Al Siddiq International School

Kegiatan

Kegiatan, SD

SD Al Siddiq International Gelar Kegiatan Membuat Flanel Keychain Bersama

SD Al Siddiq International melaksanakan kegiatan membuat flanel keychain pada tanggal 27 Oktober 2025. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 dan berlangsung di kelas masing-masing. Dalam kegiatan ini, desain gantungan kunci sudah disiapkan oleh guru, sehingga siswa hanya perlu menjahit bagian-bagian flanel yang telah dipotong. Anak-anak tampak antusias mengikuti instruksi guru, memasukkan benang ke jarum, serta menjahit pola sederhana hingga membentuk gantungan kunci yang rapi dan siap dibawa pulang.Meskipun desainnya sudah ditentukan, kegiatan ini tetap memberikan banyak manfaat bagi siswa. Keterampilan motorik halus mereka terlatih melalui aktivitas menjahit yang membutuhkan koordinasi tangan dan konsentrasi tinggi. Selain itu, kegiatan ini membantu menumbuhkan kesabaran dan ketelitian karena anak harus mengikuti alur jahitan dengan benar agar hasilnya rapi. Rasa percaya diri siswa juga meningkat ketika mereka berhasil menyelesaikan keychain flanel buatan tangan sendiri. Proses menjahit ini sekaligus melatih kemandirian, fokus, dan kemampuan mengikuti instruksi dengan baik. Kegiatan sederhana namun bermakna ini memberikan pengalaman belajar praktik yang menyenangkan bagi seluruh siswa SD Al Siddiq International..By: Yundara Ulfa Priatna, M.Pd.

Kegiatan, SMP

Eksperimen Penyaringan Air dan Penulisan Teks Prosedur oleh Siswa Kelas 7 SMP Al-Siddiq International

Pada hari Rabu, 5 November 2025, siswa-siswi kelas 7 SMP Al-Siddiq International mengikuti kegiatan pembelajaran yang menarik dan aplikatif. Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, mereka belajar menyusun teks prosedur berdasarkan buku Bahasa Indonesia untuk Kelas 7 Kurikulum Merdeka.Kegiatan ini dibimbing langsung oleh guru Bahasa Indonesia, Miss Wafda Nurul Imani, S.Pd., yang memberikan arahan langkah demi langkah dalam memahami struktur teks prosedur, mulai dari tujuan, bahan dan alat, hingga langkah-langkah pembuatan.Untuk menguatkan pemahaman, para siswa melakukan eksperimen dengan membuat alat penyaring air homemade menggunakan bahan sederhana. Mereka mengombinasikan proses praktik dengan penyusunan teks prosedur secara mandiri.Siswa membuat alat penyaring air menggunakan botol plastik bekas. Bagian bawah botol dipotong kemudian botol dibalik sehingga bagian yang terbuka berada di atas. Setelah itu, mereka memasukkan kapas, tanah dan pasir, serta kerikil sebagai lapisan penyaring. Air kemudian dituangkan dari bagian atas — yaitu sisi bawah botol yang telah dipotong — untuk melihat bagaimana setiap lapisan bekerja menyaring kotoran.Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar menulis teks prosedur sesuai kaidah bahasa Indonesia, tetapi juga mempraktikkan proses ilmiah sederhana tentang cara kerja filtrasi.By Umair Shoddiq, S.I.Kom

