Al Siddiq International School

TK

Kegiatan, SD, SMP, TK

Visitasi Tim Cambridge ke Al Siddiq International School

Pada Rabu, 26 November 2025, Al Siddiq International School menerima kunjungan resmi dari tim Cambridge sebagai bagian dari proses penerapan kurikulum Cambridge di sekolah. Kunjungan ini diwakili oleh Mr Dera Yornanda dan Mrs Priska Imanuelle, yang hadir untuk melakukan observasi, evaluasi, serta memberikan masukan terkait kesiapan sekolah dalam mengimplementasikan kurikulum internasional tersebut. Rangkaian kegiatan dimulai dengan sesi pemaparan profil sekolah yang disampaikan oleh Mr Fedrian Hasmand, M.Sas selaku perwakilan dari Al Siddiq International School. Dalam presentasi tersebut, beliau menjelaskan visi, misi, perkembangan sekolah, fasilitas pembelajaran, hingga strategi penguatan akademik yang selaras dengan standar kurikulum Cambridge. Penjelasan ini menjadi gambaran menyeluruh bagi tim Cambridge mengenai identitas, karakter, dan arah pengembangan sekolah. Setelah sesi presentasi, tim Cambridge melanjutkan kegiatan dengan melakukan wawancara kepada dua guru Al Siddiq International School yaitu Mrs Robiah Adawaiyah, M.Pd, dan Mrs Elsa Violita, S.S. M.S. Dalam wawancara tersebut, para guru berbagi pandangan mengenai proses pembelajaran, metode pengajaran yang digunakan, serta pengalaman mereka menerapkan pendekatan berbasis kompetensi. Tim Cambridge juga menggali pemahaman guru tentang penerapan kurikulum internasional dan kesiapan mereka dalam mendukung lingkungan belajar yang global. Selanjutnya, tim Cambridge melakukan sesi wawancara dengan dua siswa, yaitu Omar dan Celia. Wawancara ini bertujuan untuk melihat secara langsung bagaimana siswa merespons proses pembelajaran di Al Siddiq International School. Kedua siswa berbagi pengalaman mereka mengenai kegiatan belajar, mata pelajaran yang mereka sukai, serta cara mereka berinteraksi dengan guru dan teman. Respons yang jujur, antusias, dan penuh percaya diri menjadi bukti positif bahwa lingkungan belajar di Al Siddiq telah mendorong perkembangan karakter dan kemampuan akademik siswa. Tim Cambridge kemudian diajak berkeliling sekolah untuk melihat langsung sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran. School tour meliputi kunjungan ke ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, area olahraga, serta fasilitas penunjang lainnya. Selama tur, para tamu mengamati bagaimana setiap area dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang aman, nyaman, dan inspiratif bagi siswa. Kegiatan visitasi ditutup dengan sesi penyampaian masukan dari pihak Cambridge yang disampaikan oleh Mrs Priska Imanuelle. Dalam kesempatan tersebut, beliau memberikan apresiasi terhadap upaya sekolah dalam membangun sistem pembelajaran yang berkualitas. Tim Cambridge juga memberikan beberapa rekomendasi pengembangan yang dapat menjadi panduan bagi sekolah dalam memperkuat implementasi kurikulum Cambridge ke depannya. Visitasi dari tim Cambridge ini menjadi langkah penting bagi Al Siddiq International School dalam perjalanan menuju penerapan kurikulum berstandar internasional. Melalui rangkaian kegiatan yang komprehensif—mulai dari presentasi, wawancara, observasi hingga pemberian masukan—sekolah mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kekuatan yang telah dimiliki serta aspek-aspek yang perlu disempurnakan.Kunjungan ini tidak hanya meningkatkan kualitas akademik, tetapi juga memperkuat komitmen sekolah untuk terus memberikan pendidikan yang unggul, modern, dan berdaya saing global. By Arief Firmansyah, S.Kom

Kegiatan, SD, SMP, TK

Pelatihan Guru dari Penerbit Alston untuk Guru Al Siddiq

Pada Kamis, 20 November 2025, para guru Al Siddiq International School mengikuti kegiatan pelatihan khusus yang diselenggarakan oleh Penerbit Alston. Pelatihan ini berlangsung di ruang Kepala Sekolah dan dihadiri oleh para guru dari berbagai jenjang. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah penting sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan memastikan para pendidik selalu berkembang sesuai tuntutan kurikulum dan kebutuhan siswa. Pelatihan yang dipandu langsung oleh tim dari Penerbit Alston ini bertujuan untuk memberikan pendampingan profesional kepada guru-guru dalam memahami serta mengoptimalkan penggunaan buku dan perangkat pembelajaran yang diterbitkan oleh Alston. Dengan materi yang dirancang secara sistematis, pelatihan ini membantu guru memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai strategi pengajaran modern yang selaras dengan materi pembelajaran. Selama kegiatan berlangsung, para peserta menerima penjelasan terkait struktur buku, alur pembelajaran, serta cara menyampaikan materi secara efektif dalam kelas. Tim Alston juga menunjukkan contoh-contoh penerapan metode belajar berbasis aktivitas yang mampu meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa. Selain itu, guru-guru diajak untuk berdiskusi mengenai tantangan yang mereka temui di lapangan dan bagaimana solusi yang ditawarkan dapat diterapkan secara nyata dalam proses mengajar. Tidak hanya bersifat teoritis, pelatihan ini juga dilengkapi dengan sesi praktik dan studi kasus. Guru-guru diberi kesempatan untuk mencoba menyusun rencana pembelajaran singkat, mempraktikkan penyampaian materi, serta mendapatkan masukan langsung dari instruktur. Suasana diskusi terasa aktif dan produktif, menunjukkan antusiasme guru untuk terus mengembangkan kemampuan profesional mereka. Melalui pelatihan ini, Al Siddiq International School kembali menegaskan komitmennya untuk selalu mendukung peningkatan kompetensi guru. Kerjasama dengan Penerbit Alston diharapkan mampu memperkuat kualitas pembelajaran, menciptakan suasana kelas yang interaktif, dan memberikan pengalaman belajar terbaik bagi siswa. Pelatihan ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga memotivasi guru untuk terus berinovasi dalam metode pengajaran. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk penerbit profesional seperti Alston, Al Siddiq International School optimis dapat terus menghadirkan pendidikan yang unggul dan relevan bagi para siswa di era modern. By Arief Firmansyah, S.Kom

Kegiatan, TK

Guru Sehari, Kenangan Selamanya di TK Al Siddiq

Pada hari Rabu, 26 November 2025, TK Al Siddiq mengadakan peringatan Hari Guru di dalam kelas TK. Acara ini menjadi momen khusus bagi seluruh siswa, guru, dan orang tua. Suasana pagi terasa lebih hidup karena anak-anak datang lebih awal dari biasanya. Banyak dari mereka sudah tiba di sekolah pukul tujuh, terlihat antusias dan penasaran dengan kegiatan yang sudah disiapkan.Pukul 7.30, anak-anak TK bergabung dengan siswa SD dan SMP Al Siddiq untuk melaksanakan upacara peringatan Hari Guru. Upacara berlangsung hingga pukul delapan. Selama upacara, anak-anak diajak menghormati jasa para guru yang setiap hari membimbing mereka. Momen ini sederhana tapi berarti karena memberi ruang bagi anak-anak untuk melihat bahwa peran guru dihargai oleh banyak orang.Setelah upacara, kegiatan berlanjut di kelas TK. Kali ini yang memimpin adalah mama-mama atau para orang tua siswa yang bertugas menjadi guru sehari. Tujuan orang tua merayakan Hari Guru dengan cara ini adalah agar mereka bisa merasakan langsung bagaimana rasanya mengajar anak usia dini. Selain itu, anak-anak bisa melihat bahwa proses belajar tidak hanya datang dari guru di sekolah tapi juga dari orang tua yang ikut berperan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk terima kasih kepada guru yang selama ini sudah sabar membimbing anak-anak.Tema yang diangkat adalah profesi. Beberapa orang tua memperkenalkan pekerjaan mereka kepada anak-anak. Ada yang berprofesi sebagai pramugari dan menjelaskan tugas pramugari saat bekerja. Anak-anak sangat antusias mendengar cerita langsung dari seseorang yang menjalani profesi tersebut. Mereka belajar tentang pelayanan, keselamatan, dan bagaimana pramugari membantu penumpang selama penerbangan.Selain itu, ada juga mama yang berprofesi sebagai atlet bulu tangkis Indonesia. Ia memperkenalkan dunia olahraga kepada anak-anak dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Anak-anak diajak memegang raket, belajar posisi tubuh yang benar, dan mencoba memukul kok secara perlahan. Meski sebagian besar masih belum tepat sasaran, mereka terlihat sangat bersemangat. Kegiatan ini memberi gambaran bahwa profesi atlet membutuhkan latihan, disiplin, dan kerja keras, namun tetap bisa dinikmati dengan rasa gembira.Setelah sesi pengenalan profesi, anak-anak diajak melakukan eksperimen sederhana menggunakan bubuk kunyit dan cuka. Kegiatan ini membuat mereka terlibat langsung dan belajar sambil bereksplorasi. Warna yang berubah dan reaksi yang muncul membuat mereka semakin penasaran dengan dunia sains. Walaupun sederhana, eksperimen ini memberi pengalaman baru yang seru dan mudah mereka ingat.Acara ditutup dengan makan bersama antara guru, orang tua, dan anak-anak. Suasananya hangat dan penuh tawa. Kegiatan ini menegaskan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar tapi juga tempat membangun hubungan yang baik antara keluarga dan guru. Pada akhirnya, peringatan Hari Guru di TK Al Siddiq tahun ini bukan hanya tentang merayakan guru tapi juga tentang kebersamaan dan rasa saling menghargai.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Serunya Menghias Donat Digital di Kelas ICT

Pada Selasa, 18 November 2025, murid TK A Al Siddiq International mengikuti kegiatan pembelajaran ICT di lab komputer. Tema hari itu adalah membuat donat digital. Kegiatan ini terlihat sederhana, tetapi dirancang untuk melatih keterampilan tangan anak saat menggunakan mouse. Guru ingin anak mulai terbiasa mengarahkan kursor, memilih elemen, dan mengklik dengan tepat.Saat tiba di lab komputer, anak-anak langsung mencari tempat yang mereka inginkan dan duduk dengan rapi. Beberapa anak tampak antusias karena ini salah satu ruang favorit mereka. Suasana lab menjadi hidup begitu layar monitor menyala dan tampilan donat kosong muncul di setiap komputer.Guru kemudian memberi instruksi langkah demi langkah. Anak diminta menggerakkan mouse untuk memilih topping, warna, dan hiasan yang tersedia. Setiap elemen harus dipilih dengan klik yang benar. Anak mulai mencoba mengarahkan kursor perlahan. Ada yang langsung mahir, ada yang membutuhkan waktu untuk menyesuaikan gerakan tangan mereka.Saat proses menghias berlangsung, banyak momen seru terjadi. Ada anak yang memilih warna terang, ada yang menambah banyak taburan, dan ada pula yang berhenti sejenak karena kursor bergerak terlalu jauh. Guru mendampingi dengan sabar sambil memberi dukungan agar anak tetap percaya diri. Setiap percobaan kecil menjadi latihan yang penting bagi motorik halus mereka.Kegiatan ini bukan hanya tentang membuat donat yang cantik. Anak belajar mengontrol tekanan jari, memegang mouse dengan benar, dan menggerakkan tangan dengan koordinasi yang baik. Semua ini mendukung kesiapan mereka untuk kegiatan ICT berikutnya yang semakin menuntut ketepatan.Di akhir sesi, anak bangga melihat hasil karya mereka di layar. Guru memberi waktu bagi mereka untuk saling melihat donat teman, sehingga muncul pujian dan tawa. Kegiatan sederhana ini menutup hari mereka dengan pengalaman belajar yang menyenangkan dan penuh warna.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Belajar Sains Sederhana melalui Percobaan Sabun dan Lada

Pada Senin, 17 November 2025, murid TK B Al Siddiq International mengikuti kegiatan eksperimen sederhana di kelas Science dan Math. Kegiatan ini memakai bahan sehari-hari yaitu air, lada, sabun, dan cotton bud. Walau terlihat sederhana, eksperimen ini dirancang untuk membuka rasa ingin tahu anak serta mengajak mereka melihat reaksi nyata dari benda di sekitar mereka.Sebelum memulai percobaan, guru melakukan recall tentang berbagai jenis profesi. Anak diajak menyebut pekerjaan yang mereka kenal, mulai dari pengajar sampai ilmuwan. Dari sini guru menjelaskan bahwa ilmuwan sering melakukan percobaan untuk menemukan hal baru, termasuk zat yang membantu orang menghilangkan bakteri di tangan saat mencuci dengan sabun. Penjelasan ini menjadi jembatan menuju eksperimen yang akan mereka lakukan.Setelah itu guru menyiapkan wadah berisi air yang sudah ditaburi lada. Anak diperbolehkan mengamati butiran lada yang mengapung di permukaan dan menebak apa yang akan terjadi ketika sabun digunakan. Momen ini membuat suasana kelas menjadi lebih hidup karena anak bebas menyampaikan tebakan mereka, baik yang lucu maupun yang masuk akal.Setiap anak mendapat cotton bud. Guru lalu menunjukkan cara mencelupkan ujungnya ke sabun. Anak kemudian mencelupkan cotton bud itu secara perlahan ke permukaan air yang penuh lada. Begitu ujung cotton bud bersentuhan dengan air, butiran lada langsung bergerak menjauhi titik sabun. Anak tampak terkejut dan senang melihat reaksi cepat tersebut.Melalui eksperimen ini anak memahami bahwa sabun memiliki sifat yang bisa memecah tegangan permukaan air sehingga lada terdorong menjauh. Penjelasan dibuat sederhana agar mudah dipahami. Lebih dari itu, kegiatan ini memberi pengalaman langsung yang membuat anak merasa seperti ilmuwan kecil. Mereka tidak hanya melihat teori, tetapi mengalami sendiri proses sebab akibatnya.Kegiatan ini menutup hari mereka dengan rasa bangga dan penasaran. Banyak dari mereka bertanya apakah ada percobaan lain yang bisa dicoba. Guru menegaskan bahwa rasa ingin tahu adalah langkah pertama menjadi pembelajar yang baik. Dengan kegiatan sederhana seperti ini, anak belajar bahwa ilmu bisa ditemukan di mana saja, bahkan dari sabun dan lada yang ada di rumah.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Matahari, Sawah, dan Senyum Anak-anak

Pada hari Kamis, 13 November 2025, TK Al Siddiq International melaksanakan kegiatan Educational Field Trip (EFT) ke Scientia Square Park (SQP), Tangerang. Kegiatan ini menjadi salah satu momen penting dalam proses belajar anak-anak usia dini, di mana mereka diajak untuk belajar langsung di luar kelas melalui pengalaman nyata dan menyenangkan. Field trip ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga menjadi ajang eksplorasi, interaksi sosial, dan pembentukan karakter bagi anak-anak.Sejak pagi pukul 07.00 WIB, anak-anak sudah berkumpul di titik keberangkatan yaitu Bella Vista. Kegiatan diawali dengan dokumentasi awal, sambutan hangat dari Kepala Sekolah, serta pembacaan doa bersama agar perjalanan berjalan lancar dan penuh keberkahan. Di dalam perjalanan menuju Scientia Square Park, anak-anak tidak hanya duduk diam, namun tetap mengisi waktu dengan murojaah bersama, menjadikan kegiatan ini tetap bernuansa islami dan penuh makna.Sesampainya di lokasi, anak-anak melakukan dokumentasi lanjutan, mengenakan tiket gelang sebagai identitas, serta diarahkan untuk mengkondisikan barang bawaan mereka. Seluruh siswa kemudian dibagi menjadi dua kelompok besar agar kegiatan lebih tertib dan terstruktur. Masing-masing kelompok mengikuti rangkaian aktivitas yang sama dengan urutan berbeda. Kegiatan dimulai dengan mengenal berbagai jenis burung dan ayam, dilanjutkan dengan melihat hewan-hewan unik seperti alpaca. Interaksi langsung dengan hewan ini bertujuan menumbuhkan rasa cinta terhadap makhluk hidup dan mengembangkan empati serta keberanian anak-anak.Selanjutnya, anak-anak mengikuti kegiatan menumbuk padi dan menanam padi di sawah mini yang tersedia di area edukasi pertanian SQP. Kegiatan menumbuk padi bertujuan untuk mengenalkan proses tradisional pengolahan makanan pokok, serta menumbuhkan rasa menghargai makanan yang mereka konsumsi setiap hari. Sementara itu, kegiatan menanam padi memberikan pengalaman langsung tentang asal-usul makanan dan pentingnya merawat tanaman. Dengan turun langsung ke sawah, anak-anak belajar tanggung jawab, kesabaran, serta mengenal siklus alam secara konkret.Kegiatan diakhiri dengan sesi bermain air yang menjadi bagian rekreasi sekaligus penyegaran setelah seluruh aktivitas edukatif. Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian, anak-anak bersiap untuk pulang. Kegiatan EFT ini memberikan kesan mendalam bagi anak-anak, guru, dan orang tua. Bukan sekadar jalan-jalan, namun penuh nilai edukatif yang membekas dalam pengalaman belajar anak-anak. Harapannya, melalui kegiatan seperti ini, anak-anak TK Al Siddiq International tumbuh menjadi pribadi yang aktif, peduli terhadap lingkungan, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap dunia di sekitarnya.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Kecil, Sedang, Besar! Anak TK B Belajar Mengurutkan dengan Ceria

