Al Siddiq International School

TK

Kegiatan, TK

Menanam, Mengamati, dan Belajar: Project Based Learning Kacang Hijau di TK Al Siddiq

Kegiatan Project Based Learning menanam kacang hijau dilaksanakan oleh Murid TK Al Siddiq sebagai bagian dari pembelajaran tematik yang menyenangkan dan bermakna. Kegiatan ini berlangsung selama satu minggu, yaitu pada hari Senin sampai Jumat, tanggal 19–23 Januari 2026. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan di kelas masing-masing dengan pendampingan guru.Melalui kegiatan ini, anak-anak diperkenalkan pada proses menanam dan merawat tanaman sejak dini. Mereka tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap tahapan. Anak belajar bahwa tanaman membutuhkan perhatian, waktu, dan perlakuan yang tepat agar dapat tumbuh dengan baik. Hal ini membantu menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pengalaman belajar nyata kepada anak usia dini. Anak-anak dilatih untuk mengamati, membandingkan, dan menganalisis perbedaan pertumbuhan tanaman kacang hijau yang diletakkan di tempat gelap, di dalam ruangan yang terkena sinar matahari, serta di luar ruangan yang terkena sinar matahari langsung. Dari kegiatan ini, anak dapat memahami secara sederhana bahwa cahaya dan lingkungan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman.Pada hari Senin, 19 Januari 2026, kegiatan diawali dengan menonton tayangan video tentang eksperimen biji kacang hijau bersama-sama di kelas Zainab. Setelah itu, anak-anak mulai menanam biji kacang hijau secara bertahap dengan bimbingan guru. Anak menyiapkan gelas plastik, menyusun kapas dengan rapi, menaburkan biji kacang hijau diatas kapas, lalu menuangkan air hingga kapas menjadi basah. Proses ini melatih motorik halus anak serta kemampuan mengikuti instruksi dengan urut.Selanjutnya, pada hari Selasa hingga Jumat, 20–23 Januari 2026, anak-anak secara rutin menyiram biji kacang hijau dengan meneteskan air menggunakan pipet. Selain menyiram, anak juga diajak mencatat dan menggambar perkembangan tanaman kacang hijau pada buku yang telah disediakan. Kegiatan ini melatih kesabaran, ketelitian, serta kemampuan anak dalam mengamati perubahan dari hari ke hari.Puncak kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat, 23 Januari 2026. Anak-anak bersama guru mengamati perbedaan pertumbuhan kacang hijau dari ketiga perlakuan yang telah dilakukan. Anak diajak berdiskusi sederhana tentang tanaman mana yang tumbuh paling tinggi, paling hijau, dan paling kuat. Melalui kegiatan ini, anak belajar menyampaikan pendapat, mendengarkan teman, serta menarik kesimpulan sederhana dari hasil pengamatan mereka sendiri.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Belajar Kisah Isra Mi’raj Bersama di Kelas Zainab

Pada hari Kamis, 15 Januari 2026, anak-anak TK Al Siddiq International mengikuti kegiatan menonton film tentang peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pembelajaran agama yang dikemas dengan cara menyenangkan dan sesuai dengan usia anak-anak TK.Kegiatan diawali seperti hari-hari biasa. Anak-anak datang ke sekolah dengan penuh semangat, kemudian melakukan line up bersama. Setelah itu, mereka mengikuti circle time untuk berdoa dan berbincang ringan dengan guru. Kegiatan dilanjutkan dengan shalat dhuha bersama dan snack time agar anak-anak tetap nyaman dan siap mengikuti kegiatan selanjutnya.Setelah rangkaian kegiatan awal selesai, anak-anak diajak menuju Kelas Zainab. Di kelas tersebut, mereka menonton film tentang kisah Isra Mi’raj menggunakan smart board yang telah disediakan oleh pemerintah. Film ditampilkan dengan gambar dan cerita yang menarik agar anak-anak mudah memahami perjalanan Nabi Muhammad SAW saat menerima perintah salat.Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan dan mengingatkan anak-anak tentang kisah Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sejak usia dini. Selain itu, guru juga menyampaikan bahwa pada keesokan harinya, yaitu Jumat, 16 Januari, akan diperingati sebagai Hari Isra Mi’raj. Dengan begitu, anak-anak diharapkan mulai mengenal hari-hari besar dalam Islam dan maknanya secara sederhana.Setelah menonton film, anak-anak diajak mengikuti kuis tanya jawab ringan. Guru memberikan pertanyaan seputar cerita yang baru saja ditonton untuk mengetahui seberapa jauh anak-anak mengingat dan memahami kisah Isra Mi’raj. Anak-anak terlihat antusias menjawab pertanyaan dengan bahasa mereka sendiri.Kegiatan kemudian ditutup dengan tertib. Anak-anak kembali ke kelas masing-masing dengan bimbingan guru. Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan agama, tetapi juga belajar fokus, mendengarkan cerita, dan berani mengungkapkan pendapat mereka.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Ekspresi Ceria Anak TK Al Siddiq dalam Kegiatan Menggambar dan Bercerita

Kegiatan menggambar dan bercerita tentang liburan dilaksanakan bersama anak-anak TK Al Siddiq pada hari Senin hingga Selasa, tanggal 12–13 Januari 2025. Kegiatan ini berlangsung di dalam kelas dengan suasana yang menyenangkan dan penuh antusias. Anak-anak terlihat bersemangat karena mereka diberi kesempatan untuk mengekspresikan pengalaman liburan yang telah mereka lalui.Pada hari Senin, anak-anak diminta untuk menggambar hal yang paling berkesan selama liburan sekolah. Media yang digunakan adalah kertas HVS ukuran A4 dan krayon milik masing-masing siswa. Anak-anak bebas menuangkan ide mereka, seperti liburan bersama keluarga, bermain di rumah, atau mengunjungi tempat tertentu. Melalui kegiatan ini, guru dapat melihat kreativitas anak serta kemampuan mereka dalam menuangkan pengalaman ke dalam bentuk gambar.Kegiatan menggambar ini bertujuan untuk mengembangkan beberapa aspek perkembangan anak. Dari aspek fisik motorik, anak melatih koordinasi tangan dan jari saat memegang dan menggunakan krayon. Dari aspek kognitif, anak belajar mengingat kembali pengalaman liburan dan menuangkannya dalam bentuk visual. Aspek seni juga berkembang melalui pemilihan warna dan bentuk gambar yang mereka buat.Pada hari Selasa, kegiatan dilanjutkan dengan bercerita di depan kelas berdasarkan gambar yang telah dibuat. Anak-anak diminta untuk memberi salam, memperkenalkan diri, menjelaskan gambar yang dibuat, menceritakan kegiatan liburan tersebut dilakukan bersama siapa, serta mengungkapkan perasaan mereka. Kegiatan ini dilakukan secara bergantian dengan bimbingan guru agar anak merasa percaya diri.Melalui kegiatan bercerita, aspek perkembangan bahasa anak berkembang dengan baik karena mereka belajar menyusun kalimat dan berbicara di depan orang lain. Aspek sosial emosional juga terlatih, karena anak belajar menunggu giliran, mendengarkan teman, serta berani mengekspresikan perasaan senang, rindu, atau bahagia. Selain itu, nilai moral dan agama turut dikembangkan melalui kebiasaan memberi salam dan bersikap sopan saat berbicara.Secara keseluruhan, kegiatan menggambar dan bercerita tentang liburan ini bertujuan untuk menstimulasi enam aspek perkembangan anak, yaitu nilai agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, dan seni. Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermakna karena membantu anak mengembangkan kemampuan diri secara menyeluruh melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan mereka. By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, SD, Sekolah, SMP, TK

Observasi dan Tes PPDB Gelombang 1 Batch 3 Al Siddiq International School Berjalan Lancar

Al Siddiq International School telah melaksanakan kegiatan Observasi dan Tes Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Gelombang 1 Batch 3 untuk jenjang TK, SD, dan SMP pada Sabtu, 13 Desember 2025. Kegiatan ini diselenggarakan langsung di lingkungan Al Siddiq International School sebagai bagian dari rangkaian seleksi calon peserta didik tahun ajaran baru. Kegiatan observasi dan tes PPDB ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan tim psikolog dari AMNA, yang berperan dalam melakukan asesmen dan pengamatan terhadap kesiapan serta perkembangan calon siswa dan siswi sesuai dengan jenjang pendidikannya masing-masing. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap calon peserta didik mendapatkan layanan pendidikan yang sesuai dengan potensi, karakter, dan tahap perkembangannya. Acara dimulai pada pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga 12.00 WIB, dengan rangkaian kegiatan yang telah disusun secara sistematis dan kondusif. Para calon siswa dan siswi Al Siddiq International mengikuti kegiatan observasi dan tes dengan tertib, nyaman, dan penuh semangat. Kegiatan ini turut dihadiri oleh para orang tua yang mengantarkan putra-putrinya serta memberikan dukungan penuh selama proses berlangsung. Kehadiran orang tua menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana yang aman dan mendukung bagi anak-anak dalam mengikuti tahapan seleksi. Melalui kegiatan observasi dan tes PPDB ini, Al Siddiq International School berharap dapat mengenal lebih dekat setiap calon peserta didik, sehingga proses pendidikan ke depan dapat berjalan secara optimal dan berkesinambungan. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen sekolah dalam menghadirkan proses penerimaan siswa yang profesional, objektif, dan berorientasi pada tumbuh kembang anak. Semoga seluruh rangkaian PPDB Al Siddiq International School dapat berjalan dengan lancar dan menjadi langkah awal dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, dan berwawasan global.By Arief Firmansyah, S. Kom

Kegiatan, TK

Pengambilan Rapor Semester 1 sebagai Evaluasi Perkembangan Anak TK Al Siddiq

Pada hari Jum’at, 19 Desember 2025, TK Al Siddiq melaksanakan kegiatan pengambilan rapor Semester 1 yang bertempat di ruang kelas masing-masing. Kegiatan ini diikuti oleh orang tua dan wali siswa sebagai bentuk kerja sama antara sekolah dan keluarga dalam mendukung perkembangan anak.Pengambilan rapor dilaksanakan sebagai sarana untuk melaporkan perkembangan anak selama enam bulan mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai capaian perkembangan anak, baik dari aspek kognitif, bahasa, sosial-emosional, fisik motorik, maupun nilai-nilai agama dan karakter.Tujuan lainnya dari kegiatan ini adalah untuk memperkuat komunikasi antara guru dan orang tua. Melalui kegiatan pengambilan rapor, sekolah berharap dapat menyamakan persepsi dalam mendampingi tumbuh kembang anak, serta membangun kerja sama yang lebih baik antara guru dan orang tua dalam memberikan stimulasi yang sesuai di rumah maupun di sekolah.Sebelum pelaksanaan kegiatan, pihak sekolah telah membagikan surat edaran mengenai jadwal dan teknis pengambilan rapor yang disampaikan oleh kepala sekolah. Surat edaran ini bertujuan agar orang tua memperoleh informasi yang jelas dan dapat mempersiapkan waktu dengan baik. Selain itu, guru juga mengingatkan kembali kepada orang tua pada H-1 melalui grup sekolah agar kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan lancar.Pada hari pelaksanaan, orang tua datang ke sekolah sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Setiap orang tua masuk ke ruang kelas masing-masing untuk menerima rapor anaknya. Pengaturan waktu ini dilakukan agar suasana tetap kondusif dan proses diskusi dapat berlangsung dengan nyaman.Selama kegiatan berlangsung, orang tua berdiskusi langsung dengan guru mengenai perkembangan anak, kebiasaan belajar, serta hal-hal yang perlu ditingkatkan ke depannya. Guru juga memberikan saran dan masukan yang dapat diterapkan orang tua di rumah. Melalui kegiatan pengambilan rapor ini, diharapkan orang tua dapat memahami perkembangan anak secara lebih mendalam dan bersama-sama mendukung proses belajar anak secara berkelanjutan.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Melatih Kemandirian Sejak Dini melalui Kegiatan Life Skills

Pada hari Rabu, 17 Desember 2025, TK B Al Siddiq melaksanakan kegiatan pengembangan keterampilan hidup (lifeskills) yang bertempat di Lapangan Al Siddiq. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa TK B dengan penuh antusias. Program life skills ini dirancang sebagai bagian dari pembelajaran sehari-hari agar anak-anak terbiasa melakukan kegiatan sederhana secara mandiri dalam lingkungan sekolah.Kegiatan diawali seperti rutinitas harian sekolah, yaitu anak-anak melakukan line up dengan tertib, dilanjutkan dengan circle time untuk berdoa dan berdiskusi singkat bersama guru. Setelah itu, anak-anak melaksanakan sholat dhuha bersama dan menikmati snack time. Rangkaian awal ini bertujuan untuk menyiapkan anak secara fisik dan mental sebelum memasuki kegiatan inti.Tujuan utama dari kegiatan pengembangan life skills ini adalah untuk melatih kemandirian siswa sejak usia dini. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap barang pribadi, melatih koordinasi motorik halus, meningkatkan rasa percaya diri, serta membiasakan anak mengikuti instruksi secara berurutan. Anak-anak juga belajar untuk bersabar saat menunggu giliran dan saling menghargai teman.Sebelum kegiatan mencuci sandal dimulai, anak-anak bersiap-siap dengan menaikkan lengan baju hingga siku agar tidak basah. Anak-anak melakukannya sendiri dengan membuka kancing lengan masing-masing, sesuai dengan cara yang telah diajarkan sebelumnya oleh guru. Kegiatan sederhana ini menjadi latihan penting agar anak terbiasa merawat diri tanpa selalu bergantung pada bantuan orang dewasa.Selanjutnya, anak-anak memakai sandal dan berjalan menuju tempat mencuci sandal yang berada di depan wastafel. Secara bergantian, anak-anak membasahi sandal dengan air, lalu menyikatnya menggunakan sikat gigi bekas yang telah dibawa dari rumah. Guru mendampingi dan memberikan arahan agar anak-anak dapat melakukannya dengan aman dan benar, namun tetap memberi kesempatan bagi anak untuk mencoba sendiri.Setelah sandal selesai dicuci, anak-anak menjemur sandal mereka sebentar di tempat yang telah disediakan. Kegiatan ini ditutup dengan merapikan kembali area sekitar dan refleksi singkat bersama guru. Melalui kegiatan life skills ini, diharapkan anak-anak TK B Al Siddiq semakin terlatih untuk mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki kebiasaan positif yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Petualangan Memanah di Lapangan Kempo

