Al Siddiq International School

TK

Kegiatan, TK

Pengambilan Rapor Semester 1 sebagai Evaluasi Perkembangan Anak TK Al Siddiq

Pada hari Jum’at, 19 Desember 2025, TK Al Siddiq melaksanakan kegiatan pengambilan rapor Semester 1 yang bertempat di ruang kelas masing-masing. Kegiatan ini diikuti oleh orang tua dan wali siswa sebagai bentuk kerja sama antara sekolah dan keluarga dalam mendukung perkembangan anak.Pengambilan rapor dilaksanakan sebagai sarana untuk melaporkan perkembangan anak selama enam bulan mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai capaian perkembangan anak, baik dari aspek kognitif, bahasa, sosial-emosional, fisik motorik, maupun nilai-nilai agama dan karakter.Tujuan lainnya dari kegiatan ini adalah untuk memperkuat komunikasi antara guru dan orang tua. Melalui kegiatan pengambilan rapor, sekolah berharap dapat menyamakan persepsi dalam mendampingi tumbuh kembang anak, serta membangun kerja sama yang lebih baik antara guru dan orang tua dalam memberikan stimulasi yang sesuai di rumah maupun di sekolah.Sebelum pelaksanaan kegiatan, pihak sekolah telah membagikan surat edaran mengenai jadwal dan teknis pengambilan rapor yang disampaikan oleh kepala sekolah. Surat edaran ini bertujuan agar orang tua memperoleh informasi yang jelas dan dapat mempersiapkan waktu dengan baik. Selain itu, guru juga mengingatkan kembali kepada orang tua pada H-1 melalui grup sekolah agar kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan lancar.Pada hari pelaksanaan, orang tua datang ke sekolah sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Setiap orang tua masuk ke ruang kelas masing-masing untuk menerima rapor anaknya. Pengaturan waktu ini dilakukan agar suasana tetap kondusif dan proses diskusi dapat berlangsung dengan nyaman.Selama kegiatan berlangsung, orang tua berdiskusi langsung dengan guru mengenai perkembangan anak, kebiasaan belajar, serta hal-hal yang perlu ditingkatkan ke depannya. Guru juga memberikan saran dan masukan yang dapat diterapkan orang tua di rumah. Melalui kegiatan pengambilan rapor ini, diharapkan orang tua dapat memahami perkembangan anak secara lebih mendalam dan bersama-sama mendukung proses belajar anak secara berkelanjutan.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Melatih Kemandirian Sejak Dini melalui Kegiatan Life Skills

Pada hari Rabu, 17 Desember 2025, TK B Al Siddiq melaksanakan kegiatan pengembangan keterampilan hidup (lifeskills) yang bertempat di Lapangan Al Siddiq. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa TK B dengan penuh antusias. Program life skills ini dirancang sebagai bagian dari pembelajaran sehari-hari agar anak-anak terbiasa melakukan kegiatan sederhana secara mandiri dalam lingkungan sekolah.Kegiatan diawali seperti rutinitas harian sekolah, yaitu anak-anak melakukan line up dengan tertib, dilanjutkan dengan circle time untuk berdoa dan berdiskusi singkat bersama guru. Setelah itu, anak-anak melaksanakan sholat dhuha bersama dan menikmati snack time. Rangkaian awal ini bertujuan untuk menyiapkan anak secara fisik dan mental sebelum memasuki kegiatan inti.Tujuan utama dari kegiatan pengembangan life skills ini adalah untuk melatih kemandirian siswa sejak usia dini. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap barang pribadi, melatih koordinasi motorik halus, meningkatkan rasa percaya diri, serta membiasakan anak mengikuti instruksi secara berurutan. Anak-anak juga belajar untuk bersabar saat menunggu giliran dan saling menghargai teman.Sebelum kegiatan mencuci sandal dimulai, anak-anak bersiap-siap dengan menaikkan lengan baju hingga siku agar tidak basah. Anak-anak melakukannya sendiri dengan membuka kancing lengan masing-masing, sesuai dengan cara yang telah diajarkan sebelumnya oleh guru. Kegiatan sederhana ini menjadi latihan penting agar anak terbiasa merawat diri tanpa selalu bergantung pada bantuan orang dewasa.Selanjutnya, anak-anak memakai sandal dan berjalan menuju tempat mencuci sandal yang berada di depan wastafel. Secara bergantian, anak-anak membasahi sandal dengan air, lalu menyikatnya menggunakan sikat gigi bekas yang telah dibawa dari rumah. Guru mendampingi dan memberikan arahan agar anak-anak dapat melakukannya dengan aman dan benar, namun tetap memberi kesempatan bagi anak untuk mencoba sendiri.Setelah sandal selesai dicuci, anak-anak menjemur sandal mereka sebentar di tempat yang telah disediakan. Kegiatan ini ditutup dengan merapikan kembali area sekitar dan refleksi singkat bersama guru. Melalui kegiatan life skills ini, diharapkan anak-anak TK B Al Siddiq semakin terlatih untuk mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki kebiasaan positif yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Petualangan Memanah di Lapangan Kempo

Ekstrakurikuler memanah ini diperkenalkan sebagai kegiatan yang membantu anak mengenal koordinasi tubuh, konsentrasi, dan cara mengikuti instruksi dengan tenang. Kegiatan dibuat sederhana dan aman agar sesuai dengan kebutuhan anak usia TK. Fokus utamanya bukan pada ketepatan hasil tembakan, tetapi pada proses belajar dan pengalaman baru yang membuat anak lebih percaya diri.Peserta kegiatan adalah murid TK Al Siddiq. Mereka berada pada masa tumbuh kembang yang penuh rasa ingin tahu, sehingga memanah menjadi pengalaman yang menarik bagi mereka. Setiap langkah dilakukan dengan pendampingan agar anak merasa aman dan tetap bersemangat selama kegiatan berlangsung.Kegiatan dilakukan di lapangan kempo, tempat yang cukup luas dan aman untuk latihan memanah. Lokasi ini memungkinkan anak bergerak bebas, melakukan pemanasan, dan mencoba memanah tanpa mengganggu aktivitas lain di sekolah. Lapangan yang terbuka juga membantu anak mengenali ruang dan menjaga jarak aman.Ekstrakurikuler ini berlangsung pada 9 Desember 2025. Penjadwalan ini disesuaikan dengan kegiatan belajar agar anak tidak kelelahan dan dapat mengikuti latihan dengan kondisi yang baik. Dengan jadwal yang tersusun, guru, pelatih, dan anak dapat mempersiapkan diri sebelum kegiatan dimulai.Tujuan kegiatan ini berkaitan dengan enam aspek perkembangan anak. Dari aspek motorik kasar, anak belajar menggerakkan tubuh saat memegang busur, menarik tali, dan melepaskan panah. Motorik halus juga terlatih ketika mereka mengatur posisi jari dan pegangan. Dari aspek kognitif, anak belajar memahami urutan langkah dan aturan keselamatan. Aspek bahasa berkembang ketika anak mendengar instruksi dan menjawab pertanyaan dari guru atau pelatih. Aspek sosial tampak ketika anak menunggu giliran dan bekerja dalam kelompok. Aspek emosional muncul saat anak mencoba mengelola rasa tegang atau bangga setelah berhasil. Aspek moral terlihat dari sikap patuh pada aturan dan menghargai giliran teman.Kegiatan dilaksanakan dengan alur yang jelas. Guru memulai dengan memberikan pijakan tentang apa saja yang akan dilakukan dan aturan yang harus dipahami anak. Setelah itu, guru dan anak berjalan menuju lapangan dengan bantuan tali agar barisan tetap rapi dan mudah diawasi. Setiba di lokasi, mereka menyapa pelatih lalu melakukan pemanasan bersama. Pelatih kemudian membagi anak ke dalam kelompok sesuai kelas. Anak mencoba memanah secara bergantian dengan panduan langsung dari pelatih agar tetap aman dan terarah.Dengan cara ini, kegiatan memanah bukan hanya melatih fisik, tetapi juga membangun disiplin, keberanian, dan kemampuan bekerja sama. Kegiatan ini memberikan pengalaman baru yang menyenangkan dan bermanfaat bagi perkembangan anak secara menyeluruh.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Angka, Puzzle, dan Lingkaran: Hari Asesmen yang Seru di TK B Al Siddiq

Asesmen matematika ini dirancang untuk melihat pemahaman dasar anak dalam mengenali angka, pola, ukuran, dan hubungan antar objek. Kegiatan ini berfokus pada kemampuan yang sesuai dengan tahap perkembangan anak usia TK, khususnya keterampilan awal berhitung dan pengamatan bentuk. Asesmen dilakukan secara sederhana agar anak tetap merasa nyaman dan dapat menunjukkan kemampuan mereka dengan wajar.Peserta kegiatan ini adalah murid TK B Al Siddiq. Anak-anak berada pada usia yang sedang aktif mengeksplorasi, sehingga asesmen dibuat menarik dan mudah diikuti. Setiap tugas disesuaikan dengan kemampuan mereka, baik yang sudah lancar berhitung maupun yang masih membutuhkan bantuan visual.Kegiatan berlangsung di dalam kelas, lingkungan yang sudah akrab bagi anak. Suasana yang familiar membantu mereka lebih tenang dan fokus. Ruang kelas juga memungkinkan guru memantau setiap anak sekaligus memberi dukungan ketika diperlukan.Asesmen dilakukan pada 9 Desember 2025. Pemilihan hari ini disesuaikan dengan jadwal belajar agar tidak mengganggu rutinitas lain. Dengan jadwal yang jelas, guru dapat menyiapkan alat, lembar kerja, dan pengaturan kelompok kecil untuk memastikan kegiatan berjalan lancar.Tujuan asesmen ini berkaitan dengan enam aspek perkembangan anak. Pertama, perkembangan kognitif, yaitu kemampuan mengenali angka, membedakan ukuran, dan memahami urutan. Kedua, perkembangan motorik halus melalui kegiatan menulis angka, menggambar lingkaran, dan menyusun puzzle. Ketiga, perkembangan bahasa karena anak perlu memahami instruksi dan mungkin menjelaskan jawabannya. Keempat, perkembangan sosial saat anak menunggu giliran dan bekerja dalam kelompok kecil. Kelima, perkembangan emosional yang muncul ketika anak belajar mengelola rasa percaya diri dan kesabaran. Keenam, perkembangan moral melalui sikap tertib, bergiliran, serta menyelesaikan tugas dengan jujur.Pelaksanaan asesmen dilakukan secara bertahap. Guru memulai dengan mencontohkan cara mengerjakan lembar kerja agar anak memiliki gambaran yang jelas. Saat menunggu giliran dipanggil, anak mengerjakan lembar kerja yang berisi latihan menulis angka 1 sampai 20 serta menggambar lingkaran sesuai jumlah yang ditentukan. Setiap tiga anak akan dipanggil untuk mengikuti asesmen inti, yaitu menyusun puzzle dan mengurutkan benda dari ukuran kecil ke besar. Pola ini membantu guru mengamati kemampuan tiap anak secara lebih dekat tanpa membuat mereka merasa terburu-buru.Dengan pendekatan seperti ini, asesmen bukan hanya sekadar penilaian, tetapi juga kesempatan bagi anak untuk belajar dan menunjukkan kemampuannya dalam suasana yang positif dan terarah.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Serunya Melatih Fokus dan Ketangkasan di Kelas Physical Education

Pelajaran Physical Education kali ini dirancang untuk melatih fokus, ketangkasan, dan kemampuan mengikuti instruksi. Kegiatan dibuat sederhana tapi menarik agar anak dapat bergerak aktif tanpa merasa terbebani. Latihan ini memberi ruang bagi anak untuk bermain sambil belajar mengendalikan gerakan tubuh mereka.Pesertanya adalah murid TK B Al Siddiq. Anak-anak pada usia ini sangat energik dan suka tantangan fisik kecil, sehingga permainan yang melibatkan gerak cepat dan respon terhadap instruksi sangat cocok untuk mereka. Dengan pendampingan yang tepat, kegiatan seperti ini membantu mereka mengembangkan keterampilan dasar yang penting.Kegiatan dilakukan di lapangan indoor Al Siddiq International pada 5 Desember 2025. Lapangan yang luas dan aman memberi cukup ruang bagi anak untuk bergerak bebas, berlari kecil, dan bereaksi terhadap aba-aba tanpa risiko saling bertabrakan. Lingkungan indoor juga membuat kegiatan tetap nyaman meskipun cuaca berubah.Tujuan kegiatan ini berkaitan dengan enam aspek perkembangan anak. Dari aspek motorik kasar, anak belajar berlari, membungkuk, dan bergerak cepat saat mengikuti instruksi. Dari motorik halus, mereka belajar mengontrol gerakan tangan ketika mengambil bola. Dari aspek kognitif, anak berlatih memilah instruksi, mengingat urutan, dan merespon dengan cepat. Dari aspek sosial, mereka bekerja dalam kelompok dan belajar menunggu giliran. Aspek bahasa berkembang saat anak mendengar dan memahami instruksi guru. Dari aspek emosional dan moral, anak belajar mengendalikan antusiasme, menghargai aturan, serta menjaga permainan tetap sportif.Pelaksanaannya dimulai dengan permainan kefokusan dan ketangkasan. Guru membagi anak menjadi dua kelompok lalu menyiapkan cone dengan bola kasti di atasnya. Guru memberikan instruksi seperti “sentuh kepala”, “sentuh pundak”, “sentuh kaki”, dan “ambil bolanya”. Anak harus mendengarkan dengan saksama dan bergerak sesuai aba-aba. Permainan ini melatih anak agar fokus mendengar, tidak bergerak asal menebak, dan mengikuti instruksi sampai selesai.Dengan alur kegiatan yang sederhana namun terarah, pelajaran Physical Education ini menjadi kesempatan bagi anak untuk bergerak aktif sambil belajar fokus, disiplin, dan kerjasama. Anak tidak hanya menikmati permainan, tetapi juga berkembang dalam berbagai aspek yang penting untuk tahap usia mereka.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Serunya Belajar Aturan Menyeberang Lewat Kegiatan Seni

Pelajaran Art & Creativity kali ini menggabungkan kegiatan seni dengan pembelajaran tentang keselamatan saat menyebrang. Anak tidak hanya membuat karya, tetapi juga memahami situasi sehari-hari yang dekat dengan mereka. Dengan cara ini, seni menjadi sarana untuk belajar hal yang penting dalam kehidupan nyata.Peserta kegiatan adalah murid TK B Al Siddiq. Mereka berada pada tahap perkembangan yang kaya imajinasi dan cepat menangkap hal baru. Karena itu, kegiatan seni yang dikaitkan dengan pengalaman sehari-hari membantu mereka menghubungkan apa yang mereka lihat, dengar, dan lakukan.Kegiatan ini berlangsung di dalam kelas pada 5 Desember 2025. Lingkungan kelas yang familiar membuat anak lebih nyaman bereksplorasi. Ruang yang aman dan tertata juga memudahkan guru menyiapkan bahan, memutar video, dan mendampingi anak selama proses membuat miniatur.Tujuan kegiatan ini berkaitan dengan enam aspek perkembangan anak. Dari aspek kognitif, anak belajar membandingkan perilaku aman dan tidak aman saat menyebrang serta mengenali komponen penting seperti zebra cross dan lampu lalu lintas. Dari aspek bahasa, anak mengungkapkan pendapat, menjawab pertanyaan, dan menyebutkan perbedaan dari video yang ditonton. Dari motorik halus, mereka berlatih menggunting, menempel, dan merangkai miniatur lampu penyeberangan. Dari aspek sosial, anak belajar berdiskusi dan bekerja bersama teman. Dari aspek emosional, anak belajar percaya diri saat menyampaikan jawaban. Dari aspek moral, mereka memahami aturan keselamatan yang penting dan belajar menerapkannya.Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan pertanyaan pemantik dari guru: “Kalau mau nyebrang itu bagaimana ya?”. Pertanyaan ini membantu anak mengingat pengalaman mereka sendiri. Setelah itu, guru memutar dua video yang menunjukkan perilaku baik dan perilaku sembarangan saat menyebrang. Anak diminta menyebutkan perbedaannya. Guru kemudian mengajak mereka menyebutkan komponen yang perlu diperhatikan saat menyebrang, seperti zebra cross dan lampu penyeberangan. Sebagai penutup, guru dan anak membuat miniatur lampu penyeberangan 3D. Kegiatan ini memberi kesempatan anak menuangkan pemahaman mereka ke dalam bentuk karya seni.Dengan pendekatan seperti ini, pelajaran Art & Creativity menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermakna. Anak tidak hanya membuat sesuatu yang menarik, tetapi juga belajar memahami lingkungan dan cara menjaga keselamatan diri.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Ketika Anak TK Belajar Percakapan Bahasa Arab tentang Elemen Alam

Pada hari Jumat, 28 November 2025, murid TK B Al Siddiq mengikuti pembelajaran Bahasa Arab dengan materi elemen alam. Kegiatan berlangsung di dalam kelas dengan suasana yang santai dan hangat. Anak-anak terlihat penasaran karena materi yang diberikan berbeda dari biasanya. Mereka belajar bukan hanya menghafal kosakata, tetapi juga memahami maknanya melalui contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.Guru memulai pelajaran dengan memperkenalkan empat elemen, yaitu air, tanah, api, dan udara. Setiap kosakata diperlihatkan bersama contohnya agar anak-anak mudah memahami. Misalnya, elemen air di jelaskan melalui contoh laut dan sungai. Elemen tanah dikenalkan dengan gunung dan hutan di halaman sekolah. Api dijelaskan melalui matahari dan lava, sementara udara dijelaskan lewat hembusan angin dan tornado. Penjelasan ini membuat anak-anak lebih cepat menangkap arti dari setiap elemen.Tujuan anak-anak belajar elemen alam dalam Bahasa Arab adalah supaya mereka mengenal kosakata baru yang bermakna dan relevan. Dengan mengaitkan kata dengan benda nyata, proses belajar menjadi lebih hidup dan mudah diingat. Selain itu, bentuk percakapan sederhana dalam Bahasa Arab melatih keberanian berbicara. Anak-anak tidak hanya belajar kata, tetapi juga cara menggunakannya. Pembelajaran ini melatih rasa percaya diri saat mereka mencoba menjelaskan sesuatu dalam bahasa lain.Setelah memahami arti dan contohnya, guru mulai mengajarkan cara menjelaskan elemen-elemen tersebut dalam Bahasa Arab. Guru mengucapkan kalimat sederhana, kemudian anak-anak menirukannya bersama-sama. Momen ini selalu penuh semangat karena anak-anak berlomba mengucapkan kata dengan benar.Ketika seluruh murid dianggap sudah hafal, guru mengajak mereka maju ke depan kelas. Satu per satu anak mencoba menyebutkan elemen alam dalam Bahasa Arab dan menjelaskannya dengan kalimat sederhana. Beberapa anak tampak gugup, tetapi setelah didampingi guru, mereka mulai berani. Kegiatan ini menutup pelajaran dengan cara yang menyenangkan. Anak-anak pulang membawa pengalaman baru bahwa belajar bahasa tidak harus sulit, asalkan dilakukan dengan cara yang dekat dengan dunia mereka.By Inka Amalia, S. Pd

Kegiatan, SD, Sekolah, SMP, TK

Open House Al Siddiq International School 2025: Edukasi, Kolaborasi, dan Melayani

Pada Sabtu, 29 November 2025, Al Siddiq International School kembali menyelenggarakan kegiatan Open House yang berlangsung dengan meriah dan penuh kehangatan. Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh puluhan calon orang tua siswa yang ingin mengenal lebih dekat program pendidikan serta suasana belajar di lingkungan Al Siddiq International School. Rangkaian kegiatan dibuka dengan seminar bertema “Growth Mindset Insight”, disampaikan oleh praktisi growth mindset, Dr Rachmat Hidayat (Doctor in Education Sciences)., Dalam sesi ini, Dr Rachmat memberikan wawasan mengenai pentingnya membangun pola pikir berkembang pada anak sebagai fondasi menghadapi tantangan belajar. Para orang tua terlihat sangat antusias, aktif berinteraksi, dan memberikan apresiasi terhadap materi yang disampaikan. Setelah seminar, para calon orang tua siswa diarahkan untuk mengunjungi berbagai stand dari unit TK, SD, dan SMP. Di masing-masing stand, pengunjung dapat melihat: Informasi lengkap mengenai profil dan kurikulum tiap unit, Dokumentasi kegiatan pembelajaran yang telah terlaksana, Pameran produk dan karya siswa, mulai dari proyek kreatif anak TK, portofolio pembelajaran siswa SD, hingga karya inovatif dan berbasis projek dari siswa SMP, Stand-stand tersebut dikemas menarik dan informatif sehingga memberikan gambaran nyata tentang proses belajar dan pencapaian siswa di Al Siddiq International School. Menambah nilai lebih pada acara tahun ini, sekolah bekerja sama dengan Tim RS Masmitra Bekasi untuk menyediakan layanan pengecekan kesehatan gratis bagi seluruh orang tua yang hadir. Layanan ini meliputi pemeriksaan dasar kesehatan dan konsultasi singkat, yang disambut sangat baik oleh para pengunjung. Fasilitas ini menjadi bentuk nyata komitmen sekolah dalam mendukung kesejahteraan keluarga besar Al Siddiq. Kemeriahan Open House semakin lengkap dengan hadirnya bazar makanan yang menawarkan berbagai pilihan kuliner. Stand makanan yang beragam ini menjadi tempat berkumpul para orang tua sambil menikmati hidangan ringan setelah berkeliling stand dan mengikuti rangkaian acara. Selama kegiatan berlangsung, antusiasme para orang tua terlihat sangat tinggi. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, dan menunjukkan minat besar terhadap program-program pendidikan yang ditawarkan sekolah. Keterlibatan ini menjadi bukti kuat bahwa Al Siddiq International School mendapatkan kepercayaan penuh dari masyarakat untuk menjadi tempat tumbuh kembang terbaik bagi anak-anak. Melalui Open House 2025 ini, Al Siddiq International School berharap dapat terus memperkuat hubungan antara sekolah dan orang tua, serta menunjukkan kualitas pendidikan yang inovatif, inklusif, dan berorientasi pada masa depan.By Arief Firmansyah, S. Kom

Kegiatan, SD, SMP, TK

Visitasi Tim Cambridge ke Al Siddiq International School

Pada Rabu, 26 November 2025, Al Siddiq International School menerima kunjungan resmi dari tim Cambridge sebagai bagian dari proses penerapan kurikulum Cambridge di sekolah. Kunjungan ini diwakili oleh Mr Dera Yornanda dan Mrs Priska Imanuelle, yang hadir untuk melakukan observasi, evaluasi, serta memberikan masukan terkait kesiapan sekolah dalam mengimplementasikan kurikulum internasional tersebut. Rangkaian kegiatan dimulai dengan sesi pemaparan profil sekolah yang disampaikan oleh Mr Fedrian Hasmand, M.Sas selaku perwakilan dari Al Siddiq International School. Dalam presentasi tersebut, beliau menjelaskan visi, misi, perkembangan sekolah, fasilitas pembelajaran, hingga strategi penguatan akademik yang selaras dengan standar kurikulum Cambridge. Penjelasan ini menjadi gambaran menyeluruh bagi tim Cambridge mengenai identitas, karakter, dan arah pengembangan sekolah. Setelah sesi presentasi, tim Cambridge melanjutkan kegiatan dengan melakukan wawancara kepada dua guru Al Siddiq International School yaitu Mrs Robiah Adawaiyah, M.Pd, dan Mrs Elsa Violita, S.S. M.S. Dalam wawancara tersebut, para guru berbagi pandangan mengenai proses pembelajaran, metode pengajaran yang digunakan, serta pengalaman mereka menerapkan pendekatan berbasis kompetensi. Tim Cambridge juga menggali pemahaman guru tentang penerapan kurikulum internasional dan kesiapan mereka dalam mendukung lingkungan belajar yang global. Selanjutnya, tim Cambridge melakukan sesi wawancara dengan dua siswa, yaitu Omar dan Celia. Wawancara ini bertujuan untuk melihat secara langsung bagaimana siswa merespons proses pembelajaran di Al Siddiq International School. Kedua siswa berbagi pengalaman mereka mengenai kegiatan belajar, mata pelajaran yang mereka sukai, serta cara mereka berinteraksi dengan guru dan teman. Respons yang jujur, antusias, dan penuh percaya diri menjadi bukti positif bahwa lingkungan belajar di Al Siddiq telah mendorong perkembangan karakter dan kemampuan akademik siswa. Tim Cambridge kemudian diajak berkeliling sekolah untuk melihat langsung sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran. School tour meliputi kunjungan ke ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, area olahraga, serta fasilitas penunjang lainnya. Selama tur, para tamu mengamati bagaimana setiap area dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang aman, nyaman, dan inspiratif bagi siswa. Kegiatan visitasi ditutup dengan sesi penyampaian masukan dari pihak Cambridge yang disampaikan oleh Mrs Priska Imanuelle. Dalam kesempatan tersebut, beliau memberikan apresiasi terhadap upaya sekolah dalam membangun sistem pembelajaran yang berkualitas. Tim Cambridge juga memberikan beberapa rekomendasi pengembangan yang dapat menjadi panduan bagi sekolah dalam memperkuat implementasi kurikulum Cambridge ke depannya. Visitasi dari tim Cambridge ini menjadi langkah penting bagi Al Siddiq International School dalam perjalanan menuju penerapan kurikulum berstandar internasional. Melalui rangkaian kegiatan yang komprehensif—mulai dari presentasi, wawancara, observasi hingga pemberian masukan—sekolah mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kekuatan yang telah dimiliki serta aspek-aspek yang perlu disempurnakan.Kunjungan ini tidak hanya meningkatkan kualitas akademik, tetapi juga memperkuat komitmen sekolah untuk terus memberikan pendidikan yang unggul, modern, dan berdaya saing global. By Arief Firmansyah, S.Kom