Kegiatan, TK

Matahari, Sawah, dan Senyum Anak-anak

Pada hari Kamis, 13 November 2025, TK Al Siddiq International melaksanakan kegiatan Educational Field Trip (EFT) ke Scientia Square Park (SQP), Tangerang. Kegiatan ini menjadi salah satu momen penting dalam proses belajar anak-anak usia dini, di mana mereka diajak untuk belajar langsung di luar kelas melalui pengalaman nyata dan menyenangkan. Field trip ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga menjadi ajang eksplorasi, interaksi sosial, dan pembentukan karakter bagi anak-anak.Sejak pagi pukul 07.00 WIB, anak-anak sudah berkumpul di titik keberangkatan yaitu Bella Vista. Kegiatan diawali dengan dokumentasi awal, sambutan hangat dari Kepala Sekolah, serta pembacaan doa bersama agar perjalanan berjalan lancar dan penuh keberkahan. Di dalam perjalanan menuju Scientia Square Park, anak-anak tidak hanya duduk diam, namun tetap mengisi waktu dengan murojaah bersama, menjadikan kegiatan ini tetap bernuansa islami dan penuh makna.Sesampainya di lokasi, anak-anak melakukan dokumentasi lanjutan, mengenakan tiket gelang sebagai identitas, serta diarahkan untuk mengkondisikan barang bawaan mereka. Seluruh siswa kemudian dibagi menjadi dua kelompok besar agar kegiatan lebih tertib dan terstruktur. Masing-masing kelompok mengikuti rangkaian aktivitas yang sama dengan urutan berbeda. Kegiatan dimulai dengan mengenal berbagai jenis burung dan ayam, dilanjutkan dengan melihat hewan-hewan unik seperti alpaca. Interaksi langsung dengan hewan ini bertujuan menumbuhkan rasa cinta terhadap makhluk hidup dan mengembangkan empati serta keberanian anak-anak.Selanjutnya, anak-anak mengikuti kegiatan menumbuk padi dan menanam padi di sawah mini yang tersedia di area edukasi pertanian SQP. Kegiatan menumbuk padi bertujuan untuk mengenalkan proses tradisional pengolahan makanan pokok, serta menumbuhkan rasa menghargai makanan yang mereka konsumsi setiap hari. Sementara itu, kegiatan menanam padi memberikan pengalaman langsung tentang asal-usul makanan dan pentingnya merawat tanaman. Dengan turun langsung ke sawah, anak-anak belajar tanggung jawab, kesabaran, serta mengenal siklus alam secara konkret.Kegiatan diakhiri dengan sesi bermain air yang menjadi bagian rekreasi sekaligus penyegaran setelah seluruh aktivitas edukatif. Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian, anak-anak bersiap untuk pulang. Kegiatan EFT ini memberikan kesan mendalam bagi anak-anak, guru, dan orang tua. Bukan sekadar jalan-jalan, namun penuh nilai edukatif yang membekas dalam pengalaman belajar anak-anak. Harapannya, melalui kegiatan seperti ini, anak-anak TK Al Siddiq International tumbuh menjadi pribadi yang aktif, peduli terhadap lingkungan, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap dunia di sekitarnya.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, SD

Eksperimen Seru Bersama Einstein! Science Day

SD Al Siddiq International bekerja sama dengan Einstein sukses melaksanakan kegiatan “Science Day: 1 Hari Bersama Einstein” pada hari Jumat, 12 November 2025. Kegiatan berlangsung dari pukul 07.00 hingga 13.00 WIB dan diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa dari kelas 1 hingga 6. Kolaborasi ini menghadirkan pengalaman belajar sains yang lebih menarik dan interaktif.Pada kegiatan ini, para siswa disajikan science show edukatif yang dipandu oleh tim Einstein. Demonstrasi fenomena ilmiah disampaikan dengan cara yang mudah dipahami, sehingga membuat siswa semakin tertarik dan penasaran untuk mencoba sendiri.Anak-anak juga mengikuti rangkaian eksperimen seru dan aman yang dipandu bersama tim sains sekolah dan tim Einstein. Eksperimen melibatkan reaksi sederhana, permainan cahaya, dan aktivitas eksplorasi yang tetap aman namun memantik rasa ingin tahu siswa.Kegiatan dilanjutkan dengan lab tour untuk mengenal berbagai alat sains. Dengan pendampingan dari tim Einstein, siswa diperkenalkan pada fungsi mikroskop, tabung reaksi, alat ukur, dan berbagai perlengkapan laboratorium lainnya. Pengalaman ini memberi gambaran nyata tentang proses ilmiah di dunia sains.Sesi berikutnya adalah pengenalan teleskop. Anak-anak mendapat kesempatan untuk memahami cara kerja teleskop serta mencoba mengamati objek langit. Kegiatan ini menjadi momen yang sangat menarik karena memberi pengalaman observasi langsung.Salah satu agenda paling ditunggu adalah peluncuran roket air, yang dilakukan bersama tim Einstein. Siswa bekerja dalam kelompok untuk menyiapkan roket mereka sebelum meluncurkannya ke udara. Sorakan kegembiraan terdengar saat roket berhasil terbang tinggi di atas lapangan.Sebagai penutup, siswa membuat prototype sederhana menggunakan bahan yang tersedia. Kegiatan ini melatih kreativitas dan pemecahan masalah, sekaligus memperkenalkan konsep dasar rekayasa.Dengan rangkaian aktivitas yang dikemas kolaboratif ini, Science Day “1 Hari Bersama Einstein” berhasil memberikan pengalaman belajar yang berkesan bagi seluruh siswa. Kolaborasi antara SD Al Siddiq International dan Einstein menghadirkan pembelajaran sains yang menyenangkan, inspiratif, dan mendorong minat siswa untuk terus mengeksplorasi dunia sains.By: Yundara Ulfa Priatna, M.Pd.

Kegiatan, SMP

Mengukur Kejernihan: Siswa SMP Al-Siddiq International Belajar Pengujian pH Air di Tengah ESNO 2025

Di ruang utama Pondok Pesantren Umar Bin Khottob Plus, Gunung Malang, udara pagi itu masih menyisakan dingin pegunungan. Tepat pukul 07.30, puluhan siswa SMP Al-Siddiq International sudah duduk melingkar, sebagian masih menenteng botol berisi air yang mereka ambil langsung dari Mata Air Ciburial—sumber yang mereka sebut lebih jernih daripada air mineral bermerk. Di tengah rangkaian kegiatan Educational Students Night Out (ESNO) 2025, pelajaran IPA hari itu mengambil bentuk berbeda. Alih-alih di ruang kelas, para siswa mengikuti presentasi pengujian pH air yang dibawakan oleh guru IPA, Mr. Muhammad Fathul Ihsan, M.Res. Dengan gaya penyampaian yang tenang namun tegas, Ia membuka sesi dengan satu pertanyaan sederhana, “Air yang tampak jernih, apakah selalu aman?” Pertanyaan itu langsung memicu gumaman di antara siswa—tanda rasa ingin tahu yang bekerja. Mr. Ihsan kemudian memaparkan prinsip dasar pH: ukuran tingkat keasaman atau kebasaan air yang menentukan kelayakan konsumsi. Ia memperlihatkan perbedaan warna indikator pH, menjelaskan hubungan pH terhadap kesehatan, hingga potensi kontaminasi alami di mata air pegunungan. Presentasi berlangsung ringkas, tetapi sarat ilustrasi dan contoh kehidupan sehari-hari—gaya yang membuat siswa mudah menangkap inti persoalan. Sambil memperlihatkan sampel Ciburial, ia menambahkan, “Jernih itu belum tentu bersih. Sains membantu kita melihat yang tak kasat mata.” Para siswa bergantian mengangkat sampel mereka, membandingkan kejernihan, warna, dan aroma. Momen itu menjadi semacam laboratorium kecil yang tumbuh spontan di tengah kegiatan luar ruang. Meski pengujian lengkap baru akan dilakukan ketika mereka kembali dari ESNO, antusiasme sudah tampak mencolok. Para murid akan mempraktikkan pengukuran pH secara mandiri di sekolah dengan menggunakan indikator universal atau pH meter sederhana. Kegiatan lanjutan ini dirancang untuk membuat mereka tidak hanya menonton, tetapi benar-benar mengalami proses ilmiah. Di luar ruang utama, suara riuh kegiatan ESNO terdengar samar. Namun di dalam, fokus siswa tak bergeser: sebotol air pegunungan, sebuah indikator pH, dan rasa ingin tahu yang tumbuh dari pengalaman langsung.By Umair Shoddiq, S.I.Kom