Ekstrakurikuler memanah ini diperkenalkan sebagai kegiatan yang membantu anak mengenal koordinasi tubuh, konsentrasi, dan cara mengikuti instruksi dengan tenang. Kegiatan dibuat sederhana dan aman agar sesuai dengan kebutuhan anak usia TK. Fokus utamanya bukan pada ketepatan hasil tembakan, tetapi pada proses belajar dan pengalaman baru yang membuat anak lebih percaya diri.Peserta kegiatan adalah murid TK Al Siddiq. Mereka berada pada masa tumbuh kembang yang penuh rasa ingin tahu, sehingga memanah menjadi pengalaman yang menarik bagi mereka. Setiap langkah dilakukan dengan pendampingan agar anak merasa aman dan tetap bersemangat selama kegiatan berlangsung.Kegiatan dilakukan di lapangan kempo, tempat yang cukup luas dan aman untuk latihan memanah. Lokasi ini memungkinkan anak bergerak bebas, melakukan pemanasan, dan mencoba memanah tanpa mengganggu aktivitas lain di sekolah. Lapangan yang terbuka juga membantu anak mengenali ruang dan menjaga jarak aman.Ekstrakurikuler ini berlangsung pada 9 Desember 2025. Penjadwalan ini disesuaikan dengan kegiatan belajar agar anak tidak kelelahan dan dapat mengikuti latihan dengan kondisi yang baik. Dengan jadwal yang tersusun, guru, pelatih, dan anak dapat mempersiapkan diri sebelum kegiatan dimulai.Tujuan kegiatan ini berkaitan dengan enam aspek perkembangan anak. Dari aspek motorik kasar, anak belajar menggerakkan tubuh saat memegang busur, menarik tali, dan melepaskan panah. Motorik halus juga terlatih ketika mereka mengatur posisi jari dan pegangan. Dari aspek kognitif, anak belajar memahami urutan langkah dan aturan keselamatan. Aspek bahasa berkembang ketika anak mendengar instruksi dan menjawab pertanyaan dari guru atau pelatih. Aspek sosial tampak ketika anak menunggu giliran dan bekerja dalam kelompok. Aspek emosional muncul saat anak mencoba mengelola rasa tegang atau bangga setelah berhasil. Aspek moral terlihat dari sikap patuh pada aturan dan menghargai giliran teman.Kegiatan dilaksanakan dengan alur yang jelas. Guru memulai dengan memberikan pijakan tentang apa saja yang akan dilakukan dan aturan yang harus dipahami anak. Setelah itu, guru dan anak berjalan menuju lapangan dengan bantuan tali agar barisan tetap rapi dan mudah diawasi. Setiba di lokasi, mereka menyapa pelatih lalu melakukan pemanasan bersama. Pelatih kemudian membagi anak ke dalam kelompok sesuai kelas. Anak mencoba memanah secara bergantian dengan panduan langsung dari pelatih agar tetap aman dan terarah.Dengan cara ini, kegiatan memanah bukan hanya melatih fisik, tetapi juga membangun disiplin, keberanian, dan kemampuan bekerja sama. Kegiatan ini memberikan pengalaman baru yang menyenangkan dan bermanfaat bagi perkembangan anak secara menyeluruh.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Angka, Puzzle, dan Lingkaran: Hari Asesmen yang Seru di TK B Al Siddiq

Asesmen matematika ini dirancang untuk melihat pemahaman dasar anak dalam mengenali angka, pola, ukuran, dan hubungan antar objek. Kegiatan ini berfokus pada kemampuan yang sesuai dengan tahap perkembangan anak usia TK, khususnya keterampilan awal berhitung dan pengamatan bentuk. Asesmen dilakukan secara sederhana agar anak tetap merasa nyaman dan dapat menunjukkan kemampuan mereka dengan wajar.Peserta kegiatan ini adalah murid TK B Al Siddiq. Anak-anak berada pada usia yang sedang aktif mengeksplorasi, sehingga asesmen dibuat menarik dan mudah diikuti. Setiap tugas disesuaikan dengan kemampuan mereka, baik yang sudah lancar berhitung maupun yang masih membutuhkan bantuan visual.Kegiatan berlangsung di dalam kelas, lingkungan yang sudah akrab bagi anak. Suasana yang familiar membantu mereka lebih tenang dan fokus. Ruang kelas juga memungkinkan guru memantau setiap anak sekaligus memberi dukungan ketika diperlukan.Asesmen dilakukan pada 9 Desember 2025. Pemilihan hari ini disesuaikan dengan jadwal belajar agar tidak mengganggu rutinitas lain. Dengan jadwal yang jelas, guru dapat menyiapkan alat, lembar kerja, dan pengaturan kelompok kecil untuk memastikan kegiatan berjalan lancar.Tujuan asesmen ini berkaitan dengan enam aspek perkembangan anak. Pertama, perkembangan kognitif, yaitu kemampuan mengenali angka, membedakan ukuran, dan memahami urutan. Kedua, perkembangan motorik halus melalui kegiatan menulis angka, menggambar lingkaran, dan menyusun puzzle. Ketiga, perkembangan bahasa karena anak perlu memahami instruksi dan mungkin menjelaskan jawabannya. Keempat, perkembangan sosial saat anak menunggu giliran dan bekerja dalam kelompok kecil. Kelima, perkembangan emosional yang muncul ketika anak belajar mengelola rasa percaya diri dan kesabaran. Keenam, perkembangan moral melalui sikap tertib, bergiliran, serta menyelesaikan tugas dengan jujur.Pelaksanaan asesmen dilakukan secara bertahap. Guru memulai dengan mencontohkan cara mengerjakan lembar kerja agar anak memiliki gambaran yang jelas. Saat menunggu giliran dipanggil, anak mengerjakan lembar kerja yang berisi latihan menulis angka 1 sampai 20 serta menggambar lingkaran sesuai jumlah yang ditentukan. Setiap tiga anak akan dipanggil untuk mengikuti asesmen inti, yaitu menyusun puzzle dan mengurutkan benda dari ukuran kecil ke besar. Pola ini membantu guru mengamati kemampuan tiap anak secara lebih dekat tanpa membuat mereka merasa terburu-buru.Dengan pendekatan seperti ini, asesmen bukan hanya sekadar penilaian, tetapi juga kesempatan bagi anak untuk belajar dan menunjukkan kemampuannya dalam suasana yang positif dan terarah.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Serunya Melatih Fokus dan Ketangkasan di Kelas Physical Education

Pelajaran Physical Education kali ini dirancang untuk melatih fokus, ketangkasan, dan kemampuan mengikuti instruksi. Kegiatan dibuat sederhana tapi menarik agar anak dapat bergerak aktif tanpa merasa terbebani. Latihan ini memberi ruang bagi anak untuk bermain sambil belajar mengendalikan gerakan tubuh mereka.Pesertanya adalah murid TK B Al Siddiq. Anak-anak pada usia ini sangat energik dan suka tantangan fisik kecil, sehingga permainan yang melibatkan gerak cepat dan respon terhadap instruksi sangat cocok untuk mereka. Dengan pendampingan yang tepat, kegiatan seperti ini membantu mereka mengembangkan keterampilan dasar yang penting.Kegiatan dilakukan di lapangan indoor Al Siddiq International pada 5 Desember 2025. Lapangan yang luas dan aman memberi cukup ruang bagi anak untuk bergerak bebas, berlari kecil, dan bereaksi terhadap aba-aba tanpa risiko saling bertabrakan. Lingkungan indoor juga membuat kegiatan tetap nyaman meskipun cuaca berubah.Tujuan kegiatan ini berkaitan dengan enam aspek perkembangan anak. Dari aspek motorik kasar, anak belajar berlari, membungkuk, dan bergerak cepat saat mengikuti instruksi. Dari motorik halus, mereka belajar mengontrol gerakan tangan ketika mengambil bola. Dari aspek kognitif, anak berlatih memilah instruksi, mengingat urutan, dan merespon dengan cepat. Dari aspek sosial, mereka bekerja dalam kelompok dan belajar menunggu giliran. Aspek bahasa berkembang saat anak mendengar dan memahami instruksi guru. Dari aspek emosional dan moral, anak belajar mengendalikan antusiasme, menghargai aturan, serta menjaga permainan tetap sportif.Pelaksanaannya dimulai dengan permainan kefokusan dan ketangkasan. Guru membagi anak menjadi dua kelompok lalu menyiapkan cone dengan bola kasti di atasnya. Guru memberikan instruksi seperti “sentuh kepala”, “sentuh pundak”, “sentuh kaki”, dan “ambil bolanya”. Anak harus mendengarkan dengan saksama dan bergerak sesuai aba-aba. Permainan ini melatih anak agar fokus mendengar, tidak bergerak asal menebak, dan mengikuti instruksi sampai selesai.Dengan alur kegiatan yang sederhana namun terarah, pelajaran Physical Education ini menjadi kesempatan bagi anak untuk bergerak aktif sambil belajar fokus, disiplin, dan kerjasama. Anak tidak hanya menikmati permainan, tetapi juga berkembang dalam berbagai aspek yang penting untuk tahap usia mereka.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Serunya Belajar Aturan Menyeberang Lewat Kegiatan Seni

