Al Siddiq International School

24 September 2026

Kegiatan, TK

Serunya Jadi Little Chef! Murid TK Al Siddiq Membuat Sandwich Bersama

Pada Kamis, 17 September 2026, murid TK Al Siddiq International mengikuti kegiatan kelas memasak yang dilaksanakan di dining room. Kali ini, anak-anak diajak untuk membuat sandwich (roti lapis) sederhana bersama-sama. Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan karena anak-anak dapat terlibat secara langsung dalam menyiapkan makanan, mengikuti setiap tahapan, hingga melihat hasil masakan yang mereka buat sendiri.Sebelum kegiatan dimulai, guru terlebih dahulu mempersiapkan berbagai alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat sandwich. Anak-anak juga diajak untuk memperhatikan kebersihan dan keamanan selama kegiatan berlangsung. Guru membantu setiap anak mengenakan celemek dan hand gloves sebelum mereka menuju dining room. Persiapan ini menjadi bagian penting untuk mengenalkan kepada anak bahwa kebersihan perlu diperhatikan ketika menyiapkan makanan.Setelah semua siap, anak-anak bersama-sama menuju dining room dan menempati kursi yang telah disediakan. Guru kemudian memperkenalkan bahan-bahan yang akan digunakan dan menjelaskan langkah-langkah membuat sandwich secara bertahap. Guru memberikan contoh mulai dari tahap awal hingga sandwich siap untuk dinikmati, sementara anak-anak memperhatikan setiap langkah yang diberikan.Selanjutnya, anak-anak mencoba membuat sandwich dengan mengikuti contoh dari guru. Mereka melakukan setiap tahapan secara perlahan dan mencoba menyusun bahan-bahan yang telah disediakan. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada anak untuk melatih koordinasi mata dan tangan, mengikuti instruksi, serta menyelesaikan sebuah kegiatan secara berurutan. Anak-anak juga belajar bahwa membuat makanan membutuhkan ketelitian dan kesabaran.Kelas memasak tidak hanya menjadi kegiatan untuk mengenalkan anak pada makanan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengembangkan berbagai keterampilan. Saat memasak, anak belajar mengikuti instruksi, mengenal bahan makanan, melatih kemandirian, serta mengembangkan kemampuan motorik halus melalui aktivitas menggunakan dan menyusun bahan. Selain itu, kegiatan memasak bersama juga dapat melatih anak untuk menunggu giliran, bekerja sama, dan bertanggung jawab terhadap kegiatan yang sedang dilakukan.Setelah sandwich selesai dibuat, guru membantu anak-anak membungkus hasil masakan mereka. Anak-anak kemudian dapat melihat hasil dari proses yang telah mereka lakukan dari awal hingga akhir. Pengalaman ini memberikan rasa pencapaian karena mereka berhasil membuat makanan sederhana dengan mengikuti langkah-langkah yang telah dicontohkan oleh guru.Melalui kegiatan membuat sandwich ini, murid TK Al Siddiq International tidak hanya belajar tentang proses menyiapkan makanan, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar yang melibatkan berbagai aspek perkembangan. Kelas memasak menjadi kesempatan bagi anak untuk belajar melalui pengalaman langsung, mencoba sesuatu yang baru, dan menikmati proses berkarya bersama teman-teman. Dengan suasana yang menyenangkan, anak-anak dapat belajar bahwa kegiatan sehari-hari seperti menyiapkan makanan juga dapat menjadi pengalaman belajar yang bermakna.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, SD

Kajian Jumat SD Al Siddiq International: Menanamkan Semangat Menghafal Al-Qur’an melalui Doa

Bekasi, 18 September 2026 — SD Al Siddiq International kembali melaksanakan kegiatan Kajian Jumat sebagai bagian dari program pembinaan keislaman dan penguatan karakter peserta didik. Kegiatan yang dilaksanakan pada jam Halaqoh ini bertempat di masjid sekolah dan diikuti oleh para peserta didik dengan tertib, khidmat, dan penuh antusias.Kajian Jumat merupakan salah satu kegiatan rutin yang diselenggarakan sebagai sarana untuk memberikan pembelajaran keislaman kepada peserta didik secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai ajaran Islam, tetapi juga diarahkan untuk membangun kebiasaan baik serta menerapkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.Pada Kajian Jumat kali ini, materi yang disampaikan adalah “Doa untuk Mempermudah Hafalan.” Materi tersebut memiliki keterkaitan erat dengan kegiatan pembelajaran Al-Qur’an yang menjadi salah satu bagian penting dalam pendidikan di SD Al Siddiq International. Peserta didik diajak memahami bahwa proses menghafal, khususnya menghafal Al-Qur’an, membutuhkan kesungguhan, kedisiplinan, kesabaran, dan konsistensi.Dalam penyampaian materi, peserta didik diperkenalkan dengan doa yang dapat diamalkan untuk memohon kemudahan dalam belajar dan menghafal. Doa tersebut kemudian dibaca dan diikuti bersama oleh para peserta didik. Kegiatan ini diharapkan dapat membangun kesadaran bahwa setiap proses belajar hendaknya senantiasa diawali dengan memohon pertolongan dan kemudahan kepada Allah SWT.Selain mempelajari doa, peserta didik juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya ikhtiar dalam proses menghafal. Doa perlu disertai dengan usaha yang sungguh-sungguh, seperti membaca dan mengulang hafalan secara rutin, menjaga konsentrasi, memperhatikan bacaan, serta memiliki kedisiplinan dalam belajar. Dengan demikian, peserta didik diharapkan memahami bahwa kemampuan menghafal membutuhkan proses yang dilakukan secara bertahap dan konsisten.Pelaksanaan kegiatan di masjid juga menjadi bagian dari pembelajaran adab bagi peserta didik. Anak-anak dibiasakan untuk menjaga ketertiban, ketenangan, kebersihan, serta menghormati masjid sebagai tempat ibadah dan menuntut ilmu. Pembiasaan tersebut diharapkan dapat membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian yang dapat diterapkan tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.Kegiatan Kajian Jumat pada jam Halaqoh memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk belajar dalam suasana yang berbeda dari pembelajaran di kelas. Dengan berkumpul bersama di masjid, peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang memadukan aspek pengetahuan, spiritual, dan pembentukan karakter. Hal ini sejalan dengan komitmen SD Al Siddiq International dalam memberikan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan pribadi yang beriman, berakhlak mulia, dan mencintai Al-Qur’an.Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kemudahan, kelancaran, dan keberkahan dalam setiap proses menuntut ilmu serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan para peserta didik. Semoga anak-anak SD Al Siddiq International tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak mulia, mencintai Al-Qur’an, dan senantiasa dekat dengan Allah SWT. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.By Muslihatul Maula, Lc

Kegiatan, SMP

LDKS OSIS SMP Al Siddiq International 2026/2027: Membentuk Pemimpin Muda yang Berkarakter dan Percaya Diri

