Al Siddiq International School

TK

Kegiatan, TK

Generasi Cilik Islami

Lomba Pildacil dan Lomba Mewarnai Kaligrafi menjadi rangkaian kegiatan yang diikuti oleh murid TK A dan TK B Al Siddiq International. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi anak usia dini. Melalui dua lomba ini, anak-anak diajak mengekspresikan diri, mengasah kreativitas, dan menumbuhkan rasa percaya diri sejak kecil.Lomba Pildacil dilaksanakan pada Kamis, 5 Maret 2026, bertempat di Masjid Al Siddiq International. Sementara itu, Lomba Mewarnai Kaligrafi dilaksanakan pada Jumat, 6 Maret 2026, di kelas masing-masing. Pemilihan tempat yang berbeda membuat suasana lomba terasa lebih variatif. Di masjid, anak-anak belajar tampil dengan suasana yang lebih resmi dan khidmat. Di kelas, mereka bisa lebih santai dan fokus pada karya yang dibuat.Pada Lomba Pildacil, MC memanggil nama anak satu per satu untuk maju ke depan. Setiap anak tampil mengenakan kostum spesial dan membawa properti yang telah disiapkan. Mereka menyampaikan materi sesuai topik yang sudah diberikan guru, yaitu tentang puasa, salat tarawih, dan Hari Raya Idul Fitri. Dengan cara ini, anak-anak belajar berbicara di depan umum, mengingat materi, serta menyampaikan pesan dengan berani dan penuh semangat.Adapun pada Lomba Mewarnai Kaligrafi, setiap anak menerima lembar kerja bergambar kaligrafi bertuliskan “Ramadhan”. Anak-anak kemudian mewarnai sesuai kreativitas masing-masing, dengan waktu yang diberikan selama 60 menit. Kegiatan ini melatih kesabaran, ketelitian, serta kemampuan motorik halus. Selain itu, anak juga belajar mengenal dan mencintai huruf-huruf Arab melalui kegiatan yang menyenangkan.Tujuan dari Lomba Pildacil adalah menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini serta melatih keberanian anak dalam berbicara di depan umum. Anak belajar menyampaikan pesan dengan bahasa sederhana yang mereka pahami. Sementara itu, Lomba Mewarnai Kaligrafi bertujuan mengembangkan kreativitas, imajinasi, dan rasa percaya diri terhadap hasil karya sendiri.Manfaat dari kedua lomba ini sangat besar bagi perkembangan anak TK. Anak tidak hanya belajar tentang materi agama, tetapi juga belajar disiplin, fokus, dan menghargai usaha diri sendiri maupun teman. Pengalaman tampil dan berkarya ini akan menjadi kenangan berharga yang membantu membentuk karakter anak yang percaya diri, kreatif, dan berakhlak baik.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Lomba Adzan dan Wudhu di Hari Senin Penuh Berkah

Pada hari Senin, 2 Maret 2026, TK Al Siddiq International mengadakan Lomba Ramadhan yang diikuti oleh anak-anak TK A dan TK B. Kegiatan ini terdiri dari dua cabang lomba, yaitu lomba adzan dan lomba wudhu. Acara ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan Ramadhan yang bertujuan menanamkan nilai-nilai ibadah sejak usia dini dengan cara yang menyenangkan dan bermakna.Lomba adzan diikuti oleh seluruh anak TK laki-laki. Kegiatan ini dilaksanakan di kelas Zainab. Setiap peserta mendapat kesempatan tampil satu per satu untuk mengumandangkan adzan di depan teman-teman dan guru. Lomba adzan hanya dilaksanakan satu kali penampilan untuk setiap peserta. Melalui kegiatan ini, anak-anak dilatih untuk berani tampil, percaya diri, serta mengenal lafaz adzan dengan baik dan benar sejak kecil.Sementara itu, lomba wudhu diikuti oleh seluruh anak TK perempuan dan dilaksanakan di Masjid Al Siddiq. Berbeda dengan lomba adzan, lomba wudhu terdiri dari beberapa babak, mulai dari babak penyisihan, semi final, hingga final. Setiap peserta diminta mempraktikkan tata cara wudhu sesuai urutan yang benar. Dengan adanya beberapa babak, anak-anak semakin termotivasi untuk memperbaiki gerakan dan urutan wudhu mereka.Tujuan dari lomba adzan adalah membiasakan anak-anak laki-laki mengenal panggilan shalat serta menumbuhkan rasa cinta terhadap masjid dan ibadah. Selain itu, lomba ini membantu melatih keberanian, konsentrasi, dan kemampuan berbicara di depan umum. Bagi anak-anak perempuan, lomba wudhu bertujuan agar mereka memahami tata cara bersuci dengan benar sebagai bagian penting dari shalat. Manfaatnya bukan hanya pada kemampuan praktik, tetapi juga membentuk kedisiplinan, ketelitian, dan kebiasaan menjaga kebersihan diri.Secara keseluruhan, Lomba Ramadan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak TK A dan TK B Al Siddiq International. Dengan pelaksanaan di Masjid dan di kelas Zainab, anak-anak dapat merasakan suasana belajar yang berbeda dan lebih bermakna. Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai ibadah dapat tertanam sejak dini dan menjadi bekal yang baik bagi tumbuh kembang mereka di masa depan.By Inka Amalia, S. Pd

Kegiatan, TK

Siap Lomba, Siap Berkah: Kegiatan Spesial Ramadhan TK Al Siddiq

Dalam rangka mempersiapkan kegiatan lomba yang akan dilaksanakan pada pekan berikutnya, murid TK A dan TK B Al Siddiq International mengikuti kegiatan membuat name tag pada hari Jum’at, 27 Februari 2025. Selain itu, selama bulan Ramadhan, sekolah juga mengadakan kegiatan tausiyah harian sebagai pengganti waktu snack time. Kedua kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pembiasaan positif yang mendukung kesiapan anak, baik secara keterampilan maupun pembentukan karakter.Kegiatan membuat name tag dilaksanakan di kelas masing-masing. Guru menyediakan kertas karton putih sebagai bahan utama. Anak-anak diberi kebebasan untuk menghias name tag sesuai kreativitas mereka, mulai dari memberi warna, menggambar, hingga menambahkan hiasan sederhana. Setelah itu, mereka menuliskan nama masing-masing pada name tag tersebut. Untuk murid TK A, penulisan nama masih dibantu oleh guru agar hasilnya lebih rapi dan mudah dibaca. Sementara itu, murid TK B sudah menuliskan namanya sendiri tanpa bantuan, sebagai bentuk latihan kemandirian dan kepercayaan diri.Pembuatan name tag ini bertujuan untuk melatih tanggung jawab dan rasa memiliki terhadap perlengkapan pribadi, terutama menjelang lomba. Dengan membuat dan menghias sendiri name tag mereka, anak-anak belajar mengenali identitas diri sekaligus membangun rasa bangga terhadap hasil karyanya. Kegiatan ini juga melatih motorik halus, kreativitas, serta kemampuan menulis sesuai tahap perkembangan masing-masing kelompok.Selama bulan Ramadan, kegiatan tausiyah dilaksanakan setiap hari setelah salat duha sebagai pengganti waktu snack time. Tausiyah diadakan di masjid atau di kelas Zainab, tergantung pada jadwal dan kondisi hari itu. Penceramahnya bergantian dari seluruh guru TK Al Siddiq, sehingga anak-anak dapat mendengarkan berbagai gaya penyampaian yang tetap hangat dan sesuai dengan usia mereka. Topik yang disampaikan pun beragam, seperti keutamaan berpuasa, pentingnya berbagi, adab kepada orang tua dan guru, serta kebiasaan baik di bulan Ramadan.Kegiatan tausiyah ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami. Dengan mengganti waktu snack time menjadi waktu mendengarkan tausiyah, anak-anak belajar bahwa Ramadhan adalah bulan yang istimewa dan perlu diisi dengan kegiatan yang lebih bermakna. Mereka juga dilatih untuk duduk tenang, mendengarkan dengan baik, dan menghargai orang yang sedang berbicara.Melalui kegiatan membuat name tag dan tausiyah harian, murid TK A dan TK B tidak hanya dipersiapkan untuk mengikuti lomba, tetapi juga dibimbing untuk tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan berakhlak baik. Suasana belajar pun terasa lebih hidup dan terarah. Setiap kegiatan dirancang bukan hanya untuk mengisi waktu, melainkan untuk membentuk pengalaman belajar yang bermakna selama bulan Ramadan.By Inka Amalia, S. Pd

