Al Siddiq International School

Pesantren Ramadhan 1447H : Menjadikan Ramadhan Sebagai Madrasah Perubahan dan Hijrah Digital

Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan 1447 H dengan kegiatan yang bermakna, SMP menyelenggarakan Pesantren Ramadhan selama tiga hari, Rabu-Jum’at, 18–20 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 7 hingga kelas 9 SMP dan dilaksanakan secara daring melalui Zoom.
Meskipun dilaksanakan secara online, kegiatan berlangsung dengan tertib, interaktif, dan penuh semangat. Para siswa mengikuti setiap sesi dengan antusias sebagai bentuk komitmen untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum perbaikan diri.
Hari Pertama
Materi hari pertama disampaikan oleh Ust. Ahmad Toha, M.Ag dengan tema:
“Ramadhan: Bulan Upgrade Diri, Bukan Sekadar Lapar dan Haus.”
Dalam tausiyahnya, beliau menegaskan bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sarana melatih kesabaran, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan kualitas ibadah. Ramadhan adalah waktu terbaik untuk meningkatkan “level” diri menjadi pribadi yang lebih disiplin, lebih santun, dan lebih dekat kepada Allah SWT.
Beliau juga mengajak siswa untuk memanfaatkan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki kebiasaan, mulai dari menjaga shalat tepat waktu, memperbanyak membaca Al-Qur’an, hingga menjaga lisan dan sikap dalam pergaulan.
Hari Kedua
Materi hari kedua disampaikan oleh Ust. Abdul Aziz, S.Pd dengan tema:
“Ramadhan: Madrasah Perubahan.”
Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa Ramadhan adalah sekolah kehidupan yang mengajarkan pengendalian diri, tanggung jawab, dan konsistensi dalam berbuat baik. Nilai-nilai yang dipelajari selama Ramadhan seharusnya tidak berhenti setelah bulan suci berakhir, tetapi menjadi karakter yang melekat dalam diri seorang pelajar muslim.

Beliau menekankan pentingnya integritas, adab kepada orang tua dan guru, menjaga ibadah harian, ramadahan bulan Latihan anggota tubuh seperti mata, lisan, telinga dan hati serta semangat untuk terus belajar dan berprestasi sebagai bagian dari perubahan positif.
Hari Ketiga
Pada hari terakhir, materi disampaikan olehUstz. Retno Suzanne Handayani, Lc., M.Pd dengan tema:
“Detox Hati, Detox Gadget: From Scroll to Sujud, Hijrah Digital di Bulan Suci.”
Dalam materinya, beliau mengajak para siswa untuk melakukan detoks hati dari sifat malas, marah, dan lalai, serta detoks gadget dari penggunaan media sosial yang berlebihan. Ramadhan menjadi waktu terbaik untuk mengubah kebiasaan “scrolling tanpa batas” menjadi “sujud yang berkualitas”.
Beliau menekankan bahwa hijrah digital bukan berarti meninggalkan teknologi, tetapi menggunakannya secara bijak, produktif, dan bernilai ibadah. Pesan ini sangat relevan dengan kehidupan remaja di era digital saat ini.
Quiz Interaktif dan Apresiasi
Sebagai penutup kegiatan, panitia mengadakan quiz interaktif yang berisi pertanyaan dari materi hari pertama hingga hari ketiga. Sesi ini berlangsung meriah karena para siswa berlomba menjawab dengan cepat dan tepat melalui fitur Zoom.
Adapun siswa yang berhasil meraih hasil tertinggi dalam quiz Pesantren Ramadhan 1447 adalah: Richie, Shafa, Salma, Alvaro dan Kenzie.
Kegiatan Pesantren Ramadhan ini diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual, karakter yang kokoh, serta bijak dalam menggunakan teknologi.
Semoga Ramadhan tahun ini benar-benar menjadi madrasah perubahan dan awal hijrah menuju pribadi yang lebih baik.
By :Retno Suzanne Handayani,Lc.M.Pd

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *