Al Siddiq International School

LDKS OSIS SMP Al Siddiq International 2026/2027: Membentuk Pemimpin Muda yang Berkarakter dan Percaya Diri

Bekasi, 18 September 2026 — SMP Al Siddiq International melaksanakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) OSIS Tahun Pelajaran 2026/2027 pada Jumat, 18 September 2026. Kegiatan bertempat di ruang kelas 8 dan 9 Boys dan diikuti oleh peserta didik SMP Al Siddiq International.
Kegiatan LDKS menjadi salah satu agenda penting dalam mempersiapkan para calon pengurus OSIS agar memiliki bekal kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, keterampilan berorganisasi, serta keberanian untuk mengambil peran dan bertanggung jawab dalam menjalankan organisasi.
Dzikir dan Doa Mengawali Kegiatan
Kegiatan diawali dengan dzikir dan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar agar seluruh rangkaian LDKS berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi para peserta.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan LDKS, kemudian tilawah Al-Qur’an yang dibawakan oleh Muhammad Kautsar.
Suasana semakin khidmat ketika seluruh siswa dan siswi SMP Al Siddiq International bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Sambutan: Kepemimpinan Dimulai dari Diri Sendiri
Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Mrs. Robiah Adawiyah, M.Pd.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang kemampuan seseorang untuk memimpin orang lain, tetapi terlebih dahulu tentang kemampuan memimpin diri sendiri.
Seorang pemimpin perlu memiliki tanggung jawab, kedisiplinan, keberanian mengambil keputusan, kemampuan bekerja sama, serta keteladanan dalam sikap dan tindakan. Karena itu, LDKS diharapkan menjadi ruang bagi siswa untuk belajar menjadi pribadi yang mampu bertanggung jawab terhadap tugas, menghargai orang lain, dan berani mengambil peran dalam lingkungan sekolah.
Materi Public Speaking: Berani Tampil dan Mengatasi Demam Panggung
Materi pertama adalah Public Speaking yang disampaikan oleh Bapak Arief Reza, S.S.

Materi berlangsung selama kurang lebih 2,5 jam dan tidak hanya dilakukan dalam bentuk penyampaian teori. Para siswa mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan langsung kemampuan berbicara di depan kelas.
Satu per satu peserta maju ke depan untuk melakukan praktik public speaking. Setelah tampil, peserta mendapatkan input, evaluasi, dan saran perbaikan sehingga mereka dapat mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki, baik dari aspek keberanian, artikulasi, intonasi, bahasa tubuh, kontak mata, maupun cara menyampaikan gagasan.
Menariknya, dalam proses tersebut muncul berbagai dinamika. Sebagian siswa mengalami demam panggung dan rasa grogi ketika pertama kali berdiri di depan teman-temannya. Namun, mereka berusaha menghadapi rasa gugup tersebut dan terus mencoba.
Ada pula peserta yang tampil dengan penuh percaya diri, sementara beberapa lainnya bahkan menunjukkan kemampuan berbicara di depan umum yang sudah cukup baik.
Dinamika tersebut justru menjadi bagian penting dari proses pembelajaran. Para siswa belajar bahwa kemampuan berbicara di depan umum tidak hanya membutuhkan pengetahuan, tetapi juga keberanian untuk mencoba, kesiapan menerima masukan, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.
Melalui sesi praktik ini, peserta diharapkan memiliki bekal public speaking yang lebih baik dan mampu tampil dengan percaya diri ketika menyampaikan gagasan, memimpin rapat, melakukan presentasi, maupun berbicara di hadapan orang banyak.
Materi Kepemimpinan Berkarakter
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi Kepemimpinan Berkarakter.
Pada sesi ini, peserta diajak memahami bahwa seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kemampuan memimpin secara teknis. Pemimpin juga harus memiliki karakter yang kuat, seperti integritas, tanggung jawab, disiplin, kejujuran, kepedulian, kemampuan bekerja sama, dan keteladanan.
Karakter tersebut menjadi fondasi penting bagi pengurus OSIS agar mampu menjalankan amanah organisasi dengan baik serta menjadi contoh positif bagi siswa lainnya.
Tepat pukul 12.00 WIB, kegiatan memasuki waktu istirahat, shalat, dan makan (ISHOMA). Setelah ISHOMA, seluruh peserta kembali mengikuti rangkaian LDKS pada pukul 13.00 WIB yatu materi Management Organisasi dan Program Kerja. Materi ketiga adalah Management Organisasi dan Program Kerja yang disampaikan oleh Amal Dzikrullah, M.Pd.

Pada sesi ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai bagaimana sebuah organisasi dapat berjalan secara terarah melalui pembagian tugas, koordinasi, komunikasi, penyusunan program, serta kerja sama antarpengurus.
Peserta juga diarahkan untuk memahami bahwa sebuah program kerja tidak cukup hanya memiliki ide yang menarik, tetapi harus disusun secara sistematis, realistis, memiliki tujuan yang jelas, pembagian tugas, jadwal pelaksanaan, serta evaluasi.
Pembekalan ini diharapkan dapat membantu calon pengurus OSIS dalam menyusun dan menjalankan program kerja yang kreatif, terarah, dan memberikan manfaat bagi seluruh warga sekolah.
Materi keempat adalah Teknis Persidangan yang disampaikan oleh Mrs. Retno Suzanne Handayani, Lc., M.Pd. Materi ini memberikan bekal kepada peserta mengenai tata cara persidangan dalam organisasi, termasuk bagaimana mengikuti proses persidangan secara tertib, memahami mekanisme pembahasan, menyampaikan pendapat, serta menjaga aturan dan etika dalam forum organisasi.
Kemampuan memahami mekanisme persidangan menjadi salah satu bekal penting bagi pengurus OSIS karena dalam menjalankan organisasi, para siswa akan berhadapan dengan berbagai forum untuk membahas program, mengambil keputusan, dan menyelesaikan berbagai persoalan organisasi.
Setelah seluruh rangkaian materi selesai, kegiatan LDKS OSIS SMP Al Siddiq International 2026/2027 ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustad Ahmad Toha, M.Ag.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh dinamika dan antusiasme. Para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai kepemimpinan dan organisasi, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung untuk berbicara di depan umum, bekerja sama, menerima evaluasi, mengatasi rasa gugup, dan berani mengambil peran.
Melalui kegiatan LDKS ini, SMP Al Siddiq International berharap para calon pengurus OSIS periode 2026/2027 mampu menjalankan amanah organisasi dengan baik dan membawa OSIS menjadi organisasi siswa yang semakin aktif, kreatif, produktif, dan mampu melahirkan berbagai program positif.
Lebih dari sekadar menjadi pengurus organisasi, LDKS diharapkan menjadi langkah awal untuk membentuk generasi muda yang memiliki leadership skill, karakter yang kuat, kemampuan berkomunikasi, keberanian tampil di depan umum, serta kemampuan bekerja sama dan bertanggung jawab.
Dengan bekal tersebut, para siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya mampu memimpin organisasi, tetapi juga mampu memimpin dirinya sendiri, berani menyampaikan gagasan, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat.
By Reno Suzanne Handayani, Lc, M.Pd

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *