid untuk mengenali bentuk angka sekaligus melatih kemampuan awal dalam menulis angka secara bertahap.Melalui pelaksanaan PJJ selama dua hari tersebut, Al Siddiq International berupaya memastikan bahwa kondisi lingkungan tidak menjadi penghalang bagi murid untuk tetap memperoleh pengalaman belajar yang bermakna. Dengan dukungan guru dan orang tua, kegiatan pembelajaran dapat berlangsung secara terarah, interaktif, dan menyenangkan dari rumah. Sekolah juga terus mengutamakan aspek kesehatan dan keselamatan murid dengan menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran berdasarkan kondisi lingkungan.Kegiatan PJJ ini menunjukkan bahwa proses belajar dapat terus berjalan dengan berbagai penyesuaian. Melalui Google Meet, murid TK A dan TK B tetap dapat belajar, berkomunikasi, beribadah, bermain, dan berinteraksi dengan guru serta teman-teman meskipun berada di rumah. Semoga kondisi lingkungan segera kembali aman dan kondusif sehingga seluruh murid dapat kembali melaksanakan kegiatan pembelajaran secara langsung di sekolah.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, SD

Clean Up Friday: Clean Classroom, Ready for STS!

SD Al Siddiq International – Jumat, 4 September 2026Alhamdulillah, pada Jumat, 4 September 2026, SD Al Siddiq International kembali melaksanakan kegiatan Clean Up Friday dengan tema “Clean Classroom, Ready for STS!” Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pembiasaan positif untuk membangun kesadaran peserta didik akan pentingnya menjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanan lingkungan sekolah. Pada kesempatan kali ini, kegiatan Clean Up Friday juga menjadi momen bagi para siswa untuk mempersiapkan ruang kelas agar lebih nyaman dan siap digunakan dalam menghadapi Sumatif Tengah Semester (STS). Kebersihan kelas bukan hanya tentang membuat ruangan terlihat bersih, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk memahami bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama. Setiap siswa memiliki peran dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, nyaman, tertib, dan menyenangkan. Cleaning and Organizing the ClassroomDalam kegiatan Clean Up Friday, para siswa bersama guru melakukan berbagai aktivitas untuk membersihkan dan menata ruang kelas. Kegiatan dilakukan secara bersama-sama dengan pembagian tugas sehingga setiap siswa dapat berpartisipasi secara aktif.Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain: Keep the classroom neat and ready for STSSetelah seluruh kegiatan selesai, siswa memastikan kembali bahwa seluruh sudut kelas sudah bersih, perlengkapan tersusun dengan baik, meja dan kursi tertata, serta ruang kelas siap digunakan untuk kegiatan STS. Learning Responsibility Through CleanlinessKegiatan Clean Up Friday memberikan pengalaman sederhana namun bermakna bagi para siswa. Mereka tidak hanya melakukan aktivitas membersihkan kelas, tetapi juga belajar mengenai tanggung jawab dan kerja sama. Ketika siswa bekerja bersama untuk membersihkan kelas, mereka belajar bahwa sebuah lingkungan yang nyaman tidak tercipta dengan sendirinya. Dibutuhkan kepedulian dan kontribusi dari setiap individu. Dengan demikian, kegiatan kebersihan menjadi sarana untuk melatih siswa agar lebih mandiri dan bertanggung jawab terhadap lingkungan di sekitarnya. Para siswa juga belajar untuk menyelesaikan tugas yang diberikan, membantu teman, menjaga perlengkapan kelas, serta menghargai hasil kerja bersama. Kebiasaan-kebiasaan kecil tersebut diharapkan dapat tumbuh menjadi karakter positif dalam kehidupan sehari-hari. Preparing a Comfortable Environment for STSSelain sebagai kegiatan rutin untuk menjaga kebersihan, Clean Up Friday kali ini memiliki makna khusus karena dilakukan menjelang pelaksanaan Sumatif Tengah Semester (STS). Ruang kelas yang bersih, rapi, dan nyaman diharapkan dapat membantu menciptakan suasana yang lebih kondusif bagi siswa ketika mengikuti STS. Dengan meja