Kegiatan, TK

Kecil, Sedang, Besar! Anak TK B Belajar Mengurutkan dengan Ceria

Selasa, 11 November 2025, anak-anak TK B Al Siddiq International mengikuti kegiatan belajar yang sederhana namun sangat bermakna: mengurutkan benda dari yang kecil hingga yang besar. Kegiatan ini berlangsung di dalam kelas Science and Math yang telah disiapkan dengan suasana menyenangkan dan alat bantu visual yang menarik. Meski terlihat seperti permainan biasa, aktivitas ini dirancang untuk membangun dasar pemahaman logika, matematika, dan keterampilan kognitif anak-anak usia dini.Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan konsep urutan, ukuran, serta keterampilan membandingkan objek berdasarkan ciri tertentu—dalam hal ini ukuran. Bagi anak TK, kemampuan mengurutkan adalah bagian penting dari perkembangan berpikir logis dan pemecahan masalah. Anak-anak belajar bahwa benda bisa diklasifikasikan dan diurutkan, serta bahwa segala sesuatu memiliki pola dan struktur. Ini menjadi landasan bagi pemahaman matematika yang lebih kompleks di masa depan.Pada kesempatan ini, guru memulai kegiatan dengan mengamati kemampuan anak dalam menjumlahkan dan menghitung menggunakan balok LEGO. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali sejauh mana pemahaman dasar anak terhadap angka dan konsep jumlah. Namun, sambil menunggu giliran, anak-anak diminta mengerjakan worksheet yang telah disiapkan oleh guru yang tidak kalah seru: mengurutkan gambar benda dari ukuran kecil hingga besar.Dengan antusias, anak-anak memegang satu per satu gambar—mulai dari gambar mobil dan suntikan —dan mencoba menyusunnya dalam urutan yang tepat. Beberapa anak langsung paham, sementara yang lain berdiskusi kecil dengan temannya atau bertanya kepada guru. Aktivitas ini juga mengasah keterampilan sosial mereka, seperti kerja sama, menunggu giliran, dan berani mengemukakan pendapat.Kegiatan hari itu ditutup dengan refleksi ringan dari guru, memberikan pujian atas usaha anak-anak, dan menjelaskan kembali secara singkat manfaat dari apa yang mereka lakukan. Anak-anak terlihat bangga dengan hasil karyanya, dan suasana kelas penuh dengan semangat belajar. Melalui kegiatan sederhana seperti ini, TK B Al Siddiq International terus berupaya menanamkan dasar-dasar penting dalam proses berpikir dan belajar anak secara menyenangkan dan bermakna.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, SD

SD Al Siddiq International Laksanakan PJBL Hari Pahlawan 2025

Pada Selasa, 11 November 2025, SD Al Siddiq International melaksanakan kegiatan Project Based Learning (PJBL) dalam rangka memperingati Hari Pahlawan yang jatuh setiap tanggal 10 November. Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan nilai patriotisme serta mengajak siswa mengenal lebih dekat perjuangan para pahlawan bangsa melalui aktivitas kreatif yang menyenangkan.Seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 ikut terlibat dalam kegiatan ini. Dengan pendekatan PJBL, siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga berproses aktif untuk menghasilkan karya yang mencerminkan pemahaman mereka tentang nilai kepahlawanan. Hal ini menjadi kesempatan bagi sekolah untuk menguatkan karakter siswa melalui pembelajaran berbasis proyek.Untuk siswa kelas 3 hingga kelas 6, kegiatan difokuskan pada proyek menggambar tokoh pahlawan nasional. Mereka diberi kesempatan memilih pahlawan favorit, seperti Cut Nyak Dien, RA Kartini, Jenderal Sudirman, Bung Tomo, dan lainnya. Setelah mengenal lebih jauh tentang tokoh yang dipilih, siswa kemudian menuangkan inspirasi tersebut ke dalam karya gambar yang menampilkan karakter heroik sang pahlawan.Sementara itu, siswa kelas 1 dan 2 mengikuti kegiatan mewarnai dan menghias gambar pahlawan. Aktivitas ini disesuaikan dengan kemampuan perkembangan anak usia dini, sehingga mereka dapat mengekspresikan kreativitas melalui warna-warna cerah, tambahan stiker, glitter, serta hiasan lainnya. Guru juga memberikan cerita singkat tentang pahlawan yang mereka warnai, sehingga kegiatan berlangsung sambil menumbuhkan pengetahuan dasar tentang sejarah.Kegiatan PJBL Hari Pahlawan ini berlangsung dengan penuh antusiasme. Suasana kelas dan area sekolah tampak hidup dengan siswa-siswa yang bekerja dengan tekun, berdiskusi dengan guru, serta berusaha menghasilkan karya terbaik mereka. Hasil karya siswa kemudian dipajang di lingkungan sekolah sebagai bentuk apresiasi sekaligus inspirasi bagi warga sekolah lainnya.Melalui kegiatan ini, SD Al Siddiq International berharap dapat menanamkan nilai kepahlawanan dan semangat cinta tanah air sejak dini. Dengan mengenal tokoh-tokoh pahlawan melalui karya visual, siswa diharapkan mampu meneladani sikap berani, disiplin, rela berkorban, dan pantang menyerah dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran dapat berlangsung secara bermakna, menyenangkan, dan penuh nilai karakter..By: Yundara Ulfa Priatna, M.Pd