Bekasi, 18 September 2026 — SMP Al Siddiq International melaksanakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) OSIS Tahun Pelajaran 2026/2027 pada Jumat, 18 September 2026. Kegiatan bertempat di ruang kelas 8 dan 9 Boys dan diikuti oleh peserta didik SMP Al Siddiq International.Kegiatan LDKS menjadi salah satu agenda penting dalam mempersiapkan para calon pengurus OSIS agar memiliki bekal kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, keterampilan berorganisasi, serta keberanian untuk mengambil peran dan bertanggung jawab dalam menjalankan organisasi.Dzikir dan Doa Mengawali KegiatanKegiatan diawali dengan dzikir dan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar agar seluruh rangkaian LDKS berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi para peserta.Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan LDKS, kemudian tilawah Al-Qur’an yang dibawakan oleh Muhammad Kautsar.Suasana semakin khidmat ketika seluruh siswa dan siswi SMP Al Siddiq International bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.Sambutan: Kepemimpinan Dimulai dari Diri SendiriAcara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Mrs. Robiah Adawiyah, M.Pd.Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang kemampuan seseorang untuk memimpin orang lain, tetapi terlebih dahulu tentang kemampuan memimpin diri sendiri.Seorang pemimpin perlu memiliki tanggung jawab, kedisiplinan, keberanian mengambil keputusan, kemampuan bekerja sama, serta keteladanan dalam sikap dan tindakan. Karena itu, LDKS diharapkan menjadi ruang bagi siswa untuk belajar menjadi pribadi yang mampu bertanggung jawab terhadap tugas, menghargai orang lain, dan berani mengambil peran dalam lingkungan sekolah.Materi Public Speaking: Berani Tampil dan Mengatasi Demam PanggungMateri pertama adalah Public Speaking yang disampaikan oleh Bapak Arief Reza, S.S. Materi berlangsung selama kurang lebih 2,5 jam dan tidak hanya dilakukan dalam bentuk penyampaian teori. Para siswa mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan langsung kemampuan berbicara di depan kelas.Satu per satu peserta maju ke depan untuk melakukan praktik public speaking. Setelah tampil, peserta mendapatkan input, evaluasi, dan saran perbaikan sehingga mereka dapat mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki, baik dari aspek keberanian, artikulasi, intonasi, bahasa tubuh, kontak mata, maupun cara menyampaikan gagasan.Menariknya, dalam proses tersebut muncul berbagai dinamika. Sebagian siswa mengalami demam panggung dan rasa grogi ketika pertama kali berdiri di depan teman-temannya. Namun, mereka berusaha menghadapi rasa gugup tersebut dan terus mencoba.Ada pula peserta yang tampil dengan penuh percaya diri, sementara beberapa lainnya bahkan menunjukkan kemampuan berbicara di depan umum yang sudah cukup baik.Dinamika tersebut justru menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Para siswa belajar bahwa kemampuan berbicara di depan umum tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga keberanian untuk mencoba, kesiapan menerima masukan, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.Melalui sesi praktik ini, peserta diharapkan memiliki bekal public speaking yang lebih baik dan mampu tampil dengan percaya diri ketika menyampaikan gagasan, memimpin rapat, melakukan presentasi, maupun berbicara di hadapan orang banyak.Materi Kepemimpinan BerkarakterKegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi Kepemimpinan Berkarakter.Pada sesi ini, peserta diajak memahami bahwa seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kemampuan memimpin secara teknis. Pemimpin juga harus memiliki karakter yang kuat, seperti integritas, tanggung jawab, disiplin, kejujuran, kepedulian, kemampuan bekerja sama, dan keteladanan.Karakter tersebut menjadi fondasi penting bagi pengurus OSIS agar mampu menjalankan amanah organisasi dengan baik serta menjadi contoh positif bagi siswa lainnya.Tepat pukul 12.00 WIB, kegiatan memasuki waktu istirahat, shalat, dan makan (ISHOMA). Setelah ISHOMA, seluruh peserta kembali mengikuti rangkaian LDKS pada pukul 13.00 WIB yatu materi Management Organisasi dan Program Kerja. Materi ketiga adalah Management Organisasi dan Program Kerja yang disampaikan oleh Amal Dzikrullah, M.Pd. Pada sesi ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai bagaimana sebuah organisasi dapat berjalan secara terarah melalui pembagian tugas, koordinasi, komunikasi, penyusunan program, serta kerja sama antarpengurus.Peserta juga diarahkan untuk memahami bahwa sebuah program kerja tidak cukup hanya memiliki ide yang menarik, tetapi harus disusun secara sistematis, realistis, memiliki tujuan yang jelas, pembagian tugas, jadwal pelaksanaan, serta evaluasi.Pembekalan ini diharapkan dapat membantu calon pengurus OSIS dalam menyusun dan menjalankan program kerja yang kreatif, terarah, dan memberikan manfaat bagi seluruh warga sekolah.Materi keempat adalah Teknis Persidangan yang disampaikan oleh Mrs. Retno Suzanne Handayani, Lc., M.Pd. Materi ini memberikan bekal kepada peserta mengenai tata cara persidangan dalam organisasi, termasuk bagaimana mengikuti proses persidangan secara tertib, memahami mekanisme pembahasan, menyampaikan pendapat, serta menjaga aturan dan etika dalam forum organisasi.Kemampuan memahami mekanisme persidangan menjadi salah satu bekal penting bagi pengurus OSIS karena dalam menjalankan organisasi, para siswa akan berhadapan dengan berbagai forum untuk membahas program, mengambil keputusan, dan menyelesaikan berbagai persoalan organisasi.Setelah seluruh rangkaian materi selesai, kegiatan LDKS OSIS SMP Al Siddiq International 2026/2027 ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustad Ahmad Toha, M.Ag.Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh dinamika dan antusiasme. Para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai kepemimpinan dan organisasi, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung untuk berbicara di depan umum, bekerja sama, menerima evaluasi, mengatasi rasa gugup, dan berani mengambil peran.Melalui kegiatan LDKS ini, SMP Al Siddiq International berharap para calon pengurus OSIS periode 2026/2027 mampu menjalankan amanah organisasi dengan baik dan membawa OSIS menjadi organisasi siswa yang semakin aktif, kreatif, produktif, dan mampu melahirkan berbagai program positif.Lebih dari sekadar menjadi pengurus organisasi, LDKS diharapkan menjadi langkah awal untuk membentuk generasi muda yang memiliki leadership skill, karakter yang kuat, kemampuan berkomunikasi, keberanian tampil di depan umum, serta kemampuan bekerja sama dan bertanggung jawab.Dengan bekal tersebut, para siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya mampu memimpin organisasi, tetapi juga mampu memimpin dirinya sendiri, berani menyampaikan gagasan, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat.By Reno Suzanne Handayani, Lc, M.Pd