dan kursi yang tertata, papan tulis yang bersih, perlengkapan kelas yang terorganisasi, serta lantai yang bersih, siswa dapat mengikuti kegiatan STS dengan lebih nyaman dan fokus. Persiapan menghadapi STS bukan hanya berkaitan dengan kesiapan akademik. Kesiapan lingkungan belajar juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini siswa diajak untuk turut mempersiapkan ruang kelas mereka sendiri. Dengan semangat “Clean Classroom, Ready for STS!”, para siswa menunjukkan bahwa persiapan menghadapi evaluasi pembelajaran dapat dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk menjaga kebersihan dan kerapian tempat belajar. Building Good HabitsSD Al Siddiq International terus berupaya menanamkan kebiasaan baik kepada peserta didik melalui berbagai kegiatan yang dekat dengan kehidupan mereka. Salah satunya adalah membiasakan siswa untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Clean Up Friday diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan yang dilakukan pada hari Jumat saja. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan merupakan kebiasaan yang perlu dilakukan setiap hari. Siswa diharapkan mampu menerapkan kebiasaan tersebut di kelas, di lingkungan sekolah, maupun di rumah. Mulai dari merapikan meja setelah digunakan, mengembalikan buku ke tempatnya, membuang sampah pada tempatnya, hingga menjaga barang-barang yang ada di lingkungan sekitar. Dengan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, nilai-nilai kebersihan, kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, dan kerja sama dapat tumbuh menjadi bagian dari karakter peserta didik. Clean Classroom, Happy Learning!Kegiatan Clean Up Friday pada Jumat, 4 September 2026 berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Para siswa menunjukkan antusiasme dalam membersihkan dan menata kelas mereka masing-masing. Setelah seluruh kegiatan selesai, ruang kelas menjadi lebih bersih, rapi, dan siap digunakan. Senyum dan semangat para siswa menjadi bagian dari suasana positif yang tercipta setelah mereka menyelesaikan tugas bersama. Semoga melalui kegiatan ini, para siswa semakin memahami bahwa kelas yang bersih adalah tanggung jawab bersama, dan lingkungan belajar yang nyaman dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih baik. Kini, dengan ruang kelas yang telah dibersihkan dan dipersiapkan, para siswa siap menyambut Sumatif Tengah Semester (STS) dengan semangat, kesiapan, dan rasa percaya diri. Clean classroom, happy learning, and ready for STS!Semoga seluruh siswa SD Al Siddiq International diberikan kemudahan, kelancaran, dan hasil terbaik dalam pelaksanaan STS. Aamiin. SD Al Siddiq InternationalGrowing with Knowledge, Character, and Islamic Values.By Muslihatul Maula, Lc, M.Pd

Kegiatan, SMP

SMP Al-Siddiq International Dukung PJJ sebagai Upaya Perlindungan Siswa dari Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Bekasi, SMP Al-Siddiq International turut mendukung kebijakan Dinas Pendidikan Kota Bekasi dalam pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai langkah antisipatif untuk memberikan perlindungan kepada warga sekolah dari potensi paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.Kebijakan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Bekasi Nomor 400.3/6/DISDIK.SER, sebagai bentuk upaya bersama dalam menjaga keselamatan dan kesehatan peserta didik serta seluruh warga sekolah.Paparan abu vulkanik perlu menjadi perhatian karena partikelnya dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama pada saluran pernapasan, mata, dan kulit. Abu vulkanik dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memicu keluhan seperti batuk, iritasi hidung dan tenggorokan, hingga sesak napas. Partikel halus juga dapat masuk lebih jauh ke paru-paru dan menimbulkan peradangan. Selain itu, abu dapat menyebabkan mata merah, perih, gatal, dan berair serta menimbulkan iritasi pada