Kegiatan, TK

Belajar Pola dan Warna Lewat Karya Ramadhan

Dalam rangka menyambut suasana Ramadhan, murid TK A dan TK B Al Siddiq International mengikuti dua kegiatan kreatif yang berlangsung di kelas masing-masing. Pada hari Rabu, 25 Februari 2025, anak-anak membuat stempel bergambar masjid. Kemudian pada hari Kamis, 26 Februari 2026, mereka melanjutkan dengan kegiatan membuat hiasan ketupat. Kedua kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari pembelajaran tematik yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini.Pada kegiatan membuat stamp, guru terlebih dahulu menyiapkan pola gambar masjid. Untuk murid TK A, pola masjid sudah dibantu digunting oleh guru agar anak-anak bisa langsung fokus pada proses stamping. Sementara itu, murid TK B diberi kesempatan untuk menggunting pola masjidnya sendiri dengan arahan guru. Setelah itu, guru membagikan kertas polos sebagai media. Anak-anak kemudian memberi cat pada pola dan melakukan stamping berulang kali hingga seluruh permukaan kertas tertutup warna. Langkah terakhir yang paling dinanti adalah mencabut pola masjid, sehingga tampak siluet masjid yang rapi dan menarik di atas kertas mereka.Keesokan harinya, kegiatan dilanjutkan dengan membuat hiasan ketupat. Untuk murid TK A, guru telah menyiapkan potongan bulat-bulat kertas yang siap disusun. Anak-anak menyusunnya mengikuti pola a-b-a-b, sehingga mereka belajar mengenal pola berulang secara sederhana. Setelah susunan selesai, mereka menambahkan gantungan di bagian bawah dan tali di bagian atas sebagai sentuhan akhir. Pada murid TK B, guru menyiapkan setengah dari bulat-bulat tersebut, sementara setengah lainnya dibuat sendiri oleh anak-anak. Setelah semua bagian lengkap, mereka menyusunnya dengan pola yang sama dan menambahkan gantungan serta tali agar dapat digantung sebagai hiasan.Kegiatan ini memiliki beberapa tujuan penting. Selain mengenalkan simbol-simbol yang dekat dengan bulan Ramadhan seperti masjid dan ketupat, kegiatan ini juga melatih motorik halus anak melalui aktivitas menggunting, menempel, mencetak, dan menyusun pola. Anak-anak belajar mengikuti instruksi secara bertahap, melatih konsentrasi, serta mengembangkan kreativitas dalam memilih dan memadukan warna. Khusus pada kegiatan menyusun ketupat, mereka juga belajar mengenal konsep pola dan urutan secara sederhana.Melalui kegiatan ini, murid TK A dan TK B tidak hanya menghasilkan karya yang indah, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna. Perbedaan tingkat kemandirian antara TK A dan TK B menjadi bagian dari proses pembelajaran yang disesuaikan dengan usia dan kemampuan masing-masing. Suasana kelas pun terasa hidup dan penuh semangat. Dengan kegiatan seperti ini, pembelajaran menjadi lebih menyenangkan sekaligus memperkuat pemahaman anak tentang makna dan tradisi Ramadhan.By Inka Amalia, S. Pd

Kegiatan, TK

Lampion dan Mozaik Penuh Warna untuk Ramadhan

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, murid TK A dan TK B Al Siddiq International mengikuti kegiatan kreatif membuat lampion dan gantungan mozaik berbentuk bulan dan bintang. Kegiatan ini menjadi momen yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi anak-anak. Dengan suasana kelas yang penuh semangat, mereka belajar sambil berkarya menggunakan tangan dan imajinasi mereka sendiri.Pembuatan lampion dilaksanakan pada hari Senin, 23 Februari 2025, di kelas masing-masing. Guru terlebih dahulu mencetak pola lampion yang sudah disiapkan. Anak-anak kemudian menghiasnya dengan memberi warna sesuai kreativitas mereka. Untuk TK A, tulisan “Ramadan Mubarak” sudah tersedia pada pola, sehingga mereka fokus mewarnai dan memperindah tampilannya. Sementara itu, murid TK B menulis sendiri “Ramadan Mubarak” menggunakan krayon sebelum menghias lampion mereka. Dalam prosesnya, murid TK A masih dibantu guru saat menggunting pola dan menempelkan bagian-bagiannya dengan lem. Adapun murid TK B melakukannya secara mandiri, dengan guru yang hanya mengarahkan langkah-langkahnya.Keesokan harinya, Selasa, 24 Februari 2026, kegiatan dilanjutkan dengan membuat gantungan mozaik bulan dan bintang. Guru menyiapkan kertas origami sebagai bahan utama mozaik dan mencetak pola bulan serta bintang. Anak-anak kemudian mengisi pola tersebut dengan tempelan potongan kertas warna-warni. Setelah seluruh permukaan tertutup rapi, hasil karya digunting mengikuti bentuknya dan diberi tali agar dapat digantung sebagai hiasan.Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan makna dan suasana Ramadhan kepada anak-anak sejak dini dengan cara yang menyenangkan dan sesuai usia mereka. Selain itu, kegiatan ini juga melatih motorik halus melalui aktivitas mewarnai, menggunting, menempel, dan menulis. Anak-anak belajar mengikuti instruksi, bersabar menyelesaikan tugas, serta menumbuhkan rasa percaya diri ketika melihat hasil karya mereka selesai. Perbedaan tingkat kemandirian antara TK A dan TK B juga menjadi bagian dari proses pembelajaran yang disesuaikan dengan tahap perkembangan masing-masing.Melalui kegiatan membuat lampion dan mozaik ini, murid TK A dan TK B tidak hanya menghasilkan hiasan Ramadhan yang indah, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang berharga. Mereka belajar bekerja dengan rapi, bertanggung jawab terhadap tugasnya, dan menghargai hasil karya sendiri maupun teman-temannya. Suasana kelas pun terasa hangat dan penuh keceriaan, mencerminkan semangat menyambut Ramadhan dengan hati yang gembira.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Sambut Ramadhan dengan Karya: Kegiatan Online Murid TK Al Siddiq International

Pada Rabu dan Kamis, 18 dan 19 Februari 2026, murid TK Al Siddiq International melaksanakan pembelajaran online menggunakan LMS. Kegiatan ini dilakukan dari rumah masing-masing dengan cara mengerjakan dan mengumpulkan tugas dalam bentuk video melalui platform LMS yang telah disediakan sekolah. Meskipun sedang dalam masa libur menjelang bulan puasa, proses belajar tetap berjalan dengan cara yang lebih fleksibel dan kreatif.Sebelumnya, pada Senin, 16 Februari 2026, wali kelas telah memberikan pengumuman kepada orang tua mengenai rencana pembelajaran online tersebut. Dalam pengumuman itu dijelaskan secara rinci tugas-tugas yang perlu dibuat oleh anak-anak, lengkap dengan petunjuk pengerjaan dan batas waktu pengumpulan. Orang tua diminta untuk mendampingi putra-putrinya selama proses pembuatan tugas, sekaligus membantu dalam proses perekaman dan pengunggahan video ke LMS.Pada hari Rabu, anak-anak mendapatkan tugas untuk membuat video ucapan menyambut bulan Ramadhan. Melalui kegiatan ini, mereka belajar menyampaikan kalimat sederhana dengan percaya diri, sekaligus memahami makna datangnya bulan suci. Setiap anak merekam video ucapan dengan gaya dan ekspresi masing-masing. Ada yang tampil sambil tersenyum malu-malu, ada pula yang penuh semangat menyampaikan doa dan harapan menyambut Ramadhan.Kemudian pada hari Kamis, tugas dilanjutkan dengan membuat Ramadan card. Anak-anak diajak berkreasi membuat kartu bertema Ramadhan menggunakan bahan yang ada di rumah. Proses pembuatan kartu direkam dalam bentuk video, mulai dari menyiapkan alat dan bahan, menghias kartu, hingga menunjukkan hasil akhirnya. Setelah selesai, anak-anak juga membuat video presentasi sederhana untuk menjelaskan karya mereka. Kegiatan ini melatih kreativitas, motorik halus, serta keberanian berbicara di depan kamera.Pembelajaran menggunakan LMS dengan sistem pengumpulan video memiliki beberapa tujuan penting. Pertama, agar kegiatan belajar tetap terstruktur meskipun sedang libur sebelum puasa. Kedua, melatih kemandirian dan tanggung jawab anak dalam menyelesaikan tugas. Ketiga, membangun kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendampingi proses belajar di rumah. Selain itu, penggunaan LMS juga membantu anak dan orang tua semakin terbiasa dengan teknologi secara positif dan terarah.By Inka Amalia, S. Pd

