
Pada Selasa, 1 September 2026, murid TK B Al Siddiq International mengikuti kegiatan bermain dan belajar di Sentra Balok. Pada kegiatan kali ini, anak-anak diajak untuk membuat bangunan berbentuk rumah menggunakan balok secara berkelompok. Kegiatan dilakukan berpasangan, sehingga anak tidak hanya belajar menyusun balok, tetapi juga belajar bekerja sama, berbagi ide, dan menyelesaikan sebuah karya bersama teman.
Sebelum mulai bermain, guru memberikan pijakan awal kepada anak-anak. Guru terlebih dahulu menyampaikan peraturan yang perlu diperhatikan selama bermain di Sentra Balok, termasuk bagaimana menggunakan balok dengan aman dan bertanggung jawab. Anak-anak juga diberikan kesempatan untuk memilih teman yang akan menjadi pasangan kelompoknya. Setelah kelompok terbentuk, guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan, yaitu membuat sebuah bangunan rumah bersama pasangan masing-masing.
Melalui kegiatan ini, anak-anak diperkenalkan pada konsep sederhana tentang kekuatan sebuah bangunan. Guru mengajak anak mengamati bagaimana balok-balok dapat disusun menjadi sebuah rumah dan bagaimana bagian bawah bangunan berperan dalam menopang bagian di atasnya. Anak-anak belajar bahwa pilar atau bagian dasar yang lebih besar dan kuat dapat membantu membuat bangunan menjadi lebih kokoh dan tidak mudah runtuh. Konsep tersebut dikenalkan melalui pengalaman bermain secara langsung sehingga anak dapat melihat dan menemukan jawabannya sendiri.
Selama kegiatan berlangsung, guru berkeliling untuk mengamati proses bermain setiap kelompok. Guru memberikan pijakan sesuai dengan kebutuhan dan situasi yang ditemukan. Misalnya, ketika ada bangunan balok yang tiba-tiba runtuh, guru tidak langsung membangunkannya kembali, tetapi mengajak anak mengamati penyebabnya. Anak kemudian diarahkan untuk mencoba memperbesar atau memperkuat pilar pada bagian bawah bangunan agar dapat menopang bangunan dengan lebih baik. Dari pengalaman tersebut, anak belajar mencoba kembali, mencari solusi, dan memahami hubungan antara bagian dasar bangunan dengan kekokohannya.
Kegiatan membuat rumah secara berkelompok juga memberikan kesempatan bagi anak untuk mengembangkan kemampuan sosial. Dalam satu kelompok yang terdiri dari dua orang, anak perlu berdiskusi mengenai bentuk rumah yang akan dibuat, menentukan balok yang akan digunakan, serta bekerja sama saat menyusun bangunan. Perbedaan ide yang muncul menjadi bagian dari proses belajar anak untuk saling mendengarkan, berbagi tugas, dan menyelesaikan pekerjaan bersama.
Setelah bangunan selesai dibuat, guru mendokumentasikan hasil karya anak-anak sebagai bentuk apresiasi terhadap proses dan usaha yang telah mereka lakukan. Setiap bangunan memiliki bentuk dan susunan yang berbeda sesuai dengan ide serta kreativitas masing-masing kelompok. Anak-anak pun mendapatkan pengalaman bahwa sebuah karya tidak hanya dinilai dari hasil akhirnya, tetapi juga dari proses mencoba, bekerja sama, dan memperbaiki ketika menghadapi kesulitan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan merapikan kembali balok yang telah digunakan. Anak-anak diajak mengembalikan balok ke tempat semula sehingga area bermain kembali tertata. Melalui kegiatan sederhana ini, anak belajar bertanggung jawab terhadap alat yang digunakan sekaligus membiasakan diri untuk menjaga lingkungan bermain bersama.
Melalui kegiatan di Sentra Balok ini, murid TK B Al Siddiq International mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Di balik kegiatan membuat rumah dari balok, anak-anak belajar tentang konsep dasar konstruksi, kekuatan bangunan, pemecahan masalah, kerja sama, kreativitas, serta tanggung jawab. Dengan bermain secara langsung, anak dapat memahami bahwa ketika sebuah bangunan belum kokoh, mereka dapat mencoba mencari cara untuk memperkuatnya—sebuah pengalaman sederhana yang mengajarkan anak untuk terus mencoba dan tidak mudah menyerah.
By Inka Amalia, S.Pd