kulit. Anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian dalam kondisi paparan abu vulkanik.Dalam situasi tersebut, SMP Al-Siddiq International mengambil bagian dalam upaya pencegahan dengan melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring. Dengan demikian, peserta didik tetap dapat mengikuti proses pendidikan tanpa harus melakukan aktivitas belajar tatap muka di lingkungan sekolah selama kebijakan PJJ diberlakukan.PJJ Dibuka dengan Dzikir dan TausiahMenariknya, pelaksanaan PJJ di SMP Al-Siddiq International tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik. Kegiatan diawali dengan dzikir bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual sekaligus membangun ketenangan dan kedekatan peserta didik kepada Allah SWT.Setelah dzikir bersama, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah keagamaan yang menghadirkan dua materi penting bagi pembentukan karakter siswa.Materi pertama disampaikan oleh Mr. Abdul Azis, S.Pd. dengan tema: “Tiga Pilar Membangun Akhlak”. Materi tersebut memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya membangun akhlak sebagai fondasi dalam kehidupan, baik dalam hubungan dengan Allah SWT, sesama manusia, maupun dalam menjalankan tanggung jawab sebagai seorang pelajar.Selanjutnya, Ustaz Ahmad Toha menyampaikan tausiah dengan tema: “Memperbaharui Niat”. Materi ini menjadi pengingat bagi para siswa bahwa setiap aktivitas, termasuk belajar, hendaknya dilandasi niat yang baik dan benar. Dengan niat yang baik, kegiatan belajar tidak hanya menjadi aktivitas untuk memperoleh nilai akademik, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ibadah dan proses membentuk pribadi yang lebih baik.Kedua tausiah tersebut menjadi siraman rohani yang berharga bagi para siswa, sekaligus memperkuat pendidikan karakter dan pemahaman keagamaan yang menjadi bagian penting dari pendidikan di SMP Al-Siddiq International.Dilanjutkan dengan Al-Qur’an dan Pembelajaran AkademikSetelah rangkaian kegiatan keagamaan, PJJ dilanjutkan dengan agenda pembelajaran Al-Qur’an. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah untuk menjaga keseimbangan antara pendidikan akademik dan pendidikan keislaman.Selanjutnya, siswa mengikuti berbagai pembelajaran akademik, di antaranya:Bahasa Inggris, Civic,Islamic Studies dan ICT. Meskipun pembelajaran dilaksanakan secara daring, esensi pendidikan dan pembelajaran tetap dijaga. Guru tetap memberikan materi, membimbing siswa, serta memastikan peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik.Pelaksanaan PJJ ini menunjukkan bahwa kondisi tertentu tidak menjadi penghalang bagi sekolah untuk terus memberikan layanan pendidikan. Justru, melalui pembelajaran daring, sekolah dapat tetap menjalankan proses akademik sekaligus memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar dalam suasana yang lebih aman.Menjaga Keselamatan, Menjaga PendidikanPelaksanaan PJJ di SMP Al-Siddiq International menjadi wujud nyata bahwa keselamatan dan kesehatan siswa merupakan prioritas, tanpa mengesampingkan keberlangsungan proses pendidikan.Sekolah tidak hanya berupaya menjaga siswa dari potensi paparan abu vulkanik, tetapi juga memastikan bahwa selama berada di rumah, mereka tetap memperoleh pendidikan akademik, pembinaan Al-Qur’an, penguatan karakter, dan pemahaman keagamaan.Dengan demikian, PJJ bukan sekadar kegiatan belajar dari rumah, melainkan menjadi momentum untuk mengajarkan kepada siswa tentang ikhtiar, kedisiplinan, kepedulian terhadap kesehatan, ketangguhan, serta pentingnya mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam setiap keadaan.SMP Al-Siddiq International terus berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang menyeluruh—mendidik ilmu, membangun akhlak, dan menjaga keselamatan peserta didik. (garis — ditiadakan)“Menjaga keselamatan adalah ikhtiar, menjaga pendidikan adalah amanah, dan keduanya dapat berjalan bersama.”By Retno Suzanne Handayani, Lc, M.Pd