Kegiatan, TK

Supervisi Akademik sebagai Upaya Penguatan Profesionalisme Guru TK Al Siddiq International

Kegiatan supervisi di TK Al Siddiq International dilaksanakan sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pembelajaran di sekolah. Supervisi ini bukan sekadar kegiatan penilaian, tetapi lebih pada proses pendampingan dan pembinaan bagi para guru. Melalui supervisi, sekolah ingin memastikan bahwa proses belajar mengajar berjalan efektif, terarah, dan sesuai dengan visi serta standar yang telah ditetapkan.Kegiatan ini berlangsung di ruang kelas masing-masing guru, sehingga proses observasi dilakukan secara langsung dalam situasi pembelajaran yang sebenarnya. Dengan demikian, kepala sekolah dan observer dapat melihat bagaimana guru mengelola kelas, menyampaikan materi, berinteraksi dengan anak-anak, serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan aman bagi siswa.Supervisi dilaksanakan selama empat hari, mulai hari Senin hingga Kamis, tanggal 9 sampai 12 Februari 2026. Jadwal supervisi telah dibagikan sebelumnya oleh kepala sekolah kepada setiap guru TK Al Siddiq International. Dengan adanya jadwal yang jelas, para guru dapat mempersiapkan pembelajaran dengan baik tanpa mengubah pola mengajar mereka secara berlebihan, karena supervisi ini memang dirancang untuk melihat kegiatan belajar yang berlangsung secara alami.Dalam pelaksanaannya, guru tetap mengajar seperti biasa sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah disusun. Kepala sekolah bersama Kepala Keislaman Al Siddiq International bertindak sebagai observer di dalam kelas. Mereka mengamati jalannya kegiatan pembelajaran, mulai dari pembukaan, kegiatan inti, hingga penutup. Fokus pengamatan meliputi strategi mengajar, penggunaan media, pengelolaan waktu, serta respons siswa selama kegiatan berlangsung.Tujuan supervisi bagi guru adalah untuk membantu meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogik. Melalui masukan yang diberikan, guru dapat mengetahui kelebihan yang perlu dipertahankan serta aspek yang masih perlu ditingkatkan. Bagi kepala sekolah, supervisi menjadi sarana untuk memetakan kualitas pembelajaran di sekolah, memastikan standar mutu tetap terjaga, serta merencanakan program pengembangan guru yang lebih tepat sasaran.Setelah jam mengajar selesai, setiap guru mendapatkan sesi evaluasi dan umpan balik secara langsung. Pada tahap ini, kepala sekolah dan observer menyampaikan hasil pengamatan secara konstruktif dan terbuka. Diskusi dilakukan dengan suasana yang mendukung, sehingga guru merasa dihargai dan termotivasi untuk terus berkembang. Dengan adanya kegiatan supervisi ini, diharapkan kualitas pembelajaran di TK Al Siddiq International semakin baik dan memberikan dampak positif bagi perkembangan anak-anak.By Inka Amalia, S. Pd