Pelajaran Art & Creativity kali ini menggabungkan kegiatan seni dengan pembelajaran tentang keselamatan saat menyebrang. Anak tidak hanya membuat karya, tetapi juga memahami situasi sehari-hari yang dekat dengan mereka. Dengan cara ini, seni menjadi sarana untuk belajar hal yang penting dalam kehidupan nyata.Peserta kegiatan adalah murid TK B Al Siddiq. Mereka berada pada tahap perkembangan yang kaya imajinasi dan cepat menangkap hal baru. Karena itu, kegiatan seni yang dikaitkan dengan pengalaman sehari-hari membantu mereka menghubungkan apa yang mereka lihat, dengar, dan lakukan.Kegiatan ini berlangsung di dalam kelas pada 5 Desember 2025. Lingkungan kelas yang familiar membuat anak lebih nyaman bereksplorasi. Ruang yang aman dan tertata juga memudahkan guru menyiapkan bahan, memutar video, dan mendampingi anak selama proses membuat miniatur.Tujuan kegiatan ini berkaitan dengan enam aspek perkembangan anak. Dari aspek kognitif, anak belajar membandingkan perilaku aman dan tidak aman saat menyebrang serta mengenali komponen penting seperti zebra cross dan lampu lalu lintas. Dari aspek bahasa, anak mengungkapkan pendapat, menjawab pertanyaan, dan menyebutkan perbedaan dari video yang ditonton. Dari motorik halus, mereka berlatih menggunting, menempel, dan merangkai miniatur lampu penyeberangan. Dari aspek sosial, anak belajar berdiskusi dan bekerja bersama teman. Dari aspek emosional, anak belajar percaya diri saat menyampaikan jawaban. Dari aspek moral, mereka memahami aturan keselamatan yang penting dan belajar menerapkannya.Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan pertanyaan pemantik dari guru: “Kalau mau nyebrang itu bagaimana ya?”. Pertanyaan ini membantu anak mengingat pengalaman mereka sendiri. Setelah itu, guru memutar dua video yang menunjukkan perilaku baik dan perilaku sembarangan saat menyebrang. Anak diminta menyebutkan perbedaannya. Guru kemudian mengajak mereka menyebutkan komponen yang perlu diperhatikan saat menyebrang, seperti zebra cross dan lampu penyeberangan. Sebagai penutup, guru dan anak membuat miniatur lampu penyeberangan 3D. Kegiatan ini memberi kesempatan anak menuangkan pemahaman mereka ke dalam bentuk karya seni.Dengan pendekatan seperti ini, pelajaran Art & Creativity menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermakna. Anak tidak hanya membuat sesuatu yang menarik, tetapi juga belajar memahami lingkungan dan cara menjaga keselamatan diri.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Ketika Anak TK Belajar Percakapan Bahasa Arab tentang Elemen Alam

Pada hari Jumat, 28 November 2025, murid TK B Al Siddiq mengikuti pembelajaran Bahasa Arab dengan materi elemen alam. Kegiatan berlangsung di dalam kelas dengan suasana yang santai dan hangat. Anak-anak terlihat penasaran karena materi yang diberikan berbeda dari biasanya. Mereka belajar bukan hanya menghafal kosakata, tetapi juga memahami maknanya melalui contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.Guru memulai pelajaran dengan memperkenalkan empat elemen, yaitu air, tanah, api, dan udara. Setiap kosakata diperlihatkan bersama contohnya agar anak-anak mudah memahami. Misalnya, elemen air di jelaskan melalui contoh laut dan sungai. Elemen tanah dikenalkan dengan gunung dan hutan di halaman sekolah. Api dijelaskan melalui matahari dan lava, sementara udara dijelaskan lewat hembusan angin dan tornado. Penjelasan ini membuat anak-anak lebih cepat menangkap arti dari setiap elemen.Tujuan anak-anak belajar elemen alam dalam Bahasa Arab adalah supaya mereka mengenal kosakata baru yang bermakna dan relevan. Dengan mengaitkan kata dengan benda nyata, proses belajar menjadi lebih hidup dan mudah diingat. Selain itu, bentuk percakapan sederhana dalam Bahasa Arab melatih keberanian berbicara. Anak-anak tidak hanya belajar kata, tetapi juga cara menggunakannya. Pembelajaran ini melatih rasa percaya diri saat mereka mencoba menjelaskan sesuatu dalam bahasa lain.Setelah memahami arti dan contohnya, guru mulai mengajarkan cara menjelaskan elemen-elemen tersebut dalam Bahasa Arab. Guru mengucapkan kalimat sederhana, kemudian anak-anak menirukannya bersama-sama. Momen ini selalu penuh semangat karena anak-anak berlomba mengucapkan kata dengan benar.Ketika seluruh murid dianggap sudah hafal, guru mengajak mereka maju ke depan kelas. Satu per satu anak mencoba menyebutkan elemen alam dalam Bahasa Arab dan menjelaskannya dengan kalimat sederhana. Beberapa anak tampak gugup, tetapi setelah didampingi guru, mereka mulai berani. Kegiatan ini menutup pelajaran dengan cara yang menyenangkan. Anak-anak pulang membawa pengalaman baru bahwa belajar bahasa tidak harus sulit, asalkan dilakukan dengan cara yang dekat dengan dunia mereka.By Inka Amalia, S. Pd

Kegiatan, SD, Sekolah, SMP, TK

Open House Al Siddiq International School 2025: Edukasi, Kolaborasi, dan Melayani

Pada Sabtu, 29 November 2025, Al Siddiq International School kembali menyelenggarakan kegiatan Open House yang berlangsung dengan meriah dan penuh kehangatan. Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh puluhan calon orang tua siswa yang ingin mengenal lebih dekat program pendidikan serta suasana belajar di lingkungan Al Siddiq International School. Rangkaian kegiatan dibuka dengan seminar bertema “Growth Mindset Insight”, disampaikan oleh praktisi growth mindset, Dr Rachmat Hidayat (Doctor in Education Sciences)., Dalam sesi ini, Dr Rachmat memberikan wawasan mengenai pentingnya membangun pola pikir berkembang pada anak sebagai fondasi menghadapi tantangan belajar. Para orang tua terlihat sangat antusias, aktif berinteraksi, dan memberikan apresiasi terhadap materi yang disampaikan. Setelah seminar, para calon orang tua siswa diarahkan untuk mengunjungi berbagai stand dari unit TK, SD, dan SMP. Di masing-masing stand, pengunjung dapat melihat: Informasi lengkap mengenai profil dan kurikulum tiap unit, Dokumentasi kegiatan pembelajaran yang telah terlaksana, Pameran produk dan karya siswa, mulai dari proyek kreatif anak TK, portofolio pembelajaran siswa SD, hingga karya inovatif dan berbasis projek dari siswa SMP, Stand-stand tersebut dikemas menarik dan informatif sehingga memberikan gambaran nyata tentang proses belajar dan pencapaian siswa di Al Siddiq International School. Menambah nilai lebih pada acara tahun ini, sekolah bekerja sama dengan Tim RS Masmitra Bekasi untuk menyediakan layanan pengecekan kesehatan gratis bagi seluruh orang tua yang hadir. Layanan ini meliputi pemeriksaan dasar kesehatan dan konsultasi singkat, yang disambut sangat baik oleh para pengunjung. Fasilitas ini menjadi bentuk nyata komitmen sekolah dalam mendukung kesejahteraan keluarga besar Al Siddiq. Kemeriahan Open House semakin lengkap dengan hadirnya bazar makanan yang menawarkan berbagai pilihan kuliner. Stand makanan yang beragam ini menjadi tempat berkumpul para orang tua sambil menikmati hidangan ringan setelah berkeliling stand dan mengikuti rangkaian acara. Selama kegiatan berlangsung, antusiasme para orang tua terlihat sangat tinggi. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, dan menunjukkan minat besar terhadap program-program pendidikan yang ditawarkan sekolah. Keterlibatan ini menjadi bukti kuat bahwa Al Siddiq International School mendapatkan kepercayaan penuh dari masyarakat untuk menjadi tempat tumbuh kembang terbaik bagi anak-anak. Melalui Open House 2025 ini, Al Siddiq International School berharap dapat terus memperkuat hubungan antara sekolah dan orang tua, serta menunjukkan kualitas pendidikan yang inovatif, inklusif, dan berorientasi pada masa depan.By Arief Firmansyah, S. Kom