Al Siddiq International School

12 Oktober 2026

Kegiatan, TK

Diskusi Perkembangan Murid TK Al Siddiq pada 3 bulan pertama di Semester 1

Pada Jumat, 2 Oktober 2026, TK Al Siddiq International melaksanakan kegiatan pembagian rapor Mid Semester 1 bagi seluruh murid. Kegiatan ini dilaksanakan di kelas masing-masing dengan melibatkan guru dan orang tua atau wali murid. Pembagian rapor menjadi salah satu momen penting bagi sekolah dan orang tua untuk bersama-sama melihat serta memahami perkembangan anak selama tiga bulan pertama menjalani proses pembelajaran di sekolah.Kegiatan pembagian rapor tidak hanya menjadi agenda untuk menyampaikan hasil belajar anak, tetapi juga menjadi kesempatan bagi guru dan orang tua untuk berdiskusi secara langsung mengenai perkembangan anak. Melalui pertemuan ini, orang tua dapat memperoleh gambaran mengenai proses belajar, kemampuan, serta perkembangan anak selama mengikuti berbagai kegiatan di sekolah. Komunikasi dua arah antara guru dan orang tua diharapkan dapat membantu menciptakan pendampingan yang lebih tepat dan berkesinambungan bagi setiap anak.Untuk memastikan kegiatan berjalan dengan tertib dan nyaman, orang tua datang sesuai dengan waktu kedatangan yang telah disepakati sebelumnya. Setibanya di sekolah, orang tua atau wali murid terlebih dahulu bertemu dengan wali kelas masing-masing. Pada sesi ini, wali kelas menyampaikan dan mendiskusikan rapor akademik anak, termasuk perkembangan anak selama mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas.Setelah berdiskusi bersama wali kelas, orang tua kemudian melanjutkan sesi bersama guru Qur’an. Pada sesi ini, perkembangan pembelajaran Qur’an anak dibahas secara lebih khusus. Rapor Qur’an mencakup beberapa aspek, yaitu tahfidz, tahsin, serta kemampuan membaca berbagai bacaan doa yang telah dipelajari anak selama tiga bulan pertama di sekolah.Dalam aspek tahfidz, guru menyampaikan perkembangan hafalan Al-Qur’an anak sesuai dengan pembelajaran yang telah diberikan. Sementara itu, pada aspek tahsin, orang tua mendapatkan informasi mengenai perkembangan kemampuan anak dalam membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai dengan tahap pembelajarannya. Selain itu, perkembangan bacaan doa, termasuk hadis dan doa-doa pendek yang telah dipelajari, juga menjadi bagian dari pembahasan bersama guru Qur’an.Melalui kegiatan pembagian raport Mid Semester 1 ini, sekolah berharap orang tua tidak hanya mengetahui hasil perkembangan anak, tetapi juga memahami proses yang telah dilalui selama belajar di sekolah. Setiap anak memiliki perkembangan dan keunikan masing-masing, sehingga hasil rapor menjadi salah satu sarana untuk melihat capaian sekaligus menentukan langkah pendampingan berikutnya.Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak. Dengan komunikasi yang terbuka antara wali kelas, guru Qur’an, dan orang tua, diharapkan setiap anak dapat memperoleh pendampingan yang sesuai dengan kebutuhannya, baik dalam aspek akademik maupun dalam pembelajaran Al-Qur’an dan nilai-nilai keislaman.Pembagian rapor Mid Semester 1 di TK Al Siddiq International menjadi momentum untuk bersama-sama mengapresiasi setiap proses dan pencapaian anak selama tiga bulan pertama. Semoga kolaborasi yang terjalin antara sekolah dan orang tua dapat terus berjalan dengan baik, sehingga anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berkarakter, serta berkembang secara optimal dalam lingkungan belajar yang penuh dukungan.By Inka Amalia, S.Pd

Uncategorized

Semarak Hari Batik Nasional di SD Al Siddiq International: Bangga Mengenakan Warisan Budaya Indonesia

Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada Jumat, 2 Oktober 2026, keluarga besar SD Al Siddiq International turut memeriahkan momen istimewa tersebut dengan mengenakan pakaian batik. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk sederhana namun bermakna dalam menumbuhkan rasa cinta, bangga, dan kepedulian siswa terhadap budaya Indonesia sejak usia dini.Sejak pagi, suasana sekolah tampak lebih semarak dengan hadirnya para siswa dan guru yang mengenakan berbagai motif batik. Beragam corak dan warna batik yang dikenakan menciptakan suasana yang ceria sekaligus menunjukkan keindahan dan keberagaman budaya Indonesia. Para siswa pun terlihat antusias dan percaya diri mengenakan batik dalam kegiatan belajar mereka di sekolah.Peringatan Hari Batik Nasional bukan hanya tentang mengenakan pakaian bermotif batik, tetapi juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal lebih dekat salah satu warisan budaya yang menjadi identitas bangsa Indonesia. Batik memiliki perjalanan sejarah yang panjang dan kaya akan nilai seni, kreativitas, serta filosofi. Berbagai daerah di Indonesia memiliki motif dan karakter batik yang berbeda, sehingga batik menjadi salah satu gambaran nyata dari keberagaman budaya Nusantara.Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk memahami bahwa melestarikan budaya dapat dimulai dari hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Mengenakan batik merupakan salah satu cara untuk menunjukkan penghargaan terhadap karya budaya bangsa. Selain itu, siswa juga dapat belajar untuk menghargai proses, kreativitas, dan keterampilan para pengrajin yang menghasilkan karya batik dengan penuh ketelitian dan kesabaran.Kegiatan mengenakan batik juga menjadi bagian dari pembelajaran karakter di SD Al Siddiq International. Sekolah tidak hanya berupaya memberikan pendidikan akademik, tetapi juga membangun karakter siswa agar memiliki rasa percaya diri, menghargai keberagaman, mencintai budaya, dan memiliki rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Nilai-nilai tersebut penting untuk ditanamkan sejak dini agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang berwawasan luas sekaligus tetap memiliki akar budaya yang kuat.Keceriaan semakin terasa ketika siswa dan guru bersama-sama mengenakan batik dalam suasana sekolah yang penuh kebersamaan. Momen tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat rasa kebersamaan antara seluruh warga sekolah. Para siswa dapat melihat bahwa budaya Indonesia merupakan sesuatu yang dekat dengan kehidupan mereka dan dapat dirayakan dengan cara yang menyenangkan.Peringatan Hari Batik Nasional juga mengajarkan kepada siswa bahwa warisan budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau para pelaku seni, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan budaya Indonesia. Dengan mengenal, menggunakan, menghargai, dan memperkenalkan batik, anak-anak turut mengambil bagian dalam menjaga warisan budaya agar tetap dikenal dan dicintai oleh generasi berikutnya.Bagi SD Al Siddiq International, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pengalaman sederhana yang meninggalkan kesan positif bagi para siswa. Semangat mengenakan batik diharapkan tidak berhenti pada satu hari peringatan saja, tetapi dapat menumbuhkan kebiasaan untuk selalu menghargai budaya Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.Melalui semangat Hari Batik Nasional 2026, SD Al Siddiq International terus mendorong para siswa untuk menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, percaya diri, serta mencintai budaya bangsa. Semoga kecintaan terhadap batik dan budaya Indonesia terus tumbuh dalam diri setiap siswa dan menjadi bagian dari perjalanan mereka untuk mengenal serta menjaga kekayaan Nusantara.Selamat Hari Batik Nasional 2026!Bangga Mengenakan Batik, Bangga Melestarikan Budaya Indonesia.By Muslihatul Maula, Lc

Kegiatan, SMP

Puskesmas Jatimakmur Gelar Pemeriksaan Kebugaran Siswa SMP Al-Siddiq

Bekasi, 30 September 2026 — SMP Al-Siddiq kembali mengadakan kegiatan yang mendukung kesehatan dan kebugaran siswa melalui pemeriksaan kebugaran tubuh bersama Puskesmas Jatimakmur, Rabu (30/9/2026). Kegiatan berlangsung di lapangan SMP Al-Siddiq dan diikuti oleh para siswa sebagai bagian dari upaya sekolah dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran sejak usia sekolah.Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengetahui kondisi kebugaran tubuh mereka melalui aktivitas fisik yang terukur. Selain menjadi bagian dari pembinaan kesehatan, kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman kepada siswa mengenai pentingnya aktivitas fisik dan pola hidup sehat.Mengukur Kebugaran dan Daya Tahan TubuhSalah satu kegiatan utama dalam pemeriksaan kebugaran adalah tes lari, di mana siswa diminta berlari sebanyak 11 putaran dengan jarak keseluruhan sekitar 1.000 meter di lapangan sekolah.Tes tersebut dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai kemampuan fisik siswa, terutama daya tahan kardiorespirasi, yaitu kemampuan tubuh menggunakan oksigen secara efektif ketika melakukan aktivitas fisik.Selama aktivitas berlangsung, siswa juga diarahkan untuk memperhatikan respons tubuh terhadap olahraga, seperti perubahan denyut jantung, pernapasan, kelelahan, dan kemampuan tubuh untuk mempertahankan aktivitas fisik.Dengan demikian, siswa tidak hanya melakukan olahraga, tetapi juga belajar mengenali bagaimana tubuh bekerja ketika mendapatkan beban aktivitas fisik.Tujuan Pemeriksaan KebugaranKegiatan pemeriksaan kebugaran ini memiliki beberapa tujuan penting, antara lain: 1. Mengetahui tingkat kebugaran siswaPemeriksaan memberikan gambaran mengenai kondisi kebugaran fisik siswa, terutama berkaitan dengan daya tahan tubuh dalam melakukan aktivitas fisik. 2. Mengukur daya tahan kardiorespirasi Aktivitas lari membantu memberikan gambaran mengenai kemampuan sistem pernapasan dan peredaran darah dalam mendukung aktivitas fisik. 3. Mengenalkan pentingnya kesehatan jantung dan tubuhMelalui aktivitas fisik, siswa diperkenalkan pada perubahan yang terjadi pada tubuh ketika berolahraga, seperti meningkatnya denyut jantung dan frekuensi pernapasan. 4. Membangun kesadaran hidup sehat sejak diniSiswa diharapkan memahami bahwa kesehatan tidak hanya berkaitan dengan tidak adanya penyakit, tetapi juga dengan kebugaran tubuh yang perlu dijaga melalui olahraga, pola makan yang baik, istirahat cukup, dan kebiasaan hidup sehat. 5. Mendorong siswa aktif berolahragaKegiatan ini diharapkan dapat memotivasi siswa untuk menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari, bukan hanya ketika mengikuti kegiatan sekolah. 6. Memberikan edukasi tentang kondisi tubuhSiswa belajar mengenali kemampuan dan respons tubuhnya sendiri ketika melakukan aktivitas fisik sehingga dapat lebih memahami pentingnya menjaga kebugaran. 7. Mendukung program kesehatan sekolah Kegiatan bersama Puskesmas Jatimakmur menjadi bagian dari upaya sekolah untuk membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya memperhatikan aspek akademik, tetapi juga kesehatan dan perkembangan fisik siswa.Belajar Mengenali Tubuh melalui Aktivitas FisikKegiatan pemeriksaan kebugaran memberikan pengalaman yang berbeda bagi para siswa. Mereka tidak hanya diminta berlari, tetapi juga diajak memahami apa yang terjadi pada tubuh ketika melakukan aktivitas fisik.Setelah berlari, denyut jantung dan pernapasan mengalami peningkatan karena tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen dan energi. Kondisi tersebut dapat menjadi pengalaman langsung bagi siswa untuk memahami materi kesehatan dan olahraga yang selama ini mereka pelajari.Kegiatan ini juga mengajarkan bahwa kemampuan fisik setiap siswa dapat berbeda. Karena itu, olahraga bukan semata-mata tentang siapa yang paling cepat, tetapi tentang bagaimana seseorang mampu menjaga kesehatan dan meningkatkan kemampuan tubuh secara bertahap.Melalui kegiatan pemeriksaan kebugaran bersama Puskesmas Jatimakmur, SMP Al-Siddiq berharap para siswa semakin memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan, aktif bergerak, dan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.Sehat tubuhnya, kuat aktivitasnya, dan siap belajar untuk meraih prestasi.By Retno Suzanne Handayani, Lc, M.Pd