Kegiatan, TK

Semangat Mengikuti Tarhib Ramadhan

Pada hari Jum’at, 13 Februari 2026, siswa-siswi TK Al Siddiq International mengikuti kegiatan Tarhib Ramadhan yang diadakan di sekitar lingkungan sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan penuh sukacita. Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, dan dengan melibatkan anak-anak sejak dini dalam kegiatan semacam ini, mereka diharapkan dapat merasakan semangat menyambut bulan suci serta memahami pentingnya berbagi dan saling peduli.Kegiatan Tarhib Ramadhan diikuti oleh seluruh siswa-siswi TK Al Siddiq bersama dengan siswa SD dan SMP. Semua peserta berkumpul di lapangan sekolah untuk memulai rangkaian acara. Suasana penuh kegembiraan terlihat jelas saat anak-anak saling berinteraksi, mengenakan seragam yang rapi dan bersemangat. Acara dimulai dengan pembukaan oleh ketua keislaman Al Siddiq yang menyampaikan pesan penting mengenai makna Ramadhan serta mengajak seluruh peserta untuk menyambut bulan penuh ampunan ini dengan hati yang bersih.Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi dokumentasi bersama. Para siswa, baik dari TK, SD, maupun SMP, berpose bersama sebagai tanda kebersamaan dalam menyambut Ramadhan. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk saling mengenal dan berinteraksi dengan teman-teman dari jenjang yang lebih tinggi. Hal ini juga menjadi momen yang tak terlupakan bagi mereka, karena dapat merasakan semangat kebersamaan dalam rangka menyambut bulan penuh berkah.Setelah sesi dokumentasi, anak-anak berbaris bersama dengan anak-anak SD dan SMP untuk memulai kegiatan jalan santai. Dengan diiringi semangat yang tinggi, mereka berjalan bersama-sama mengelilingi lingkungan sekitar sekolah. Sepanjang perjalanan, mereka juga membagikan cemilan kecil kepada warga sekitar sebagai bentuk berbagi kebahagiaan menyambut Ramadhan. Kegiatan ini juga mengajarkan nilai-nilai sosial dan pentingnya berbagi dengan sesama, yang merupakan salah satu ajaran utama dalam agama Islam.Akhirnya, setelah selesai membagikan cemilan, seluruh peserta kembali ke sekolah dengan hati yang gembira. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman menyambut Ramadhan, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antar siswa dari berbagai jenjang pendidikan. Dengan adanya kegiatan Tarhib Ramadhan ini, diharapkan anak-anak dapat semakin memahami makna bulan suci Ramadhan, serta dapat merasakan kebahagiaan dalam berbagi dengan sesama.By Inka Amalia, S. Pd

Kegiatan, TK

Sehari Menjadi Anak Siaga Bencana

Pada hari Selasa, 3 Februari 2026, anak-anak TK Al Siddiq International kembali melanjutkan rangkaian kegiatan Educational Field Trip yang seru dan penuh pembelajaran. Setelah sebelumnya mengunjungi Perpustakaan Nasional, perjalanan dilanjutkan menuju BPBD DKI Jakarta. Kunjungan ini menjadi pengalaman baru yang sangat berharga karena anak-anak diperkenalkan pada dunia kesiapsiagaan bencana dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan anak-anak sejak dini tentang pentingnya keselamatan diri serta cara menghadapi situasi darurat. Melalui kunjungan ke BPBD, anak-anak belajar bahwa bencana seperti gempa bumi, kebakaran, dan banjir bisa terjadi, namun kita dapat mengurangi risiko dengan mengetahui langkah-langkah yang tepat. Selain itu, kegiatan ini juga melatih keberanian, ketenangan, dan kemampuan anak untuk mengikuti instruksi saat berada dalam situasi darurat.Setelah tiba di BPBD DKI Jakarta, anak-anak langsung dibagi menjadi empat kelompok kecil agar kegiatan dapat berjalan tertib dan efektif. Setiap kelompok bergiliran mengunjungi beberapa pos simulasi yang telah disiapkan oleh petugas. Anak-anak tampak antusias sekaligus penasaran dengan berbagai peralatan dan ruang simulasi yang ada di sana.Pada pos simulasi gempa, anak-anak diajarkan cara melindungi diri, seperti berlindung di bawah meja dan menjaga kepala. Di pos simulasi kebakaran, mereka diperkenalkan pada cara menyelamatkan diri saat terjadi kebakaran, termasuk pentingnya tidak panik dan mengikuti jalur evakuasi. Sementara itu, pada pos P3K, anak-anak belajar mengenal pertolongan pertama sederhana, seperti cara membersihkan luka kecil. Di pos simulasi banjir, mereka mendapat penjelasan tentang bahaya banjir dan pentingnya menjaga lingkungan agar saluran air tidak tersumbat.Yang membuat kegiatan ini semakin menarik, pada pos simulasi P3K dan banjir anak-anak juga berkesempatan mencoba pengalaman menggunakan teknologi Virtual Reality (VR). Dengan bantuan VR, anak-anak dapat melihat gambaran situasi darurat secara lebih nyata namun tetap aman. Mereka terlihat sangat antusias dan menganggap pengalaman tersebut seperti belajar sambil bermain.Kegiatan kunjungan ke BPBD DKI Jakarta ini memberikan banyak pelajaran berharga bagi anak-anak TK Al Siddiq International. Tidak hanya menambah wawasan tentang kebencanaan, tetapi juga menumbuhkan sikap waspada, berani, dan peduli terhadap keselamatan diri serta lingkungan sekitar. Field trip hari itu pun menjadi pengalaman tak terlupakan yang penuh ilmu dan keceriaan.By Inka Amalia, S. Pd