Selasa, 11 November 2025, anak-anak TK B Al Siddiq International mengikuti kegiatan belajar yang sederhana namun sangat bermakna: mengurutkan benda dari yang kecil hingga yang besar. Kegiatan ini berlangsung di dalam kelas Science and Math yang telah disiapkan dengan suasana menyenangkan dan alat bantu visual yang menarik. Meski terlihat seperti permainan biasa, aktivitas ini dirancang untuk membangun dasar pemahaman logika, matematika, dan keterampilan kognitif anak-anak usia dini.Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan konsep urutan, ukuran, serta keterampilan membandingkan objek berdasarkan ciri tertentu—dalam hal ini ukuran. Bagi anak TK, kemampuan mengurutkan adalah bagian penting dari perkembangan berpikir logis dan pemecahan masalah. Anak-anak belajar bahwa benda bisa diklasifikasikan dan diurutkan, serta bahwa segala sesuatu memiliki pola dan struktur. Ini menjadi landasan bagi pemahaman matematika yang lebih kompleks di masa depan.Pada kesempatan ini, guru memulai kegiatan dengan mengamati kemampuan anak dalam menjumlahkan dan menghitung menggunakan balok LEGO. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali sejauh mana pemahaman dasar anak terhadap angka dan konsep jumlah. Namun, sambil menunggu giliran, anak-anak diminta mengerjakan worksheet yang telah disiapkan oleh guru yang tidak kalah seru: mengurutkan gambar benda dari ukuran kecil hingga besar.Dengan antusias, anak-anak memegang satu per satu gambar—mulai dari gambar mobil dan suntikan —dan mencoba menyusunnya dalam urutan yang tepat. Beberapa anak langsung paham, sementara yang lain berdiskusi kecil dengan temannya atau bertanya kepada guru. Aktivitas ini juga mengasah keterampilan sosial mereka, seperti kerja sama, menunggu giliran, dan berani mengemukakan pendapat.Kegiatan hari itu ditutup dengan refleksi ringan dari guru, memberikan pujian atas usaha anak-anak, dan menjelaskan kembali secara singkat manfaat dari apa yang mereka lakukan. Anak-anak terlihat bangga dengan hasil karyanya, dan suasana kelas penuh dengan semangat belajar. Melalui kegiatan sederhana seperti ini, TK B Al Siddiq International terus berupaya menanamkan dasar-dasar penting dalam proses berpikir dan belajar anak secara menyenangkan dan bermakna.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Klik, Bentuk, Jadi Rumah! Belajar ICT Jadi Menyenangkan!

Pada hari Kamis, 6 November 2025, siswa-siswi TK B Al Siddiq International mengikuti kegiatan pembelajaran ICT yang berlangsung di lab komputer sekolah. Kegiatan ini difokuskan pada penggunaan aplikasi Paint, sebuah program menggambar digital sederhana yang dirancang untuk memperkenalkan anak-anak pada teknologi sambil mengasah kreativitas mereka.Dalam pembelajaran kali ini, anak-anak diajak untuk membuat gambar rumah menggunakan fitur shape (bentuk) yang tersedia di Paint. Aktivitas ini bukan hanya melatih kemampuan dasar komputer, tetapi juga memperkenalkan konsep bentuk-bentuk geometris seperti persegi, segitiga, dan lingkaran. Anak-anak belajar mengenali dan menggabungkan bentuk-bentuk tersebut untuk menciptakan ilustrasi rumah sederhana, lengkap dengan atap, pintu, dan jendela.Sebelum mulai menggambar, anak-anak dibimbing untuk menyalakan komputersecara mandiri dengan menekan tombol power pada CPU. Setelah komputer menyala, mereka diajari cara membuka aplikasi Paint dengan mengklik ikon search, lalu mengetik kata “Paint” di kolom pencarian. Setelah aplikasi terbuka, guru memberikan arahan langkah demi langkah yang mudah diikuti.Anak-anak tampak antusias mengikuti instruksi guru, mulai dari memilih bentuk, mengganti warna, hingga menyusun bentuk-bentuk menjadi gambar rumah. Proses ini bukan hanya mengasah motorik halus melalui penggunaan mouse, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dalam menggunakan perangkat digital. Guru juga mendorong anak-anak untuk berkreasi dan menambahkan elemen lain seperti matahari atau pohon jika mereka ingin.Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan teknologi secara positif sejak dini dan mengembangkan kreativitas visual anak-anak melalui media digital. Dengan menggunakan fitur shape di Paint, anak-anak belajar berpikir sistematis—bagaimana menggabungkan bagian-bagian menjadi satu kesatuan yang bermakna. Selain itu, mereka juga belajar mengikuti instruksi, menyelesaikan tugas, dan merasa bangga atas hasil karya mereka sendiri.Kegiatan ini menunjukkan bahwa dengan pendekatan yang tepat, teknologi bisa menjadi alat pembelajaran yang menyenangkan dan edukatif, bahkan bagi anak usia dini.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Chef Cilik di TK Al Siddiq: Belajar dari Dapur Kelas Sendiri

Pada hari Kamis, 30 Oktober 2025, TK Al Siddiq International mengadakan kegiatan cooking class yang melibatkan seluruh siswa di masing-masing kelas. Kegiatan ini mengangkat tema membuat sushi sederhana dengan bahan-bahan yang aman dan ramah anak. Setiap kelas menjadi lokasi utama kegiatan, agar anak-anak bisa merasa nyaman dan fokus dalam lingkungan yang sudah mereka kenal. Cooking class ini menjadi momen istimewa yang ditunggu-tunggu karena memberikan pengalaman langsung yang menyenangkan dan edukatif bagi anak-anak.Seperti biasa, kegiatan diawali dengan rutinitas harian: line up, circle time, sholat dhuha, dan snack time. Setelah itu, guru mulai mempersiapkan segala kebutuhan cooking class. Meja-meja dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Di setiap meja, alat dan bahan seperti nori, nasi, sosis, crab stick, keju, wortel, dan zucchini sudah tersedia. Semua anak mengenakan celemek dan sarung tangan plastik agar tetap bersih dan higienis selama proses memasak.Anak-anak kemudian diarahkan untuk mengambil nasi dan meletakkannya di atas nori, lalu menambahkan isian seperti sosis, crab stick, keju, wortel, dan zucchini sesuai selera mereka. Setelah semua bahan tersusun, mereka belajar menggulung sushi dengan hati-hati. Beberapa anak tampak antusias mencoba sendiri, sementara yang lain meminta bantuan guru. Setelah selesai menggulung, guru membantu mereka memotong sushi menjadi beberapa bagian kecil, siap untuk dinikmati bersama.Kegiatan ini dirancang bukan sekadar untuk bersenang-senang, tetapi juga untuk mendukung enam aspek perkembangan anak usia dini, yaitu: Motorik halus, melalui kegiatan menggulung dan memotong sushi yang melatih koordinasi tangan. Kognitif, saat anak mengikuti langkah-langkah memasak dan mengenali urutan proses. Bahasa, melalui interaksi dengan teman dan guru selama kegiatan berlangsung. Sosial-emosional, dengan bekerja sama dalam kelompok kecil dan belajar bergiliran. Nilai agama dan moral, melalui kebiasaan menjaga kebersihan, bersyukur, dan bersikap sabar. Seni, melalui penyusunan sushi yang menarik secara visual dan memberi kebebasan berkreasi.Cooking class ini memberikan ruang bagi anak untuk belajar dengan cara yang menyenangkan, langsung, dan penuh makna. Mereka tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga belajar disiplin, kebersamaan, serta percaya diri dalam mencoba hal-hal baru. Kegiatan ini membuktikan bahwa memasak bisa menjadi media belajar yang holistik dan menyenangkan bagi anak usia dini. Diharapkan pengalaman ini akan menjadi kenangan berharga dan memupuk rasa ingin tahu mereka terhadap dunia kuliner dan keterampilan hidup lainnya.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Market Day Seru Bersama Kakak-Kakak Secondary