Kegiatan, TK

Klik, Bentuk, Jadi Rumah! Belajar ICT Jadi Menyenangkan!

Pada hari Kamis, 6 November 2025, siswa-siswi TK B Al Siddiq International mengikuti kegiatan pembelajaran ICT yang berlangsung di lab komputer sekolah. Kegiatan ini difokuskan pada penggunaan aplikasi Paint, sebuah program menggambar digital sederhana yang dirancang untuk memperkenalkan anak-anak pada teknologi sambil mengasah kreativitas mereka.Dalam pembelajaran kali ini, anak-anak diajak untuk membuat gambar rumah menggunakan fitur shape (bentuk) yang tersedia di Paint. Aktivitas ini bukan hanya melatih kemampuan dasar komputer, tetapi juga memperkenalkan konsep bentuk-bentuk geometris seperti persegi, segitiga, dan lingkaran. Anak-anak belajar mengenali dan menggabungkan bentuk-bentuk tersebut untuk menciptakan ilustrasi rumah sederhana, lengkap dengan atap, pintu, dan jendela.Sebelum mulai menggambar, anak-anak dibimbing untuk menyalakan komputersecara mandiri dengan menekan tombol power pada CPU. Setelah komputer menyala, mereka diajari cara membuka aplikasi Paint dengan mengklik ikon search, lalu mengetik kata “Paint” di kolom pencarian. Setelah aplikasi terbuka, guru memberikan arahan langkah demi langkah yang mudah diikuti.Anak-anak tampak antusias mengikuti instruksi guru, mulai dari memilih bentuk, mengganti warna, hingga menyusun bentuk-bentuk menjadi gambar rumah. Proses ini bukan hanya mengasah motorik halus melalui penggunaan mouse, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dalam menggunakan perangkat digital. Guru juga mendorong anak-anak untuk berkreasi dan menambahkan elemen lain seperti matahari atau pohon jika mereka ingin.Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan teknologi secara positif sejak dini dan mengembangkan kreativitas visual anak-anak melalui media digital. Dengan menggunakan fitur shape di Paint, anak-anak belajar berpikir sistematis—bagaimana menggabungkan bagian-bagian menjadi satu kesatuan yang bermakna. Selain itu, mereka juga belajar mengikuti instruksi, menyelesaikan tugas, dan merasa bangga atas hasil karya mereka sendiri.Kegiatan ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, teknologi bisa menjadi alat pembelajaran yang menyenangkan dan edukatif, bahkan bagi anak usia dini.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, SD

