Al Siddiq International School

Uncategorized

Uncategorized

Guru SD Al Siddiq International Ikuti Pelatihan Pembelajaran Mendalam

Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan dan menyesuaikan diri dengan paradigma baru pembelajaran abad ke-21, salah satu guru kelas dari SD Al Siddiq Internatuonal, Ms. Yundara Ulfa Priatna, M.Pd., mengikuti pelatihan dengan tema “Implementasi Pembelajaran Mendalam: Transformasi Pembelajaran yang Berpusat pada Peserta Didik” dengan pembiacara Dr. Eneng Susilawati, M.Sc. yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Bekasi pada tanggal 27 Mei 2025. Acara kegiatan ini dimulai dari pukul 08:00 hingga pukul 14:30 dengan dua sesi acara yaitu sesi workshop dan sesi deep learning.Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para guru dengan pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa menjadi subjek aktif dalam proses belajar, bukan sekadar penerima informasi. Pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) menekankan pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, kolaboratif, komunikasi, dan kreativitas, dikenal sebagai 4C yang sangat relevan dalam menyiapkan peserta didik menghadapi tantangan global. Ms. Dara mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut sangat bermanfaat karena membuka wawasan baru mengenai bagaimana merancang pembelajaran yang lebih menarik dan bermakna bagi anak-anak. “Saya belajar bagaimana mengajak siswa berdiskusi, berkolaborasi, dan berpikir lebih mendalam daripada hanya menghafal materi, Saya pun mengetahui bagaimana reparasi kurikulum yang sudah dilaksanakan di Indonesia. Ada yang harus dibenahi dalam bagian bagiamana murid mengaplikasi pembelajaran kedalam permasalaan hidup sehari-hari ”.Pelatihan berlangsung selama satu hari dengan pendekatan workshop, praktik langsung, serta bimbingan intensif dari fasilitator profesional. Salah satu materi yang paling menarik bagi adalah tentang desain pembelajaran diferensiasi dan strategi asesmen autentik, yang memungkinkan guru memahami kebutuhan belajar setiap siswa secara lebih personal. Implementasi pembelajaran mendalam merupakan bagian dari transformasi pendidikan yang lebih besar, selaras dengan Kurikulum Merdeka yang menekankan pada pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan berorientasi pada karakter peserta didik.Kepala SD Al Siddiq International, mendukung penuh upaya guru-gurunya mengikuti pelatihan seperti ini. Menurut beliau, transformasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik merupakan langkah penting dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan efektif. Dengan pelatihan ini, diharapkan guru-guru SD Al Siddiq International semakin mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan dan mampu mempersiapkan siswa menghadapi tantangan di masa depan.By: Yundara Ulfa Priatna, M,Pd.

Uncategorized

MENGENAL PAKAIAN TRADISIONAL DARI 3 NEGARA ASIA TIMUR

Pada tanggal 26 hingga 28 Mei 2025, peserta didik TK A1 Al Siddiq International School melaksanakan kegiatan yang merupakan rangkaian PJBL Culture, dengan subtema pakaian tradisional dari tiga negara Asia Timur, yaitu Jepang, Korea, dan Cina. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, dari hari Senin hingga Rabu, dan diadakan di dalam kelas bersama wali kelas.Pada hari pertama, anak-anak diperkenalkan dengan nama dan bagian-bagian pakaian tradisional dari ketiga negara tersebut. Mereka belajar bahwa pakaian tradisional Jepang disebut kimono, yang terdiri dari kimono, obi, tabi, dan zori. Pakaian tradisional Korea disebut hanbok, terdiri dari jeogori, chima, dan baji. Sementara itu, pakaian tradisional Cina dikenal dengan nama hanfu, yang terdiri dari ru, qun, chang, beizi, dan pao. Penjelasan diberikan secara interaktif agar anak-anak lebih mudah memahami dan mengingat.Hari kedua diisi dengan kegiatan menempel ikon-ikon khas dari masing-masing negara pada papan tematik di kelas. Anak-anak menempel gambar bunga sakura untuk mewakili Jepang, istana Gyeongbokgung untuk Korea, dan panda bambu untuk Cina. Kegiatan ini membantu anak-anak mengenali lebih dalam budaya setiap negara dengan pendekatan visual dan kreatif.Pada hari ketiga, anak-anak diberi lembaran gambar pakaian tradisional dari Jepang, Korea, dan Cina untuk diwarnai. Kegiatan mewarnai ini tidak hanya melatih keterampilan motorik halus, tetapi juga memperkuat ingatan mereka terhadap bentuk dan nama pakaian tradisional yang telah dipelajari sebelumnya.Melalui rangkaian kegiatan ini, peserta didik mendapatkan pengetahuan dasar tentang keberagaman budaya di Asia Timur. Mereka belajar menghargai perbedaan serta memperluas wawasan budaya sejak dini. Pengenalan terhadap pakaian tradisional dari berbagai negara tidak hanya menambah pengetahuan anak-anak, tetapi juga membentuk sikap toleransi dan rasa ingin tahu terhadap budaya lain.By Inka Amalia, S.Pd

Uncategorized

Mengenal Berbagai Profesi di Kelas Profesi SD Al Siddiq International

Dalam rangka mempersiapkan Al Siddiq Festival yang akan digelar pada akhir Juni mendatang, SD Al Siddiq International melaksanakan gladi kotor pada hari Jumat, 23 Mei 2025. Kegiatan ini berlangsung sejak pagi hingga siang hari dan melibatkan seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 5.Gladi kotor ini merupakan tahap awal dari proses latihan menyeluruh untuk memastikan kelancaran acara puncak. Dalam pelaksanaannya, siswa menampilkan berbagai penampilan yang telah mereka latih selama beberapa minggu terakhir, seperti tari kreasi, tari daerah, storytelling, drama musikal, pertunjukan seni bela diri, dan lainnya.Koordinator acara, Ms. Sayidah Nabilah, S.Pd., menyampaikan bahwa gladi kotor bertujuan untuk melihat kesiapan para peserta sekaligus mengidentifikasi bagian-bagian yang masih perlu diperbaiki. “Dengan gladi kotor ini, kami bisa mengetahui bagian mana yang belum maksimal, sehingga saat gladi bersih dan hari H nanti, semuanya bisa berjalan lancar,” ujarnya.Kepala sekolah SD Al Siddiq International, Ms. Reni Okatavia, S.Si., turut hadir menyaksikan jalannya latihan. Beliau memberikan apresiasi kepada para guru dan siswa atas kerja keras dan semangat mereka dalam mempersiapkan festival. “Ini adalah momen penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kerja sama, dan kebanggaan terhadap sekolah,” katanya.Meskipun masih terdapat beberapa kendala teknis seperti belum hafalnya teks atau koreo, suasana latihan tetap berjalan penuh semangat. Para guru pembimbing terlihat aktif memberikan arahan dan motivasi kepada siswa.Al Siddiq Festival rencananya akan digelar pada 21 Juni 2025 dan terbuka untuk orang tua serta masyarakat sekitar. Kegiatan ini menjadi ajang apresiasi terhadap bakat dan kreativitas siswa yang telah belajar sepanjang tahun ajaran.By: Yundara Ulfa Priatna, M,Pd.

Uncategorized

MEMBUAT MINIATUR MAKANAN TRADISIONAL

Pada hari Selasa hingga Kamis, tanggal 20–22 Mei 2025, anak-anak TK Al Siddiq International School melaksanakan kegiatan kreatif di dalam kelas dengan tema membuat miniatur makanan tradisional dari berbagai negara. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pembelajaran budaya dan menjadi salah satu persiapan menuju exhibition culture, di mana anak-anak akan mempresentasikan hasil karya mereka kepada guru, orang tua, dan teman-teman sekolah lainnya.Anak-anak dibagi ke dalam kelompok sesuai kelas dan negara yang menjadi fokus pembelajaran mereka. Setelah mempelajari berbagai jenis makanan dari negara-negara tersebut, mereka membuat versi miniaturnya dengan menggunakan bahan seperti kain flanel dan clay. Proses ini tidak hanya melibatkan kreativitas, tetapi juga melatih ketelitian dan kerja sama tim. Untuk TK A1, yang mempelajari budaya dari negara-negara Asia seperti Korea, Jepang, dan Tiongkok, miniatur yang dibuat antara lain: kimchi, bibimbap, tteokbokki, sushi, tempura, ramen, dimsum, chow mein, dan wonton.Sementara itu, TK A2 yang mempelajari budaya negara-negara Timur Tengah, membuat miniatur makanan khas seperti Maamul, Falafel, Fattoush Salad, Shish Tawook dan shawarma. Anak-anak di kelas TK B, yang mempelajari budaya dari negara-negara di benua Eropa, membuat miniatur makanan seperti pizza, pasta, burger, donuts. Setiap kelas memiliki keunikan tersendiri dalam mengekspresikan budaya negara melalui bentuk dan warna miniatur makanan yang mereka hasilkan.Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mempersiapkan anak-anak menghadapi pameran budaya, sekaligus memperdalam pemahaman mereka tentang keragaman makanan tradisional di seluruh dunia. Dengan membuat miniatur, anak-anak belajar mengamati bentuk, warna, dan ciri khas makanan secara detail. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong pengembangan motorik halus, kreativitas, dan kemampuan mereka bekerja secara kolaboratif.Melalui proses membuat miniatur makanan, anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang makanan dari berbagai budaya, tetapi juga membangun rasa toleransi, rasa ingin tahu, dan rasa bangga terhadap hasil karya sendiri. Proyek seperti ini mengajarkan bahwa pembelajaran budaya bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan bermakna, sekaligus mengembangkan berbagai aspek keterampilan anak sejak usia dini.By Inka Amalia, S.Pd

Uncategorized

Educational Fieldtrip to Cimory Dairyland Puncak! Discovering Nature and Caring for the Environment

Pada hari Kamis, 22 Mei 2025, murid dari SD Al Siddiq International melaksanakan kegiatan educational fieldtrip ke Cimory Dairyland, yang berlokasi di kawasan Puncak, Bogor. Kegiatan ini mengusung tema “Discovering Nature and Caring for the Environment” yang bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar langsung di alam terbuka sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.Setibanya di Cimory Dairyland, para murid disambut dengan udara segar dan suasana alam yang asri. Aktivitas dimulai dengan tur edukatif di area peternakan sapi perah, di mana siswa dapat melihat secara langsung proses pemerahan susu sapi dan cara pengolahan susu menjadi produk olahan seperti yoghurt dan keju. Para pemandu menjelaskan pentingnya menjaga kesehatan hewan ternak serta bagaimana kegiatan peternakan berperan dalam keberlanjutan lingkungan.Selain belajar tentang sapi perah, para siswa juga diajak untuk berinteraksi langsung dengan berbagai hewan lainnya, seperti kambing, kelinci, dan domba. Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mengajarkan siswa tentang pentingnya kasih sayang terhadap hewan serta tanggung jawab dalam merawat makhluk hidup.Salah satu kegiatan menarik dalam fieldtrip ini adalah sesi menonton film edukasi yang disiapkan oleh tim Cimory. Film tersebut menjelaskan secara menarik dan interaktif mengenai proses pembuatan susu dan yoghurt, serta memperkenalkan beragam jenis sapi dari berbagai negara. Melalui media audio-visual ini, siswa mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh dan menyenangkan mengenai dunia peternakan dan industri susu.Fieldtrip ini menjadi sarana efektif dalam membangun kepedulian lingkungan sejak usia dini. Dengan pengalaman langsung yang menyenangkan dan bermakna, siswa dapat memahami bahwa alam dan lingkungan adalah bagian penting dari kehidupan yang harus dijaga bersama.Kepala Sekolah SD Al Siddiq International, Ms. Reni Oktavia, S.Si., M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Kegiatan fieldtrip ini sangat positif karena menggabungkan unsur pendidikan, hiburan, dan pembentukan karakter. Melalui kunjungan ke Cimory Dairyland, siswa dapat belajar langsung dari alam dan memahami pentingnya menjaga lingkungan. Kami berharap pengalaman ini dapat membentuk sikap peduli, tanggung jawab, dan rasa ingin tahu yang tinggi dalam diri setiap siswa.”.Kegiatan fieldtrip ke Cimory Dairyland bukan hanya memberikan pengalaman belajar di luar kelas, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dan makhluk hidup. Diharapkan, kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan sebagai bagian dari pendidikan karakter dan pembentukan generasi yang cinta alam serta bertanggung jawab terhadap lingkungan.By: Yundara Ulfa Priatna, M,Pd.