Kegiatan, TK

Sehari Bersama Buku di Perpustakaan Nasional

Pada hari Selasa, 3 Februari 2026, anak-anak TK Al Siddiq International mengikuti kegiatan Educational Field Trip yang penuh keceriaan dan pengalaman baru. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran di luar kelas yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak. Kali ini, tujuan kunjungan kami adalah Perpustakaan Nasional, sebuah tempat yang kaya akan sumber ilmu dan bacaan menarik untuk anak-anak.Kegiatan field trip ini bertujuan untuk menumbuhkan minat baca sejak usia dini, mengenalkan anak-anak pada lingkungan perpustakaan, serta melatih mereka untuk bersikap tertib dan mandiri di tempat umum. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar dengan cara yang menyenangkan, tidak hanya melalui buku di kelas, tetapi juga dari pengalaman langsung di luar sekolah.Perjalanan dimulai dengan penuh semangat. Anak-anak berkumpul terlebih dahulu di depan Bella Vista sebagai titik temu. Setelah semua peserta hadir, kami bersama-sama berangkat menuju Perpustakaan Nasional menggunakan bus. Sepanjang perjalanan, anak-anak terlihat antusias dan tidak sabar untuk segera sampai di tujuan.Sesampainya di Perpustakaan Nasional, kami melakukan dokumentasi bersama di depan gedung sebagai kenang-kenangan. Setelah itu, rombongan naik ke lantai 7, yaitu layanan khusus anak. Di sana, anak-anak mengikuti kegiatan read aloud yang dipandu oleh petugas Perpustakaan Nasional. Mereka mendengarkan cerita dengan penuh perhatian dan terlihat sangat menikmati setiap bagian cerita yang dibacakan.Setelah sesi read aloud, anak-anak diberi kesempatan untuk membaca buku secara mandiri. Mereka bebas memilih buku yang menarik bagi mereka, duduk dengan tenang, dan mulai membuka halaman demi halaman dengan rasa ingin tahu yang besar. Kegiatan ini membantu melatih konsentrasi, kemandirian, serta kecintaan mereka terhadap buku.Sebagai penutup kegiatan, dilakukan penyerahan plakat dari TK Al Siddiq International yang diberikan langsung oleh Kepala Sekolah TK Al Siddiq kepada petugas Perpustakaan Nasional. Momen ini menjadi simbol terima kasih atas sambutan hangat dan pengalaman berharga yang telah diberikan kepada anak-anak. Kegiatan field trip ini menjadi momen penuh kebahagiaan dan kenangan indah yang tidak akan mudah dilupakan oleh anak-anak.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Buah Beri dari Barang Bekas

Pada hari Selasa 27 Januari TK B2 Fatimah Azzahra dan Rabu, 28 Januari 2026 TK B1 Ummu Kultsum Al Siddiq International mengikuti kegiatan kreatif dalam pembelajaran Art & Creativity yang dilaksanakan di kelas seni. Kegiatan kali ini mengangkat tema daur ulang dengan membuat kreasi buah beri dari tutup botol bekas. Anak-anak diajak untuk mengeksplorasi bentuk dan warna sambil mengenal berbagai jenis buah beri seperti stroberi, bluberi, ceri, dan anggur melalui aktivitas yang menyenangkan dan edukatif.Kegiatan dimulai dengan guru memperkenalkan berbagai jenis buah beri kepada anak-anak. Melalui gambar dan cerita singkat, anak-anak belajar mengenal nama-nama buah beri, bentuknya, warna, serta rasa khas dari masing-masing buah. Setelah itu, anak-anak diminta untuk menyebutkan kembali buah-buah beri yang mereka kenal sebagai bentuk interaksi dua arah dan pemahaman awal terhadap materi yang disampaikan.Selanjutnya, anak-anak mulai membuat karya seni dengan menggunakan tutup botol bekas. Tutup-tutup botol tersebut ditempel di atas kertas atau karton dan dibentuk menyerupai buah beri pilihan mereka. Dengan bantuan cat air dan kreativitas masing-masing, anak-anak menghias tutup botol agar menyerupai buah seperti stroberi yang merah dengan bintik putih, bluberi berwarna biru keunguan, anggur yang bergerombol, atau ceri dengan tangkai hijau. Proses ini tidak hanya melatih keterampilan motorik halus anak, tetapi juga mengembangkan kreativitas, kesabaran, dan koordinasi tangan-mata.Setelah karyanya selesai, masing-masing anak diajak untuk menjelaskan buah apa yang telah mereka buat. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemampuan berkomunikasi, meningkatkan rasa percaya diri, dan memberi ruang bagi anak untuk mengekspresikan hasil karyanya. Anak-anak tampak antusias dan bangga saat menunjukkan hasil kreasi mereka di depan teman-temannya.Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengembangkan kreativitas dan imajinasi anak usia dini melalui media daur ulang yang ramah lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan edukasi tentang jenis-jenis buah beri, menanamkan nilai pentingnya menjaga lingkungan, serta membentuk sikap apresiatif terhadap proses dan hasil karya sendiri maupun orang lain. Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana seni dapat diintegrasikan dengan pembelajaran tematik yang mendalam dan menyenangkan bagi anak-anak.By Inka Amalia, S. Pd

Kegiatan, TK

Belajar Matematika Seru Lewat Jeruk

Pada hari Senin, 26 Januari TK B2 Fatimah Azzahra dan Selasa 27 Januari 2026 TK B1 Ummu Kultsum Al Siddiq International melaksanakan kegiatan pembelajaran matematika yang unik dan menyenangkan di kelas Science and Math. Kegiatan ini mengusung tema eksplorasi angka dan pola melalui aktivitas mengupas jeruk, menghitung jumlah ruas buah, serta membuat mozaik dari kulit jeruk. Dengan pendekatan yang bersifat konkret dan menyentuh langsung pengalaman anak, kegiatan ini menjadi salah satu cara efektif untuk memperkenalkan konsep matematika dasar kepada anak usia dini.Kegiatan dimulai dengan setiap anak mendapatkan satu buah jeruk. Anak-anak diajak untuk mengupas kulit jeruk secara mandiri sebagai bentuk pengembangan keterampilan motorik halus. Setelah itu, mereka diminta untuk menghitung jumlah isi jeruk atau ruas buah di dalam satu buah jeruk. Dengan menghitung secara langsung, anak-anak diajak mengenal konsep bilangan dan melatih kemampuan berhitung satu per satu sambil tetap menikmati prosesnya secara menyenangkan.Tidak hanya berhenti pada aktivitas berhitung, anak-anak juga diajak berkreasi dengan memanfaatkan kulit jeruk yang telah dikupas. Kulit-kulit jeruk tersebut digunakan untuk menyusun pola mozaik sederhana di atas kertas. Aktivitas ini bertujuan untuk melatih daya imajinasi, kreativitas, serta pengenalan terhadap konsep pola dan bentuk geometri. Dengan menggunakan media alami seperti kulit jeruk, pembelajaran menjadi lebih bermakna dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan konsep dasar matematika seperti angka, jumlah, dan pola kepada anak-anak usia dini dengan cara yang konkret, kontekstual, dan menyenangkan. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung perkembangan sensorik dan motorik halus anak, menumbuhkan ketelitian, konsentrasi, serta menstimulasi kemampuan berpikir logis dan sistematis. Anak-anak belajar tidak hanya dari teori, tetapi juga dari pengalaman langsung yang dapat mereka rasakan dan pahami.Secara keseluruhan, kegiatan mengupas kulit jeruk, menghitung jumlah ruas, dan membuat mozaik dari kulit jeruk di TK B Al Siddiq International bukan hanya memperkenalkan konsep matematika, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang utuh dan menyenangkan. Dengan pendekatan yang interaktif dan eksploratif, anak-anak menjadi lebih antusias dan aktif dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini membuktikan bahwa matematika dapat diajarkan secara menyenangkan dan penuh makna sejak usia dini.By Inka Amalia, S. Pd