Serunya Kelas Profesi SD Al Siddiq International Bersama Kantor Pos

SD Al Siddiq International kembali melaksanakan kegiatan Kelas Profesi yang kali ini menghadirkan perwakilan dari Kantor Pos Indonesia. Kegiatan ini disambut dengan antusias oleh seluruh siswa, karena mereka berkesempatan untuk belajar langsung dari petugas pos mengenai berbagai layanan dan kegiatan yang dilakukan di kantor pos.Pihak Kantor Pos tidak hanya memberikan penjelasan, tetapi juga membawa mobil operasional kantor pos ke lingkungan sekolah. Anak-anak tampak sangat bersemangat melihat isi mobil tersebut dan mendengarkan penjelasan tentang bagaimana surat dikumpulkan, disortir, hingga dikirim ke berbagai daerah di Indonesia.Selain mendapatkan wawasan baru, para siswa juga berlatih menulis surat pribadi mereka sendiri. Surat-surat tersebut akan dikirimkan menggunakan prangko khusus bergambar foto masing-masing anak, yang membuat pengalaman ini semakin istimewa dan berkesan. Anak-anak tampak bangga saat menempelkan prangko bergambar diri mereka sendiri di amplop sebelum menyerahkannya kepada petugas pos.Melalui kegiatan ini, siswa-siswi SD Al Siddiq International tidak hanya mengenal lebih dekat profesi petugas pos, tetapi juga belajar tentang pentingnya komunikasi tertulis dan proses pengiriman surat yang selama ini jarang mereka alami secara langsung.Kegiatan Kelas Profesi ini berjalan dengan lancar, menyenangkan, dan penuh makna. Para guru berharap pengalaman ini dapat menumbuhkan rasa ingin tahu serta menghargai berbagai profesi yang berperan penting dalam kehidupan sehari-hari.By: Yundara Ulfa Priatna, M.Pd.

Kegiatan, SD

SD Al Siddiq Laksanakan PKKS Bersama Pengawas Sekolah

SD Al Siddiq melaksanakan kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) pada hari Senin tanggal 3 November 2025, yang menjadi agenda rutin tahunan dalam rangka evaluasi dan peningkatan mutu manajerial sekolah. Kegiatan ini dihadiri dan dipimpin oleh dua pengawas sekolah dari Dinas Pendidikan Kota Bekasi, yaitu Bapak Bambang Saryono, M.Pd. dan Bapak Sardiyo, S.Pd., M.Pd.Kegiatan PKKS ini bertujuan untuk menilai kinerja kepala sekolah dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya pada bidang manajerial dan supervisi akademik. Melalui kegiatan ini, diharapkan sekolah dapat terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, pembelajaran, serta pengelolaan sumber daya secara profesional dan berkelanjutan.Pada pelaksanaan kegiatan tersebut, Bapak Bambang Saryono melaksanakan sesi wawancara, observasi, dan penilaian langsung bersama Kepala SD Al Siddiq International, membahas berbagai aspek pengelolaan sekolah mulai dari perencanaan, pelaksanaan program, hingga tindak lanjut pengembangan mutu sekolah. Sementara itu, Bapak Sardiyo berdiskusi bersama perwakilan guru, yaitu Ms. Dara, Ms. Lulu, Ms. Jasmine, dan Ms. Nabila, untuk menggali informasi mengenai pelaksanaan pembelajaran, supervisi akademik, serta inovasi kegiatan di kelas.Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh suasana kekeluargaan. Guru-guru dan kepala sekolah menunjukkan kesiapan dan keterbukaan dalam memberikan informasi terkait praktik baik yang telah dilakukan di SD Al Siddiq International, termasuk dalam upaya membangun budaya sekolah yang positif dan berorientasi pada pembelajaran bermakna bagi peserta didik.Melalui pelaksanaan PKKS ini, SD Al Siddiq International berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan profesionalisme tenaga pendidik serta tenaga kependidikan. Evaluasi ini menjadi momentum penting bagi sekolah untuk terus berkembang, memperkuat sinergi antarwarga sekolah, dan mewujudkan visi menjadi sekolah yang unggul, berkarakter, serta berdaya saing di era pendidikan modern.By: Yundara Ulfa Priatna, M.Pd

Kegiatan, SMP

Siswa Kelas 9 SMP Al-Siddiq International Belajar Mengumpulkan Informasi dan Opini Melalui Wawancara