Uncategorized

PROSES PEMBUATAN DAN FERMENTASI KIMCHI

Pada hari Senin, 19 Mei 2025, anak-anak TK Al Siddiq International School melaksanakan kegiatan pembelajaran bertema budaya atau PJBL (Project-Based Learning) Culture yang dilaksanakan di dalam kelas. Dalam kegiatan ini, anak-anak dari TK A1 mempelajari tentang makanan tradisional dari negara-negara Asia, khususnya Korea, Cina, dan Jepang. Salah satu topik menarik yang dibahas adalah proses pembuatan dan fermentasi makanan khas Korea, yaitu kimchi.Anak-anak dikenalkan pada kimchi sebagai salah satu makanan tradisional Korea yang terbuat dari sayuran seperti sawi putih dan lobak yang difermentasi. Mereka belajar bagaimana kimchi dibuat, mulai dari mencuci sayuran, memberi bumbu, hingga menyimpannya untuk proses fermentasi. Proses ini sangat penting karena merupakan bagian dari tradisi kuliner Korea dan memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak untuk memahami budaya negara lain melalui makanan.Selama proses pembelajaran, anak-anak juga diperkenalkan pada konsep fermentasi, yaitu perubahan bahan makanan karena aktivitas mikroorganisme. Dalam hal ini, kimchi mengalami fermentasi yang menghasilkan bakteri baik seperti lactobacillus, yang membantu menjaga kesehatan pencernaan. Meskipun konsep ini tergolong kompleks, anak-anak diajak memahami secara sederhana bahwa makanan bisa berubah rasa dan kandungannya karena proses alami yang sehat.Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pembelajaran budaya berdasarkan pembagian wilayah dunia. TK A1 mempelajari negara-negara dari benua Asia, TK A2 fokus pada negara Timur Tengah, dan TK B mempelajari negara-negara dari benua Eropa. Dengan metode pembelajaran berbasis proyek seperti ini, anak-anak tidak hanya belajar tentang makanan, tetapi juga mengenal letak geografis, budaya, dan kebiasaan masyarakat di berbagai belahan dunia.Melalui kegiatan ini, anak-anak mendapatkan manfaat besar, baik dari segi pengetahuan maupun keterampilan. Mereka belajar bekerja sama, mengikuti instruksi, dan memahami bahwa makanan bisa menjadi jendela untuk mempelajari budaya lain. Selain itu, dengan memahami proses fermentasi kimchi, mereka juga dikenalkan pada sains sederhana yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Tujuan dari pembelajaran ini adalah membentuk rasa ingin tahu, apresiasi terhadap keberagaman budaya, serta memperkenalkan konsep ilmiah dengan cara yang menyenangkan dan sesuai usia.By Inka Amalia, S.Pd

