Al Siddiq International School

TK

Kegiatan, TK

Sehari Menjadi Anak Siaga Bencana

Pada hari Selasa, 3 Februari 2026, anak-anak TK Al Siddiq International kembali melanjutkan rangkaian kegiatan Educational Field Trip yang seru dan penuh pembelajaran. Setelah sebelumnya mengunjungi Perpustakaan Nasional, perjalanan dilanjutkan menuju BPBD DKI Jakarta. Kunjungan ini menjadi pengalaman baru yang sangat berharga karena anak-anak diperkenalkan pada dunia kesiapsiagaan bencana dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan anak-anak sejak dini tentang pentingnya keselamatan diri serta cara menghadapi situasi darurat. Melalui kunjungan ke BPBD, anak-anak belajar bahwa bencana seperti gempa bumi, kebakaran, dan banjir bisa terjadi, namun kita dapat mengurangi risiko dengan mengetahui langkah-langkah yang tepat. Selain itu, kegiatan ini juga melatih keberanian, ketenangan, dan kemampuan anak untuk mengikuti instruksi saat berada dalam situasi darurat.Setelah tiba di BPBD DKI Jakarta, anak-anak langsung dibagi menjadi empat kelompok kecil agar kegiatan dapat berjalan tertib dan efektif. Setiap kelompok bergiliran mengunjungi beberapa pos simulasi yang telah disiapkan oleh petugas. Anak-anak tampak antusias sekaligus penasaran dengan berbagai peralatan dan ruang simulasi yang ada di sana.Pada pos simulasi gempa, anak-anak diajarkan cara melindungi diri, seperti berlindung di bawah meja dan menjaga kepala. Di pos simulasi kebakaran, mereka diperkenalkan pada cara menyelamatkan diri saat terjadi kebakaran, termasuk pentingnya tidak panik dan mengikuti jalur evakuasi. Sementara itu, pada pos P3K, anak-anak belajar mengenal pertolongan pertama sederhana, seperti cara membersihkan luka kecil. Di pos simulasi banjir, mereka mendapat penjelasan tentang bahaya banjir dan pentingnya menjaga lingkungan agar saluran air tidak tersumbat.Yang membuat kegiatan ini semakin menarik, pada pos simulasi P3K dan banjir anak-anak juga berkesempatan mencoba pengalaman menggunakan teknologi Virtual Reality (VR). Dengan bantuan VR, anak-anak dapat melihat gambaran situasi darurat secara lebih nyata namun tetap aman. Mereka terlihat sangat antusias dan menganggap pengalaman tersebut seperti belajar sambil bermain.Kegiatan kunjungan ke BPBD DKI Jakarta ini memberikan banyak pelajaran berharga bagi anak-anak TK Al Siddiq International. Tidak hanya menambah wawasan tentang kebencanaan, tetapi juga menumbuhkan sikap waspada, berani, dan peduli terhadap keselamatan diri serta lingkungan sekitar. Field trip hari itu pun menjadi pengalaman tak terlupakan yang penuh ilmu dan keceriaan.By Inka Amalia, S. Pd

Kegiatan, TK

Sehari Bersama Buku di Perpustakaan Nasional

Pada hari Selasa, 3 Februari 2026, anak-anak TK Al Siddiq International mengikuti kegiatan Educational Field Trip yang penuh keceriaan dan pengalaman baru. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran di luar kelas yang dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak. Kali ini, tujuan kunjungan kami adalah Perpustakaan Nasional, sebuah tempat yang kaya akan sumber ilmu dan bacaan menarik untuk anak-anak.Kegiatan field trip ini bertujuan untuk menumbuhkan minat baca sejak usia dini, mengenalkan anak-anak pada lingkungan perpustakaan, serta melatih mereka untuk bersikap tertib dan mandiri di tempat umum. Selain itu, kunjungan ini juga menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar dengan cara yang menyenangkan, tidak hanya melalui buku di kelas, tetapi juga dari pengalaman langsung di luar sekolah.Perjalanan dimulai dengan penuh semangat. Anak-anak berkumpul terlebih dahulu di depan Bella Vista sebagai titik temu. Setelah semua peserta hadir, kami bersama-sama berangkat menuju Perpustakaan Nasional menggunakan bus. Sepanjang perjalanan, anak-anak terlihat antusias dan tidak sabar untuk segera sampai di tujuan.Sesampainya di Perpustakaan Nasional, kami melakukan dokumentasi bersama di depan gedung sebagai kenang-kenangan. Setelah itu, rombongan naik ke lantai 7, yaitu layanan khusus anak. Di sana, anak-anak mengikuti kegiatan read aloud yang dipandu oleh petugas Perpustakaan Nasional. Mereka mendengarkan cerita dengan penuh perhatian dan terlihat sangat menikmati setiap bagian cerita yang dibacakan.Setelah sesi read aloud, anak-anak diberi kesempatan untuk membaca buku secara mandiri. Mereka bebas memilih buku yang menarik bagi mereka, duduk dengan tenang, dan mulai membuka halaman demi halaman dengan rasa ingin tahu yang besar. Kegiatan ini membantu melatih konsentrasi, kemandirian, serta kecintaan mereka terhadap buku.Sebagai penutup kegiatan, dilakukan penyerahan plakat dari TK Al Siddiq International yang diberikan langsung oleh Kepala Sekolah TK Al Siddiq kepada petugas Perpustakaan Nasional. Momen ini menjadi simbol terima kasih atas sambutan hangat dan pengalaman berharga yang telah diberikan kepada anak-anak. Kegiatan field trip ini menjadi momen penuh kebahagiaan dan kenangan indah yang tidak akan mudah dilupakan oleh anak-anak.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Buah Beri dari Barang Bekas

Pada hari Selasa 27 Januari TK B2 Fatimah Azzahra dan Rabu, 28 Januari 2026 TK B1 Ummu Kultsum Al Siddiq International mengikuti kegiatan kreatif dalam pembelajaran Art & Creativity yang dilaksanakan di kelas seni. Kegiatan kali ini mengangkat tema daur ulang dengan membuat kreasi buah beri dari tutup botol bekas. Anak-anak diajak untuk mengeksplorasi bentuk dan warna sambil mengenal berbagai jenis buah beri seperti stroberi, bluberi, ceri, dan anggur melalui aktivitas yang menyenangkan dan edukatif.Kegiatan dimulai dengan guru memperkenalkan berbagai jenis buah beri kepada anak-anak. Melalui gambar dan cerita singkat, anak-anak belajar mengenal nama-nama buah beri, bentuknya, warna, serta rasa khas dari masing-masing buah. Setelah itu, anak-anak diminta untuk menyebutkan kembali buah-buah beri yang mereka kenal sebagai bentuk interaksi dua arah dan pemahaman awal terhadap materi yang disampaikan.Selanjutnya, anak-anak mulai membuat karya seni dengan menggunakan tutup botol bekas. Tutup-tutup botol tersebut ditempel di atas kertas atau karton dan dibentuk menyerupai buah beri pilihan mereka. Dengan bantuan cat air dan kreativitas masing-masing, anak-anak menghias tutup botol agar menyerupai buah seperti stroberi yang merah dengan bintik putih, bluberi berwarna biru keunguan, anggur yang bergerombol, atau ceri dengan tangkai hijau. Proses ini tidak hanya melatih keterampilan motorik halus anak, tetapi juga mengembangkan kreativitas, kesabaran, dan koordinasi tangan-mata.Setelah karyanya selesai, masing-masing anak diajak untuk menjelaskan buah apa yang telah mereka buat. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemampuan berkomunikasi, meningkatkan rasa percaya diri, dan memberi ruang bagi anak untuk mengekspresikan hasil karyanya. Anak-anak tampak antusias dan bangga saat menunjukkan hasil kreasi mereka di depan teman-temannya.Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengembangkan kreativitas dan imajinasi anak usia dini melalui media daur ulang yang ramah lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan edukasi tentang jenis-jenis buah beri, menanamkan nilai pentingnya menjaga lingkungan, serta membentuk sikap apresiatif terhadap proses dan hasil karya sendiri maupun orang lain. Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana seni dapat diintegrasikan dengan pembelajaran tematik yang mendalam dan menyenangkan bagi anak-anak.By Inka Amalia, S. Pd

Kegiatan, TK

Belajar Matematika Seru Lewat Jeruk

Pada hari Senin, 26 Januari TK B2 Fatimah Azzahra dan Selasa 27 Januari 2026 TK B1 Ummu Kultsum Al Siddiq International melaksanakan kegiatan pembelajaran matematika yang unik dan menyenangkan di kelas Science and Math. Kegiatan ini mengusung tema eksplorasi angka dan pola melalui aktivitas mengupas jeruk, menghitung jumlah ruas buah, serta membuat mozaik dari kulit jeruk. Dengan pendekatan yang bersifat konkret dan menyentuh langsung pengalaman anak, kegiatan ini menjadi salah satu cara efektif untuk memperkenalkan konsep matematika dasar kepada anak usia dini.Kegiatan dimulai dengan setiap anak mendapatkan satu buah jeruk. Anak-anak diajak untuk mengupas kulit jeruk secara mandiri sebagai bentuk pengembangan keterampilan motorik halus. Setelah itu, mereka diminta untuk menghitung jumlah isi jeruk atau ruas buah di dalam satu buah jeruk. Dengan menghitung secara langsung, anak-anak diajak mengenal konsep bilangan dan melatih kemampuan berhitung satu per satu sambil tetap menikmati prosesnya secara menyenangkan.Tidak hanya berhenti pada aktivitas berhitung, anak-anak juga diajak berkreasi dengan memanfaatkan kulit jeruk yang telah dikupas. Kulit-kulit jeruk tersebut digunakan untuk menyusun pola mozaik sederhana di atas kertas. Aktivitas ini bertujuan untuk melatih daya imajinasi, kreativitas, serta pengenalan terhadap konsep pola dan bentuk geometri. Dengan menggunakan media alami seperti kulit jeruk, pembelajaran menjadi lebih bermakna dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan konsep dasar matematika seperti angka, jumlah, dan pola kepada anak-anak usia dini dengan cara yang konkret, kontekstual, dan menyenangkan. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung perkembangan sensorik dan motorik halus anak, menumbuhkan ketelitian, konsentrasi, serta menstimulasi kemampuan berpikir logis dan sistematis. Anak-anak belajar tidak hanya dari teori, tetapi juga dari pengalaman langsung yang dapat mereka rasakan dan pahami.Secara keseluruhan, kegiatan mengupas kulit jeruk, menghitung jumlah ruas, dan membuat mozaik dari kulit jeruk di TK B Al Siddiq International bukan hanya memperkenalkan konsep matematika, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang utuh dan menyenangkan. Dengan pendekatan yang interaktif dan eksploratif, anak-anak menjadi lebih antusias dan aktif dalam proses pembelajaran. Kegiatan ini membuktikan bahwa matematika dapat diajarkan secara menyenangkan dan penuh makna sejak usia dini.By Inka Amalia, S. Pd

Kegiatan, TK

Pengalaman Pertama Anak TK Al Siddiq Makan Bubur Kacang Hijau

Kegiatan makan bubur kacang hijau dilaksanakan sebagai rangkaian dari kegiatan Project Based Learning yang telah dilakukan sebelumnya. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak TK Al Siddiq dan dilaksanakan pada hari Kamis, 22 Januari 2026. Kegiatan berlangsung di kelas Ummu Kultsum dengan suasana yang hangat dan menyenangkan.Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak mengenal kacang hijau tidak hanya sebagai tanaman yang mereka tanam dan amati pertumbuhannya, tetapi juga sebagai bahan makanan yang dapat diolah dan dikonsumsi. Anak belajar bahwa tanaman yang tumbuh dengan baik dapat memberikan manfaat bagi kehidupan sehari-hari. Hal ini membantu anak memahami hubungan antara proses menanam dan hasil yang bisa dimanfaatkan.Tujuan dari kegiatan makan bubur kacang hijau ini adalah memberikan pengalaman langsung kepada anak usia dini untuk mengenal rasa, tekstur, dan aroma makanan berbahan dasar kacang hijau. Anak dilatih untuk berani mencoba makanan baru, khususnya bagi anak yang belum pernah mencicipi bubur kacang hijau sebelumnya. Kegiatan ini juga menanamkan kebiasaan makan bersama dengan tertib dan penuh rasa syukur.Kegiatan diawali dengan guru membuka kelas dengan penjelasan sederhana mengenai bagian-bagian dari pohon kacang hijau, seperti akar, batang, dan daun. Penjelasan ini menjadi penguatan dari kegiatan menanam dan mengamati yang telah dilakukan sebelumnya. Anak-anak mendengarkan dengan antusias dan mengingat kembali pengalaman mereka selama merawat tanaman kacang hijau.Setelah itu, guru membagikan bubur kacang hijau kepada anak-anak satu per satu. Anak-anak kemudian membaca doa sebelum makan bersama-sama. Suasana kelas terasa hangat saat anak menikmati bubur kacang hijau. Beberapa anak terlihat lahap, sementara sebagian lainnya mencoba perlahan karena ini menjadi pengalaman pertama mereka memakan bubur kacang hijau.Melalui kegiatan ini, anak tidak hanya belajar tentang makanan sehat, tetapi juga belajar bersyukur, berbagi, dan menghargai proses. Kegiatan makan bubur kacang hijau menjadi penutup yang bermakna dari rangkaian Project Based Learning, karena anak dapat merasakan langsung hasil pembelajaran dari awal hingga akhir dengan cara yang sederhana dan menyenangkan.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Menanam, Mengamati, dan Belajar: Project Based Learning Kacang Hijau di TK Al Siddiq

Kegiatan Project Based Learning menanam kacang hijau dilaksanakan oleh Murid TK Al Siddiq sebagai bagian dari pembelajaran tematik yang menyenangkan dan bermakna. Kegiatan ini berlangsung selama satu minggu, yaitu pada hari Senin sampai Jumat, tanggal 19–23 Januari 2026. Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan di kelas masing-masing dengan pendampingan guru.Melalui kegiatan ini, anak-anak diperkenalkan pada proses menanam dan merawat tanaman sejak dini. Mereka tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap tahapan. Anak belajar bahwa tanaman membutuhkan perhatian, waktu, dan perlakuan yang tepat agar dapat tumbuh dengan baik. Hal ini membantu menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pengalaman belajar nyata kepada anak usia dini. Anak-anak dilatih untuk mengamati, membandingkan, dan menganalisis perbedaan pertumbuhan tanaman kacang hijau yang diletakkan di tempat gelap, di dalam ruangan yang terkena sinar matahari, serta di luar ruangan yang terkena sinar matahari langsung. Dari kegiatan ini, anak dapat memahami secara sederhana bahwa cahaya dan lingkungan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman.Pada hari Senin, 19 Januari 2026, kegiatan diawali dengan menonton tayangan video tentang eksperimen biji kacang hijau bersama-sama di kelas Zainab. Setelah itu, anak-anak mulai menanam biji kacang hijau secara bertahap dengan bimbingan guru. Anak menyiapkan gelas plastik, menyusun kapas dengan rapi, menaburkan biji kacang hijau diatas kapas, lalu menuangkan air hingga kapas menjadi basah. Proses ini melatih motorik halus anak serta kemampuan mengikuti instruksi dengan urut.Selanjutnya, pada hari Selasa hingga Jumat, 20–23 Januari 2026, anak-anak secara rutin menyiram biji kacang hijau dengan meneteskan air menggunakan pipet. Selain menyiram, anak juga diajak mencatat dan menggambar perkembangan tanaman kacang hijau pada buku yang telah disediakan. Kegiatan ini melatih kesabaran, ketelitian, serta kemampuan anak dalam mengamati perubahan dari hari ke hari.Puncak kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat, 23 Januari 2026. Anak-anak bersama guru mengamati perbedaan pertumbuhan kacang hijau dari ketiga perlakuan yang telah dilakukan. Anak diajak berdiskusi sederhana tentang tanaman mana yang tumbuh paling tinggi, paling hijau, dan paling kuat. Melalui kegiatan ini, anak belajar menyampaikan pendapat, mendengarkan teman, serta menarik kesimpulan sederhana dari hasil pengamatan mereka sendiri.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Belajar Kisah Isra Mi’raj Bersama di Kelas Zainab

