Al Siddiq International School

Serunya Telur Bisa Tenggelam, Melayang, dan Mengapung!

Pada hari Senin dan Selasa, tanggal 3 dan 4 November 2025, murid-murid TK B Al Siddiq International mengikuti kegiatan seru di kelas sains: eksperimen telur tenggelam, melayang, dan mengapung. Kegiatan ini dirancang khusus untuk mengenalkan konsep sains sederhana melalui pengalaman langsung yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak usia dini.
Eksperimen ini dipandu langsung oleh guru kelas. Kegiatan dimulai dengan pembukaan, di mana guru menyapa anak-anak dan menjelaskan bahwa hari itu mereka akan melakukan percobaan seru menggunakan air, garam, dan telur. Anak-anak tampak antusias dan penasaran, karena ini adalah pengalaman baru bagi mereka.
Langkah demi langkah, guru menunjukkan proses eksperimen. Guru menyiapkan tiga gelas berisi air dan menambahkan jumlah garam yang berbeda ke dalam masing-masing gelas: satu gelas dengan sedikit garam, satu gelas dengan cukup garam, dan satu gelas lagi dengan banyak garam. Setelah itu, telur dimasukkan ke dalam setiap gelas satu per satu.
Hasilnya pun membuat anak-anak terpukau. Telur di gelas dengan sedikit garam tenggelam ke dasar gelas. Telur di gelas dengan jumlah garam sedang melayang di tengah air, sedangkan telur di gelas dengan banyak garam justru mengapung di permukaan. Ini menjadi momen menarik yang memicu rasa ingin tahu anak-anak tentang bagaimana air dan garam bisa mempengaruhi benda di dalamnya.
Tujuan dari eksperimen ini adalah untuk memperkenalkan konsep dasar sains seperti kepadatan (densitas) dan gaya apung (daya apung) dengan cara yang konkret dan menyenangkan. Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar bahwa benda bisa tenggelam atau mengapung tergantung pada kepadatan zat di sekitarnya. Selain itu, mereka juga belajar mengamati, membandingkan, dan menyimpulkan hasil percobaan secara sederhana.
Kegiatan ini bukan hanya memperkaya pengetahuan anak-anak tentang sains, tetapi juga melatih keterampilan berpikir kritis, kerja sama, dan komunikasi. Dengan metode belajar aktif seperti ini, anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi mengalami langsung bagaimana ilmu bekerja di dunia nyata, sesuai dengan usia dan perkembangan mereka.
By Inka Amalia, S.Pd

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *