Al Siddiq International School

Kegiatan

Kegiatan, TK

Serunya Jadi Little Chef! Murid TK Al Siddiq Membuat Sandwich Bersama

Pada Kamis, 17 September 2026, murid TK Al Siddiq International mengikuti kegiatan kelas memasak yang dilaksanakan di dining room. Kali ini, anak-anak diajak untuk membuat sandwich (roti lapis) sederhana bersama-sama. Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan karena anak-anak dapat terlibat secara langsung dalam menyiapkan makanan, mengikuti setiap tahapan, hingga melihat hasil masakan yang mereka buat sendiri.Sebelum kegiatan dimulai, guru terlebih dahulu mempersiapkan berbagai alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat sandwich. Anak-anak juga diajak untuk memperhatikan kebersihan dan keamanan selama kegiatan berlangsung. Guru membantu setiap anak mengenakan celemek dan hand gloves sebelum mereka menuju dining room. Persiapan ini menjadi bagian penting untuk mengenalkan kepada anak bahwa kebersihan perlu diperhatikan ketika menyiapkan makanan.Setelah semua siap, anak-anak bersama-sama menuju dining room dan menempati kursi yang telah disediakan. Guru kemudian memperkenalkan bahan-bahan yang akan digunakan dan menjelaskan langkah-langkah membuat sandwich secara bertahap. Guru memberikan contoh mulai dari tahap awal hingga sandwich siap untuk dinikmati, sementara anak-anak memperhatikan setiap langkah yang diberikan.Selanjutnya, anak-anak mencoba membuat sandwich dengan mengikuti contoh dari guru. Mereka melakukan setiap tahapan secara perlahan dan mencoba menyusun bahan-bahan yang telah disediakan. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada anak untuk melatih koordinasi mata dan tangan, mengikuti instruksi, serta menyelesaikan sebuah kegiatan secara berurutan. Anak-anak juga belajar bahwa membuat makanan membutuhkan ketelitian dan kesabaran.Kelas memasak tidak hanya menjadi kegiatan untuk mengenalkan anak pada makanan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengembangkan berbagai keterampilan. Saat memasak, anak belajar mengikuti instruksi, mengenal bahan makanan, melatih kemandirian, serta mengembangkan kemampuan motorik halus melalui aktivitas menggunakan dan menyusun bahan. Selain itu, kegiatan memasak bersama juga dapat melatih anak untuk menunggu giliran, bekerja sama, dan bertanggung jawab terhadap kegiatan yang sedang dilakukan.Setelah sandwich selesai dibuat, guru membantu anak-anak membungkus hasil masakan mereka. Anak-anak kemudian dapat melihat hasil dari proses yang telah mereka lakukan dari awal hingga akhir. Pengalaman ini memberikan rasa pencapaian karena mereka berhasil membuat makanan sederhana dengan mengikuti langkah-langkah yang telah dicontohkan oleh guru.Melalui kegiatan membuat sandwich ini, murid TK Al Siddiq International tidak hanya belajar tentang proses menyiapkan makanan, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang melibatkan berbagai aspek perkembangan. Kelas memasak menjadi kesempatan bagi anak untuk belajar melalui pengalaman langsung, mencoba sesuatu yang baru, dan menikmati proses berkarya bersama teman-teman. Dengan suasana yang menyenangkan, anak-anak dapat belajar bahwa kegiatan sehari-hari seperti menyiapkan makanan juga dapat menjadi pengalaman belajar yang bermakna.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, SD

Kajian Jumat SD Al Siddiq International: Menanamkan Semangat Menghafal Al-Qur’an melalui Doa

Bekasi, 18 September 2026 — SD Al Siddiq International kembali melaksanakan kegiatan Kajian Jumat sebagai bagian dari program pembinaan keislaman dan penguatan karakter peserta didik. Kegiatan yang dilaksanakan pada jam Halaqoh ini bertempat di masjid sekolah dan diikuti oleh para peserta didik dengan tertib, khidmat, dan penuh antusias.Kajian Jumat merupakan salah satu kegiatan rutin yang diselenggarakan sebagai sarana untuk memberikan pembelajaran keislaman kepada peserta didik secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai ajaran Islam, tetapi juga diarahkan untuk membangun kebiasaan baik serta menerapkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.Pada Kajian Jumat kali ini, materi yang disampaikan adalah “Doa untuk Mempermudah Hafalan.” Materi tersebut memiliki keterkaitan erat dengan kegiatan pembelajaran Al-Qur’an yang menjadi salah satu bagian penting dalam pendidikan di SD Al Siddiq International. Peserta didik diajak memahami bahwa proses menghafal, khususnya menghafal Al-Qur’an, membutuhkan kesungguhan, kedisiplinan, kesabaran, dan konsistensi.Dalam penyampaian materi, peserta didik diperkenalkan dengan doa yang dapat diamalkan untuk memohon kemudahan dalam belajar dan menghafal. Doa tersebut kemudian dibaca dan diikuti bersama oleh para peserta didik. Kegiatan ini diharapkan dapat membangun kesadaran bahwa setiap proses belajar hendaknya senantiasa diawali dengan memohon pertolongan dan kemudahan kepada Allah SWT.Selain mempelajari doa, peserta didik juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya ikhtiar dalam proses menghafal. Doa perlu disertai dengan usaha yang sungguh-sungguh, seperti membaca dan mengulang hafalan secara rutin, menjaga konsentrasi, memperhatikan bacaan, serta memiliki kedisiplinan dalam belajar. Dengan demikian, peserta didik diharapkan memahami bahwa kemampuan menghafal membutuhkan proses yang dilakukan secara bertahap dan konsisten.Pelaksanaan kegiatan di masjid juga menjadi bagian dari pembelajaran adab bagi peserta didik. Anak-anak dibiasakan untuk menjaga ketertiban, ketenangan, kebersihan, serta menghormati masjid sebagai tempat ibadah dan menuntut ilmu. Pembiasaan tersebut diharapkan dapat membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian yang dapat diterapkan tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.Kegiatan Kajian Jumat pada jam Halaqoh memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar dalam suasana yang berbeda dari pembelajaran di kelas. Dengan berkumpul bersama di masjid, peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang memadukan aspek pengetahuan, spiritual, dan pembentukan karakter. Hal ini sejalan dengan komitmen SD Al Siddiq International dalam memberikan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan pribadi yang beriman, berakhlak mulia, dan mencintai Al-Qur’an.Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan, kelancaran, dan keberkahan dalam setiap proses menuntut ilmu serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan para peserta didik. Semoga anak-anak SD Al Siddiq International tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak mulia, mencintai Al-Qur’an, dan senantiasa dekat dengan Allah SWT. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.By Muslihatul Maula, Lc

Kegiatan, SMP

LDKS OSIS SMP Al Siddiq International 2026/2027: Membentuk Pemimpin Muda yang Berkarakter dan Percaya Diri

Bekasi, 18 September 2026 — SMP Al Siddiq International melaksanakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) OSIS Tahun Pelajaran 2026/2027 pada Jumat, 18 September 2026. Kegiatan bertempat di ruang kelas 8 dan 9 Boys dan diikuti oleh peserta didik SMP Al Siddiq International.Kegiatan LDKS menjadi salah satu agenda penting dalam mempersiapkan para calon pengurus OSIS agar memiliki bekal kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, keterampilan berorganisasi, serta keberanian untuk mengambil peran dan bertanggung jawab dalam menjalankan organisasi.Dzikir dan Doa Mengawali KegiatanKegiatan diawali dengan dzikir dan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar agar seluruh rangkaian LDKS berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi para peserta.Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan LDKS, kemudian tilawah Al-Qur’an yang dibawakan oleh Muhammad Kautsar.Suasana semakin khidmat ketika seluruh siswa dan siswi SMP Al Siddiq International bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.Sambutan: Kepemimpinan Dimulai dari Diri SendiriAcara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Mrs. Robiah Adawiyah, M.Pd.Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang kemampuan seseorang untuk memimpin orang lain, tetapi terlebih dahulu tentang kemampuan memimpin diri sendiri.Seorang pemimpin perlu memiliki tanggung jawab, kedisiplinan, keberanian mengambil keputusan, kemampuan bekerja sama, serta keteladanan dalam sikap dan tindakan. Karena itu, LDKS diharapkan menjadi ruang bagi siswa untuk belajar menjadi pribadi yang mampu bertanggung jawab terhadap tugas, menghargai orang lain, dan berani mengambil peran dalam lingkungan sekolah.Materi Public Speaking: Berani Tampil dan Mengatasi Demam PanggungMateri pertama adalah Public Speaking yang disampaikan oleh Bapak Arief Reza, S.S. Materi berlangsung selama kurang lebih 2,5 jam dan tidak hanya dilakukan dalam bentuk penyampaian teori. Para siswa mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan langsung kemampuan berbicara di depan kelas.Satu per satu peserta maju ke depan untuk melakukan praktik public speaking. Setelah tampil, peserta mendapatkan input, evaluasi, dan saran perbaikan sehingga mereka dapat mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki, baik dari aspek keberanian, artikulasi, intonasi, bahasa tubuh, kontak mata, maupun cara menyampaikan gagasan.Menariknya, dalam proses tersebut muncul berbagai dinamika. Sebagian siswa mengalami demam panggung dan rasa grogi ketika pertama kali berdiri di depan teman-temannya. Namun, mereka berusaha menghadapi rasa gugup tersebut dan terus mencoba.Ada pula peserta yang tampil dengan penuh percaya diri, sementara beberapa lainnya bahkan menunjukkan kemampuan berbicara di depan umum yang sudah cukup baik.Dinamika tersebut justru menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Para siswa belajar bahwa kemampuan berbicara di depan umum tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga keberanian untuk mencoba, kesiapan menerima masukan, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.Melalui sesi praktik ini, peserta diharapkan memiliki bekal public speaking yang lebih baik dan mampu tampil dengan percaya diri ketika menyampaikan gagasan, memimpin rapat, melakukan presentasi, maupun berbicara di hadapan orang banyak.Materi Kepemimpinan BerkarakterKegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi Kepemimpinan Berkarakter.Pada sesi ini, peserta diajak memahami bahwa seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kemampuan memimpin secara teknis. Pemimpin juga harus memiliki karakter yang kuat, seperti integritas, tanggung jawab, disiplin, kejujuran, kepedulian, kemampuan bekerja sama, dan keteladanan.Karakter tersebut menjadi fondasi penting bagi pengurus OSIS agar mampu menjalankan amanah organisasi dengan baik serta menjadi contoh positif bagi siswa lainnya.Tepat pukul 12.00 WIB, kegiatan memasuki waktu istirahat, shalat, dan makan (ISHOMA). Setelah ISHOMA, seluruh peserta kembali mengikuti rangkaian LDKS pada pukul 13.00 WIB yatu materi Management Organisasi dan Program Kerja. Materi ketiga adalah Management Organisasi dan Program Kerja yang disampaikan oleh Amal Dzikrullah, M.Pd. Pada sesi ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai bagaimana sebuah organisasi dapat berjalan secara terarah melalui pembagian tugas, koordinasi, komunikasi, penyusunan program, serta kerja sama antarpengurus.Peserta juga diarahkan untuk memahami bahwa sebuah program kerja tidak cukup hanya memiliki ide yang menarik, tetapi harus disusun secara sistematis, realistis, memiliki tujuan yang jelas, pembagian tugas, jadwal pelaksanaan, serta evaluasi.Pembekalan ini diharapkan dapat membantu calon pengurus OSIS dalam menyusun dan menjalankan program kerja yang kreatif, terarah, dan memberikan manfaat bagi seluruh warga sekolah.Materi keempat adalah Teknis Persidangan yang disampaikan oleh Mrs. Retno Suzanne Handayani, Lc., M.Pd. Materi ini memberikan bekal kepada peserta mengenai tata cara persidangan dalam organisasi, termasuk bagaimana mengikuti proses persidangan secara tertib, memahami mekanisme pembahasan, menyampaikan pendapat, serta menjaga aturan dan etika dalam forum organisasi.Kemampuan memahami mekanisme persidangan menjadi salah satu bekal penting bagi pengurus OSIS karena dalam menjalankan organisasi, para siswa akan berhadapan dengan berbagai forum untuk membahas program, mengambil keputusan, dan menyelesaikan berbagai persoalan organisasi.Setelah seluruh rangkaian materi selesai, kegiatan LDKS OSIS SMP Al Siddiq International 2026/2027 ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustad Ahmad Toha, M.Ag.Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh dinamika dan antusiasme. Para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai kepemimpinan dan organisasi, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung untuk berbicara di depan umum, bekerja sama, menerima evaluasi, mengatasi rasa gugup, dan berani mengambil peran.Melalui kegiatan LDKS ini, SMP Al Siddiq International berharap para calon pengurus OSIS periode 2026/2027 mampu menjalankan amanah organisasi dengan baik dan membawa OSIS menjadi organisasi siswa yang semakin aktif, kreatif, produktif, dan mampu melahirkan berbagai program positif.Lebih dari sekadar menjadi pengurus organisasi, LDKS diharapkan menjadi langkah awal untuk membentuk generasi muda yang memiliki leadership skill, karakter yang kuat, kemampuan berkomunikasi, keberanian tampil di depan umum, serta kemampuan bekerja sama dan bertanggung jawab.Dengan bekal tersebut, para siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya mampu memimpin organisasi, tetapi juga mampu memimpin dirinya sendiri, berani menyampaikan gagasan, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat.By Reno Suzanne Handayani, Lc, M.Pd

Kegiatan, TK

Bukan Sekadar Menulis, Murid TK B Belajar Membuat Buku Bersama

Pada Senin, 14 September 2026, murid TK B Al Siddiq International mengikuti kegiatan pembelajaran di Sentra Persiapan dengan aktivitas membuat buku cerita sederhana. Kegiatan ini dirancang sebagai salah satu cara untuk mengamati dan mengukur sejauh mana anak-anak mengingat huruf serta mampu menuliskannya. Melalui kegiatan yang dikemas secara berkelompok, anak-anak tidak hanya berlatih menulis, tetapi juga belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan mengenal lingkungan sekolah dengan lebih dekat.Sebelum memulai kegiatan, guru mengajak anak-anak berdiskusi mengenai orang-orang yang menjadi bagian dari lingkungan TK atau stakeholder sekolah. Anak-anak diajak mengenal kembali berbagai pihak yang mereka temui dalam kegiatan sehari-hari di sekolah, seperti guru dan anggota sekolah lainnya. Diskusi ini menjadi pengantar bagi anak untuk memahami bahwa setiap orang di lingkungan sekolah memiliki peran masing-masing.Setelah berdiskusi, guru menunjukkan sebuah contoh buku cerita sederhana yang telah dibuat sebelumnya. Guru memperlihatkan bagaimana beberapa lembar tulisan dapat disusun dan disatukan hingga membentuk sebuah buku sederhana. Dengan adanya contoh tersebut, anak-anak mendapatkan gambaran mengenai kegiatan yang akan mereka lakukan dan hasil akhir yang ingin dibuat bersama.Selanjutnya, murid TK B dibagi menjadi dua kelompok. Setiap anak mendapatkan kesempatan untuk membantu menuliskan nama guru atau stakeholder sekolah lainnya. Dalam prosesnya, anak-anak tidak langsung diberikan tulisan untuk disalin, tetapi diajak untuk bertanya secara langsung mengenai huruf demi huruf dari nama yang ingin mereka tuliskan. Dengan cara ini, anak-anak terdorong untuk mengingat bentuk dan susunan huruf serta mencoba menuliskannya secara mandiri.Kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar yang melibatkan interaksi langsung antara anak dengan guru maupun stakeholder sekolah lainnya. Ketika menanyakan huruf dalam sebuah nama, anak-anak belajar mendengarkan, mengingat informasi, dan menghubungkannya dengan kemampuan menulis yang telah mereka pelajari. Proses tersebut membuat kegiatan menulis terasa lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari mereka di sekolah.Setelah seluruh anak menyelesaikan bagian tulisannya, leader dari masing-masing kelompok membantu mengkoordinasikan hasil pekerjaan teman-temannya. Setiap lembar tulisan kemudian dikumpulkan dan disusun menjadi satu kesatuan sehingga membentuk sebuah buku cerita sederhana. Anak-anak dapat melihat bagaimana hasil pekerjaan masing-masing dapat digabungkan menjadi sebuah karya bersama.Melalui kegiatan membuat buku cerita sederhana ini, murid TK B Al Siddiq International mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan mengenal dan menulis huruf dalam suasana belajar yang menyenangkan. Selain mengamati kemampuan anak dalam mengingat huruf, kegiatan ini juga melatih kerja sama, komunikasi, tanggung jawab, serta kemampuan mengikuti proses dari awal hingga menghasilkan sebuah karya bersama. Dengan demikian, pembelajaran di Sentra Persiapan tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga memberikan pengalaman yang mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, SD

Creative Art Learning : Making a Pencil Holder from Used Plastic Bottles

Pada Rabu dan Kamis, 16 dan 17 September 2026, siswa kelas 4A dan 4B SD Al Siddiq International mengikuti kegiatan pembelajaran Art dengan tema “How to Make a Pencil Holder from a Used Plastic Bottle.” Kegiatan ini menjadi salah satu pembelajaran kreatif yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar sekaligus menghasilkan sebuah karya yang bermanfaat. Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak memanfaatkan botol plastik bekas untuk dibuat menjadi tempat pensil (pencil holder). Dengan bimbingan guru, siswa terlebih dahulu mengenal bahan serta langkah-langkah pembuatannya. Setelah mendapatkan penjelasan, mereka mulai mempraktikkan proses pembuatan dengan mengikuti instruksi dan mengembangkan kreativitas masing-masing. Suasana pembelajaran di kelas 4A dan 4B berlangsung dengan ceria dan penuh antusiasme. Para siswa terlihat sangat bersemangat dan bahagia saat mengerjakan karya mereka. Mereka menikmati setiap proses, mulai dari mempersiapkan bahan, mengolah botol plastik, hingga menghias dan menyelesaikan tempat pensil sesuai dengan ide dan imajinasi masing-masing. Kegiatan ini tidak hanya mengembangkan kemampuan seni dan kreativitas siswa, tetapi juga melatih ketelitian, kemandirian, kesabaran, dan keterampilan motorik. Setiap siswa memiliki kesempatan untuk menuangkan ide mereka sehingga menghasilkan karya yang berbeda dan unik. Hal tersebut membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi peserta didik. Selain itu, pemanfaatan botol plastik bekas dalam kegiatan Art juga mengajarkan siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan kembali barang yang masih dapat digunakan. Siswa belajar bahwa barang bekas tidak selalu harus dibuang, tetapi dapat diubah menjadi benda yang memiliki nilai guna melalui kreativitas. Melalui kegiatan ini, SD Al Siddiq International terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan bermakna. Peserta didik tidak hanya belajar melalui teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung melalui kegiatan praktik. Dengan demikian, pembelajaran dapat membantu mengembangkan kreativitas sekaligus membangun kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar. Antusiasme dan kebahagiaan siswa kelas 4A dan 4B menjadi bagian yang sangat berharga dalam kegiatan pembelajaran kali ini. Semoga melalui kegiatan Art seperti ini, siswa semakin percaya diri untuk berkreasi, berani mencoba hal-hal baru, serta mampu melihat berbagai peluang untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat dari benda-benda sederhana di sekitar mereka. Keep creating, keep learning, and keep caring for our environment!By Muslihatul Maula, Lc