Uncategorized

MELATIH KEBERANIAN, KEMANDIRIAN DAN MENEMUKAN KEGEMARAN MELALUI EKSTRAKURIKULER BERENANG

Kegiatan ekstrakurikuler berenang untuk anak-anak TK Al Siddiq International School dilaksanakan pada hari Jumat, 16 Mei 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembelajaran luar kelas yang bertujuan untuk mengembangkan keterampilan fisik dan keberanian anak sejak dini. Lokasi kegiatan bertempat di Waterfall Club House, Taman Permata Cikunir, yang menyediakan fasilitas kolam renang yang aman dan ramah anak.Ekstrakurikuler ini ditujukan khusus untuk siswa-siswi TK A & TK B. Anak-anak tiba disekolah pukul 07.30 pagi, dengan mengenakan pakaian renang yang menutup aurat sesuai ketentuan sekolah. Setelah berkumpul, anak-anak bersama guru pendamping berangkat menuju lokasi menggunakan layanan transportasi online yang telah dikoordinasikan pihak sekolah.Setibanya di Waterfall Club House, anak-anak bersama guru memulai kegiatan dengan membaca doa bersama. Setelah itu, kegiatan inti dimulai: anak-anak dibagi berdasarkan kelas dan secara bergiliran masuk ke dalam kolam renang. Mereka mendapatkan bimbingan langsung dari Ms. Vita, guru olahraga sekolah, yang mengajarkan teknik dasar berenang dengan metode yang menyenangkan dan aman.Setelah sesi belajar selesai, anak-anak diberi kesempatan untuk bermain air secara bebas di kolam, tetap dalam pengawasan ketat guru-guru. Tepat pukul 9.30, anak-anak diminta untuk naik dari kolam, berganti pakaian, dan bersiap untuk makan snack yang telah disiapkan. Snack time dilakukan di area sekitar kolam sebelum anak-anak kembali ke sekolah.Setibanya kembali di sekolah, anak-anak langsung disambut oleh orang tua masing-masing yang sudah siap menjemput. Kegiatan ini bukan hanya memberikan pengalaman baru yang menyenangkan bagi anak, tapi juga melatih kemandirian, keberanian, dan koordinasi motorik mereka. Berenang di usia dini juga terbukti bermanfaat untuk pertumbuhan fisik dan kesehatan, serta melatih anak agar tidak takut air dan mampu menjaga keselamatan dirinya di lingkungan air.By Inka Amalia,S.Pd

Uncategorized

Mengenal Berbagai Profesi di Kelas Profesi SD Al Siddiq International

Dalam rangka memperluas wawasan dan pengetahuan murid mengenai berbagai profesi, SD Al Siddiq International mengadakan kegiatan “Kelas Profesi” yang melibatkan partisipasi aktif orang tua murid sebagai narasumber. Kegiatan ini menjadi momen istimewa yang tidak hanya mendekatkan hubungan antara sekolah dan orang tua, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi murid. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 16 Mei 2025 di lantai 3 Al Siddiq International dengan partisipasi seluruh murid SD Al Siddiq InternationalDiadakannya kelas profesi ini bertujuan agar anak-anak termotivasi untuk mengetahui berbagai profesi dan mengetahui apa saja tugas dan pekerjaan yang dilakukan oleh profesi tertentu. Pada pelaksanaan kelas profesi yang dilakukan pada minggu ini, orang tua murid yang bersedia untuk mengisi kelas profesi di SD Al Siddiq International, adalah orang tua dari Aztha kelas 1A, Mr. Yudhistiro Lukman Praditpo, S.Sn. Beliau mengisi kelas Branding Communication & Social Awarness untuk seluruh murid SD Al Siddiq International. Beliau memberikan pendapat mengenai jalannya acara kelas profesi ini.” Acara kelas profesi ini alhamdulillah sangat menyenangkan di momen kelas profesi kemarin berbagi pengalaman dengan anak-anak, keliatan banget anak-anak sangat antusias dan memperhatikan walaupun crowded, tapi pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan anak-anak sangat bagus, berarti mereka menyimak dan sangat tertarik, papi aztha jadi makin semangat kalau anak-anak sangat antusias seperti itu. Student dan teachers al siddiq sangat luar biasa.”.Salah satu guru SD Al Siddiq International, Ms. Jasmine Anggika Putri, S.Pd., memberikan pendapat mengenai diadakannya kelas profesi ini. “Program yang bagus dan menarik, bisa nambah wawasan anak tentang profesi, meningkatkan skill anak juga. Anak anak juga sangat semangat dan sangat aktif saat pelaksanaan, menambah pengalaman yang berkesan juga untuk mereka. Respon dari orang tua murid juga sangat positif dan mendukung penuh kegiatan ini.”.By: Yundara Ulfa Priatna, M,Pd.

