Al Siddiq International School

Kegiatan

Kegiatan, SMP

Siswa-Siswi SMP Al-Siddiq International Ikuti Eduversal Mathematics Competition (EMC) 2026 Secara Online

Bekasi, 11 Oktober 2026 — Siswa-siswi SMP Al-Siddiq International mengikuti Eduversal Mathematics Competition (EMC) 2026, sebuah kompetisi matematika yang diselenggarakan melalui platform Arena.competzy.net. Kompetisi ini dilaksanakan secara daring (online), sehingga para peserta dapat mengerjakan soal dari rumah masing-masing.Keikutsertaan dalam kompetisi ini merupakan salah satu upaya SMP Al-Siddiq International untuk mendorong pengembangan potensi akademik peserta didik, khususnya dalam bidang matematika. Melalui kompetisi ini, siswa diharapkan dapat mengasah kemampuan berpikir logis, analitis, dan kritis, sekaligus meningkatkan ketelitian serta kepercayaan diri dalam menyelesaikan berbagai persoalan matematika.Adapun sembilan siswa SMP Al-Siddiq International yang mengikuti Eduversal Mathematics Competition (EMC) pada 11 Oktober 2026 adalah:

Kegiatan, TK

Diskusi Perkembangan Murid TK Al Siddiq pada 3 bulan pertama di Semester 1

Pada Jumat, 2 Oktober 2026, TK Al Siddiq International melaksanakan kegiatan pembagian rapor Mid Semester 1 bagi seluruh murid. Kegiatan ini dilaksanakan di kelas masing-masing dengan melibatkan guru dan orang tua atau wali murid. Pembagian rapor menjadi salah satu momen penting bagi sekolah dan orang tua untuk bersama-sama melihat serta memahami perkembangan anak selama tiga bulan pertama menjalani proses pembelajaran di sekolah.Kegiatan pembagian rapor tidak hanya menjadi agenda untuk menyampaikan hasil belajar anak, tetapi juga menjadi kesempatan bagi guru dan orang tua untuk berdiskusi secara langsung mengenai perkembangan anak. Melalui pertemuan ini, orang tua dapat memperoleh gambaran mengenai proses belajar, kemampuan, serta perkembangan anak selama mengikuti berbagai kegiatan di sekolah. Komunikasi dua arah antara guru dan orang tua diharapkan dapat membantu menciptakan pendampingan yang lebih tepat dan berkesinambungan bagi setiap anak.Untuk memastikan kegiatan berjalan dengan tertib dan nyaman, orang tua datang sesuai dengan waktu kedatangan yang telah disepakati sebelumnya. Setibanya di sekolah, orang tua atau wali murid terlebih dahulu bertemu dengan wali kelas masing-masing. Pada sesi ini, wali kelas menyampaikan dan mendiskusikan rapor akademik anak, termasuk perkembangan anak selama mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas.Setelah berdiskusi bersama wali kelas, orang tua kemudian melanjutkan sesi bersama guru Qur’an. Pada sesi ini, perkembangan pembelajaran Qur’an anak dibahas secara lebih khusus. Rapor Qur’an mencakup beberapa aspek, yaitu tahfidz, tahsin, serta kemampuan membaca berbagai bacaan doa yang telah dipelajari anak selama tiga bulan pertama di sekolah.Dalam aspek tahfidz, guru menyampaikan perkembangan hafalan Al-Qur’an anak sesuai dengan pembelajaran yang telah diberikan. Sementara itu, pada aspek tahsin, orang tua mendapatkan informasi mengenai perkembangan kemampuan anak dalam membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai dengan tahap pembelajarannya. Selain itu, perkembangan bacaan doa, termasuk hadis dan doa-doa pendek yang telah dipelajari, juga menjadi bagian dari pembahasan bersama guru Qur’an.Melalui kegiatan pembagian raport Mid Semester 1 ini, sekolah berharap orang tua tidak hanya mengetahui hasil perkembangan anak, tetapi juga memahami proses yang telah dilalui selama belajar di sekolah. Setiap anak memiliki perkembangan dan keunikan masing-masing, sehingga hasil rapor menjadi salah satu sarana untuk melihat capaian sekaligus menentukan langkah pendampingan berikutnya.Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak. Dengan komunikasi yang terbuka antara wali kelas, guru Qur’an, dan orang tua, diharapkan setiap anak dapat memperoleh pendampingan yang sesuai dengan kebutuhannya, baik dalam aspek akademik maupun dalam pembelajaran Al-Qur’an dan nilai-nilai keislaman.Pembagian rapor Mid Semester 1 di TK Al Siddiq International menjadi momentum untuk bersama-sama mengapresiasi setiap proses dan pencapaian anak selama tiga bulan pertama. Semoga kolaborasi yang terjalin antara sekolah dan orang tua dapat terus berjalan dengan baik, sehingga anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berkarakter, serta berkembang secara optimal dalam lingkungan belajar yang penuh dukungan.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, SMP

