
Bekasi, 7Agustus 2026 — Pembelajaran berbasis proyek atau Project Based Learning (PjBL) kembali menjadi sarana bagi siswa SMP Al Siddiq International School untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta kepedulian terhadap lingkungan. Kali ini, siswa mengangkat tema “Memanfaatkan Barang Bekas” melalui berbagai eksperimen dan proyek kreatif yang dilakukan secara berkelompok.
Dalam kegiatan ini, siswa dibagi menjadi 10 kelompok. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk mengembangkan ide dan gagasan mereka berdasarkan permasalahan lingkungan yang ditemukan di sekitar. Tidak hanya berhenti pada proses pembuatan proyek, para siswa juga mendokumentasikan hasil eksperimen mereka dalam bentuk video yang kemudian menjadi bagian dari presentasi dan publikasi hasil pembelajaran.
Berbagai topik menarik berhasil dikembangkan oleh para siswa. Beberapa kelompok membahas mengenai permasalahan sampah yang belum teratasi dengan baik, sementara kelompok lainnya mengeksplorasi daur ulang barang bekas menjadi benda yang memiliki nilai guna. Ada pula kelompok yang mengembangkan Eco Brick Project, yaitu pemanfaatan sampah plastik untuk menghasilkan material yang dapat digunakan kembali.
Tidak hanya berfokus pada pengolahan sampah, beberapa kelompok mengangkat tema yang lebih luas, seperti “Minimal Waste Lifestyle”, yang mengajak untuk menerapkan gaya hidup dengan meminimalkan produksi sampah dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, tema “A Life of Purity and Faith” menghubungkan kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan dengan nilai-nilai kehidupan yang berlandaskan iman.
Proses PjBL ini memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi siswa. Mereka tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi ditantang untuk mengidentifikasi masalah, mencari informasi, berdiskusi, melakukan eksperimen, menemukan solusi, dan menyampaikan hasilnya melalui media digital.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek mampu menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan critical thinking dan creativity. Dari barang-barang yang sebelumnya dianggap tidak berguna, siswa mampu menemukan berbagai kemungkinan dan mengubahnya menjadi sebuah ide, karya, maupun solusi yang memiliki nilai manfaat.
Selain kreativitas dan berpikir kritis, kegiatan ini juga melatih kolaborasi, komunikasi, problem solving, tanggung jawab, dan kemampuan memanfaatkan teknologi. Pembuatan video hasil eksperimen menjadi salah satu bentuk bagaimana siswa belajar mengemas sebuah gagasan agar dapat dipahami dan menarik bagi orang lain. Kemudian mereka mempresentasekan hasil karya dan ide kreatifitas didepan para siswa/i dan guru sebagai wujud apresiasi hasil karya anak SMP Al- Siddiq International.
Melalui kegiatan PjBL ini, siswa diharapkan tidak hanya menjadi generasi yang mampu menggunakan teknologi, tetapi juga menjadi generasi yang peka terhadap permasalahan di lingkungan, berani mencari solusi, dan mampu menciptakan inovasi dari hal-hal sederhana.
Pada akhirnya, proyek ini memberikan pesan penting bahwa barang bekas bukan sekadar sampah. Dengan kreativitas, ilmu pengetahuan, dan kepedulian, sesuatu yang sederhana dapat diubah menjadi karya yang bernilai. Inilah salah satu bentuk pembelajaran yang mendorong siswa untuk tidak hanya “learn to know”, tetapi juga “learn to create, solve, and contribute.”
By : Retno Suzanne Handayani,Lc, M,Pd