Uncategorized

Rapat Mingguan Guru SD Al Siddiq International

SD Al Siddiq International kembali menggelar kegiatan rapat mingguan guru-guru yang rutin dilaksanakan setiap hari Kamis sore di salah satu kelas SD Al Siddiq International. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan manajemen pendidikan yang profesional.Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah, Ms. Reni Oktavia, S.Si.,M.Pd., dihadiri oleh seluruh dewan guru. Agenda utama rapat kali ini mencakup evaluasi pembelajaran minggu berjalan, pembahasan Edu Fun Trip (EFT) dan kegiatan akhir tahun sekolah Al Siddiq Festival.Dalam sambutannya, Kepala Sekolah menekankan pentingnya kolaborasi antar guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan bagi siswa. “Kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, tetapi juga oleh semangat dan kekompakan tim pengajar dalam menyusun strategi belajar yang efektif,” ujar beliau.Selain itu, rapat juga menjadi forum diskusi bagi para guru untuk menyampaikan kendala-kendala yang dihadapi selama proses belajar-mengajar. Guru-guru tampak aktif berdiskusi dan saling memberi masukan satu sama lain.Menjelang akhir rapat, tim guru kelas juga menyampaikan laporan perkembangan siswa dan tindak lanjut program bimbingan belajar untuk siswa yang membutuhkan pendampingan khusus.Dengan adanya rapat mingguan ini, diharapkan seluruh guru dapat terus menjaga kualitas pengajaran dan memberikan pelayanan pendidikan yang terbaik bagi para siswa SD Al Siddiq International.By: Yundara Ulfa Priatna, M,Pd.

Uncategorized

Satu Hari di TK Al Siddiq: Dongeng, Donasi, dan Doa untuk Palestina

Pada hari Kamis, 15 Mei 2026, anak-anak TK Al Siddiq International School mengikuti kegiatan mendongeng yang diselenggarakan di ruang perpustakaan sekolah. Kegiatan ini dibawakan oleh Ms. Dhiya bersama dua boneka tangan bernama Lala dan Adam. Dengan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan nilai-nilai moral dan empati kepada anak-anak sejak dini.Seperti hari-hari biasanya, kegiatan di sekolah dimulai pada pukul 08.00 pagi. Anak-anak terlebih dahulu mengikuti rutinitas pagi seperti berbaris, circle time, salat duha, dan snack time. Setelah snack time, mereka bersiap-siap menuju perpustakaan di lantai dua. Sebelum berangkat, anak-anak diminta untuk membawa perlengkapan mewarnai dan uang donasi yang akan disumbangkan untuk Palestina sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran sosial.Sesampainya di perpustakaan, Ms. Dhiya telah siap menyambut mereka bersama boneka Lala dan Adam. Anak-anak duduk dengan tertib dan mendengarkan kisah yang dibawakan dengan penuh semangat dan ekspresi melalui boneka tangan. Cerita yang disampaikan tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat dengan pesan-pesan moral, seperti pentingnya tolong-menolong, kasih sayang, dan rasa peduli terhadap sesama.Setelah sesi mendongeng selesai, kegiatan dilanjutkan dengan mewarnai gambar bendera Palestina. Melalui aktivitas ini, anak-anak diajak untuk mengenal situasi yang sedang terjadi di Palestina dengan cara yang sederhana dan sesuai usia mereka. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan rasa empati dan kesadaran kemanusiaan, serta memperkenalkan konsep berbagi dan membantu sesama sejak usia dini.Kegiatan pun ditutup dengan anak-anak kembali ke kelas untuk melanjutkan aktivitas harian seperti makan siang, salat zuhur, dan persiapan pulang. Melalui kegiatan mendongeng ini, sekolah tidak hanya memberikan hiburan edukatif, tetapi juga menyisipkan pembelajaran penting mengenai nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas global, yang disampaikan dengan cara yang mudah dipahami oleh anak-anak usia dini.By Inka Amalia, S.Pd

Uncategorized

PJBL Hidroponik Minggu ke-2: Menanam, Merawat dan Belajar Bertanggung Jawab

Pada hari Rabu, 7 Mei 2025, peserta didik TK Al Siddiq International School melanjutkan kegiatan PJBL Hidroponik yang memasuki minggu ke-2. Kegiatan ini dilakukan di area depan kelas yang telah disiapkan khusus sebagai tempat praktek menanam dengan sistem hidroponik. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari minggu sebelumnya, di mana anak-anak telah melakukan penyemaian benih sayur kangkung dan sayur selada.Di minggu ke-2 ini, anak-anak diajak untuk melakukan proses pemindahan bibit yang telah tumbuh ke dalam netpot dan pipa hidroponik. Dengan bimbingan guru, anak-anak belajar mengenali bentuk akar dan memahami pentingnya perlakuan yang hati-hati saat memindahkan tanaman. Guru juga menyalakan pompa air untuk mengalirkan nutrisi ke seluruh sistem hidroponik, dan anak-anak diajak mengamati bagaimana air bergerak di dalam pipa.Tujuan dari kegiatan PJBL hidroponik ini adalah mengenalkan anak-anak pada proses bertanam yang ramah lingkungan dan tidak membutuhkan tanah. Dengan metode hidroponik, anak-anak dapat melihat hasil pertumbuhan tanaman lebih cepat dan lebih jelas. Selain itu, kegiatan ini melatih kesabaran, tanggung jawab, serta membangun rasa ingin tahu dan cinta terhadap alam sejak dini.Manfaat kegiatan hidroponik bagi anak usia TK cukup besar. Selain sebagai pengalaman belajar langsung yang menyenangkan, anak-anak juga belajar tentang siklus hidup tanaman, pentingnya air bersih, serta konsep dasar sains seperti pertumbuhan dan kebutuhan makhluk hidup. Kegiatan ini juga mengasah keterampilan motorik halus anak, terutama saat mereka memasukkan bibit ke dalam netpot dan menata media tanam.Melalui kegiatan PJBL hidroponik ini, pembelajaran menjadi lebih hidup dan bermakna. Anak-anak tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi aktif terlibat dalam proses dari awal hingga akhir. Ini menjadi salah satu cara efektif untuk mengembangkan karakter, rasa tanggung jawab, dan pemahaman konsep sains secara konkret sesuai dengan tahap perkembangan mereka.By Inka Amalia, S.Pd

Uncategorized

Supervisi Bagi Peningkatan Kualitas Guru SD Al Siddiq International

Dalam upaya meningkatkan kualitas guru-guru SD Al Siddiq International, SD Al Siddiq International melaksanakan supervisi terhadap kinerja guru SD Al Siddiq International yang berjumlah 26 guru. Kegiatan ini berlangsung kurang lebih selama 2 minggu dan melibatkan Kepala Sekolah SD Al Siddiq International, Ms. Reni Oktavia, S.Si., M.Pd., dan Direktur Pendidikan Al Siddiq International School, Ustadz. Abdullah Haris, Lc., M.Pd.Kinerja dan kualitas guru dinilai melalui suatu kegiatan yang disebut supervisi. Supervisi guru merupakan proses pengawasan, evaluasi, serta pembinaan yang dilakukan oleh kepala sekolah atau supervisor pendidikan terhadap guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya di kelas. Supervisi juga bertujuan untuk memberikan umpan balik yang konstruktif kepada guru mengenai kinerja pengajaran mereka, serta membantu mereka mengembangkan keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan dalam menciptakan pembelajaran yang efektif. Supervisi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga bersifat edukatif dan suportif. Proses ini melibatkan dialog dan kerja sama antara supervisor dan guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan mutu pendidikan di sekolah.Pada praktik pembelajaran di kelas, ada beberapa kriteria pengajaran yang harus dilaksanakan oleh guru pada saat pembelajaran diantaranya, guru sudah merencanakan pembelajaran secara sistematis dan jelas, guru menguasai materi dan menjelaskan materi dengan baik, mendisiplinkan barisan dan mengelolanya saat pembelajaran sesuai dengan kompetensi yang tinggi, menampilkan pembelajaran, evaluasi di sela-sela tatap muka dan mendukung pembelajaran yang diwajibkan seperti internalisasi Al-Quran yang harus disampaikan dalam setiap pembelajaran.Setelah selesai melakukan kegiatan supervisi, Kepala Sekolah SD Al Siddiq International, Ms. Reni Oktavia, S.Si., M.Pd., menyatakan bahwa “Alhamdulillah kegiatan supervisi guru berjalan dengan baik. Semoga guru SD Al Siddiq International tetap konsisten melakukan yang terbaik saat proses pembelajaran di kelas”. Dengan adanya supervisi yang terencana dan terarah, diharapkan semua guru di SD Al Siddiq International dapat menjadi guru yang berkualitas, kualitas pembelajaran dan pengajaran dapat meningkat.By: Yundara Ulfa Priatna, M,Pd.