Puskesmas Jatimakmur Gelar Pemeriksaan Kebugaran Siswa SMP Al-Siddiq

Bekasi, 30 September 2026 — SMP Al-Siddiq kembali mengadakan kegiatan yang mendukung kesehatan dan kebugaran siswa melalui pemeriksaan kebugaran tubuh bersama Puskesmas Jatimakmur, Rabu (30/9/2026). Kegiatan berlangsung di lapangan SMP Al-Siddiq dan diikuti oleh para siswa sebagai bagian dari upaya sekolah dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran sejak usia sekolah.Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengetahui kondisi kebugaran tubuh mereka melalui aktivitas fisik yang terukur. Selain menjadi bagian dari pembinaan kesehatan, kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman kepada siswa mengenai pentingnya aktivitas fisik dan pola hidup sehat.Mengukur Kebugaran dan Daya Tahan TubuhSalah satu kegiatan utama dalam pemeriksaan kebugaran adalah tes lari, di mana siswa diminta berlari sebanyak 11 putaran dengan jarak keseluruhan sekitar 1.000 meter di lapangan sekolah.Tes tersebut dilakukan untuk memberikan gambaran mengenai kemampuan fisik siswa, terutama daya tahan kardiorespirasi, yaitu kemampuan tubuh menggunakan oksigen secara efektif ketika melakukan aktivitas fisik.Selama aktivitas berlangsung, siswa juga diarahkan untuk memperhatikan respons tubuh terhadap olahraga, seperti perubahan denyut jantung, pernapasan, kelelahan, dan kemampuan tubuh untuk mempertahankan aktivitas fisik.Dengan demikian, siswa tidak hanya melakukan olahraga, tetapi juga belajar mengenali bagaimana tubuh bekerja ketika mendapatkan beban aktivitas fisik.Tujuan Pemeriksaan KebugaranKegiatan pemeriksaan kebugaran ini memiliki beberapa tujuan penting, antara lain: 1. Mengetahui tingkat kebugaran siswaPemeriksaan memberikan gambaran mengenai kondisi kebugaran fisik siswa, terutama berkaitan dengan daya tahan tubuh dalam melakukan aktivitas fisik. 2. Mengukur daya tahan kardiorespirasi Aktivitas lari membantu memberikan gambaran mengenai kemampuan sistem pernapasan dan peredaran darah dalam mendukung aktivitas fisik. 3. Mengenalkan pentingnya kesehatan jantung dan tubuhMelalui aktivitas fisik, siswa diperkenalkan pada perubahan yang terjadi pada tubuh ketika berolahraga, seperti meningkatnya denyut jantung dan frekuensi pernapasan. 4. Membangun kesadaran hidup sehat sejak diniSiswa diharapkan memahami bahwa kesehatan tidak hanya berkaitan dengan tidak adanya penyakit, tetapi juga dengan kebugaran tubuh yang perlu dijaga melalui olahraga, pola makan yang baik, istirahat cukup, dan kebiasaan hidup sehat. 5. Mendorong siswa aktif berolahragaKegiatan ini diharapkan dapat memotivasi siswa untuk menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari, bukan hanya ketika mengikuti kegiatan sekolah. 6. Memberikan edukasi tentang kondisi tubuhSiswa belajar mengenali kemampuan dan respons tubuhnya sendiri ketika melakukan aktivitas fisik sehingga dapat lebih memahami pentingnya menjaga kebugaran. 7. Mendukung program kesehatan sekolah Kegiatan bersama Puskesmas Jatimakmur menjadi bagian dari upaya sekolah untuk membangun lingkungan pendidikan yang tidak hanya memperhatikan aspek akademik, tetapi juga kesehatan dan perkembangan fisik siswa.Belajar Mengenali Tubuh melalui Aktivitas FisikKegiatan pemeriksaan kebugaran memberikan pengalaman yang berbeda bagi para siswa. Mereka tidak hanya diminta berlari, tetapi juga diajak memahami apa yang terjadi pada tubuh ketika melakukan aktivitas fisik.Setelah berlari, denyut jantung dan pernapasan mengalami peningkatan karena tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen dan energi. Kondisi tersebut dapat menjadi pengalaman langsung bagi siswa untuk memahami materi kesehatan dan olahraga yang selama ini mereka pelajari.Kegiatan ini juga mengajarkan bahwa kemampuan fisik setiap siswa dapat berbeda. Karena itu, olahraga bukan semata-mata tentang siapa yang paling cepat, tetapi tentang bagaimana seseorang mampu menjaga kesehatan dan meningkatkan kemampuan tubuh secara bertahap.Melalui kegiatan pemeriksaan kebugaran bersama Puskesmas Jatimakmur, SMP Al-Siddiq berharap para siswa semakin memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan, aktif bergerak, dan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.Sehat tubuhnya, kuat aktivitasnya, dan siap belajar untuk meraih prestasi.By Retno Suzanne Handayani, Lc, M.Pd

Kegiatan, TK

Susun Puzzle Gambar Truk Sampah, yuk!

Pada Selasa, 29 September 2026, anak-anak TK A Al Siddiq International mengikuti kegiatan pembelajaran yang menyenangkan di kelas Sentra Persiapan. Kegiatan kali ini mengajak anak-anak menyusun puzzle bergambar truk sampah sekaligus belajar mengenal angka 1 sampai 5. Melalui aktivitas bermain sambil belajar, anak-anak diajak untuk mengembangkan berbagai kemampuan dasar dengan cara yang sesuai dengan tahap perkembangan mereka.Kegiatan diawali dengan sambutan hangat dari guru kepada anak-anak yang datang ke kelas. Setelah itu, anak-anak mengikuti kegiatan absensi dan ice breaking untuk menciptakan suasana belajar yang ceria dan menyenangkan. Guru kemudian mengajak anak-anak berdiskusi mengenai sampah yang sering mereka jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak diperkenalkan dengan empat jenis sampah, yaitu sampah organik, kertas, plastik, dan B3. Pengenalan ini menjadi kesempatan bagi anak untuk mulai memahami pentingnya mengenal dan memilah sampah berdasarkan jenisnya.Setelah kegiatan pengenalan, anak-anak mulai diperkenalkan dengan puzzle bergambar truk sampah. Mereka diajak menyusun kepingan puzzle hingga membentuk gambar yang utuh. Aktivitas menyusun puzzle bertujuan untuk melatih kemampuan berpikir, konsentrasi, koordinasi mata dan tangan, serta kemampuan memecahkan masalah. Anak-anak juga belajar untuk bersabar, mencoba kembali ketika menemukan kesulitan, dan menyelesaikan tugas secara bertahap.Menariknya, kegiatan menyusun puzzle tidak hanya berfokus pada gambar. Anak-anak juga belajar mengenal lambang bilangan 1 sampai 5. Setiap bagian puzzle disusun dengan memperhatikan urutan angka sehingga anak dapat menghubungkan lambang bilangan dengan proses penyusunan gambar. Dengan cara ini, konsep angka diperkenalkan melalui kegiatan konkret dan menyenangkan sehingga anak dapat belajar tanpa merasa sedang menghafal.Selain mengenal angka, anak-anak juga diajak mengenal huruf yang terdapat pada nama mereka. Guru memberikan kesempatan kepada anak untuk memperhatikan dan menemukan huruf-huruf yang ada pada nama masing-masing. Kegiatan ini membantu menumbuhkan kesadaran anak terhadap bentuk dan bunyi huruf sekaligus menjadi langkah awal dalam pengenalan literasi.Melalui kegiatan tersebut, anak-anak TK A Al Siddiq International mendapatkan pengalaman belajar yang terintegrasi. Dalam satu aktivitas, mereka dapat mengembangkan kemampuan kognitif, motorik halus, bahasa, serta kemampuan memusatkan perhatian. Pembelajaran juga menjadi lebih bermakna karena dikemas melalui permainan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu mengenal sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.Kegiatan di Sentra Persiapan ini menunjukkan bahwa proses belajar anak usia dini dapat dilakukan melalui pengalaman yang sederhana, menyenangkan, dan penuh makna. Dengan bimbingan guru, anak-anak tidak hanya belajar menyusun puzzle, tetapi juga belajar mengenal angka, huruf, jenis sampah, serta membangun sikap teliti, mandiri, dan bertanggung jawab. Semoga pengalaman belajar ini dapat menjadi bagian dari tumbuh kembang anak dalam mengenal lingkungan dan membangun berbagai keterampilan dasar sejak dini.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, SD

Project Based Learning SD Al Siddiq International: Belajar Kreatif dan Kontekstual melalui Clay Painting dan Budidaya Ikan Lele

SD Al Siddiq International kembali menghadirkan kegiatan pembelajaran yang kreatif dan bermakna melalui program Project Based Learning (PjBL) pada Kamis, 1 Oktober 2026. Kegiatan yang dilaksanakan pada pukul 10.00–11.00 ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung, kreativitas, kerja sama, serta praktik sederhana yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.Project Based Learning merupakan salah satu pendekatan pembelajaran yang mendorong siswa untuk terlibat secara aktif dalam menyelesaikan sebuah proyek. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dengan membuat, mengamati, mencoba, dan menghasilkan sebuah karya atau proyek. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan sekaligus membantu siswa mengembangkan berbagai keterampilan.Pada kegiatan kali ini, siswa Grade 1–3 mengikuti proyek “Creating a Painting from Clay”. Dalam kegiatan tersebut, para siswa diajak untuk berkreasi menggunakan clay dan mengubahnya menjadi sebuah karya seni yang menarik. Dengan menggunakan berbagai bentuk dan warna clay, siswa dapat menuangkan ide serta imajinasi mereka ke dalam sebuah karya.Kegiatan membuat lukisan dari clay menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi siswa. Mereka belajar membentuk, menyusun, dan mengombinasikan berbagai warna untuk menghasilkan karya sesuai kreativitas masing-masing. Aktivitas ini juga melatih keterampilan motorik halus, ketelitian, kesabaran, serta kemampuan siswa dalam mengikuti tahapan pengerjaan sebuah proyek.Selain mengembangkan kreativitas, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan diri. Setiap karya memiliki bentuk dan karakter yang berbeda karena dibuat berdasarkan ide dan imajinasi masing-masing siswa. Hal ini mengajarkan bahwa setiap anak memiliki kreativitas yang unik dan patut dihargai.Sementara itu, siswa Grade 4 dan 6 mengikuti proyek “Catfish Farming” atau budidaya ikan lele. Dalam kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada konsep sederhana mengenai pemeliharaan ikan melalui praktik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Siswa dapat mengamati media yang digunakan untuk budidaya serta memahami bahwa kegiatan beternak atau membudidayakan ikan membutuhkan perhatian, ketelitian, dan tanggung jawab.Melalui proyek budidaya ikan lele, siswa juga mendapatkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual. Mereka dapat memahami bahwa ilmu yang dipelajari di sekolah dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Kegiatan ini sekaligus menumbuhkan rasa ingin tahu siswa terhadap lingkungan, makhluk hidup, serta proses pemeliharaan dan pertumbuhan hewan.Pelaksanaan kedua proyek tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran di SD Al Siddiq International terus memberikan pengalaman yang beragam kepada siswa. Melalui Project Based Learning, siswa didorong untuk menjadi pembelajar yang aktif, kreatif, mandiri, dan mampu bekerja sama. Mereka tidak hanya belajar untuk mengetahui, tetapi juga belajar melalui proses melakukan dan mengalami secara langsung.Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti creativity, collaboration, critical thinking, communication, dan problem solving. Dengan pendekatan pembelajaran berbasis proyek, siswa diharapkan mampu membangun rasa percaya diri dan memiliki pengalaman belajar yang lebih berkesan.Dengan penuh antusiasme, para siswa mengikuti setiap tahapan kegiatan dan menikmati proses belajar bersama. Melalui kegiatan seperti ini, SD Al Siddiq International terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang aktif, kreatif, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan siswa.Belajar dengan berkarya, belajar dengan mencoba, dan belajar melalui pengalaman nyata.By Muslihatul Maula, Lc

Kegiatan, SMP

City Tour SMP Al-Siddiq: Belajar Sejarah, Ekonomi, Seni, dan Transportasi di Kota Tua Jakarta

Jakarta, 29 September 2026 — Belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Hal tersebut dirasakan langsung oleh para siswa SMP Al-Siddiq dalam kegiatan City Tour ke kawasan bersejarah Kota Tua Jakarta, Selasa (29/9/2026).Kegiatan yang dimulai pada pukul 08.30 WIB dari Stasiun LRT Cikunir 1 tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung melalui kunjungan ke Museum Bank Indonesia, Museum Fatahillah (Museum Sejarah Jakarta), dan Museum Seni.Tidak hanya mengenal sejarah, para siswa juga diperkenalkan dengan penggunaan transportasi publik, sistem pembayaran elektronik, perkembangan perekonomian Indonesia, seni dan budaya, hingga berbagai peninggalan sejarah yang menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa.Mengenal Transportasi Publik Sejak dari PerjalananSejak awal perjalanan, para siswa telah mendapatkan pengalaman belajar. Rombongan menggunakan LRT dan KRL untuk menuju kawasan Kota Tua.Penggunaan transportasi publik tersebut sengaja dipilih agar siswa tidak hanya menjadi pengguna transportasi, tetapi juga mengenal secara langsung bagaimana sistem transportasi publik bekerja dalam kehidupan masyarakat perkotaan.Para siswa juga diperkenalkan dengan penggunaan e-money sebagai alat pembayaran. Pengalaman sederhana tersebut menjadi pembelajaran praktis mengenai pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari sekaligus melatih kemandirian, kedisiplinan, dan ketertiban ketika menggunakan fasilitas umum.Untuk memastikan perjalanan berjalan aman dan kondusif, rombongan siswa dibagi menjadi 11 kelompok, dengan masing-masing kelompok didampingi oleh satu guru wali. Sistem pendampingan tersebut memungkinkan proses pengawasan, pengayoman, pengarahan, dan koordinasi dengan siswa dapat dilakukan secara lebih efektif.Menelusuri Sejarah Perekonomian Indonesia di Museum Bank Indonesia Setibanya di kawasan Kota Tua, rombongan mengunjungi Museum Bank Indonesia.Di museum ini, para siswa mendapatkan kesempatan untuk melihat perjalanan sejarah mata uang dan perekonomian Indonesia dari masa ke masa. Berbagai koleksi memperlihatkan perkembangan alat pembayaran sejak masa kedatangan bangsa Portugis, Spanyol, Belanda, hingga perkembangan mata uang Indonesia pada masa modern.Siswa dapat mengamati berbagai bentuk mata uang, baik uang kertas maupun uang logam, serta berbagai benda yang berkaitan dengan sejarah sistem keuangan Indonesia.Tidak berhenti pada mata uang, para siswa juga dapat melihat emas batangan, surat berharga, sukuk, obligasi, serta berbagai koleksi yang menggambarkan perkembangan sistem keuangan dan perekonomian.Kunjungan tersebut memberikan pemahaman bahwa perjalanan ekonomi Indonesia tidak dapat dilepaskan dari sejarah perdagangan dan kekayaan sumber daya alam Nusantara.Berbagai komoditas seperti rempah-rempah, merica, kayu manis, kopi, dan hasil bumi lainnya memiliki peranan penting dalam sejarah perdagangan Indonesia. Kekayaan alam tersebut bahkan menjadi salah satu faktor yang menarik bangsa-bangsa asing datang ke Nusantara.Dengan melihat koleksi museum secara langsung, siswa diajak memahami hubungan antara sumber daya alam, perdagangan, kolonialisme, sistem keuangan, dan perkembangan ekonomi Indonesia.Mengenal Sejarah Jakarta di Museum FatahillahSetelah mengunjungi Museum Bank Indonesia, perjalanan dilanjutkan ke Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta yang berada tidak jauh dari lokasi sebelumnya.Museum ini membawa siswa untuk menelusuri perjalanan sejarah Jakarta dari masa kerajaan hingga masa kolonial.Siswa dapat melihat berbagai koleksi dan replika peninggalan sejarah, termasuk Prasasti Ciaruteun, Prasasti Tugu, serta Prasasti Padrão Sunda Kelapa yang berkaitan dengan perjalanan sejarah wilayah Jakarta dan Nusantara. Berbagai ruang tematik di museum juga memberikan gambaran mengenai perkembangan Jakarta, mulai dari Ruang Tarumanegara, Ruang Jayakarta, Ruang Fatahillah, Ruang Sultan Agung hingga Ruang Batavia.Selain itu, terdapat berbagai benda bersejarah seperti mebel antik, keramik, gerabah, koleksi numismatik, senjata, lukisan gubernur jenderal Batavia, hingga patung perunggu Dewa Hermes.Koleksi mebel antik dari sekitar abad ke-17 hingga ke-19 juga memperlihatkan pertemuan berbagai kebudayaan, termasuk pengaruh Eropa, Tiongkok, dan Nusantara.Menyaksikan Jejak Perjuangan dari DekatSalah satu bagian yang menarik perhatian siswa adalah penjara bawah tanah. Ruang tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi para tahanan pada masa kolonial yang harus menjalani kehidupan dalam ruang yang sempit dan gelap.Siswa juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal bagian museum yang berkaitan dengan sejarah Pangeran Diponegoro dan masa penahanan sebelum beliau menjalani pengasingan.Pengalaman tersebut memberikan perspektif bahwa sejarah bukan sekadar hafalan mengenai nama tokoh dan tahun kejadian. Sejarah juga merupakan kisah tentang manusia, perjuangan, penderitaan, perubahan, dan perjalanan sebuah bangsa.Menumbuhkan Apresiasi Seni dan Kreativitas di Museum SeniRangkaian City Tour kemudian dilengkapi dengan kunjungan ke Museum Seni. Kehadiran museum seni memberikan dimensi pembelajaran yang berbeda bagi para siswa.Jika Museum Bank Indonesia membawa siswa mengenal perjalanan ekonomi dan Museum Fatahillah memperkenalkan sejarah Jakarta, maka kunjungan ke Museum Seni memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal karya seni, kebudayaan, kreativitas, dan cara manusia mengekspresikan gagasan melalui karya.Di museum ini, siswa diajak untuk mengamati berbagai karya secara lebih dekat. Mereka belajar bahwa seni bukan hanya mengenai keindahan, tetapi juga dapat menjadi media untuk menyampaikan gagasan, pengalaman, identitas budaya, sejarah, dan pandangan manusia terhadap kehidupan. Pengalaman melihat karya seni secara langsung juga diharapkan dapat menumbuhkan apresiasi terhadap seni dan budaya, memperluas wawasan, serta mendorong kreativitas siswa.Bagi siswa, kunjungan ini menjadi pengalaman untuk belajar melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang. Sebuah karya dapat memiliki bentuk, warna, simbol, dan makna yang berbeda-beda, sehingga siswa didorong untuk mengamati, bertanya, berpikir kritis, dan menyampaikan pendapat.Dengan demikian, kunjungan ke Museum Seni menjadi pelengkap perjalanan edukatif yang mempertemukan sejarah, ekonomi, budaya, dan kreativitas dalam satu rangkaian kegiatan.Perjalanan Pulang: Kembali Menggunakan KRL dan LRTSetelah seluruh rangkaian kunjungan selesai, kegiatan City Tour ditutup sekitar pukul 14.00 WIB. Rombongan bertolak dari kawasan Kota Tua menuju perjalanan pulang dengan kembali menggunakan transportasi publik.Dari kawasan Kota Tua, siswa bersama guru pendamping menggunakan KRL menuju Stasiun Cikoko. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan LRT dari Stasiun Cikoko menuju Stasiun Cikunir, sebagai titik akhir perjalanan.Perjalanan pulang tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi siswa untuk kembali mempraktikkan pengalaman menggunakan transportasi publik yang telah mereka pelajari sejak pagi.Bukan Sekadar Jalan-JalanCity Tour SMP Al-Siddiq menjadi contoh bahwa proses pendidikan dapat berlangsung di mana saja. Perjalanan sehari tersebut mempertemukan berbagai bidang pembelajaran sekaligus: sejarah, ekonomi, seni, budaya, teknologi, transportasi, kedisiplinan, dan pendidikan karakter.Para siswa tidak hanya melihat benda-benda bersejarah, tetapi diajak memahami konteks di baliknya. Mereka melihat bagaimana perdagangan dan kekayaan alam memengaruhi perjalanan ekonomi Indonesia, bagaimana mata uang berkembang dari masa ke masa, bagaimana Jakarta mengalami perubahan dari masa kerajaan hingga kolonial, serta bagaimana seni menjadi salah satu cara manusia merekam gagasan dan kebudayaan. Di sisi lain, penggunaan LRT dan KRL memberikan pengalaman praktis mengenai pentingnya ketertiban, kemandirian, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap fasilitas umum.Dengan pendampingan 11 guru wali pada masing-masing kelompok, kegiatan juga dapat berlangsung dengan lebih terarah, aman, dan kondusif.Pada akhirnya, City Tour ini bukan sekadar perjalanan keluar sekolah. Ia menjadi sebuah

Kegiatan, TK

Coretan Kecil, Imajinasi Besar! Serunya Enrichment Menggambar di TK Al Siddiq

Pada Jumat, 25 September 2026, murid-murid TK Al Siddiq International mengikuti kegiatan Enrichment Menggambar yang berlangsung di dining room. Kegiatan ini menjadi salah satu momen yang menyenangkan bagi anak-anak untuk belajar dan berkreasi melalui seni. Dengan menggunakan alat gambar yang sederhana, anak-anak diajak untuk menuangkan ide dan imajinasi mereka ke dalam sebuah karya.Kegiatan sekolah dimulai seperti biasa pada pukul 08.00 hingga 10.30. Anak-anak mengawali pagi dengan shalat Dhuha yang berlangsung pada pukul 08.00–08.30. Setelah itu, kegiatan enrichment menggambar dimulai dengan dua sesi. Sesi pertama berlangsung pada pukul 08.30–09.30 untuk murid TK B, kemudian dilanjutkan dengan sesi TK A pada pukul 09.30–10.30.Sambil menunggu kegiatan dan pergantian sesi, anak-anak juga tetap mengikuti rutinitas sekolah seperti journaling dan snack time. Rutinitas tersebut memberikan kesempatan bagi anak untuk beristirahat, menikmati camilan, serta mempersiapkan diri sebelum mengikuti kegiatan menggambar.Pada sesi TK B, anak-anak diajak menggambar es krim dengan buah cherry di atasnya. Dengan menggunakan krayon, mereka mulai membuat bentuk es krim di atas kertas karkutik, kemudian menambahkan cherry sebagai bagian dari gambar. Anak-anak dapat mengeksplorasi bentuk dan warna sesuai dengan kreativitas masing-masing sehingga setiap karya memiliki karakter yang berbeda.Sementara itu, pada sesi TK A, anak-anak mendapatkan kegiatan menggambar buah jeruk. Sama seperti sesi TK B, anak-anak menggunakan krayon sebagai satu-satunya alat gambar dan berkarya di atas kertas karkutik. Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar mengenali bentuk sekaligus menuangkan pengamatan mereka ke dalam gambar dengan cara yang sederhana dan menyenangkan.Kegiatan menggambar memiliki berbagai manfaat bagi perkembangan anak usia dini. Saat memegang dan menggunakan krayon, anak dapat melatih motorik halus serta koordinasi mata dan tangan. Anak juga belajar mengontrol gerakan tangan ketika membuat garis, membentuk objek, dan memberikan warna pada gambar. Selain itu, aktivitas menggambar dapat membantu anak melatih fokus dan kesabaran dalam menyelesaikan sebuah karya.Tidak hanya melatih keterampilan, menggambar juga memberikan ruang bagi anak untuk mengembangkan kreativitas dan imajinasi. Enrichment Menggambar di TK Al Siddiq Internasional menjadi salah satu kegiatan yang memberikan kesempatan kepada anak untuk belajar melalui pengalaman yang menyenangkan. Dari sebuah krayon dan selembar kertas, anak-anak dapat menciptakan karya sekaligus mengembangkan berbagai kemampuan penting dalam tahap tumbuh kembang mereka. Coretan kecil hari ini dapat menjadi bagian dari perjalanan besar anak dalam belajar, berkreasi, dan percaya diri.By Inka Amalia, S.Pd

Kegiatan, SD

Pembagian Rapor STS Semester 1 SD Al Siddiq International

Pada Jumat, 25 September 2026, SD Al Siddiq International melaksanakan kegiatan Pembagian Rapor STS (Sumatif Tengah Semester) Semester 1. Kegiatan berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 11.00 WIB dan menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan pembelajaran siswa. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana komunikasi antara sekolah dan orang tua dalam melihat perkembangan belajar serta capaian siswa selama proses pembelajaran.Pembagian rapor dilaksanakan sebagai bentuk penyampaian hasil evaluasi pembelajaran yang telah dilakukan siswa selama setengah Semester 1. Melalui rapor, orang tua memperoleh informasi mengenai perkembangan akademik, sikap, keterampilan, serta berbagai capaian yang telah ditunjukkan oleh putra-putri mereka selama mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah.Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh kehangatan. Orang tua siswa hadir ke sekolah untuk menerima hasil evaluasi sekaligus mendapatkan informasi dari guru mengenai perkembangan masing-masing anak. Dalam kesempatan tersebut, guru menyampaikan berbagai hal berkaitan dengan proses belajar siswa, termasuk pencapaian yang telah diperoleh serta aspek-aspek yang masih perlu dikembangkan.Bagi SD Al Siddiq International, rapor tidak hanya menjadi dokumen yang berisi nilai akademik. Rapor merupakan bagian dari evaluasi dan refleksi proses pendidikan yang membantu sekolah, guru, dan orang tua memahami perkembangan siswa secara lebih menyeluruh. Setiap anak memiliki proses dan perkembangan yang berbeda, sehingga hasil evaluasi diharapkan dapat menjadi dasar untuk memberikan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing siswa.Kegiatan pembagian rapor juga menjadi kesempatan untuk memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua. Komunikasi yang baik antara guru dan orang tua sangat penting dalam mendukung proses pendidikan anak. Melalui kerja sama yang berkelanjutan, berbagai potensi dan capaian siswa dapat terus dikembangkan, sementara hal-hal yang masih perlu ditingkatkan dapat mendapatkan pendampingan secara bersama-sama.Selain sebagai bentuk evaluasi, pembagian rapor juga menjadi momen bagi siswa untuk belajar melakukan refleksi terhadap perjalanan belajarnya. Setiap pencapaian merupakan hasil dari proses, usaha, kedisiplinan, dan ketekunan. Sementara itu, hal-hal yang masih perlu diperbaiki dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk terus belajar, berusaha, dan berkembang pada pembelajaran berikutnya.SD Al Siddiq International terus berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pengembangan potensi siswa secara menyeluruh. Oleh karena itu, hasil evaluasi pembelajaran diharapkan dapat menjadi bagian dari proses berkelanjutan untuk membantu setiap siswa tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki semangat belajar.Dengan terlaksananya Pembagian Rapor STS Semester 1 pada Jumat, 25 September 2026, pukul 07.30–11.00 WIB, diharapkan terjalin komunikasi yang semakin baik antara sekolah dan orang tua. Semoga hasil evaluasi yang diterima dapat menjadi bahan refleksi sekaligus motivasi bagi siswa untuk terus meningkatkan semangat belajar dan memberikan usaha terbaik pada pembelajaran selanjutnya.Together, we support, guide, and inspire every child to grow.SD Al Siddiq International — Growing Together, Learning for the Future.By Muslihatul Maula, Lc

Kegiatan, SMP, Uncategorized

Pembagian Rapor STS Semester Ganjil 2026/2027, Perkuat Sinergi Sekolah dan Orang Tua

Bekasi, 25 September 2026 — SMP Al-Siddiq International melaksanakan kegiatan Pembagian Rapor Sumatif Tengah Semester (STS) Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027 pada Jumat, 25 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan komunikasi hasil belajar antara sekolah, peserta didik, dan orang tua/wali murid.Pembagian rapor STS tidak hanya menjadi momentum untuk menyampaikan capaian akademik peserta didik, tetapi juga menjadi ruang komunikasi antara guru dan orang tua dalam memahami perkembangan kompetensi, karakter, serta proses belajar putra-putri mereka selama mengikuti pembelajaran di sekolah.Sejak pagi hari, kehadiran orang tua dan wali murid disambut dengan hangat oleh pihak sekolah. Pertemuan tersebut menjadi jembatan untuk membangun komunikasi dan sinergi yang lebih kuat antara sekolah dan keluarga. Melalui komunikasi yang baik, sekolah berharap orang tua dapat terus memberikan pendampingan, motivasi, serta perhatian terhadap perkembangan belajar anak di rumah.Kegiatan pembagian rapor berlangsung dengan tertib, lancar, dan penuh antusiasme. Orang tua mendapatkan informasi mengenai hasil belajar peserta didik sekaligus kesempatan untuk berdiskusi dengan guru mengenai perkembangan dan kebutuhan belajar anak.Pelaksanaan STS dan pembagian rapor ini merupakan bagian dari komitmen SMP Al-Siddiq International dalam mewujudkan visi sekolah, yaitu:“Menjadi sekolah Islam berwawasan global dalam mencetak generasi yang Qur’ani, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berjiwa wirausaha dan menjaga lingkungan hidup.”Dengan demikian, hasil belajar yang disampaikan melalui rapor tidak semata-mata dipandang sebagai angka atau capaian akademik, tetapi sebagai gambaran perkembangan peserta didik secara lebih utuh. Sekolah terus berupaya mengembangkan potensi siswa agar tidak hanya memiliki prestasi akademik yang baik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, kemandirian, kreativitas, kemampuan berpikir, jiwa kepemimpinan, serta kepedulian terhadap lingkungan.Agenda pembagian rapor STS Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027 menjadi momentum refleksi bersama bagi sekolah dan orang tua. Capaian yang telah diraih menjadi apresiasi sekaligus pijakan untuk melakukan perbaikan dan penguatan pada proses pembelajaran berikutnya.Melalui sinergi yang berkelanjutan antara sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik, SMP Al-Siddiq International berkomitmen untuk terus menghadirkan pendidikan Islam berwawasan global yang mempersiapkan generasi Qur’ani, berilmu, berkarakter, kreatif, mandiri, serta siap menghadapi tantangan masa depan.By Retno Suzanne Handayani, Lc, M.Pd

Kegiatan, TK

Mengenal Huruf Hijaiyah dengan Metode Nuroniyah di Qur’an Center

Pada Kamis, 24 September 2026, murid-murid TK Al Siddiq International mengikuti kegiatan pembelajaran Al-Qur’an di Qur’an Center. Pada kesempatan kali ini, anak-anak diajak untuk mengenal huruf hijaiyah melalui metode Nuroniyah. Kegiatan ini menjadi salah satu bagian dari pembelajaran Al-Qur’an yang diberikan kepada anak-anak dengan suasana yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka, khusus di sekolah Al Siddiq International.Sebelum memulai kegiatan Nuroniyah, anak-anak menjalani rutinitas pagi seperti biasa. Kegiatan diawali dengan berbaris, kemudian dilanjutkan dengan journaling. Setelah itu, anak-anak melaksanakan salat Duha bersama. Rutinitas tersebut menjadi bagian dari pembiasaan anak untuk memulai aktivitas sekolah dengan tertib sekaligus menanamkan nilai-nilai keagamaan dalam kegiatan sehari-hari.Usai salat Duha, anak-anak diberikan waktu untuk bermain sebelum melanjutkan kegiatan berikutnya. Setelah bermain, anak-anak mengikuti snack time dan kemudian toilet time. Setelah seluruh rangkaian rutinitas selesai, anak-anak bersiap untuk mengikuti pembelajaran Nuroniyah bersama-sama di Qur’an Center.Kegiatan Nuroniyah kali ini dibawakan oleh Ust. Mudzakky, selaku guru Al-Qur’an di TK Al Siddiq International. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan dengan huruf-huruf hijaiyah sebagai dasar dalam belajar membaca Al-Qur’an. Metode Nuroniyah sendiri merupakan salah satu metode pembelajaran membaca Al-Qur’an yang disusun secara bertahap, dimulai dari pengenalan huruf hijaiyah serta cara pengucapannya dengan tepat, termasuk memperhatikan makharijul huruf atau tempat keluarnya huruf.Pengenalan huruf hijaiyah melalui metode Nuroniyah tidak hanya berfokus pada kemampuan anak dalam mengenali bentuk huruf. Anak juga diarahkan untuk memahami dan melafalkan huruf dengan benar. Dalam pembelajarannya, materi dapat dilanjutkan secara bertahap dari huruf tunggal, huruf yang tersusun atau bersambung, hingga pengenalan harakat dan bentuk-bentuk bacaan lainnya. Dengan tahapan tersebut, anak memiliki dasar yang lebih kuat sebelum belajar membaca rangkaian ayat Al-Qur’an.Melalui kegiatan ini, anak-anak TK Al Siddiq International tidak hanya belajar mengenal huruf hijaiyah, tetapi juga mulai membangun kedekatan dengan Al-Qur’an sejak usia dini. Pembelajaran dilakukan secara bersama-sama dengan bimbingan guru sehingga anak dapat mengikuti contoh bacaan, mendengarkan pelafalan, dan mencoba mengucapkan huruf yang dipelajari. Suasana belajar di Qur’an Center pun menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar Al-Qur’an dengan cara yang menyenangkan.Kegiatan pengenalan huruf hijaiyah dengan metode Nuroniyah ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi anak-anak dalam membangun kemampuan membaca Al-Qur’an. Dengan pembelajaran yang dilakukan secara bertahap dan rutin, anak-anak dapat semakin mengenal huruf hijaiyah, membiasakan pelafalan yang tepat, serta menumbuhkan rasa cinta dan kedekatan terhadap Al-Qur’an sejak dini.By Ika Amalia, S.Pd

Kegiatan, SD

Serunya Education Field Trip SD Al Siddiq International ke Enchanting Valley

Pada Kamis, 24 September 2026, siswa-siswi SD Al Siddiq International mengikuti kegiatan Education Field Trip ke Enchanting Valley. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran di luar kelas yang memberikan pengalaman edukatif, menyenangkan, dan bermakna bagi para siswa. Melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan kesempatan untuk belajar secara langsung melalui pengamatan, eksplorasi, interaksi, serta berbagai aktivitas bersama teman dan guru.Sejak keberangkatan, para siswa terlihat sangat antusias dan penuh semangat. Didampingi oleh para guru, mereka mengikuti perjalanan dengan tertib sekaligus belajar menjaga kebersamaan, mengikuti arahan, dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri maupun kelompok. Suasana perjalanan yang penuh keceriaan menjadi awal dari pengalaman belajar yang menyenangkan.Sesampainya di Enchanting Valley, siswa mengikuti berbagai aktivitas yang telah disiapkan. Kegiatan diawali dengan pengarahan dari guru, kemudian dilanjutkan dengan observasi dan eksplorasi lingkungan. Siswa diajak memperhatikan berbagai hal menarik di sekitar mereka, mengembangkan rasa ingin tahu, serta belajar melalui pengalaman nyata. Mereka juga mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi dengan lingkungan dan berdiskusi bersama teman maupun guru.Selain eksplorasi, para siswa mengikuti aktivitas kelompok dan permainan edukatif yang melatih kerja sama, komunikasi, konsentrasi, keberanian, dan kemampuan mengikuti instruksi. Dalam setiap aktivitas, siswa belajar untuk saling membantu, menghargai teman, berbagi peran, serta menyelesaikan tantangan bersama. Kegiatan outdoor juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk bergerak aktif dan menikmati pembelajaran dalam suasana yang lebih santai dan menyenangkan.Momen kebersamaan menjadi bagian yang tidak kalah penting dalam kegiatan ini. Para siswa dapat bermain, beristirahat, makan bersama, berbincang, dan mengabadikan berbagai momen bersama teman-teman dan guru. Dari kebersamaan tersebut, siswa belajar membangun hubungan sosial yang positif, menjadi lebih mandiri, serta memahami pentingnya menjaga sikap dan tanggung jawab ketika berada di luar lingkungan sekolah.Bagi SD Al Siddiq International, Education Field Trip merupakan bagian dari komitmen sekolah untuk menghadirkan pembelajaran yang active, meaningful, and enjoyable. Pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga dapat diperoleh melalui pengalaman langsung. Kegiatan seperti ini memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan rasa ingin tahu, kreativitas, kemandirian, komunikasi, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan.Melalui Education Field Trip ke Enchanting Valley, para siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman yang menyenangkan, tetapi juga membawa pulang berbagai pelajaran dan nilai positif. Senyum, tawa, semangat, serta kebersamaan yang tercipta sepanjang kegiatan menjadi kenangan indah dalam perjalanan pendidikan mereka.Kegiatan Education Field Trip pada Kamis, 24 September 2026 menjadi salah satu wujud nyata pembelajaran di SD Al Siddiq International yangmulai menggabungkan edukasi, eksplorasi, kebersamaan, dan pengembangan karakter. Semoga pengalaman ini dapat menumbuhkan semangat belajar dan mendorong para siswa untuk terus memiliki rasa ingin tahu, berani mencoba hal baru, serta tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama.Every place can be a classroom, and every experience can be a lesson.SD Al Siddiq International — Learning Beyond the Classroom, Growing Through Experience.By Muslihatul Maula, Lc

Kegiatan, SMP

SMP Al-Siddiq International Gelar STS Ganjil 2026/2027 Berbasis Digital, Integrasikan Cambridge dan Keislaman

Bekasi, 21 September 2026 — SMP Al-Siddiq International melaksanakan Sumatif Tengah Semester (STS) Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027 pada 14–21 September 2026. Diikuti seluruh peserta didik sesuai jenjang masing-masing, STS tahun ini dilaksanakan dengan memanfaatkan Learning Management System (LMS) serta mengintegrasikan penggunaan bahasa Inggris dalam mata pelajaran berbasis Cambridge dan bahasa Arab dalam pembelajaran keislaman.Pelaksanaan STS menjadi bagian penting dari proses evaluasi pembelajaran untuk mengukur capaian kompetensi peserta didik pada pertengahan semester. Tidak hanya menguji penguasaan materi secara akademik, rangkaian evaluasi juga dirancang untuk menguatkan kemampuan digital, bahasa, serta nilai-nilai keislaman peserta didik.Ujian Berbasis Digital, Peserta Didik Terbiasa dengan TeknologiBerbeda dengan pelaksanaan ujian yang sepenuhnya menggunakan lembar soal konvensional, STS di SMP Al-Siddiq International tahun ini dilaksanakan secara digital melalui LMS.Peserta didik mengerjakan asesmen menggunakan sistem yang telah disiapkan sekolah. Model ini menjadi bagian dari pembiasaan pemanfaatan teknologi dalam kegiatan akademik sekaligus mendorong peserta didik untuk lebih mandiri, tertib, dan bertanggung jawab dalam mengikuti proses evaluasi.Pemanfaatan teknologi tersebut juga mendukung karakter pendidikan SMP Al-Siddiq International yang memadukan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan pendidikan Islam.Bahasa Inggris untuk Cambridge, Bahasa Arab untuk KeislamanIntegrasi wawasan global menjadi salah satu bagian yang terlihat dalam pelaksanaan STS. Pada mata pelajaran berbasis Cambridge, peserta didik mengerjakan evaluasi dengan menggunakan bahasa Inggris.Penggunaan bahasa Inggris tersebut menjadi bagian dari pembiasaan peserta didik dalam menghadapi materi dan instruksi pembelajaran dalam konteks pendidikan berwawasan internasional. Sementara itu, pada materi keislaman, bahasa Arab digunakan sebagai bagian dari penguatan kemampuan peserta didik dalam memahami istilah, materi, dan sumber-sumber keislaman.Dengan pendekatan tersebut, evaluasi tidak hanya menjadi proses pengukuran hasil belajar, tetapi juga menjadi ruang pembiasaan kemampuan bahasa dan penguatan wawasan peserta didik.STS Tidak Berhenti pada Ujian TulisSalah satu kekhasan STS di SMP Al-Siddiq International adalah adanya ujian lisan BBQ (Bimbingan Baca Qur’an) sebagai bagian dari rangkaian evaluasi.Ujian lisan BBQ berfokus pada hafalan surat-surat Al-Qur’an. Kegiatan ini menjadi bentuk evaluasi yang melengkapi penilaian akademik dengan aspek spiritual dan karakter keislaman.Melalui evaluasi tersebut, sekolah berupaya memastikan bahwa proses pendidikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan kognitif, tetapi juga memberikan ruang bagi penguatan Al-Qur’an, spiritualitas, dan karakter Islami peserta didik.Mengukur Capaian, Membangun KarakterSelama pelaksanaan STS, seluruh peserta didik mengikuti rangkaian evaluasi dengan tertib dan penuh kesungguhan. Guru dan panitia turut memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah disiapkan.Dukungan orang tua juga menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif selama pelaksanaan STS. Kolaborasi antara sekolah dan keluarga diharapkan dapat membantu peserta didik mempersiapkan diri secara optimal, baik dalam aspek akademik maupun pembentukan karakter.Secara keseluruhan, pelaksanaan STS Semester Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027 berlangsung lancar, tertib, dan kondusif.Bagi SMP Al-Siddiq International, STS bukan sekadar momentum untuk mengetahui capaian nilai peserta didik. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari proses pendidikan untuk membentuk generasi yang mampu memadukan ilmu pengetahuan, teknologi, kemampuan bahasa, Al-Qur’an, dan karakter keislaman.Melalui integrasi tersebut, sekolah terus bergerak mewujudkan visi:“Menjadi sekolah Islam berwawasan global dalam mencetak generasi yang Qur’ani, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berjiwa wirausaha dan menjaga lingkungan hidup.”Rangkaian STS diharapkan menjadi momentum refleksi bagi peserta didik, guru, dan orang tua untuk melihat capaian yang telah diraih sekaligus menentukan langkah perbaikan menuju proses pembelajaran pada periode berikutnya.Retno Suzanne handayani, Lc, M.Pd