Kegiatan, SMP

From Little Hands: Serunya Crafting Murid TK Al Siddiq International

Pada Jumat, 11 September 2026, murid TK A dan TK B Al Siddiq International mengikuti kegiatan Crafting yang dilaksanakan di Dining Room. Kegiatan ini merupakan bagian dari jadwal pembelajaran seni yang memberikan kesempatan kepada murid untuk mengeksplorasi kreativitas melalui aktivitas membuat karya secara langsung. Dengan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif, murid diajak untuk menuangkan ide sekaligus melatih berbagai keterampilan yang mendukung perkembangan mereka.Kegiatan Crafting tidak hanya bertujuan untuk menghasilkan sebuah karya seni, tetapi juga memberikan manfaat penting bagi perkembangan motorik halus murid. Dalam proses membuat kerajinan, murid melakukan berbagai gerakan menggunakan tangan dan jari, seperti memegang, menggunting, menempel, mengatur posisi, serta menyelesaikan bagian-bagian kecil dari karya. Aktivitas tersebut membantu melatih koordinasi antara mata dan tangan serta memperkuat otot-otot kecil pada tangan dan jari yang akan mendukung kesiapan murid dalam melakukan aktivitas menulis.Sebelum memulai kegiatan utama, murid mengikuti rangkaian kegiatan pagi secara terstruktur. Kegiatan dimulai pada pukul 08.00–08.10 dengan berbaris, kemudian dilanjutkan dengan Journaling pada pukul 08.10–08.30. Melalui journaling, murid mendapatkan kesempatan untuk mengekspresikan pengalaman, ide, atau perasaan mereka melalui gambar maupun tulisan sesuai dengan tahap perkembangan masing-masing. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Al-Qur’an dan Murojaah pada pukul 08.30–09.00 sebagai bagian dari pembiasaan dan penguatan pembelajaran keagamaan.Pada pukul 09.00–09.30, murid melaksanakan Shalat Dhuha. Setelah itu, murid mengikuti Snack Time dan Toilet Time pada pukul 09.30–10.00. Rangkaian kegiatan tersebut membantu murid membangun kebiasaan positif, mulai dari mengikuti rutinitas secara tertib, menjaga kebersihan diri, hingga belajar memenuhi kebutuhan diri secara mandiri.Kegiatan inti dimulai pada pukul 10.00–10.30, yaitu membuat gantungan berbentuk pensil. Murid mengikuti arahan guru untuk membuat kerajinan dengan menggunakan tangan mereka sendiri. Dalam prosesnya, murid dilatih untuk bekerja dengan lebih teliti, mengikuti tahapan sederhana, serta menggunakan koordinasi mata dan tangan ketika menyusun dan menyelesaikan karya. Setiap murid juga diberikan ruang untuk menikmati proses berkarya dan menunjukkan kreativitasnya dengan cara masing-masing.Kegiatan membuat gantungan berbentuk pensil menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi murid. Bentuk pensil yang digunakan sebagai inspirasi karya juga memiliki keterkaitan dengan aktivitas belajar sehari-hari. Melalui kegiatan ini, murid tidak hanya belajar tentang seni dan kreativitas, tetapi juga secara tidak langsung mempersiapkan keterampilan tangan yang dibutuhkan dalam kegiatan akademik, khususnya ketika mereka mulai mengembangkan kemampuan menulis.Setelah kegiatan Crafting selesai, rangkaian pembelajaran ditutup pada pukul 10.30 sebelum murid bersiap untuk pulang. Dengan adanya kegiatan seperti ini, Al Siddiq International terus memberikan pengalaman belajar yang menyeluruh bagi murid melalui perpaduan antara pembelajaran akademik, pembiasaan keagamaan, kreativitas, serta pengembangan keterampilan motorik.Melalui kegiatan Crafting, murid TK A dan TK B belajar bahwa sebuah karya tidak hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang proses mencoba, berkreasi, dan menyelesaikan sesuatu dengan usaha sendiri. Kegiatan sederhana seperti membuat gantungan berbentuk pensil dapat menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang murid, sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri dan kecintaan terhadap proses belajar.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, SD

SD Al Siddiq International Laksanakan Sumatif Tengah Semester dengan Penyesuaian Jadwal

Alhamdulillah, SD Al Siddiq International melaksanakan kegiatan Sumatif Tengah Semester (STS) sebagai bagian dari rangkaian evaluasi pembelajaran peserta didik pada semester ini. Kegiatan STS menjadi salah satu momen penting bagi siswa untuk mengukur pemahaman mereka terhadap berbagai materi yang telah dipelajari selama proses pembelajaran di kelas.Pelaksanaan STS dimulai pada Senin, 7 September 2026. Sejak hari pertama, para peserta didik mengikuti kegiatan evaluasi dengan tertib dan penuh kesungguhan. Setiap siswa berusaha memberikan kemampuan terbaiknya dalam mengerjakan soal-soal yang telah disiapkan sesuai dengan materi pembelajaran.Dalam pelaksanaannya, kegiatan STS juga mengalami penyesuaian jadwal karena adanya kondisi lingkungan berupa abu vulkanik. Demi menjaga kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan seluruh peserta didik serta warga sekolah, pembelajaran pada Selasa, 8 September dan Rabu, 9 September 2026 dilaksanakan secara Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).Meskipun kegiatan pembelajaran dilakukan dari rumah, semangat belajar para siswa tetap terjaga. Peserta didik mengikuti kegiatan PJJ bersama guru melalui sistem pembelajaran yang telah disiapkan. Para guru pun tetap memberikan pendampingan dan memastikan proses pembelajaran dapat berlangsung dengan baik selama siswa belajar dari rumah.Penyesuaian tersebut juga berdampak pada jadwal STS. Materi atau mata pelajaran STS yang semula dijadwalkan pada Selasa, 8 September dan Rabu, 9 September kemudian dijadwalkan ulang pada Senin dan Selasa, 14–15 September 2026. Dengan demikian, peserta didik tetap memperoleh kesempatan untuk mengikuti seluruh rangkaian STS sesuai dengan jadwal yang telah disesuaikan.Setelah kegiatan PJJ pada 8–9 September, pelaksanaan STS kembali dilanjutkan secara langsung di sekolah pada Kamis, 10 September dan Jumat, 11 September 2026. Para siswa kembali hadir di sekolah dan mengikuti evaluasi pembelajaran dengan penuh antusias. Suasana pelaksanaan STS berlangsung dengan tertib, tenang, dan kondusif sehingga peserta didik dapat berkonsentrasi dalam mengerjakan setiap soal.Kegiatan STS bukan hanya menjadi sarana untuk mengukur pencapaian akademik siswa, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter. Melalui pelaksanaan evaluasi, siswa dilatih untuk memiliki sikap jujur, disiplin, mandiri, bertanggung jawab, percaya diri, dan mampu mengelola waktu dengan baik.Bagi para guru, hasil STS nantinya dapat menjadi bahan evaluasi untuk melihat perkembangan belajar masing-masing peserta didik. Hasil tersebut juga dapat menjadi salah satu dasar bagi guru dalam menentukan tindak lanjut pembelajaran, sehingga proses pendidikan dapat terus disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan setiap siswa.Sementara itu, adanya perubahan jadwal akibat kondisi abu vulkanik menjadi pembelajaran tersendiri bagi seluruh warga sekolah mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan keselamatan bersama. Dengan adanya PJJ, proses pendidikan tetap dapat berjalan tanpa mengabaikan kondisi lingkungan dan keamanan peserta didik.SD Al Siddiq International berkomitmen untuk terus memberikan pengalaman belajar yang aman, nyaman, bermakna, dan berkualitas bagi seluruh peserta didik. Baik melalui pembelajaran tatap muka maupun pembelajaran jarak jauh, sekolah terus berupaya memastikan proses pendidikan tetap berlangsung secara optimal.Semoga seluruh peserta didik SD Al Siddiq International diberikan kemudahan, kelancaran, kesehatan, dan hasil terbaik dalam mengikuti seluruh rangkaian Sumatif Tengah Semester. Semoga setiap usaha, doa, dan kerja keras yang dilakukan menjadi bagian dari proses untuk meraih prestasi yang lebih baik di masa mendatang.Keep learning, keep growing, and always do your best!Barakallahu fiikum, students of SD Al Siddiq International.Semangat mengikuti STS dan tetap jaga kesehatan!By Muslihatul Maula, Lc

Kegiatan, SMP

Enam Siswa SMP Al Siddiq International Lolos Semifinal KSNR ke-8 Se-Indonesia

SMP Al Siddiq International kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui keberhasilan enam siswa dalam Kompetisi Sains Nalaria Realistik (KSNR) ke-8 tingkat nasional. Keenam siswa berhasil lolos ke babak semifinal KSNR ke-8 se-Indonesia, menunjukkan kemampuan bernalar, ketekunan belajar, serta semangat berkompetisi di tingkat nasional.Kompetisi KSNR ke-8 tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 12 September 2026, dengan sistem online yang memungkinkan peserta mengikuti kompetisi dari sekolah masing-masing. Di SMP Al Siddiq International, pelaksanaan kompetisi berlangsung di lingkungan sekolah dengan pendampingan guru.Enam siswa SMP Al Siddiq International yang berhasil lolos ke babak semifinal adalah:Cordelia Elodie (Kelas 8)Muhammad Alvaro Siregar ( Kelas 8)Muhammad Kautsar ( Kelas 9 )Khalisa Adinta Rukmiputri ( Kelas 9 )Raisafa Saffir Audyra ( Kelas 9 )Alanza Lareina Clarissa ( Kelas 9 )Dalam pelaksanaannya, para siswa mendapatkan pendampingan penuh dan intensif dari Mr. Fathul Ihsan,M,Res selaku guru science SMP Al Siddiq International.KSNR merupakan kompetisi yang mengembangkan kemampuan siswa dalam bernalar, menganalisis, berpikir kritis, dan menyelesaikan persoalan secara logis serta realistis. Keikutsertaan dalam kompetisi tingkat nasional ini menjadi salah satu bentuk upaya SMP Al Siddiq International dalam memberikan ruang kepada siswa untuk mengembangkan potensi akademik sekaligus membangun keberanian untuk berkompetisi.Keberhasilan keenam siswa tersebut tentu menjadi kebanggaan bagi sekolah. Pencapaian ini juga tidak terlepas dari semangat dan kesungguhan para siswa, pendampingan guru, serta dukungan orang tua.Keluarga besar SMP Al Siddiq International menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Cordelia, Alvaro, Kautsar, Khalisa, Raisafa, dan Reina atas prestasi yang telah diraih.Semoga Allah SWT memberikan kelancaran, kemudahan, ketenangan, dan hasil terbaik pada babak semifinal yang akan datang. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa SMP Al Siddiq International untuk terus belajar, berprestasi, dan mengembangkan kemampuan mereka di berbagai bidang.Selamat berjuang di babak semifinal KSNR ke-8!Terus bernalar, terus belajar, dan terus berprestasi!By Retno Suzanne Handayani, Lc, M.Pd

Kegiatan, SD

Clean Up Friday: Clean Classroom, Ready for STS!

SD Al Siddiq International – Jumat, 4 September 2026Alhamdulillah, pada Jumat, 4 September 2026, SD Al Siddiq International kembali melaksanakan kegiatan Clean Up Friday dengan tema “Clean Classroom, Ready for STS!” Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pembiasaan positif untuk membangun kesadaran peserta didik akan pentingnya menjaga kebersihan, kerapian, dan kenyamanan lingkungan sekolah. Pada kesempatan kali ini, kegiatan Clean Up Friday juga menjadi momen bagi para siswa untuk mempersiapkan ruang kelas agar lebih nyaman dan siap digunakan dalam menghadapi Sumatif Tengah Semester (STS). Kebersihan kelas bukan hanya tentang membuat ruangan terlihat bersih, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk memahami bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama. Setiap siswa memiliki peran dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, nyaman, tertib, dan menyenangkan. Cleaning and Organizing the ClassroomDalam kegiatan Clean Up Friday, para siswa bersama guru melakukan berbagai aktivitas untuk membersihkan dan menata ruang kelas. Kegiatan dilakukan secara bersama-sama dengan pembagian tugas sehingga setiap siswa dapat berpartisipasi secara aktif.Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain: Keep the classroom neat and ready for STSSetelah seluruh kegiatan selesai, siswa memastikan kembali bahwa seluruh sudut kelas sudah bersih, perlengkapan tersusun dengan baik, meja dan kursi tertata, serta ruang kelas siap digunakan untuk kegiatan STS. Learning Responsibility Through CleanlinessKegiatan Clean Up Friday memberikan pengalaman sederhana namun bermakna bagi para siswa. Mereka tidak hanya melakukan aktivitas membersihkan kelas, tetapi juga belajar mengenai tanggung jawab dan kerja sama. Ketika siswa bekerja bersama untuk membersihkan kelas, mereka belajar bahwa sebuah lingkungan yang nyaman tidak tercipta dengan sendirinya. Dibutuhkan kepedulian dan kontribusi dari setiap individu. Dengan demikian, kegiatan kebersihan menjadi sarana untuk melatih siswa agar lebih mandiri dan bertanggung jawab terhadap lingkungan di sekitarnya. Para siswa juga belajar untuk menyelesaikan tugas yang diberikan, membantu teman, menjaga perlengkapan kelas, serta menghargai hasil kerja bersama. Kebiasaan-kebiasaan kecil tersebut diharapkan dapat tumbuh menjadi karakter positif dalam kehidupan sehari-hari. Preparing a Comfortable Environment for STSSelain sebagai kegiatan rutin untuk menjaga kebersihan, Clean Up Friday kali ini memiliki makna khusus karena dilakukan menjelang pelaksanaan Sumatif Tengah Semester (STS). Ruang kelas yang bersih, rapi, dan nyaman diharapkan dapat membantu menciptakan suasana yang lebih kondusif bagi siswa ketika mengikuti STS. Dengan meja dan kursi yang tertata, papan tulis yang bersih, perlengkapan kelas yang terorganisasi, serta lantai yang bersih, siswa dapat mengikuti kegiatan STS dengan lebih nyaman dan fokus. Persiapan menghadapi STS bukan hanya berkaitan dengan kesiapan akademik. Kesiapan lingkungan belajar juga menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini siswa diajak untuk turut mempersiapkan ruang kelas mereka sendiri. Dengan semangat “Clean Classroom, Ready for STS!”, para siswa menunjukkan bahwa persiapan menghadapi evaluasi pembelajaran dapat dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk menjaga kebersihan dan kerapian tempat belajar. Building Good HabitsSD Al Siddiq International terus berupaya menanamkan kebiasaan baik kepada peserta didik melalui berbagai kegiatan yang dekat dengan kehidupan mereka. Salah satunya adalah membiasakan siswa untuk menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Clean Up Friday diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan yang dilakukan pada hari Jumat saja. Lebih dari itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan merupakan kebiasaan yang perlu dilakukan setiap hari. Siswa diharapkan mampu menerapkan kebiasaan tersebut di kelas, di lingkungan sekolah, maupun di rumah. Mulai dari merapikan meja setelah digunakan, mengembalikan buku ke tempatnya, membuang sampah pada tempatnya, hingga menjaga barang-barang yang ada di lingkungan sekitar. Dengan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten, nilai-nilai kebersihan, kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, dan kerja sama dapat tumbuh menjadi bagian dari karakter peserta didik. Clean Classroom, Happy Learning!Kegiatan Clean Up Friday pada Jumat, 4 September 2026 berlangsung dengan penuh semangat dan kebersamaan. Para siswa menunjukkan antusiasme dalam membersihkan dan menata kelas mereka masing-masing. Setelah seluruh kegiatan selesai, ruang kelas menjadi lebih bersih, rapi, dan siap digunakan. Senyum dan semangat para siswa menjadi bagian dari suasana positif yang tercipta setelah mereka menyelesaikan tugas bersama. Semoga melalui kegiatan ini, para siswa semakin memahami bahwa kelas yang bersih adalah tanggung jawab bersama, dan lingkungan belajar yang nyaman dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih baik. Kini, dengan ruang kelas yang telah dibersihkan dan dipersiapkan, para siswa siap menyambut Sumatif Tengah Semester (STS) dengan semangat, kesiapan, dan rasa percaya diri. Clean classroom, happy learning, and ready for STS!Semoga seluruh siswa SD Al Siddiq International diberikan kemudahan, kelancaran, dan hasil terbaik dalam pelaksanaan STS. Aamiin. SD Al Siddiq InternationalGrowing with Knowledge, Character, and Islamic Values.By Muslihatul Maula, Lc, M.Pd

Kegiatan, SMP

SMP Al-Siddiq International Dukung PJJ sebagai Upaya Perlindungan Siswa dari Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Bekasi, SMP Al-Siddiq International turut mendukung kebijakan Dinas Pendidikan Kota Bekasi dalam pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai langkah antisipatif untuk memberikan perlindungan kepada warga sekolah dari potensi paparan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.Kebijakan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Dinas Pendidikan Kota Bekasi Nomor 400.3/6/DISDIK.SER, sebagai bentuk upaya bersama dalam menjaga keselamatan dan kesehatan peserta didik serta seluruh warga sekolah.Paparan abu vulkanik perlu menjadi perhatian karena partikelnya dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama pada saluran pernapasan, mata, dan kulit. Abu vulkanik dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memicu keluhan seperti batuk, iritasi hidung dan tenggorokan, hingga sesak napas. Partikel halus juga dapat masuk lebih jauh ke paru-paru dan menimbulkan peradangan. Selain itu, abu dapat menyebabkan mata merah, perih, gatal, dan berair serta menimbulkan iritasi pada kulit. Anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian dalam kondisi paparan abu vulkanik.Dalam situasi tersebut, SMP Al-Siddiq International mengambil bagian dalam upaya pencegahan dengan melaksanakan kegiatan pembelajaran secara daring. Dengan demikian, peserta didik tetap dapat mengikuti proses pendidikan tanpa harus melakukan aktivitas belajar tatap muka di lingkungan sekolah selama kebijakan PJJ diberlakukan.PJJ Dibuka dengan Dzikir dan TausiahMenariknya, pelaksanaan PJJ di SMP Al-Siddiq International tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik. Kegiatan diawali dengan dzikir bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual sekaligus membangun ketenangan dan kedekatan peserta didik kepada Allah SWT.Setelah dzikir bersama, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah keagamaan yang menghadirkan dua materi penting bagi pembentukan karakter siswa.Materi pertama disampaikan oleh Mr. Abdul Azis, S.Pd. dengan tema: “Tiga Pilar Membangun Akhlak”. Materi tersebut memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya membangun akhlak sebagai fondasi dalam kehidupan, baik dalam hubungan dengan Allah SWT, sesama manusia, maupun dalam menjalankan tanggung jawab sebagai seorang pelajar.Selanjutnya, Ustaz Ahmad Toha menyampaikan tausiah dengan tema: “Memperbaharui Niat”. Materi ini menjadi pengingat bagi para siswa bahwa setiap aktivitas, termasuk belajar, hendaknya dilandasi niat yang baik dan benar. Dengan niat yang baik, kegiatan belajar tidak hanya menjadi aktivitas untuk memperoleh nilai akademik, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ibadah dan proses membentuk pribadi yang lebih baik.Kedua tausiah tersebut menjadi siraman rohani yang berharga bagi para siswa, sekaligus memperkuat pendidikan karakter dan pemahaman keagamaan yang menjadi bagian penting dari pendidikan di SMP Al-Siddiq International.Dilanjutkan dengan Al-Qur’an dan Pembelajaran AkademikSetelah rangkaian kegiatan keagamaan, PJJ dilanjutkan dengan agenda pembelajaran Al-Qur’an. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah untuk menjaga keseimbangan antara pendidikan akademik dan pendidikan keislaman.Selanjutnya, siswa mengikuti berbagai pembelajaran akademik, di antaranya:Bahasa Inggris, Civic,Islamic Studies dan ICT. Meskipun pembelajaran dilaksanakan secara daring, esensi pendidikan dan pembelajaran tetap dijaga. Guru tetap memberikan materi, membimbing siswa, serta memastikan peserta didik dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik.Pelaksanaan PJJ ini menunjukkan bahwa kondisi tertentu tidak menjadi penghalang bagi sekolah untuk terus memberikan layanan pendidikan. Justru, melalui pembelajaran daring, sekolah dapat tetap menjalankan proses akademik sekaligus memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar dalam suasana yang lebih aman.Menjaga Keselamatan, Menjaga PendidikanPelaksanaan PJJ di SMP Al-Siddiq International menjadi wujud nyata bahwa keselamatan dan kesehatan siswa merupakan prioritas, tanpa mengesampingkan keberlangsungan proses pendidikan.Sekolah tidak hanya berupaya menjaga siswa dari potensi paparan abu vulkanik, tetapi juga memastikan bahwa selama berada di rumah, mereka tetap memperoleh pendidikan akademik, pembinaan Al-Qur’an, penguatan karakter, dan pemahaman keagamaan.Dengan demikian, PJJ bukan sekadar kegiatan belajar dari rumah, melainkan menjadi momentum untuk mengajarkan kepada siswa tentang ikhtiar, kedisiplinan, kepedulian terhadap kesehatan, ketangguhan, serta pentingnya mendekatkan diri kepada Allah SWT dalam setiap keadaan.SMP Al-Siddiq International terus berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang menyeluruh—mendidik ilmu, membangun akhlak, dan menjaga keselamatan peserta didik. (garis — ditiadakan)“Menjaga keselamatan adalah ikhtiar, menjaga pendidikan adalah amanah, dan keduanya dapat berjalan bersama.”By Retno Suzanne Handayani, Lc, M.Pd

Kegiatan, TK

Belajar melalui Sentuhan dan Penglihatan di Sentra Bahan Alam

Pada Senin dan Selasa, 31 Agustus dan 1 September 2026, murid TK A Al Siddiq International mengikuti kegiatan bermain dan belajar di Sentra Bahan Alam. Kali ini, anak-anak diajak untuk mengeksplorasi berbagai tekstur dan warna melalui berbagai kegiatan yang telah disiapkan oleh guru. Dengan bermain secara langsung, anak-anak dapat mengenal berbagai benda yang ada di sekitar mereka melalui pengalaman melihat, menyentuh, dan mencoba.Sebelum kegiatan dimulai, guru memberikan pijakan awal kepada anak-anak. Guru menyampaikan beberapa peraturan bermain yang perlu diperhatikan selama berada di sentra, seperti menggunakan alat dan bahan dengan baik, bergantian saat bermain, serta menjaga area bermain tetap rapi. Anak-anak juga diberikan kesempatan untuk memilih teman yang akan menjadi kelompoknya. Melalui kegiatan ini, anak mulai belajar mengikuti aturan sekaligus membangun kebiasaan bermain bersama teman.Setelah itu, guru mengenalkan tema kegiatan dan mengajak anak-anak memperhatikan berbagai barang atau benda yang telah tersedia di kelas. Guru memberikan penjelasan sederhana mengenai benda-benda tersebut dan mengajak anak untuk mengamati karakteristiknya. Anak-anak kemudian diberi kesempatan untuk mengenali perbedaan warna dan tekstur melalui pengalaman mereka sendiri.Dalam kegiatan eksplorasi, anak-anak bersama teman kelompoknya secara bergantian mencoba seluruh kegiatan yang telah disiapkan oleh guru, seperti menyortir pom-pom sesuai warna, bermain peran masak-masakan, bermain playdough, melukis, dan, stamp. Anak dapat menyentuh, mengamati, dan mengeksplorasi berbagai bahan yang tersedia. Dari proses tersebut, anak mulai menemukan bahwa setiap benda dapat memiliki warna dan tekstur yang berbeda. Ada benda yang terasa halus, kasar, lembut, atau memiliki karakteristik lain yang menarik untuk dikenali.Kegiatan eksplorasi ini tidak hanya memberikan pengalaman sensorik bagi anak, tetapi juga membantu mengembangkan rasa ingin tahu dan kemampuan mengamati. Anak-anak didorong untuk mencoba dan menemukan pengalaman baru melalui kegiatan bermain. Ketika anak menyentuh atau mengamati suatu bahan, mereka belajar menggunakan indera untuk memperoleh informasi tentang benda yang sedang dieksplorasi.Selain mengenal tekstur dan warna, kegiatan secara berkelompok juga menjadi kesempatan bagi anak untuk belajar bersosialisasi. Anak-anak belajar menunggu giliran, berbagi alat dan bahan, serta memberikan kesempatan kepada teman untuk mencoba. Kebiasaan sederhana seperti bergantian dan bermain bersama membantu anak belajar menghargai orang lain dan mengikuti aturan yang telah disepakati.Guru selama kegiatan berperan memberikan pendampingan dan pijakan sesuai dengan kebutuhan anak. Guru mengamati proses eksplorasi dan memberikan pertanyaan atau arahan sederhana untuk mendorong anak berpikir lebih jauh. Dengan demikian, anak tidak hanya mengikuti kegiatan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk menemukan dan memahami pengalaman yang mereka peroleh selama bermain.Melalui kegiatan di Sentra Bahan Alam ini, murid TK A Al Siddiq International mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna. Eksplorasi tekstur dan warna membantu anak mengembangkan kemampuan sensorik, rasa ingin tahu, kemampuan mengamati, serta keterampilan sosial melalui interaksi bersama teman. Belajar melalui pengalaman langsung membuat anak lebih leluasa untuk mencoba, menemukan, dan menikmati setiap proses pembelajaran.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, SD