Kegiatan, TK

Bukan Sekadar Menulis, Murid TK B Belajar Membuat Buku Bersama

Pada Senin, 14 September 2026, murid TK B Al Siddiq International mengikuti kegiatan pembelajaran di Sentra Persiapan dengan aktivitas membuat buku cerita sederhana. Kegiatan ini dirancang sebagai salah satu cara untuk mengamati dan mengukur sejauh mana anak-anak mengingat huruf serta mampu menuliskannya. Melalui kegiatan yang dikemas secara berkelompok, anak-anak tidak hanya berlatih menulis, tetapi juga belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan mengenal lingkungan sekolah dengan lebih dekat.Sebelum memulai kegiatan, guru mengajak anak-anak berdiskusi mengenai orang-orang yang menjadi bagian dari lingkungan TK atau stakeholder sekolah. Anak-anak diajak mengenal kembali berbagai pihak yang mereka temui dalam kegiatan sehari-hari di sekolah, seperti guru dan anggota sekolah lainnya. Diskusi ini menjadi pengantar bagi anak untuk memahami bahwa setiap orang di lingkungan sekolah memiliki peran masing-masing.Setelah berdiskusi, guru menunjukkan sebuah contoh buku cerita sederhana yang telah dibuat sebelumnya. Guru memperlihatkan bagaimana beberapa lembar tulisan dapat disusun dan disatukan hingga membentuk sebuah buku sederhana. Dengan adanya contoh tersebut, anak-anak mendapatkan gambaran mengenai kegiatan yang akan mereka lakukan dan hasil akhir yang ingin dibuat bersama.Selanjutnya, murid TK B dibagi menjadi dua kelompok. Setiap anak mendapatkan kesempatan untuk membantu menuliskan nama guru atau stakeholder sekolah lainnya. Dalam prosesnya, anak-anak tidak langsung diberikan tulisan untuk disalin, tetapi diajak untuk bertanya secara langsung mengenai huruf demi huruf dari nama yang ingin mereka tuliskan. Dengan cara ini, anak-anak terdorong untuk mengingat bentuk dan susunan huruf serta mencoba menuliskannya secara mandiri.Kegiatan ini juga memberikan pengalaman belajar yang melibatkan interaksi langsung antara anak dengan guru maupun stakeholder sekolah lainnya. Ketika menanyakan huruf dalam sebuah nama, anak-anak belajar mendengarkan, mengingat informasi, dan menghubungkannya dengan kemampuan menulis yang telah mereka pelajari. Proses tersebut membuat kegiatan menulis terasa lebih dekat dengan pengalaman sehari-hari mereka di sekolah.Setelah seluruh anak menyelesaikan bagian tulisannya, leader dari masing-masing kelompok membantu mengkoordinasikan hasil pekerjaan teman-temannya. Setiap lembar tulisan kemudian dikumpulkan dan disusun menjadi satu kesatuan sehingga membentuk sebuah buku cerita sederhana. Anak-anak dapat melihat bagaimana hasil pekerjaan masing-masing dapat digabungkan menjadi sebuah karya bersama.Melalui kegiatan membuat buku cerita sederhana ini, murid TK B Al Siddiq International mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan mengenal dan menulis huruf dalam suasana belajar yang menyenangkan. Selain mengamati kemampuan anak dalam mengingat huruf, kegiatan ini juga melatih kerja sama, komunikasi, tanggung jawab, serta kemampuan mengikuti proses dari awal hingga menghasilkan sebuah karya bersama. Dengan demikian, pembelajaran di Sentra Persiapan tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga memberikan pengalaman yang mendukung perkembangan anak secara menyeluruh.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, SD

Creative Art Learning : Making a Pencil Holder from Used Plastic Bottles

Pada Rabu dan Kamis, 16 dan 17 September 2026, siswa kelas 4A dan 4B SD Al Siddiq International mengikuti kegiatan pembelajaran Art dengan tema “How to Make a Pencil Holder from a Used Plastic Bottle.” Kegiatan ini menjadi salah satu pembelajaran kreatif yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar sekaligus menghasilkan sebuah karya yang bermanfaat. Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak memanfaatkan botol plastik bekas untuk dibuat menjadi tempat pensil (pencil holder). Dengan bimbingan guru, siswa terlebih dahulu mengenal bahan serta langkah-langkah pembuatannya. Setelah mendapatkan penjelasan, mereka mulai mempraktikkan proses pembuatan dengan mengikuti instruksi dan mengembangkan kreativitas masing-masing. Suasana pembelajaran di kelas 4A dan 4B berlangsung dengan ceria dan penuh antusiasme. Para siswa terlihat sangat bersemangat dan bahagia saat mengerjakan karya mereka. Mereka menikmati setiap proses, mulai dari mempersiapkan bahan, mengolah botol plastik, hingga menghias dan menyelesaikan tempat pensil sesuai dengan ide dan imajinasi masing-masing. Kegiatan ini tidak hanya mengembangkan kemampuan seni dan kreativitas siswa, tetapi juga melatih ketelitian, kemandirian, kesabaran, dan keterampilan motorik. Setiap siswa memiliki kesempatan untuk menuangkan ide mereka sehingga menghasilkan karya yang berbeda dan unik. Hal tersebut membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi peserta didik. Selain itu, pemanfaatan botol plastik bekas dalam kegiatan Art juga mengajarkan siswa tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan kembali barang yang masih dapat digunakan. Siswa belajar bahwa barang bekas tidak selalu harus dibuang, tetapi dapat diubah menjadi benda yang memiliki nilai guna melalui kreativitas. Melalui kegiatan ini, SD Al Siddiq International terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan bermakna. Peserta didik tidak hanya belajar melalui teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung melalui kegiatan praktik. Dengan demikian, pembelajaran dapat membantu mengembangkan kreativitas sekaligus membangun kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar. Antusiasme dan kebahagiaan siswa kelas 4A dan 4B menjadi bagian yang sangat berharga dalam kegiatan pembelajaran kali ini. Semoga melalui kegiatan Art seperti ini, siswa semakin percaya diri untuk berkreasi, berani mencoba hal-hal baru, serta mampu melihat berbagai peluang untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat dari benda-benda sederhana di sekitar mereka. Keep creating, keep learning, and keep caring for our environment!By Muslihatul Maula, Lc

Uncategorized

Puskesmas Pondok Gede Laksanakan Penjaringan Kesehatan di SMP Al Siddiq International

Bekasi, 14 September 2026 SMP Al Siddiq International Pondok Gede menerima kunjungan tim Puskesmas Pondok Gede dalam rangka pelaksanaan Penjaringan Kesehatan (skrining kesehatan) peserta didik sebagai bagian dari program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk memantau kesehatan dan tumbuh kembang peserta didik serta mendeteksi secara dini berbagai masalah kesehatan yang dapat memengaruhi kenyamanan dan proses pembelajaran di sekolah.Kedatangan tim Puskesmas Pondok Gede diterima dengan baik oleh Kepala SMP Al Siddiq International, Robiah Adawiyah, M.Pd. Pihak sekolah menyambut kegiatan ini sebagai bentuk sinergi antara institusi pendidikan dan layanan kesehatan dalam memberikan perhatian terhadap kesehatan peserta didik.Kegiatan dilaksanakan di kelas 9 Boys secara bertahap dan bergantian. Pemeriksaan diawali oleh peserta didik laki-laki, kemudian dilanjutkan dengan peserta didik perempuan. Pengaturan tersebut dilakukan agar seluruh rangkaian pemeriksaan dapat berjalan tertib, nyaman, dan kondusif.Memantau Pertumbuhan dan Status Gizi SiswaDalam kegiatan penjaringan kesehatan, petugas Puskesmas melakukan pemeriksaan fisik dan pemantauan status gizi peserta didik melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan.Pengukuran tersebut menjadi bagian dari pemantauan pertumbuhan siswa. Petugas juga melakukan pemeriksaan kebersihan diri, seperti kondisi rambut, kuku, kulit, dan telinga.Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan mata dan telinga. Pemeriksaan mata meliputi tes ketajaman penglihatan untuk mendeteksi kemungkinan gangguan penglihatan yang dapat menghambat siswa mengikuti pembelajaran. Pemeriksaan telinga dilakukan untuk melihat kondisi kesehatan telinga dan kemungkinan adanya gangguan pendengaran.Pemeriksaan Gigi dan MulutAspek kesehatan gigi dan mulut juga menjadi bagian dari penjaringan. Petugas memeriksa kondisi gigi dan gusi siswa, termasuk kemungkinan adanya gigi berlubang (karies), karang gigi, maupun masalah pada gusi.Apabila ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, siswa dapat memperoleh rekomendasi atau rujukan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas.Pemeriksaan Kesehatan Lingkungan SekolahTidak hanya peserta didik, tim Puskesmas Pondok Gede juga memberikan perhatian terhadap kesehatan lingkungan sekolah.Setelah terjadinya hujan abu vulkanik, petugas Kesehatan Lingkungan/Sanitarian Puskesmas melakukan pengecekan terhadap kondisi lingkungan dan sarana air sekolah. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan lingkungan sekolah tetap aman dan mendukung kesehatan seluruh warga sekolah.Petugas melakukan pengecekan kondisi fisik air pada kran dan sumber air sekolah, termasuk kemungkinan adanya perubahan warna, endapan, maupun perubahan bau.Kondisi toren atau tempat penampungan air juga diperhatikan, termasuk memastikan penampungan tertutup dengan baik. Apabila ditemukan indikasi pencemaran, sekolah akan mendapatkan arahan tindak lanjut dari petugas Puskesmas sesuai hasil pemeriksaan di lapangan.Edukasi Penanganan Abu VulkanikPemeriksaan lingkungan juga mencakup penanganan abu vulkanik yang menempel di area sekolah.Petugas memberikan perhatian pada cara pembersihan abu agar tidak kembali beterbangan dan terhirup. Abu sebaiknya dibasahi terlebih dahulu sebelum dibersihkan, sehingga partikel tidak mudah menyebar ke udara.Pengecekan juga memperhatikan kondisi ruang kelas, jendela, pintu, dan ventilasi, untuk memastikan tidak terdapat penumpukan abu yang dapat mengganggu kualitas udara di dalam ruangan. Untuk ruang yang menggunakan AC, kebersihan filter udara juga perlu diperhatikan.Pelayanan Imunisasi bagi SiswiRangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pelayanan imunisasi bagi peserta didik perempuan sesuai hasil skrining, status imunisasi, usia, dan ketentuan program Puskesmas.Pelayanan imunisasi ini menjadi bagian dari upaya perlindungan kesehatan peserta didik, termasuk imunisasi HPV bagi siswi yang memenuhi kriteria sesuai ketentuan program imunisasi yang berlaku.Sinergi Sekolah dan PuskesmasKegiatan penjaringan kesehatan di SMP Al Siddiq International menjadi bentuk nyata kolaborasi antara sekolah dan Puskesmas Pondok Gede dalam membangun budaya hidup sehat di lingkungan pendidikan.Melalui kegiatan ini, sekolah tidak hanya memperhatikan perkembangan akademik peserta didik, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kesehatan fisik, kebersihan diri, kesehatan gigi dan mulut, kesehatan indera, status gizi, serta kesehatan lingkungan sekolah.SMP Al Siddiq International menyampaikan apresiasi kepada Puskesmas Pondok Gede atas pelaksanaan kegiatan penjaringan kesehatan dan edukasi kesehatan lingkungan bagi peserta didik.Diharapkan sinergi ini dapat terus terjalin sehingga tercipta lingkungan sekolah yang sehat, aman, nyaman, dan mendukung peserta didik untuk belajar serta berkembang secara optimal.By Reto Suzanne handayani, Lc, M.Pd