
Bekasi, SMP Al-Siddiq International turut mendukung kebijakan Dinas Pendidikan Kota Bekasi dalam pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai langkah antisipatif untuk memberikan perlindungan kepada warga sekolah dari potensi paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kebijakan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Bekasi Nomor 400.3/6/DISDIK.SER, sebagai bentuk upaya bersama dalam menjaga keselamatan dan kesehatan peserta didik serta seluruh warga sekolah.
Paparan abu vulkanik perlu menjadi perhatian karena partikelnya dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama pada saluran pernapasan, mata, dan kulit. Abu vulkanik dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memicu keluhan seperti batuk, iritasi hidung dan tenggorokan, hingga sesak napas. Partikel halus juga dapat masuk lebih jauh ke paru-paru dan menimbulkan peradangan. Selain itu, abu dapat menyebabkan mata merah, perih, gatal, dan berair serta menimbulkan iritasi pada kulit. Anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian dalam kondisi paparan abu vulkanik.
Dalam situasi tersebut, SMP Al-Siddiq International mengambil bagian dalam upaya pencegahan dengan melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring. Dengan demikian, peserta didik tetap dapat mengikuti proses pendidikan tanpa harus melakukan aktivitas belajar tatap muka di lingkungan sekolah selama kebijakan PJJ diberlakukan.
PJJ Dibuka dengan Dzikir dan Tausiah
Menariknya, pelaksanaan PJJ di SMP Al-Siddiq International tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik. Kegiatan diawali dengan dzikir bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual sekaligus membangun ketenangan dan kedekatan peserta didik kepada Allah SWT.
Setelah dzikir bersama, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah keagamaan yang menghadirkan dua materi penting bagi pembentukan karakter siswa.
Materi pertama disampaikan oleh Mr. Abdul Azis, S.Pd. dengan tema: “Tiga Pilar Membangun Akhlak”. Materi tersebut memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya membangun akhlak sebagai fondasi dalam kehidupan, baik dalam hubungan dengan Allah SWT, sesama manusia, maupun dalam menjalankan tanggung jawab sebagai seorang pelajar.
Selanjutnya, Ustaz Ahmad Toha menyampaikan tausiah dengan tema: “Memperbaharui Niat”. Materi ini menjadi pengingat bagi para siswa bahwa setiap aktivitas, termasuk belajar, hendaknya dilandasi niat yang baik dan benar. Dengan niat yang baik, kegiatan belajar tidak hanya menjadi aktivitas untuk memperoleh nilai akademik, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ibadah dan proses membentuk pribadi yang lebih baik.
Kedua tausiah tersebut menjadi siraman rohani yang berharga bagi para siswa, sekaligus memperkuat pendidikan karakter dan pemahaman keagamaan yang menjadi bagian penting dari pendidikan di SMP Al-Siddiq International.
Dilanjutkan dengan Al-Qur’an dan Pembelajaran Akademik
Setelah rangkaian kegiatan keagamaan, PJJ dilanjutkan dengan agenda pembelajaran Al-Qur’an. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah untuk menjaga keseimbangan antara pendidikan akademik dan pendidikan keislaman.
Selanjutnya, siswa mengikuti berbagai pembelajaran akademik, di antaranya:
Bahasa Inggris, Civic,Islamic Studies dan ICT. Meskipun pembelajaran dilaksanakan secara daring, esensi pendidikan dan pembelajaran tetap dijaga. Guru tetap memberikan materi, membimbing siswa, serta memastikan peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik.
Pelaksanaan PJJ ini menunjukkan bahwa kondisi tertentu tidak menjadi penghalang bagi sekolah untuk terus memberikan layanan pendidikan. Justru, melalui pembelajaran daring, sekolah dapat tetap menjalankan proses akademik sekaligus memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar dalam suasana yang lebih aman.
Menjaga Keselamatan, Menjaga Pendidikan
Pelaksanaan PJJ di SMP Al-Siddiq International menjadi wujud nyata bahwa keselamatan dan kesehatan siswa merupakan prioritas, tanpa mengesampingkan keberlangsungan proses pendidikan.
Sekolah tidak hanya berupaya menjaga siswa dari potensi paparan abu vulkanik, tetapi juga memastikan bahwa selama berada di rumah, mereka tetap memperoleh pendidikan akademik, pembinaan Al-Qur’an, penguatan karakter, dan pemahaman keagamaan.
Dengan demikian, PJJ bukan sekadar kegiatan belajar dari rumah, melainkan menjadi momentum untuk mengajarkan kepada siswa tentang ikhtiar, kedisiplinan, kepedulian terhadap kesehatan, ketangguhan, serta pentingnya mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam setiap keadaan.
SMP Al-Siddiq International terus berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang menyeluruh—mendidik ilmu, membangun akhlak, dan menjaga keselamatan peserta didik. (garis — ditiadakan)
“Menjaga keselamatan adalah ikhtiar, menjaga pendidikan adalah amanah, dan keduanya dapat berjalan bersama.”
By Retno Suzanne Handayani, Lc, M.Pd