Tingkatkan Kompetensi Guru Al-Qur’an, SD Al Siddiq International Ikuti Training of Trainer (ToT) Al-Qur’an

Alhamdulillah, SD Al Siddiq International kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pengembangan kompetensi para pendidik. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui keikutsertaan guru dalam kegiatan Training Sertifikasi & Standardisasi Muallim Al-Qur’an Kota Bekasi.Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 5 September 2026, bertempat di Universitas Muhammadiyah Indonesia Bekasi. Dalam kegiatan ini, empat guru SD Al Siddiq International turut berpartisipasi, yaitu Ust. Dede, Ust. Asep, Ustadzah Fanni, dan Ustadzah Amrina.Keikutsertaan para guru dalam kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar SD Al Siddiq International untuk terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme pendidik, terutama dalam bidang pembelajaran Al-Qur’an. Sebagai bagian penting dalam pendidikan di sekolah, pembelajaran Al-Qur’an membutuhkan guru yang tidak hanya mampu menyampaikan materi, tetapi juga memiliki kompetensi, pemahaman, dan metode yang tepat dalam membimbing peserta didik.Kegiatan Training Sertifikasi & Standardisasi Muallim Al-Qur’an Kota Bekasi memberikan kesempatan kepada para guru untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan mereka. Melalui kegiatan ini, para peserta dapat memperkaya wawasan serta meningkatkan kesiapan dalam menjalankan peran sebagai seorang muallim yang mendampingi peserta didik dalam mempelajari Al-Qur’an.Bagi SD Al Siddiq International, peningkatan kompetensi guru merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya meningkatkan mutu pendidikan. Guru merupakan sosok yang berinteraksi secara langsung dengan peserta didik setiap hari. Oleh karena itu, kualitas guru akan sangat berpengaruh terhadap kualitas proses pembelajaran yang diterima oleh siswa.Terlebih dalam pembelajaran Al-Qur’an, guru memiliki peran yang sangat besar dalam membangun kebiasaan dan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur’an. Guru bukan hanya menjadi pengajar, tetapi juga menjadi teladan dalam sikap, kedisiplinan, ketekunan, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.Melalui keikutsertaan dalam kegiatan sertifikasi dan standardisasi ini, diharapkan para guru SD Al Siddiq International dapat memperoleh pengalaman dan wawasan baru yang dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolah. Dengan demikian, proses pembelajaran Al-Qur’an diharapkan dapat berlangsung semakin terarah, efektif, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.Selain memberikan manfaat bagi guru secara individu, kegiatan pengembangan kompetensi seperti ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah secara keseluruhan. Ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk terus melakukan evaluasi dan pengembangan terhadap program pembelajaran Al-Qur’an yang ada di SD Al Siddiq International.Komitmen untuk terus belajar juga menjadi bagian dari semangat sekolah dalam memberikan pendidikan terbaik bagi peserta didik. Dunia pendidikan terus berkembang, sehingga seorang pendidik dituntut untuk senantiasa meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya. Begitu pula dalam pendidikan Al-Qur’an, diperlukan semangat untuk terus memperbaiki kualitas pembelajaran agar peserta didik mendapatkan pengalaman belajar yang optimal.Keikutsertaan Ust. Dede, Ust. Asep, Ustadz Fanni, dan Ustadz Amrina dalam kegiatan ini diharapkan menjadi langkah positif dalam memperkuat kualitas pembelajaran Al-Qur’an di SD Al Siddiq International. Semoga ilmu yang diperoleh dapat dibagikan, dikembangkan, dan diamalkan dalam proses mendidik para peserta didik.Lebih jauh lagi, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung cita-cita sekolah dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, karakter Islami, serta kedekatan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an.Sebab, pendidikan Al-Qur’an bukan hanya tentang kemampuan membaca ayat demi ayat, tetapi juga tentang bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dapat tumbuh dalam diri peserta didik dan tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan pendidik yang memiliki kompetensi sekaligus keteladanan.SD Al Siddiq International akan terus mendukung berbagai kegiatan positif yang dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas para guru. Dengan guru yang terus belajar dan berkembang, diharapkan kualitas layanan pendidikan kepada peserta didik juga semakin meningkat.Jazakumullahu khairan kepada Ust. Dede, Ust. Asep, Ustadzah Fanni, dan Ustadzah Amrina atas semangat dan kesungguhannya dalam mengikuti kegiatan Training Sertifikasi & Standardisasi Muallim Al-Qur’an Kota Bekasi.Semoga setiap ilmu yang dipelajari menjadi ilmu yang bermanfaat, setiap langkah dalam menuntut ilmu menjadi amal kebaikan, dan setiap ilmu yang diajarkan kepada peserta didik menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya.Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan kepada seluruh guru SD Al Siddiq International dalam menjalankan amanah mendidik, membimbing, dan membersamai peserta didik menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan mencintai Al-Qur’an.Terus belajar, terus berkembang, dan terus memberikan manfaat melalui Al-Qur’an.📖 SD Al Siddiq InternationalBuilding Knowledge, Character, and Qur’anic Generation.By By Muslihatul Maula, Lc