Pada hari Rabu, 5 November 2025, siswa dan siswi kelas 9 SMP Al-Siddiq International melaksanakan kegiatan pembelajaran berbasis proyek dengan topik mengumpulkan informasi dan opini melalui metode wawancara. Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 WIB dan dibimbing langsung oleh Mr. Umair Shoddiq, S.I.Kom. Pembelajaran ini mengacu pada buku Global Perspective – Learner’s Skill Book 9 terbitan Cambridge University Press, yang mendorong peserta didik untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan komunikasi. Dalam kegiatan ini, siswa mempelajari cara membuat pertanyaan terbuka untuk menggali pendapat dan pandangan orang lain. Pertanyaan yang digunakan antara lain: “Apakah hal ini cocok dengan budaya masyarakat Indonesia? Mengapa?” “Apa pendapatmu mengenai hal ini?” Sebagai dasar diskusi, para siswa menonton sebuah video dokumenter tentang komunitas masyarakat unik di luar negeri. Setelah itu, setiap peserta didik melakukan wawancara kepada minimal lima teman sekelasnya dan mendokumentasikan hasil wawancaranya. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya berlatih berbicara dan mendengarkan secara aktif, tetapi juga belajar memahami berbagai sudut pandang dan mengembangkan empati terhadap perbedaan budaya di dunia global.By Umair Shoddiq, S.I.Kom

Kegiatan, TK

Chef Cilik di TK Al Siddiq: Belajar dari Dapur Kelas Sendiri

Pada hari Kamis, 30 Oktober 2025, TK Al Siddiq International mengadakan kegiatan cooking class yang melibatkan seluruh siswa di masing-masing kelas. Kegiatan ini mengangkat tema membuat sushi sederhana dengan bahan-bahan yang aman dan ramah anak. Setiap kelas menjadi lokasi utama kegiatan, agar anak-anak bisa merasa nyaman dan fokus dalam lingkungan yang sudah mereka kenal. Cooking class ini menjadi momen istimewa yang ditunggu-tunggu karena memberikan pengalaman langsung yang menyenangkan dan edukatif bagi anak-anak.Seperti biasa, kegiatan diawali dengan rutinitas harian: line up, circle time, sholat dhuha, dan snack time. Setelah itu, guru mulai mempersiapkan segala kebutuhan cooking class. Meja-meja dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Di setiap meja, alat dan bahan seperti nori, nasi, sosis, crab stick, keju, wortel, dan zucchini sudah tersedia. Semua anak mengenakan celemek dan sarung tangan plastik agar tetap bersih dan higienis selama proses memasak.Anak-anak kemudian diarahkan untuk mengambil nasi dan meletakkannya di atas nori, lalu menambahkan isian seperti sosis, crab stick, keju, wortel, dan zucchini sesuai selera mereka. Setelah semua bahan tersusun, mereka belajar menggulung sushi dengan hati-hati. Beberapa anak tampak antusias mencoba sendiri, sementara yang lain meminta bantuan guru. Setelah selesai menggulung, guru membantu mereka memotong sushi menjadi beberapa bagian kecil, siap untuk dinikmati bersama.Kegiatan ini dirancang bukan sekadar untuk bersenang-senang, tetapi juga untuk mendukung enam aspek perkembangan anak usia dini, yaitu: Motorik halus, melalui kegiatan menggulung dan memotong sushi yang melatih koordinasi tangan. Kognitif, saat anak mengikuti langkah-langkah memasak dan mengenali urutan proses. Bahasa, melalui interaksi dengan teman dan guru selama kegiatan berlangsung. Sosial-emosional, dengan bekerja sama dalam kelompok kecil dan belajar bergiliran. Nilai agama dan moral, melalui kebiasaan menjaga kebersihan, bersyukur, dan bersikap sabar. Seni, melalui penyusunan sushi yang menarik secara visual dan memberi kebebasan berkreasi.Cooking class ini memberikan ruang bagi anak untuk belajar dengan cara yang menyenangkan, langsung, dan penuh makna. Mereka tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga belajar disiplin, kebersamaan, serta percaya diri dalam mencoba hal-hal baru. Kegiatan ini membuktikan bahwa memasak bisa menjadi media belajar yang holistik dan menyenangkan bagi anak usia dini. Diharapkan pengalaman ini akan menjadi kenangan berharga dan memupuk rasa ingin tahu mereka terhadap dunia kuliner dan keterampilan hidup lainnya.By Inka Amalia, S.Pd