Kegiatan, SD, SMP, TK

Pelatihan Guru dari Penerbit Alston untuk Guru Al Siddiq

Pada Kamis, 20 November 2025, para guru Al Siddiq International School mengikuti kegiatan pelatihan khusus yang diselenggarakan oleh Penerbit Alston. Pelatihan ini berlangsung di ruang Kepala Sekolah dan dihadiri oleh para guru dari berbagai jenjang. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah penting sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan memastikan para pendidik selalu berkembang sesuai tuntutan kurikulum dan kebutuhan siswa. Pelatihan yang dipandu langsung oleh tim dari Penerbit Alston ini bertujuan untuk memberikan pendampingan profesional kepada guru-guru dalam memahami serta mengoptimalkan penggunaan buku dan perangkat pembelajaran yang diterbitkan oleh Alston. Dengan materi yang dirancang secara sistematis, pelatihan ini membantu guru memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai strategi pengajaran modern yang selaras dengan materi pembelajaran. Selama kegiatan berlangsung, para peserta menerima penjelasan terkait struktur buku, alur pembelajaran, serta cara menyampaikan materi secara efektif dalam kelas. Tim Alston juga menunjukkan contoh-contoh penerapan metode belajar berbasis aktivitas yang mampu meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa. Selain itu, guru-guru diajak untuk berdiskusi mengenai tantangan yang mereka temui di lapangan dan bagaimana solusi yang ditawarkan dapat diterapkan secara nyata dalam proses mengajar. Tidak hanya bersifat teoritis, pelatihan ini juga dilengkapi dengan sesi praktik dan studi kasus. Guru-guru diberi kesempatan untuk mencoba menyusun rencana pembelajaran singkat, mempraktikkan penyampaian materi, serta mendapatkan masukan langsung dari instruktur. Suasana diskusi terasa aktif dan produktif, menunjukkan antusiasme guru untuk terus mengembangkan kemampuan profesional mereka. Melalui pelatihan ini, Al Siddiq International School kembali menegaskan komitmennya untuk selalu mendukung peningkatan kompetensi guru. Kerjasama dengan Penerbit Alston diharapkan mampu memperkuat kualitas pembelajaran, menciptakan suasana kelas yang interaktif, dan memberikan pengalaman belajar terbaik bagi siswa. Pelatihan ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga memotivasi guru untuk terus berinovasi dalam metode pengajaran. Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk penerbit profesional seperti Alston, Al Siddiq International School optimis dapat terus menghadirkan pendidikan yang unggul dan relevan bagi para siswa di era modern. By Arief Firmansyah, S.Kom

Kegiatan, TK

Guru Sehari, Kenangan Selamanya di TK Al Siddiq

Pada hari Rabu, 26 November 2025, TK Al Siddiq mengadakan peringatan Hari Guru di dalam kelas TK. Acara ini menjadi momen khusus bagi seluruh siswa, guru, dan orang tua. Suasana pagi terasa lebih hidup karena anak-anak datang lebih awal dari biasanya. Banyak dari mereka sudah tiba di sekolah pukul tujuh, terlihat antusias dan penasaran dengan kegiatan yang sudah disiapkan.Pukul 7.30, anak-anak TK bergabung dengan siswa SD dan SMP Al Siddiq untuk melaksanakan upacara peringatan Hari Guru. Upacara berlangsung hingga pukul delapan. Selama upacara, anak-anak diajak menghormati jasa para guru yang setiap hari membimbing mereka. Momen ini sederhana tapi berarti karena memberi ruang bagi anak-anak untuk melihat bahwa peran guru dihargai oleh banyak orang.Setelah upacara, kegiatan berlanjut di kelas TK. Kali ini yang memimpin adalah mama-mama atau para orang tua siswa yang bertugas menjadi guru sehari. Tujuan orang tua merayakan Hari Guru dengan cara ini adalah agar mereka bisa merasakan langsung bagaimana rasanya mengajar anak usia dini. Selain itu, anak-anak bisa melihat bahwa proses belajar tidak hanya datang dari guru di sekolah tapi juga dari orang tua yang ikut berperan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk terima kasih kepada guru yang selama ini sudah sabar membimbing anak-anak.Tema yang diangkat adalah profesi. Beberapa orang tua memperkenalkan pekerjaan mereka kepada anak-anak. Ada yang berprofesi sebagai pramugari dan menjelaskan tugas pramugari saat bekerja. Anak-anak sangat antusias mendengar cerita langsung dari seseorang yang menjalani profesi tersebut. Mereka belajar tentang pelayanan, keselamatan, dan bagaimana pramugari membantu penumpang selama penerbangan.Selain itu, ada juga mama yang berprofesi sebagai atlet bulu tangkis Indonesia. Ia memperkenalkan dunia olahraga kepada anak-anak dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Anak-anak diajak memegang raket, belajar posisi tubuh yang benar, dan mencoba memukul kok secara perlahan. Meski sebagian besar masih belum tepat sasaran, mereka terlihat sangat bersemangat. Kegiatan ini memberi gambaran bahwa profesi atlet membutuhkan latihan, disiplin, dan kerja keras, namun tetap bisa dinikmati dengan rasa gembira.Setelah sesi pengenalan profesi, anak-anak diajak melakukan eksperimen sederhana menggunakan bubuk kunyit dan cuka. Kegiatan ini membuat mereka terlibat langsung dan belajar sambil bereksplorasi. Warna yang berubah dan reaksi yang muncul membuat mereka semakin penasaran dengan dunia sains. Walaupun sederhana, eksperimen ini memberi pengalaman baru yang seru dan mudah mereka ingat.Acara ditutup dengan makan bersama antara guru, orang tua, dan anak-anak. Suasananya hangat dan penuh tawa. Kegiatan ini menegaskan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar tapi juga tempat membangun hubungan yang baik antara keluarga dan guru. Pada akhirnya, peringatan Hari Guru di TK Al Siddiq tahun ini bukan hanya tentang merayakan guru tapi juga tentang kebersamaan dan rasa saling menghargai.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Serunya Menghias Donat Digital di Kelas ICT

Pada Selasa, 18 November 2025, murid TK A Al Siddiq International mengikuti kegiatan pembelajaran ICT di lab komputer. Tema hari itu adalah membuat donat digital. Kegiatan ini terlihat sederhana, tetapi dirancang untuk melatih keterampilan tangan anak saat menggunakan mouse. Guru ingin anak mulai terbiasa mengarahkan kursor, memilih elemen, dan mengklik dengan tepat.Saat tiba di lab komputer, anak-anak langsung mencari tempat yang mereka inginkan dan duduk dengan rapi. Beberapa anak tampak antusias karena ini salah satu ruang favorit mereka. Suasana lab menjadi hidup begitu layar monitor menyala dan tampilan donat kosong muncul di setiap komputer.Guru kemudian memberi instruksi langkah demi langkah. Anak diminta menggerakkan mouse untuk memilih topping, warna, dan hiasan yang tersedia. Setiap elemen harus dipilih dengan klik yang benar. Anak mulai mencoba mengarahkan kursor perlahan. Ada yang langsung mahir, ada yang membutuhkan waktu untuk menyesuaikan gerakan tangan mereka.Saat proses menghias berlangsung, banyak momen seru terjadi. Ada anak yang memilih warna terang, ada yang menambah banyak taburan, dan ada pula yang berhenti sejenak karena kursor bergerak terlalu jauh. Guru mendampingi dengan sabar sambil memberi dukungan agar anak tetap percaya diri. Setiap percobaan kecil menjadi latihan yang penting bagi motorik halus mereka.Kegiatan ini bukan hanya tentang membuat donat yang cantik. Anak belajar mengontrol tekanan jari, memegang mouse dengan benar, dan menggerakkan tangan dengan koordinasi yang baik. Semua ini mendukung kesiapan mereka untuk kegiatan ICT berikutnya yang semakin menuntut ketepatan.Di akhir sesi, anak bangga melihat hasil karya mereka di layar. Guru memberi waktu bagi mereka untuk saling melihat donat teman, sehingga muncul pujian dan tawa. Kegiatan sederhana ini menutup hari mereka dengan pengalaman belajar yang menyenangkan dan penuh warna.By Inka Amalia, S.Pd