Al Siddiq International School

5 Oktober 2026

Kegiatan, TK

Susun Puzzle Gambar Truk Sampah, yuk!

Pada Selasa, 29 September 2026, anak-anak TK A Al Siddiq International mengikuti kegiatan pembelajaran yang menyenangkan di kelas Sentra Persiapan. Kegiatan kali ini mengajak anak-anak menyusun puzzle bergambar truk sampah sekaligus belajar mengenal angka 1 sampai 5. Melalui aktivitas bermain sambil belajar, anak-anak diajak untuk mengembangkan berbagai kemampuan dasar dengan cara yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka.Kegiatan diawali dengan sambutan hangat dari guru kepada anak-anak yang datang ke kelas. Setelah itu, anak-anak mengikuti kegiatan absensi dan ice breaking untuk menciptakan suasana belajar yang ceria dan menyenangkan. Guru kemudian mengajak anak-anak berdiskusi mengenai sampah yang sering mereka jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak diperkenalkan dengan empat jenis sampah, yaitu sampah organik, kertas, plastik, dan B3. Pengenalan ini menjadi kesempatan bagi anak untuk mulai memahami pentingnya mengenal dan memilah sampah berdasarkan jenisnya.Setelah kegiatan pengenalan, anak-anak mulai diperkenalkan dengan puzzle bergambar truk sampah. Mereka diajak menyusun kepingan puzzle hingga membentuk gambar yang utuh. Aktivitas menyusun puzzle bertujuan untuk melatih kemampuan berpikir, konsentrasi, koordinasi mata dan tangan, serta kemampuan memecahkan masalah. Anak-anak juga belajar untuk bersabar, mencoba kembali ketika menemukan kesulitan, dan menyelesaikan tugas secara bertahap.Menariknya, kegiatan menyusun puzzle tidak hanya berfokus pada gambar. Anak-anak juga belajar mengenal lambang bilangan 1 sampai 5. Setiap bagian puzzle disusun dengan memperhatikan urutan angka sehingga anak dapat menghubungkan lambang bilangan dengan proses penyusunan gambar. Dengan cara ini, konsep angka diperkenalkan melalui kegiatan konkret dan menyenangkan sehingga anak dapat belajar tanpa merasa sedang menghafal.Selain mengenal angka, anak-anak juga diajak mengenal huruf yang terdapat pada nama mereka. Guru memberikan kesempatan kepada anak untuk memperhatikan dan menemukan huruf-huruf yang ada pada nama masing-masing. Kegiatan ini membantu menumbuhkan kesadaran anak terhadap bentuk dan bunyi huruf sekaligus menjadi langkah awal dalam pengenalan literasi.Melalui kegiatan tersebut, anak-anak TK A Al Siddiq International mendapatkan pengalaman belajar yang terintegrasi. Dalam satu aktivitas, mereka dapat mengembangkan kemampuan kognitif, motorik halus, bahasa, serta kemampuan memusatkan perhatian. Pembelajaran juga menjadi lebih bermakna karena dikemas melalui permainan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu mengenal sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.Kegiatan di Sentra Persiapan ini menunjukkan bahwa proses belajar anak usia dini dapat dilakukan melalui pengalaman yang sederhana, menyenangkan, dan penuh makna. Dengan bimbingan guru, anak-anak tidak hanya belajar menyusun puzzle, tetapi juga belajar mengenal angka, huruf, jenis sampah, serta membangun sikap teliti, mandiri, dan bertanggung jawab. Semoga pengalaman belajar ini dapat menjadi bagian dari tumbuh kembang anak dalam mengenal lingkungan dan membangun berbagai keterampilan dasar sejak dini.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, SD

Project Based Learning SD Al Siddiq International: Belajar Kreatif dan Kontekstual melalui Clay Painting dan Budidaya Ikan Lele

SD Al Siddiq International kembali menghadirkan kegiatan pembelajaran yang kreatif dan bermakna melalui program Project Based Learning (PjBL) pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan yang dilaksanakan pada pukul 10.00–11.00 ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung, kreativitas, kerja sama, serta praktik sederhana yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.Project Based Learning merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa untuk terlibat secara aktif dalam menyelesaikan sebuah proyek. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dengan membuat, mengamati, mencoba, dan menghasilkan sebuah karya atau proyek. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan sekaligus membantu siswa mengembangkan berbagai keterampilan.Pada kegiatan kali ini, siswa Grade 1–3 mengikuti proyek “Creating a Painting from Clay”. Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak untuk berkreasi menggunakan clay dan mengubahnya menjadi sebuah karya seni yang menarik. Dengan menggunakan berbagai bentuk dan warna clay, siswa dapat menuangkan ide serta imajinasi mereka ke dalam sebuah karya.Kegiatan membuat lukisan dari clay menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi siswa. Mereka belajar membentuk, menyusun, dan mengombinasikan berbagai warna untuk menghasilkan karya sesuai kreativitas masing-masing. Aktivitas ini juga melatih keterampilan motorik halus, ketelitian, kesabaran, serta kemampuan siswa dalam mengikuti tahapan pengerjaan sebuah proyek.Selain mengembangkan kreativitas, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan diri. Setiap karya memiliki bentuk dan karakter yang berbeda karena dibuat berdasarkan ide dan imajinasi masing-masing siswa. Hal ini mengajarkan bahwa setiap anak memiliki kreativitas yang unik dan patut dihargai.Sementara itu, siswa Grade 4 dan 6 mengikuti proyek “Catfish Farming” atau budidaya ikan lele. Dalam kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada konsep sederhana mengenai pemeliharaan ikan melalui praktik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Siswa dapat mengamati media yang digunakan untuk budidaya serta memahami bahwa kegiatan beternak atau membudidayakan ikan membutuhkan perhatian, ketelitian, dan tanggung jawab.Melalui proyek budidaya ikan lele, siswa juga mendapatkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual. Mereka dapat memahami bahwa ilmu yang dipelajari di sekolah dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Kegiatan ini sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu siswa terhadap lingkungan, makhluk hidup, serta proses pemeliharaan dan pertumbuhan hewan.Pelaksanaan kedua proyek tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran di SD Al Siddiq International terus memberikan pengalaman yang beragam kepada siswa. Melalui Project Based Learning, siswa didorong untuk menjadi pembelajar yang aktif, kreatif, mandiri, dan mampu bekerja sama. Mereka tidak hanya belajar untuk mengetahui, tetapi juga belajar melalui proses melakukan dan mengalami secara langsung.Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti creativity, collaboration, critical thinking, communication, dan problem solving. Dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek, siswa diharapkan mampu membangun rasa percaya diri dan memiliki pengalaman belajar yang lebih berkesan.Dengan penuh antusiasme, para siswa mengikuti setiap tahapan kegiatan dan menikmati proses belajar bersama. Melalui kegiatan seperti ini, SD Al Siddiq International terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang aktif, kreatif, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan siswa.Belajar dengan berkarya, belajar dengan mencoba, dan belajar melalui pengalaman nyata.By Muslihatul Maula, Lc

Kegiatan, SMP

City Tour SMP Al-Siddiq: Belajar Sejarah, Ekonomi, Seni, dan Transportasi di Kota Tua Jakarta

Jakarta, 29 September 2026 — Belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Hal tersebut dirasakan langsung oleh para siswa SMP Al-Siddiq dalam kegiatan City Tour ke kawasan bersejarah Kota Tua Jakarta, Selasa (29/9/2026).Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.30 WIB dari Stasiun LRT Cikunir 1 tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung melalui kunjungan ke Museum Bank Indonesia, Museum Fatahillah (Museum Sejarah Jakarta), dan Museum Seni.Tidak hanya mengenal sejarah, para siswa juga diperkenalkan dengan penggunaan transportasi publik, sistem pembayaran elektronik, perkembangan perekonomian Indonesia, seni dan budaya, hingga berbagai peninggalan sejarah yang menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa.Mengenal Transportasi Publik Sejak dari PerjalananSejak awal perjalanan, para siswa telah mendapatkan pengalaman belajar. Rombongan menggunakan LRT dan KRL untuk menuju kawasan Kota Tua.Penggunaan transportasi publik tersebut sengaja dipilih agar siswa tidak hanya menjadi pengguna transportasi, tetapi juga mengenal secara langsung bagaimana sistem transportasi publik bekerja dalam kehidupan masyarakat perkotaan.Para siswa juga diperkenalkan dengan penggunaan e-money sebagai alat pembayaran. Pengalaman sederhana tersebut menjadi pembelajaran praktis mengenai pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari sekaligus melatih kemandirian, kedisiplinan, dan ketertiban ketika menggunakan fasilitas umum.Untuk memastikan perjalanan berjalan aman dan kondusif, rombongan siswa dibagi menjadi 11 kelompok, dengan masing-masing kelompok didampingi oleh satu guru wali. Sistem pendampingan tersebut memungkinkan proses pengawasan, pengayoman, pengarahan, dan koordinasi dengan siswa dapat dilakukan secara lebih efektif.Menelusuri Sejarah Perekonomian Indonesia di Museum Bank Indonesia Setibanya di kawasan Kota Tua, rombongan mengunjungi Museum Bank Indonesia.Di museum ini, para siswa mendapatkan kesempatan untuk melihat perjalanan sejarah mata uang dan perekonomian Indonesia dari masa ke masa. Berbagai koleksi memperlihatkan perkembangan alat pembayaran sejak masa kedatangan bangsa Portugis, Spanyol, Belanda, hingga perkembangan mata uang Indonesia pada masa modern.Siswa dapat mengamati berbagai bentuk mata uang, baik uang kertas maupun uang logam, serta berbagai benda yang berkaitan dengan sejarah sistem keuangan Indonesia.Tidak berhenti pada mata uang, para siswa juga dapat melihat emas batangan, surat berharga, sukuk, obligasi, serta berbagai koleksi yang menggambarkan perkembangan sistem keuangan dan perekonomian.Kunjungan tersebut memberikan pemahaman bahwa perjalanan ekonomi Indonesia tidak dapat dilepaskan dari sejarah perdagangan dan kekayaan sumber daya alam Nusantara.Berbagai komoditas seperti rempah-rempah, merica, kayu manis, kopi, dan hasil bumi lainnya memiliki peranan penting dalam sejarah perdagangan Indonesia. Kekayaan alam tersebut bahkan menjadi salah satu faktor yang menarik bangsa-bangsa asing datang ke Nusantara.Dengan melihat koleksi museum secara langsung, siswa diajak memahami hubungan antara sumber daya alam, perdagangan, kolonialisme, sistem keuangan, dan perkembangan ekonomi Indonesia.Mengenal Sejarah Jakarta di Museum FatahillahSetelah mengunjungi Museum Bank Indonesia, perjalanan dilanjutkan ke Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta yang berada tidak jauh dari lokasi sebelumnya.Museum ini membawa siswa untuk menelusuri perjalanan sejarah Jakarta dari masa kerajaan hingga masa kolonial.Siswa dapat melihat berbagai koleksi dan replika peninggalan sejarah, termasuk Prasasti Ciaruteun, Prasasti Tugu, serta Prasasti Padrão Sunda Kelapa yang berkaitan dengan perjalanan sejarah wilayah Jakarta dan Nusantara. Berbagai ruang tematik di museum juga memberikan gambaran mengenai perkembangan Jakarta, mulai dari Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung hingga Ruang Batavia.Selain itu, terdapat berbagai benda bersejarah seperti mebel antik, keramik, gerabah, koleksi numismatik, senjata, lukisan gubernur jenderal Batavia, hingga patung perunggu Dewa Hermes.Koleksi mebel antik dari sekitar abad ke-17 hingga ke-19 juga memperlihatkan pertemuan berbagai kebudayaan, termasuk pengaruh Eropa, Tiongkok, dan Nusantara.Menyaksikan Jejak Perjuangan dari DekatSalah satu bagian yang menarik perhatian siswa adalah penjara bawah tanah. Ruang tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi para tahanan pada masa kolonial yang harus menjalani kehidupan dalam ruang yang sempit dan gelap.Siswa juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal bagian museum yang berkaitan dengan sejarah Pangeran Diponegoro dan masa penahanan sebelum beliau menjalani pengasingan.Pengalaman tersebut memberikan perspektif bahwa sejarah bukan sekadar hafalan mengenai nama tokoh dan tahun kejadian. Sejarah juga merupakan kisah tentang manusia, perjuangan, penderitaan, perubahan, dan perjalanan sebuah bangsa.Menumbuhkan Apresiasi Seni dan Kreativitas di Museum SeniRangkaian City Tour kemudian dilengkapi dengan kunjungan ke Museum Seni. Kehadiran museum seni memberikan dimensi pembelajaran yang berbeda bagi para siswa.Jika Museum Bank Indonesia membawa siswa mengenal perjalanan ekonomi dan Museum Fatahillah memperkenalkan sejarah Jakarta, maka kunjungan ke Museum Seni memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal karya seni, kebudayaan, kreativitas, dan cara manusia mengekspresikan gagasan melalui karya.Di museum ini, siswa diajak untuk mengamati berbagai karya secara lebih dekat. Mereka belajar bahwa seni bukan hanya mengenai keindahan, tetapi juga dapat menjadi media untuk menyampaikan gagasan, pengalaman, identitas budaya, sejarah, dan pandangan manusia terhadap kehidupan. Pengalaman melihat karya seni secara langsung juga diharapkan dapat menumbuhkan apresiasi terhadap seni dan budaya, memperluas wawasan, serta mendorong kreativitas siswa.Bagi siswa, kunjungan ini menjadi pengalaman untuk belajar melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang. Sebuah karya dapat memiliki bentuk, warna, simbol, dan makna yang berbeda-beda, sehingga siswa didorong untuk mengamati, bertanya, berpikir kritis, dan menyampaikan pendapat.Dengan demikian, kunjungan ke Museum Seni menjadi pelengkap perjalanan edukatif yang mempertemukan sejarah, ekonomi, budaya, dan kreativitas dalam satu rangkaian kegiatan.Perjalanan Pulang: Kembali Menggunakan KRL dan LRTSetelah seluruh rangkaian kunjungan selesai, kegiatan City Tour ditutup sekitar pukul 14.00 WIB. Rombongan bertolak dari kawasan Kota Tua menuju perjalanan pulang dengan kembali menggunakan transportasi publik.Dari kawasan Kota Tua, siswa bersama guru pendamping menggunakan KRL menuju Stasiun Cikoko. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan LRT dari Stasiun Cikoko menuju Stasiun Cikunir, sebagai titik akhir perjalanan.Perjalanan pulang tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi siswa untuk kembali mempraktikkan pengalaman menggunakan transportasi publik yang telah mereka pelajari sejak pagi.Bukan Sekadar Jalan-JalanCity Tour SMP Al-Siddiq menjadi contoh bahwa proses pendidikan dapat berlangsung di mana saja. Perjalanan sehari tersebut mempertemukan berbagai bidang pembelajaran sekaligus: sejarah, ekonomi, seni, budaya, teknologi, transportasi, kedisiplinan, dan pendidikan karakter.Para siswa tidak hanya melihat benda-benda bersejarah, tetapi diajak memahami konteks di baliknya. Mereka melihat bagaimana perdagangan dan kekayaan alam memengaruhi perjalanan ekonomi Indonesia, bagaimana mata uang berkembang dari masa ke masa, bagaimana Jakarta mengalami perubahan dari masa kerajaan hingga kolonial, serta bagaimana seni menjadi salah satu cara manusia merekam gagasan dan kebudayaan. Di sisi lain, penggunaan LRT dan KRL memberikan pengalaman praktis mengenai pentingnya ketertiban, kemandirian, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap fasilitas umum.Dengan pendampingan 11 guru wali pada masing-masing kelompok, kegiatan juga dapat berlangsung dengan lebih terarah, aman, dan kondusif.Pada akhirnya, City Tour ini bukan sekadar perjalanan keluar sekolah. Ia menjadi sebuah