Pada hari Kamis, 15 Januari 2026, anak-anak TK Al Siddiq International mengikuti kegiatan menonton film tentang peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pembelajaran agama yang dikemas dengan cara menyenangkan dan sesuai dengan usia anak-anak TK.Kegiatan diawali seperti hari-hari biasa. Anak-anak datang ke sekolah dengan penuh semangat, kemudian melakukan line up bersama. Setelah itu, mereka mengikuti circle time untuk berdoa dan berbincang ringan dengan guru. Kegiatan dilanjutkan dengan shalat dhuha bersama dan snack time agar anak-anak tetap nyaman dan siap mengikuti kegiatan selanjutnya.Setelah rangkaian kegiatan awal selesai, anak-anak diajak menuju Kelas Zainab. Di kelas tersebut, mereka menonton film tentang kisah Isra Mi’raj menggunakan smart board yang telah disediakan oleh pemerintah. Film ditampilkan dengan gambar dan cerita yang menarik agar anak-anak mudah memahami perjalanan Nabi Muhammad SAW saat menerima perintah salat.Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengenalkan dan mengingatkan anak-anak tentang kisah Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sejak usia dini. Selain itu, guru juga menyampaikan bahwa pada keesokan harinya, yaitu Jumat, 16 Januari, akan diperingati sebagai Hari Isra Mi’raj. Dengan begitu, anak-anak diharapkan mulai mengenal hari-hari besar dalam Islam dan maknanya secara sederhana.Setelah menonton film, anak-anak diajak mengikuti kuis tanya jawab ringan. Guru memberikan pertanyaan seputar cerita yang baru saja ditonton untuk mengetahui seberapa jauh anak-anak mengingat dan memahami kisah Isra Mi’raj. Anak-anak terlihat antusias menjawab pertanyaan dengan bahasa mereka sendiri.Kegiatan kemudian ditutup dengan tertib. Anak-anak kembali ke kelas masing-masing dengan bimbingan guru. Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan agama, tetapi juga belajar fokus, mendengarkan cerita, dan berani mengungkapkan pendapat mereka.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Ekspresi Ceria Anak TK Al Siddiq dalam Kegiatan Menggambar dan Bercerita

Kegiatan menggambar dan bercerita tentang liburan dilaksanakan bersama anak-anak TK Al Siddiq pada hari Senin hingga Selasa, tanggal 12–13 Januari 2025. Kegiatan ini berlangsung di dalam kelas dengan suasana yang menyenangkan dan penuh antusias. Anak-anak terlihat bersemangat karena mereka diberi kesempatan untuk mengekspresikan pengalaman liburan yang telah mereka lalui.Pada hari Senin, anak-anak diminta untuk menggambar hal yang paling berkesan selama liburan sekolah. Media yang digunakan adalah kertas HVS ukuran A4 dan krayon milik masing-masing siswa. Anak-anak bebas menuangkan ide mereka, seperti liburan bersama keluarga, bermain di rumah, atau mengunjungi tempat tertentu. Melalui kegiatan ini, guru dapat melihat kreativitas anak serta kemampuan mereka dalam menuangkan pengalaman ke dalam bentuk gambar.Kegiatan menggambar ini bertujuan untuk mengembangkan beberapa aspek perkembangan anak. Dari aspek fisik motorik, anak melatih koordinasi tangan dan jari saat memegang dan menggunakan krayon. Dari aspek kognitif, anak belajar mengingat kembali pengalaman liburan dan menuangkannya dalam bentuk visual. Aspek seni juga berkembang melalui pemilihan warna dan bentuk gambar yang mereka buat.Pada hari Selasa, kegiatan dilanjutkan dengan bercerita di depan kelas berdasarkan gambar yang telah dibuat. Anak-anak diminta untuk memberi salam, memperkenalkan diri, menjelaskan gambar yang dibuat, menceritakan kegiatan liburan tersebut dilakukan bersama siapa, serta mengungkapkan perasaan mereka. Kegiatan ini dilakukan secara bergantian dengan bimbingan guru agar anak merasa percaya diri.Melalui kegiatan bercerita, aspek perkembangan bahasa anak berkembang dengan baik karena mereka belajar menyusun kalimat dan berbicara di depan orang lain. Aspek sosial emosional juga terlatih, karena anak belajar menunggu giliran, mendengarkan teman, serta berani mengekspresikan perasaan senang, rindu, atau bahagia. Selain itu, nilai moral dan agama turut dikembangkan melalui kebiasaan memberi salam dan bersikap sopan saat berbicara.Secara keseluruhan, kegiatan menggambar dan bercerita tentang liburan ini bertujuan untuk menstimulasi enam aspek perkembangan anak, yaitu nilai agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, dan seni. Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermakna karena membantu anak mengembangkan kemampuan diri secara menyeluruh melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan mereka. By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, SD, Sekolah, SMP, TK

Observasi dan Tes PPDB Gelombang 1 Batch 3 Al Siddiq International School Berjalan Lancar

Al Siddiq International School telah melaksanakan kegiatan Observasi dan Tes Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Gelombang 1 Batch 3 untuk jenjang TK, SD, dan SMP pada Sabtu, 13 Desember 2025. Kegiatan ini diselenggarakan langsung di lingkungan Al Siddiq International School sebagai bagian dari rangkaian seleksi calon peserta didik tahun ajaran baru. Kegiatan observasi dan tes PPDB ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan tim psikolog dari AMNA, yang berperan dalam melakukan asesmen dan pengamatan terhadap kesiapan serta perkembangan calon siswa dan siswi sesuai dengan jenjang pendidikannya masing-masing. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap calon peserta didik mendapatkan layanan pendidikan yang sesuai dengan potensi, karakter, dan tahap perkembangannya. Acara dimulai pada pukul 08.00 WIB dan berlangsung hingga 12.00 WIB, dengan rangkaian kegiatan yang telah disusun secara sistematis dan kondusif. Para calon siswa dan siswi Al Siddiq International mengikuti kegiatan observasi dan tes dengan tertib, nyaman, dan penuh semangat. Kegiatan ini turut dihadiri oleh para orang tua yang mengantarkan putra-putrinya serta memberikan dukungan penuh selama proses berlangsung. Kehadiran orang tua menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana yang aman dan mendukung bagi anak-anak dalam mengikuti tahapan seleksi. Melalui kegiatan observasi dan tes PPDB ini, Al Siddiq International School berharap dapat mengenal lebih dekat setiap calon peserta didik, sehingga proses pendidikan ke depan dapat berjalan secara optimal dan berkesinambungan. Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen sekolah dalam menghadirkan proses penerimaan siswa yang profesional, objektif, dan berorientasi pada tumbuh kembang anak. Semoga seluruh rangkaian PPDB Al Siddiq International School dapat berjalan dengan lancar dan menjadi langkah awal dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, dan berwawasan global.By Arief Firmansyah, S. Kom

Kegiatan, TK

Pengambilan Rapor Semester 1 sebagai Evaluasi Perkembangan Anak TK Al Siddiq

Pada hari Jum’at, 19 Desember 2025, TK Al Siddiq melaksanakan kegiatan pengambilan rapor Semester 1 yang bertempat di ruang kelas masing-masing. Kegiatan ini diikuti oleh orang tua dan wali siswa sebagai bentuk kerja sama antara sekolah dan keluarga dalam mendukung perkembangan anak.Pengambilan rapor dilaksanakan sebagai sarana untuk melaporkan perkembangan anak selama enam bulan mengikuti proses pembelajaran di sekolah. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai capaian perkembangan anak, baik dari aspek kognitif, bahasa, sosial-emosional, fisik motorik, maupun nilai-nilai agama dan karakter.Tujuan lainnya dari kegiatan ini adalah untuk memperkuat komunikasi antara guru dan orang tua. Melalui kegiatan pengambilan rapor, sekolah berharap dapat menyamakan persepsi dalam mendampingi tumbuh kembang anak, serta membangun kerja sama yang lebih baik antara guru dan orang tua dalam memberikan stimulasi yang sesuai di rumah maupun di sekolah.Sebelum pelaksanaan kegiatan, pihak sekolah telah membagikan surat edaran mengenai jadwal dan teknis pengambilan rapor yang disampaikan oleh kepala sekolah. Surat edaran ini bertujuan agar orang tua memperoleh informasi yang jelas dan dapat mempersiapkan waktu dengan baik. Selain itu, guru juga mengingatkan kembali kepada orang tua pada H-1 melalui grup sekolah agar kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan lancar.Pada hari pelaksanaan, orang tua datang ke sekolah sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Setiap orang tua masuk ke ruang kelas masing-masing untuk menerima rapor anaknya. Pengaturan waktu ini dilakukan agar suasana tetap kondusif dan proses diskusi dapat berlangsung dengan nyaman.Selama kegiatan berlangsung, orang tua berdiskusi langsung dengan guru mengenai perkembangan anak, kebiasaan belajar, serta hal-hal yang perlu ditingkatkan ke depannya. Guru juga memberikan saran dan masukan yang dapat diterapkan orang tua di rumah. Melalui kegiatan pengambilan rapor ini, diharapkan orang tua dapat memahami perkembangan anak secara lebih mendalam dan bersama-sama mendukung proses belajar anak secara berkelanjutan.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Melatih Kemandirian Sejak Dini melalui Kegiatan Life Skills

Pada hari Rabu, 17 Desember 2025, TK B Al Siddiq melaksanakan kegiatan pengembangan keterampilan hidup (lifeskills) yang bertempat di Lapangan Al Siddiq. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa TK B dengan penuh antusias. Program life skills ini dirancang sebagai bagian dari pembelajaran sehari-hari agar anak-anak terbiasa melakukan kegiatan sederhana secara mandiri dalam lingkungan sekolah.Kegiatan diawali seperti rutinitas harian sekolah, yaitu anak-anak melakukan line up dengan tertib, dilanjutkan dengan circle time untuk berdoa dan berdiskusi singkat bersama guru. Setelah itu, anak-anak melaksanakan sholat dhuha bersama dan menikmati snack time. Rangkaian awal ini bertujuan untuk menyiapkan anak secara fisik dan mental sebelum memasuki kegiatan inti.Tujuan utama dari kegiatan pengembangan life skills ini adalah untuk melatih kemandirian siswa sejak usia dini. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap barang pribadi, melatih koordinasi motorik halus, meningkatkan rasa percaya diri, serta membiasakan anak mengikuti instruksi secara berurutan. Anak-anak juga belajar untuk bersabar saat menunggu giliran dan saling menghargai teman.Sebelum kegiatan mencuci sandal dimulai, anak-anak bersiap-siap dengan menaikkan lengan baju hingga siku agar tidak basah. Anak-anak melakukannya sendiri dengan membuka kancing lengan masing-masing, sesuai dengan cara yang telah diajarkan sebelumnya oleh guru. Kegiatan sederhana ini menjadi latihan penting agar anak terbiasa merawat diri tanpa selalu bergantung pada bantuan orang dewasa.Selanjutnya, anak-anak memakai sandal dan berjalan menuju tempat mencuci sandal yang berada di depan wastafel. Secara bergantian, anak-anak membasahi sandal dengan air, lalu menyikatnya menggunakan sikat gigi bekas yang telah dibawa dari rumah. Guru mendampingi dan memberikan arahan agar anak-anak dapat melakukannya dengan aman dan benar, namun tetap memberi kesempatan bagi anak untuk mencoba sendiri.Setelah sandal selesai dicuci, anak-anak menjemur sandal mereka sebentar di tempat yang telah disediakan. Kegiatan ini ditutup dengan merapikan kembali area sekitar dan refleksi singkat bersama guru. Melalui kegiatan life skills ini, diharapkan anak-anak TK B Al Siddiq semakin terlatih untuk mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki kebiasaan positif yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, TK

Petualangan Memanah di Lapangan Kempo

Ekstrakurikuler memanah ini diperkenalkan sebagai kegiatan yang membantu anak mengenal koordinasi tubuh, konsentrasi, dan cara mengikuti instruksi dengan tenang. Kegiatan dibuat sederhana dan aman agar sesuai dengan kebutuhan anak usia TK. Fokus utamanya bukan pada ketepatan hasil tembakan, tetapi pada proses belajar dan pengalaman baru yang membuat anak lebih percaya diri.Peserta kegiatan adalah murid TK Al Siddiq. Mereka berada pada masa tumbuh kembang yang penuh rasa ingin tahu, sehingga memanah menjadi pengalaman yang menarik bagi mereka. Setiap langkah dilakukan dengan pendampingan agar anak merasa aman dan tetap bersemangat selama kegiatan berlangsung.Kegiatan dilakukan di lapangan kempo, tempat yang cukup luas dan aman untuk latihan memanah. Lokasi ini memungkinkan anak bergerak bebas, melakukan pemanasan, dan mencoba memanah tanpa mengganggu aktivitas lain di sekolah. Lapangan yang terbuka juga membantu anak mengenali ruang dan menjaga jarak aman.Ekstrakurikuler ini berlangsung pada 9 Desember 2025. Penjadwalan ini disesuaikan dengan kegiatan belajar agar anak tidak kelelahan dan dapat mengikuti latihan dengan kondisi yang baik. Dengan jadwal yang tersusun, guru, pelatih, dan anak dapat mempersiapkan diri sebelum kegiatan dimulai.Tujuan kegiatan ini berkaitan dengan enam aspek perkembangan anak. Dari aspek motorik kasar, anak belajar menggerakkan tubuh saat memegang busur, menarik tali, dan melepaskan panah. Motorik halus juga terlatih ketika mereka mengatur posisi jari dan pegangan. Dari aspek kognitif, anak belajar memahami urutan langkah dan aturan keselamatan. Aspek bahasa berkembang ketika anak mendengar instruksi dan menjawab pertanyaan dari guru atau pelatih. Aspek sosial tampak ketika anak menunggu giliran dan bekerja dalam kelompok. Aspek emosional muncul saat anak mencoba mengelola rasa tegang atau bangga setelah berhasil. Aspek moral terlihat dari sikap patuh pada aturan dan menghargai giliran teman.Kegiatan dilaksanakan dengan alur yang jelas. Guru memulai dengan memberikan pijakan tentang apa saja yang akan dilakukan dan aturan yang harus dipahami anak. Setelah itu, guru dan anak berjalan menuju lapangan dengan bantuan tali agar barisan tetap rapi dan mudah diawasi. Setiba di lokasi, mereka menyapa pelatih lalu melakukan pemanasan bersama. Pelatih kemudian membagi anak ke dalam kelompok sesuai kelas. Anak mencoba memanah secara bergantian dengan panduan langsung dari pelatih agar tetap aman dan terarah.Dengan cara ini, kegiatan memanah bukan hanya melatih fisik, tetapi juga membangun disiplin, keberanian, dan kemampuan bekerja sama. Kegiatan ini memberikan pengalaman baru yang menyenangkan dan bermanfaat bagi perkembangan anak secara menyeluruh.By Inka Amalia, S.Pd