
Kegiatan makan bubur kacang hijau dilaksanakan sebagai rangkaian dari kegiatan Project Based Learning yang telah dilakukan sebelumnya. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak TK Al Siddiq dan dilaksanakan pada hari Kamis, 22 Januari 2026. Kegiatan berlangsung di kelas Ummu Kultsum dengan suasana yang hangat dan menyenangkan.
Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak mengenal kacang hijau tidak hanya sebagai tanaman yang mereka tanam dan amati pertumbuhannya, tetapi juga sebagai bahan makanan yang dapat diolah dan dikonsumsi. Anak belajar bahwa tanaman yang tumbuh dengan baik dapat memberikan manfaat bagi kehidupan sehari-hari. Hal ini membantu anak memahami hubungan antara proses menanam dan hasil yang bisa dimanfaatkan.
Tujuan dari kegiatan makan bubur kacang hijau ini adalah memberikan pengalaman langsung kepada anak usia dini untuk mengenal rasa, tekstur, dan aroma makanan berbahan dasar kacang hijau. Anak dilatih untuk berani mencoba makanan baru, khususnya bagi anak yang belum pernah mencicipi bubur kacang hijau sebelumnya. Kegiatan ini juga menanamkan kebiasaan makan bersama dengan tertib dan penuh rasa syukur.
Kegiatan diawali dengan guru membuka kelas dengan penjelasan sederhana mengenai bagian-bagian dari pohon kacang hijau, seperti akar, batang, dan daun. Penjelasan ini menjadi penguatan dari kegiatan menanam dan mengamati yang telah dilakukan sebelumnya. Anak-anak mendengarkan dengan antusias dan mengingat kembali pengalaman mereka selama merawat tanaman kacang hijau.
Setelah itu, guru membagikan bubur kacang hijau kepada anak-anak satu per satu. Anak-anak kemudian membaca doa sebelum makan bersama-sama. Suasana kelas terasa hangat saat anak menikmati bubur kacang hijau. Beberapa anak terlihat lahap, sementara sebagian lainnya mencoba perlahan karena ini menjadi pengalaman pertama mereka memakan bubur kacang hijau.
Melalui kegiatan ini, anak tidak hanya belajar tentang makanan sehat, tetapi juga belajar bersyukur, berbagi, dan menghargai proses. Kegiatan makan bubur kacang hijau menjadi penutup yang bermakna dari rangkaian Project Based Learning, karena anak dapat merasakan langsung hasil pembelajaran dari awal hingga akhir dengan cara yang sederhana dan menyenangkan.
By Inka Amalia, S.Pd