Pada hari Rabu, 29 Oktober 2025, siswa dan siswi TK Al Siddiq International mengikuti kegiatan edukatif yang berbeda dari biasanya. Mereka berpartisipasi dalam kegiatan Market Day yang diselenggarakan oleh siswa/i secondary di lapangan sekolah Al Siddiq. Suasana pagi itu ramai dan penuh semangat, di mana anak-anak TK tampak antusias menjelajahi berbagai stand yang tersedia.Sebelum kegiatan dimulai, anak-anak tetap menjalankan rutinitas harian seperti biasa. Mereka memulai dengan line up, dilanjutkan circle time, dan kemudian melaksanakan salat duha bersama. Setelah itu, mereka diminta untuk menghabiskan bekal snack yang telah dibawa dari rumah agar siap mengikuti aktivitas Market Day dengan lebih fokus dan nyaman.Dengan dipandu oleh guru, anak-anak kemudian diajak berjalan menuju lapangan sekolah. Di sana, mereka disambut dengan deretan stand yang menyajikan berbagai makanan, minuman, hingga aksesoris menarik. Stand-stand tersebut dikelola oleh kakak-kakak secondary yang tampak serius namun tetap ramah melayani para pengunjung kecil mereka. Suasana edukatif pun terasa kental, namun dikemas dengan cara menyenangkan.Selama kunjungan, anak-anak didampingi guru untuk menukarkan uang yang mereka bawa dari rumah dengan barang-barang yang mereka inginkan. Proses ini menjadi sarana langsung bagi anak-anak untuk mengenal konsep jual beli, nilai uang, dan latihan berhitung sederhana. Misalnya, mereka belajar bahwa satu barang bisa memiliki harga tertentu dan bahwa uang harus cukup untuk membelinya. Anak-anak juga dilatih untuk menghitung kembali uang kembalian yang mereka terima.Kegiatan Market Day ini bukan sekadar ajang bermain atau berbelanja, tapi juga menjadi pengalaman belajar yang sangat berarti. Anak-anak belajar secara langsung dan kontekstual tentang bagaimana transaksi jual beli bekerja. Mereka juga diajak untuk berinteraksi, memilih, memutuskan, dan menghargai uang serta barang yang mereka beli. Melalui pengalaman ini, nilai edukatif dan keseruan berhasil berpadu dengan sangat baik di lapangan sekolah Al Siddiq.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Yuk, Cek Gigi, Kuku, dan Telinga!

Pada hari Kamis, 23 Oktober 2025, murid TK A dan B Al Siddiq International mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan rutin yang dilakukan oleh petugas dari Puskesmas. Kegiatan ini berlangsung di kelas masing-masing, sehingga anak-anak tetap merasa nyaman di lingkungan belajar mereka. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak secara menyeluruh sejak usia dini.Pemeriksaan yang dilakukan meliputi beberapa aspek penting, yaitu kondisi kuku, gigi, dan telinga, serta evaluasi fokus dan keterampilan motorik halus anak. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi sedini mungkin adanya gangguan atau masalah kesehatan yang mungkin tidak terlihat secara kasat mata. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah preventif untuk menjaga kebersihan pribadi dan memantau perkembangan koordinasi serta konsentrasi anak.Kegiatan diawali dengan tugas menggambar sosok manusia secara lengkap di atas kertas kecil. Dari hasil gambar ini, petugas dapat melihat perkembangan kemampuan observasi, fokus, dan koordinasi visual anak. Setelah itu, anak-anak diminta membuka dan meng-kancingkan kembali baju mereka sendiri. Aktivitas ini sederhana namun penting untuk menilai motorik halus dan kemandirian anak dalam melakukan aktivitas sehari-hari.Selanjutnya, anak-anak diberikan obat cacing sebagai bagian dari program pencegahan penyakit cacingan yang umum dilakukan pada usia anak-anak. Pemberian obat ini dilakukan secara teratur dan sesuai dengan standar kesehatan anak oleh petugas yang berwenang. Anak-anak diberi penjelasan singkat dengan bahasa yang mudah dipahami agar tidak merasa takut atau cemas.Terakhir, petugas melakukan pemeriksaan langsung pada kuku, telinga, dan gigi anak-anak. Mereka memastikan kebersihan dan kesehatan organ-organ ini serta mencatat jika ditemukan kondisi yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Pemeriksaan ini juga menjadi momen edukatif bagi anak-anak untuk belajar menjaga kebersihan diri sejak dini, seperti rutin menggunting kuku, menyikat gigi dengan benar, dan menjaga kebersihan telinga.Melalui kegiatan ini, sekolah berharap anak-anak dapat tumbuh sehat dan berkembang optimal, baik secara fisik maupun mental. Kolaborasi antara sekolah, tenaga medis, dan orang tua sangat penting dalam membentuk kebiasaan hidup sehat yang akan terus dibawa hingga dewasa.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Teknologi Jadi Sahabat Anak: Eksplorasi Paint di TK Al Siddiq

Pada hari Kamis, 16 Oktober 2025, murid-murid TK B mengikuti kegiatan pembelajaran ICT (Information and Communication Technology) di Lab Computer TK Al Siddiq International. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengenalan teknologi sejak usia dini, di mana anak-anak diperkenalkan dengan penggunaan komputer secara mandiri dan menyenangkan. Fokus pembelajaran kali ini adalah mengenal dan menggunakan aplikasi Paint untuk menggambar bentuk-bentuk sederhana.Kegiatan ini dimulai dengan arahan guru agar anak-anak menyalakan komputer masing-masing, mengikuti langkah-langkah yang telah diajarkan sebelumnya. Setelah komputer menyala, anak-anak diminta mengetik huruf “p-a-i-n-t” pada kolom pencarian, lalu mengklik aplikasi tersebut. Proses ini melatih kemampuan mengikuti instruksi dan pengenalan huruf melalui keyboard. Meskipun sederhana, langkah ini menjadi pondasi penting bagi keterampilan digital mereka di masa depan.Setelah aplikasi terbuka, anak-anak mulai menggambar menggunakan mouse. Mereka diminta membuat bentuk-bentuk dasar seperti lingkaran, persegi, dan garis dengan fitur shape yang tersedia di Paint. Kegiatan menggambar ini bukan sekadar latihan kreativitas, tetapi juga dirancang untuk melatih motorik halus, koordinasi tangan-mata, serta keterampilan mengontrol gerakan jari saat menggunakan perangkat digital.Tujuan utama dari kegiatan ini adalah agar anak-anak terbiasa dengan teknologi, memahami fungsi dasar komputer, dan dapat menggunakan aplikasi kreatif seperti Paint untuk mengekspresikan ide mereka. Selain itu, kegiatan ini membantu membentuk kepercayaan diri anak dalam menggunakan teknologi secara mandiri dan aman. Melalui aktivitas yang menyenangkan ini, proses belajar terasa lebih alami dan tidak membebani.Pembelajaran ICT di TK Al Siddiq International tidak hanya mengenalkan anak-anak pada dunia digital, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan penting abad 21 secara bertahap. Dengan pendekatan yang ramah anak dan berorientasi pada eksplorasi, murid TK B belajar bahwa teknologi bisa menjadi alat bantu belajar yang seru, kreatif, dan bermanfaat.By Inka Amalia, S.Pd